Anda di halaman 1dari 9

Pengambilan Keputusan Petani untuk Pengendalian Hama

Model Teori Keputusan


Pengambilan Keputusan

Intuisi (bisikan hati)

Analisis Keputusan

Teori Keputusan

Metodologi Pemodelan Sistem

Intuisi : daya/kemampuan mengetahui /memahami sesuatu tanpa dipikirkan (berdasarkan bisikan hati, kata hati).
Seringkali cara intuisi dalam pengambilan keputusan tepat, namun memiliki kelemahan yaitu cara tersebut tidak dapat kita ikuti penalarannya atau metodeloginya sehingga tidak dapat diadakan pengulangan.

Sangat sulit untuk diterangkan bagaimana seseorang dapat sampai kepada keputusan tersebut.

Teori keputusan : teori yg mempelajari bagaimana sikap pikir yg rasional dalam pengambilan keputusan pada keadaan yg sederhana tetapi mengandung ketidakpastian.
Metodelogi Pemodelan Sistem : untuk keadaan yg lebih kompleks dan dinamik. Petani dalam mengambil keputusan atas tindakan apa yg harus dilakukan dalam menghadapi masalah hama selalu diliputi oleh berbagai jenis ketidakpastian, baik dalam hal timbulnya serangan hama dan penyakit, keadaan cuaca, fluktuasi harga produk dan harga input produksi.

Contoh: diagram pengambilan keputusan petani untuk pengendalian hama tanaman padi

Untuk menghadapi keadaan ketidakpastian tsb, banyak teori yg dimunculkan untuk menuju ke pengambilan keputusan yg paling baik.
Teori yg paling banyak digunakan adalah Teori Bayesin yg menggunakan perhitungan nilai probabilitas bersyarat (dalil Bayes).

Contoh: dari diagram pohon tsb di atas, petani padi mempunyai 2 pilihan yaitu melakukan rotasi tanaman dan tanpa rotasi. Kejadian yg mungkin timbul adalah ada hama dan tidak ada hama. Disini berapa peluang kemungkinan yg akan terjadi?

Tabel: Matriks Payoff untuk tindakan dan kejadian.

Tindakan

Kejadian State of nature Tidak ada hama p = 0,75 Ada hama p = 0,25 Rp. 2.000,-

Harapan Hasil

Tanpa Rotasi

Rp. 45.000,-

Rp. 34.750,-

Dengan Rotasi

Rp. 40.000,-

Rp. 25.000,-

Rp. 36.250,-

Cara perhitungan: Jika probabilitas tidak terjadi serangan hama = 0,75 dan probabilitas terjadi serangan hama = 0,25. Hasil yg diperoleh tanpa rotasi jika tdk ada hama = Rp. 45.000,Hasil yg diperoleh dengan rotasi jika tdk ada hama = Rp. 40.000,Sedangkan jika ada serangan hama, hasil yg diperoleh dengan rotasi lebih tinggi daripada tanpa rotasi.

Harapan hasil (expected outcome) untuk tindakan tanpa rotasi = (0,75).(45.000)+(0,25).(2.000) = Rp. 34.750,Harapan hasil (expected outcome) untuk tindakan dengan rotasi = (0,75).(40.000)+(0,25).(25.000) = Rp. 36.250,Dengan rotasi petani akan memperoleh rata-rata harapan hasil lebih tinggi daripada tanpa rotasi. Apabila petani rasional, maka ia akan mempergunakan harapan hasil ini sebagai pedoman sehingga keputusannya adalah melakukan rotasi tanaman.

Tapi kalau petani hanya melihat perolehan tertinggi tanpa memperhitungkan riseko serangan hama, maka ia memilih tidak melakukan rotasi karena hasil yg diperoleh tertinggi