Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH SEORANG BAPAK DENGAN STROKE

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat dalam menempuh Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Periode 03 September 2012 10 November 2012

Disusun oleh : Rica Yonathan (030.07.217)

PRAKTEK KEDOKTERAN KELUARGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA 2012

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH

I. IDENTITAS PASIEN DAN KELUARGA Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Suku Bangsa Pendidikan Pekerjaan Identitas Pasangan Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Suku Bangsa Pendidikan Pekerjaan Jaminan Non-Jaminan : Ibu AM : 60 Tahun : Perempuan : Manggarai Utara 2 RT 007 RW 004 : Betawi : Tamat SD : Ibu rumah tangga : tidak ada : umum : Tn. AC : 63 Tahun : laki-laki : Manggarai Utara 2 RT 007 RW 004 : Islam : Betawi : tamat SD : pengangguran

Status perkawinan : Menikah

Status perkawinan : Menikah

Sumber pembiayaan kesehatan

Perilaku kesehatan keluarga 1. Bila ada anggota keluarga yang sakit, yang pertama dilakukan : minum obat warung, jika tidak sembuh maka anggota keluarga yang sakit baru memeriksakan diri ke puskesmas. 2. Keikut sertaan pada program Kesehatan di lingkungan rumah : Posyandu balita: tidak Posyandu lansia: tidak Perkumpulan kesehatan lainnya : tidak

3. Pemanfaatan waktu luang : Olah raga : tidak Rekreasi : tidak

Melakukan hobi : tidak Aktifitas Sosial di Lingkungan pemukiman : ya / tidak -Arisan -Pertemuan RT -Organisasi : tidak : tidak : tidak

II. PROFIL KELUARGA Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga Kandung Nama 1 . 2 . 3 . 4 . 5 . 6 . Tn.A Ny. A Ny. M Ny.B Tn. R Ny.A Kedudukan dalam Keluarga Kepala Keluarga Istri Anak Anak Anak Anak Se x L P P P L P Umur Pedidikan (tahun) 63 60 34 32 25 24 SD SD SMP SD SD SMP Pekerjaan Penganggura n Ibu rumah tangga Ibu rumah tangga Ibu rumah tangga Keterangan Tempat tinggal Sakit Sehat Sehat Sehat meninggal Manggarai Utara Manggarai Utara Manggarai Utara Manggarai Utara Manggarai Utara

Ibu rumah Sehat tangga

Diagram 1. Genogram Keluarga kandung Pasien

1 3

3 5

11 14 1 5

8 1 7

12 18

10

1 6

13 31 3 2 0

19

Keterangan : 1. Ayah Pasien 2. Ibu Pasien : sakit (meninggal) : sakit (meninggal) : Sehat (meninggal) : Sehat : Sakit stroke : Sehat : Sehat : Sehat : meninggal

3. Ayah Suami Pesien 4. Ibu Suami Pasien 5. Pasien 6. Istri Pasien 7. Anak 1 8. Anak 2 9. Anak 3

10. Anak 4 11. Menantu 1 pasien : sehat 12. Menantu 2 pasien : sehat 13. Menantu 3 Pasien 14. Cucu 1 pasien 15. Cucu 2 pasien 16. Cucu 3 pasien 17. Cucu 4 pasien 18. Cucu 5 pasien 19. Cucu 6 pasien 20. Cucu 7 pasien

: Sehat

: sehat : sehat : sehat : sehat : sehat : sehat : sehat : sehat

III. RESUME PENYAKIT DAN PENATALAKSANAAN YANG SUDAH DILAKUKAN Autoanamnesa dan allo anamnesa kepada penderita dan istri pasien pada Tanggal 9 Oktober 2012 A. Keluhan Utama Lumpuh tubuh bagian kiri sejak 3 tahun yang lain B. Riwayat Penyakit Saat Datang ke Klinik Kedokteran Keluarga Pasien mengeluh tubuh bagian kiri tiba-tiba lemas tidak bisa digerakkan. Keluhan tubuh lemas sebelah kiri secara tiba-tiba tersebut dirasakan pasien 3 tahun yang lalu. Saat kejadian tersebut pasien sedang melakukan aktivitas dikamar mandi yaitu sedang buang air besar. Saat kejadian berlangsung pasien sadar, tidak ada kehilangan kesadaran, atau mengeluh pusing, mual atau muntah.

Setelah kejadian tersebut penderita tidak langsung berobat untuk mendapatkan pertolongan untuk menangani keluhannya. Penderita hanya beristirahat setelah kejadian tersebut. Penderita baru memeriksakan keadaannya ke dokter puskesmas sekitar 9 jam kemudian dari terjadinya keluhan penderita setelah diantar oleh tetangga pasien. Sebelum kejadian tersebut penderita tidak mengeluh adanya sakit kepala yang hebat ataupun pasien melakukan aktivitas yang menuntut aktivitas energi banyak. Selama ini pasien juga tidak ada keluhan yang berarti. Pasien hanya mengaku memiliki asam urat yang tidak terkontrol karena pasien jarang memeriksakan kesehatannya secara teratur ke puskesmas.

C. Riwayat Penyakit Dahulu o Riwayat hipertensi tidak tahu karena jarang memeriksakan diri kepuskesmas o Penyakit jantung (-) o Penyakit ginjal (-) o Diabetes Mellitus (-) o Alergi (-) o Asthma (-) D. Riwayat Kebiasaan o Pasien merokok sekitar 2 bungkus rokok/ hari tetapi tidak mengkonsumsi minuman beralkohol o Pasien sangat menyukai makanan asin, bersantan dan berlemak, o Pasien mengaku jarang berolahraga E. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada riwayat penyakit keluarga seperti hipertensi, diabetes melitus ataupun sakit jantung dikeluarga pasien.

Pemeriksaan Fisik Tanggal 9 Oktober 2012 di rumah penderita Keluhan Keadaan Umum Kesadaran Tinggi Badan Berat Badan BMI Keadaan Gizi Nadi Kepala Mata Telinga Hidung Mulut Dada Cor : : lemas pada bagian tubuh sebelah kiri : baik : Compos Mentis : 165 cm : 68 kg : 24,97 kg/m2 : obesitas RR : 20x / menit Suhu : 36,5o C : 84x / menit

Tanda Vital : Tensi : 130/80 mmHg

Normocephali, rambut hitam bercampur rambut putih, terjadi sedikit

kebotakan pada kepala : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat isokor : Normotia, serumen -/-, sekret -/: Bentuk normal, sekret -/-, septum deviasi : Bibir kering (-), sianosis (-) : I : Iktus kordis tak tampak Pa : Iktus kordis teraba di SIC V 2cm medial LMCS Pe : Konfigurasi jantung dalam batas normal Au: BJ I-II normal, murmur (-), gallop (-) Pulmo I : Asimetris saat statis dan dinamis Pa : Focal fremitus kiri dan kanan sama Pe : Sonor pada hemisfer kanan dan kiri, nyeri ketuk (-) Au: Ka: Suara nafas vesikuler, rhonki (-), wheezing (-) Ki: Suara nafas vesikuler, rhonki (-), wheezing (-)

Tenggorok : T1-1, hiperemis (-), faring hiperemis (-), detritus -/-, kripta -/-

Abdomen I : Buncit Pa : Supel, hepar dan lien tak teraba, nyeri tekan (-) Pe : Timpani Au : Bising usus (+) normal Superior Ekstremitas Oedema Akral dingin Kekuatan Tidak dilakukan Diagnosis Kerja : Stroke non hemoragik lama -/-/5/2 -/-/5/2 Inferior

F. Hasil Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang

G. Rencana Penatalaksanaan Pengobatan yang telah diberikan : Terapi medikamentosa : Captopril 12,5 mg 1x1/ hari Vitamin B complex 2x1/hari

Terapi edukasi : o Menjelaskan penyakit yang dialami oleh pasien meliputi penyebab gejala, faktor yang dapat mempengaruhi penyakit, terapi dan . o Mengkomsumsi obat secara teratur, dan bila obat habis segera datang ke puskesmas o Melakukan fisioterapi pada bagian tubuh yang mengalami kelumpuhan o Sebisa mungkin agar berhenti merokok o Menjaga pola makan dengan diet rendah garam dan mengurangi makanan bersantan dan berlemak o Istirahat yang cukup

o Hindari stress sebisa mungkin o Berolahraga 3 kali seminggu H. Hasil Penatalaksanaan Medis Keluhan yang dirasakan sudah berkurang setelah minum obat secara rutin dan teratur. Saat kunjungan rumah (12 Oktober 2012), penderita sudah merasa agak lebih baik, dimana penderita sudah keluhan lemas bagian tubuh yang sakit berkurang, penderita juga sudah mengurangi kebiasaan merokok. Secara umum keadaan kesehatan penderita lebih baik dan penderita sudah tidak ada keluhan. Faktor Pendukung . IV. IDENTIFIKASI FUNGSI FUNGSI KELUARGA A. Fungsi Biologis Dari hasil wawancara dengan penderita didapatkan informasi bahwa penderita tidak mengetahui adanya sakit darah tingg. Saat diwawancara penderita hanya mengatakan saat diperiksa saat kejadian sakit pasien diberitahu penyebabnya adalah asam urat yang tinggi. Keadaan sakit yang dialami penderita pada waktu penderita mengetahui :

Penderita minum obat secara rutin dan teratur Penderita memiliki keinginan untuk dapat beraktivitas dengan sebaik mungkin. Penderita beristirahat cukup dan mengatur pola makan dengan jumlah asupan garam Penderita mengurangi rokok yang dikonsumsi. Dukunaan keluarga penderita agar penderita tetap bersemangat : Belum mau untuk berolahraga Terbatasnya biaya untuk makanan sehat dan mengurangi makanan bersantan Terkendala biaya untuk memeriksakan diri secara berkala ke puskesmas Pasien masih merokok mengurangi

Faktor Penghambat

Indikator Keberhasilan : keluhan pasien membaik dan tekanan darah sudah turun

terkena penyakit stroke, penderita dan keluarga tidak mengetahui bahwa penyebab penyakit stroke tersebut adalah karena darah tinggi Penderita memiliki kebiasaan merokok hebat, mengkonsumsi kopi dan tidak mengetahui pola makan yang benar dan sehat. Penderita juga jarang berolahraga serta pasien mengalami kegemukan karena pasien mempunyai pola makan yang banyak. Pada tahun 2012 ini, penderita mengaku jarang kontrol misalnya sebulan sekali. Penderita hanya meminum obat warung apabila sedang mengalami gejala sakit ringan bila pusing. B. Fungsi Psikologis Penderita tinggal di rumah dengan anggota keluarga yang berjumlah 6 orang termasuk pasien. Penderita sering tidur malam, tidur pukul 22.00. Hubungan penderita dengan keluarga baik. Penderita termasuk orang yang mudah bergaul dengan masyarakat sekitar.. pasien mengatakan bahwa ingin kembali sehat dan sudah mulai mengontrol pola makan dengan mengurangi asupan makan garam dan mengurangi merokok, mengurangi dan berjanji untuk memeriksa kesehatannya secara teratur ke puskesmas. Dengan adanya perbaikan yang sekarang dialami pasien, penderita semakin berusaha untuk bisa menjaga kondisi kesehatan badannya dan agar tekanan darahnya terkontrol. C. Fungsi Ekonomi Penderita sudah tidak bekerja. Pendapatan keluarga sekarang hanya mengandalkan pemberian dari anak-anak pasien yang jumlahnya tidak menentu. Menurut pasien jumlah tersebut hanya pas-pasan untuk biaya makan sehari-hari. D. Fungsi Pendidikan Pendidikan pasien ialah tamat SD istri penderita tamat SD, Anak penderita tamat Dua orang tamat SD, dua orang lulus SMP, satu orang tamat SMA. E. Fungsi Religius Penderita beragama Islam dan rutin menjalankan ibadahnya. F. Fungsi Sosial Budaya

Penderita tinggal di tempat pemukiman penduduk yang cukup padat. Hubungan penderita dengan tetangga cukup baik. Sosialisasi dengan tetangga cukup baik. Penyakit stroke yang diderita pasien kadang membuat kehidupan bermasyarakatnya terbatas akibat keluhan dari penyakit pasien karena pasien tidak dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan sempurna. Namun hubungan pasien dan warga sekitarnya baik karena pasien masih sering keluar rumah untuk bersosialisasi dengan tetangga. V. POLA KONSUMSI MAKANAN PENDERITA Penderita dan istri penderita mengatakan rata rata makan nasi setiap harinya 3x/hari dengan variasi makanan seperti nasi, lauk (tempe,tahu.), sayur, telur dan jarang memakan buah-buahan dan meminum susu. Menu nasi dan sayuran merupakan menu yang lebih sering ada di rumah pasien. Makanan daging hanya kadang-kadang saja.

FORMULIR 24 HOUR RECALL Catatan: asupan makanan/minuman KEMARIN mulai bangun pagi hingga tidur malam
Waktu Makan Pagi Jam Nama makanan atau minuman Bahan makanan Jumlah URT gram

07.00 08.00 10.00 12.30

Ketan 2 buah Lontong Gorengan tahu Nasi Sayur asam Ikan goreng Nasi Sayur asam Ikan goreng -

karbohidrat karohidrat karbohidrat karbohidrat mineral Protein karbohidrat mineral Protein -

2 buah 1 piring 2 buah 1 piring 1 mangkok 1 potong 1 piring 1 mangkok 1 potong -

200 200 100 200 100 100 200 100 100

Selingan Makan Siang

Selingan Makan Malam

16.00 19.00

Selingan

Penjelasan : Frekuensi makan rata rata setiap harinya 3x/hari dengan variasi makanan sebagai

berikut : nasi, lauk (tempe,tahu.), sayur dan jarang memakan buah-buahan dan meminum susu. Menu nasi dan sayuran merupakan menu yang lebih sering ada di rumah pasien.

VI. IDENTIFIKASI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN A. Faktor Perilaku Penderita jarang memeriksaakan keadaan pasien secara berkala ke tempat pelayanan kesehatan secara berkala sehingga pasien tidak mengetahui kadar tekanan darah secar terkontrol. Penderita memiliki kebiasaan makan teratur dengan frekuensi makan 3x/hari. Penderita memiliki riwayat merokok sejak usia muda dan merokok sebanyak 1 bungkus rokok setiap hari. Penderita tidak tahu pola makan yang baik dan sehat seperti apa. Penderita kadangkala mengeluh dengan penyakit yang diderita karena pasien lebih menjadi tidak dapat melakukan aktivitas seperti pasien sakit. Penderita jarang olah raga secara rutin. Jika ada anggota keluarga sakit maka dibawa akan diberikan obat-obat warung dan jika tidak sembuh baru akan diajak berobat ke puskesmas terdekat dengan rumah. Penderita dan keluarga tidak memiliki kebiasaan berolahraga. Pemanfaatan waktu luang untuk tidur dan terkadang menonton TV. B. Faktor Non Perilaku Sarana pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan rumah adalah Puskesmas. Hal ini cukup berpengaruh terhadap kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan jika ada anggota keluarga yang sakit, jarak rumah ke puskesmas 1,5 Km.

VII. DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGA A. Fungsi Biologis Penderita mengalami stroke sejak 2009 dan tidak pernah berobat secara teratur.

Tidak ada anggota keluarga dan orang sekitar yang mengeluhkan penyakit yang serupa. Riwayat penyakit menular dan penyakit kronis pada anggota keluarga lain dalam tiga bulan terakhir disangkal

B. Fungsi Psikologis Hubungan penderita dengan keluarga baik. Penderita termasuk orang yang mudah bergaul dan tidak bermasalah.

C. Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan Terdapat masalah dalam perekonomian keluarga.

D. Fungsi Sosial Dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar

E. Faktor Perilaku Tidak mengerti tentang penyakit yang diderita termasuk penyebab penyakit yang dialami. Kurang mengerti tentnag perntingnya menjaga kesehatan Kurang mengetahui perlu berobat secara tertaur dengan memeriksakan diri ke puskesmas terdekat dan mminum obat darah tinggi secara teratur/ Memiliki kebiasaan memakan makanan yang menyebabkan hipertensi Tidak mengkonsumsi makanan gizi seimbang Merokok Tidak melakukan olahraga secara teratur

F. Faktor Non Perilaku Tidak ada masalah

VIII. IDENTIFIKASI LINGKUNGAN RUMAH A. Gambaran Lingkungan Rumah Rumah penderita terletak di pemukiman penduduk yang sangat padat dengan ukuran 2,5m x 3m x4m, bentuk bangunan 2 lantai. Secara umum gambaran rumah terdiri dari ruang tamu bercampur kamar tidur dengan ruang makan, Lantai terbuat dari pelur semen yang ditutupi karpet, dinding terbuat dari tembok, atap rumah dari genteng. Ventilasi terdapat pada lantai atas berjumlah 1 buah 0,1x0,5 m2 Penerangan didalam ruangan kurang . Udara didalam ruangan cukup lembab, dan kebersihan dalam dan luar rumah cukup bersih, tata letak barang-barang cukup rapi namun tampak cukup ada barang yang sudah tidak digunakan namun masih ada di dalam rumah, listrik 450 watt, sumber air dari sumur pompa listrik. Jamban tidak ada, dimana keluarga pasien menggunakan jamban umum. Penderita tidak memiliki dapur pribadi. Sampah rumah dibuang tiap hari oleh pasien ke tempat pembuangan sampah didekat rumah yang berjarak 500m B. DENAH RUMAH

6 3 4 1 2 3m

10 meter 2,5

Keterangan ruangan: 1. Ruang Tamu+ Tempat tidur 2. Lemari makan 3. Tangga 4. Lemari 5. Kulkas 6. Televisi

Analisis keadaan rumah : 1. Letak rumah di daerah : pemukiman padat 2. Bentuk bangunan rumah : bertingkat Kepemilikan rumah 3. Luas rumah : sendiri : 2,5 mx 3mx 4m : 1 m2 : batako : genteng

Jumlah orang dalam satu rumah : 6 orang / Rata-rata 5 m2 per-orang Luas halaman rumah 4. Lantai rumah dari: semen 5. Dinding rumah dari 6. Atap rumah -

Pembagian ruangan rumah : 2 ruangan Ruang tamu : tidak ada Ruang makan : tidak ada Ruang keluarga: tidak ada Ruang tidur : ada Jumlah 2 kamar Ukuran 0,1 x 0,5 m2 : 10%

7. Jendela rumah : ada Perbandingan luas lantai dan jendela di : Ruang tamu Ruang makan : 10% Ruang keluarga: 10% Ruang tidur : 70%

Penerangan didalam rumah (dinilai setelah membandingkan luas jendela dengan lantai dan kesan subjektif saat membaca tulisan didalam rumah) : kurang 8. Listrik di rumah : ada 450 watt Lubang ventilasi : Ruang tamu : tidak ada Ruang makan : tidak ada Ruang keluarga: tidak ada Ruang tidur : tidak ada ;

Kelembaban dalam rumah :\terasa lembab Kesan ventilasi di dalam rumah : kurang 9. Kebersihan dalam rumah 11. Kamar mandi : tidak ada 12. Limbah rumah tangga di alirkan ke : got 13. Tempat sampah diluar rumah : ada ; terbuka 14. Jalan di depan rumah lebarnya : 1 meter, terbuat dari : semen Kesan kebersihan lingkungan pemukiman : kumuh : cukup 10. Sumber air minum dari: sumur pompa listrik

IX. DIAGRAM REALITA YANG ADA PADA KELUARGA Pengetahuan bahwa adanya faktro resiko dari ayah penderita yang meninggal karena hipertensi dan penyakit jantung juga.

Faktor keturunan

Pelayanan Kes Jarak ke puskesmas cukup dekat krg lbh 1,5 km

Status kesehatan

Lingkungan

Kumuh dan padat

Perilaku
Kegemukan Jarang olah raga Merokok Tidak patuh meminum obat Memiliki kebiasaan memakan makanan tidak sehat yang dapat menyebabkan hipertensi Tidak mengkonsumsi makanan gizi seimbang

X. TABEL PERMASALAHAN PADA KELUARGA


No Resiko dan Masalah Kesehatan Rencana Pembinaan

1.

Tidak mengetahui penyebab sakit stroke

Menjelaskan bahwa penyebab penyakit stroke pada pasien adalah darah tinggi yang tidak terkontrol orang bukan karena asam urat yang tinggi

2.

Tidak mengetahui menjaga kesehatan

pentingnya Perlumya mengedukasi pasien tentang perlunya menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan yang benar dan mengontrol kesehatan secara berkala ke pusat pelayanan kesehatan.

Indikator keberhasilan penilaian Pengertian apa itu penyakit stroke, penyebab, cara mengatasi penakit dan hal apa saja yang perlu dilakukan unutk terapi stroke itu sendiri. Tekanan darah turun dan stabil

Rajin berolah raga

Menjelaskan bahwa sering berolah raga Tekanan darah akan membuat tubuh lebih sehat dan turun dan stabil metabolisme tubuh lebih baik

4 Istirahat cukup Menjelaskan agar tidak mencetuskan stress sehingga tekanan darah stabil Tekanan darah turun dan stabil

XI. PEMBINAAN DAN HASIL KEGIATAN Tgl kunjunga n 09 Oktober 2012 Kegiatan yang Dilakukan Perkenalan diri, identifikasi anggota keluarga dan kondisi kesehatannya Lalu memulai untuk melakukan sedikit anamnesis dan pemeriksaan fisik pada penderita. Kemudian memberitahukan kepada penderita dan istri pasien tentang penyakitnya, meliputi definisi, penyebab, faktor pencetus, akibat dari penyakit, pencegahan, penatalaksanaann ya. 12 Oktober 2012 Anamnesis dan pemeriksaan fisik. Monitor status kesehatan pasien Penderita Diketahui status Tekanan darah masih kesehatan pasien sama seperti kemarin terkini namun normal dan tidak tinggi. Karena pasien minum obat. Selain itu faktor asupan makan dan kebiasaan merokok pasien sudanh mulai berubah menurut istri pasien juga. Solusi : edukasi kembali secara efektif Keluarga yang Terlibat Penderita dan istri penderita - Terjalin hubungan baik dengan penderita dan keluarga. -Penderita penjelasan penyakitnya. Hasil Kegiatan Indikator evaluasi kegiatan -Status tekanan darah penderita. yang tentang

-Pemahaman memahami komprehensif tentang hipertensi.

dengan pendekatan keluarga serta identifikasi fungsi keluarga pada kunjungan berikutnya 17 Oktober 2012 Monitor status kesehatan pasien dan Identifikasi pola makan penderita serta penyuluhan tentang pola makan gizi seimbang Identifikasi fungsi-fungsi keluarga Penderita dan keluarga Diketahui status kesehatan pasien terkini. Diketahui jenis makanan, jumlah makanan dan frekuensi makan penderita. Diketahui fungsi biologis, psikologis, ekonomi, sosial, perilaku dan non perilaku Penderita dan keluarga memahami penjelasan tentang pola makan gizi seimbang 22 Oktober 2012 Evaluasi kondisi kesehatan penderita dan memberikan pengetahuan perlunya hidup sehat dan pentingnya menjaga kesehatan Penderita dan keluarga Penderita dan keluarga Tekanan memgetahui terkontrol. perntingnya menjaga Perbaikan kesehatan. lingkungan. darah kondisi tekanan terkontrol. darah

-Penderita memahami kesehatan yang benar dengan pola makan seimbang dan rendah garam -

Pasien mengerti bahwa menjaga kesehatan penting dengan rajin memeriksakan kesehatan terutama tekanan darah penderita ke balai pengobatan terdekat.

XII. KESIMPULAN PEMBINAAN KELUARGA

1. Tingkat pemahaman 2. Faktor pendukung

: Pembinaan terhadap penderita yang dilakukan cukup baik. : - Penderita dapat memahami dan menangkap penjelasan yang diberikan. - Sikap penderita yang kooperatif dan menangkap penjelasan yang diberikan. - Pasien mau memeriksakan kesehatan pasien serta minum obat teratur dan diet rendah garam dan istirahat yang cukup

3. Faktor penyulit 4. Indikator keberhasilan

: Pasien masih merokok walau sudah berkurang dan masih sulit berolahraga : Penderita dapat mengetahui tentang penyakitnya meliputi penyebab, faktor yang dapat menimbulkan gejala dalam keluhan penyakitnya, mengetahui mengontol pola makan dan penatalaksanaannya dalam meminum obat serta berusaha untuk senantiasa hidup sehat dan olahraga teratur. Tekanan darah turun stabil

LAMPIRAN