Anda di halaman 1dari 9

INFLUENSA

Dr. Calvin Damanik, SpPD Dept. Penyakit Dalam RSUP H. Adam Malik Medan Bag. Ilmu Penyakit Dalam FK-UMI Medan

Suatu infeksi saluran nafas akut oleh virus influensa, karakteristik dengan onset yang mendadak dari sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelesuan.

Definisi :

Orthomyxovirus golongan RNA Virus Influensa A, B atau C (dibedakan complement fixation test) Tipe A : epidemik, Tipe B lebih ringan dibanding A, Tipe C diragukan Struktur antigen virus 3 bagian utama : antigen S (soluble), hemaglutinin dan neuroamidase

Etiologi :

Antigen S (ribonukleoprotein) spesifik untuk masingmasing jenis Hemaglutinin & Neuroamidase: pada selubung virus (imunitas terhadap virus) terutama hemaglutinin. Patogenesis : Transmisi lewat partikel udara (droplet) (dosis infectius : 10 virus tiap droplet) tractus respiratorius melekat pada epitel sel hidung dan bronkhus menerobos sel dalam bbrp jam replikasi partikel virus baru bergabung pada permukaan sel menulari sel-sel lain.

Gambaran klinis :
Demam, saklit kepala, nyeri otot, batuk, pilek, kadang-kadang sakit menelan dan serak. Perasaan malas, dingin. Pemeriksaan fisik : tidak karakteristik kecuali hiperemi mukosa tenggorok. Gejala akut berlangsung beberapa hari sembuh setelah pelepasan interferon imunitas terhadap virus homolog

Pada usia lanjut dapat menyerang paruparu, dapat terjadi infeksi sekunder : Streptococcus pneumonia, Hemophillus influenzae Infeksi sekunder barat : Pneumonia stafilokok fulminan (beberapa hari setelah terserang virus) dengan gejala : sesak nafas, diare, batuk dengan bercak merah, hipotensi. Komplikasi yang jarang tetapi dapat terjadi : Ensefalomyelitis.

Diagnosis :
Wabah tidak sulit Diluar wabah dapat sulit, terhambat oleh infeksi lain Pasti isolasi virus, serologik (pada hari-hari pertama sakit) Serologik : Complement fixation test atau inhibisi hemaglutinasi dengan kenaikan titer 4X. Diagnosa cepat : Antibody fluoresence khusus tersedia untuk tipe A.

Penatalaksanaan : Simptomatik (antipiretik, decongestan dll) Antibiotik. Pencegahan : Vaksinasi pada daerah wabah, penderita kardiorespiratorik kronis, gangguan metabolik endokrin, usia lanjut.