PRESENTASI KASUS PSIKOTIK

SKIZOFRENIA HEBEFRENIK

Disusun oleh : Grahita Anindita Poernomo Nessyah Fatahan Manggala Sariputri Sesia Pradestine Fatimah Fitriani Adi Bestara Herlina Nindyastuti Rhatri Aktaria P. M. Rizki Fadlan Thrifindana Abednego G1A210114 G1A210115 G1A210116 G1A210117 G1A210118 G1A210119 G1A210120 G1A210121 G1A210122 G1A210123

Pembimbing : dr. Basiran, Sp. KJ

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN SMF ILMU KESEHATAN JIWA RSUD BANYUMAS 2011

Basiran. KJ . Sp. M. dr. Rizki Fadlan Thrifindana Abednego G1A210114 G1A210115 G1A210116 G1A210117 G1A210118 G1A210119 G1A210120 G1A210121 G1A210122 G1A210123 Telah Dipresentasikan Pada tanggal : November 2011 Menyetujui.HALAMAN PENGESAHAN PRESENTASI KASUS PSIKOTIK SKIZOFRENIA HEBEFRENIK Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Ujian Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa RSUD Banyumas Disusun oleh : Grahita Anindita Poernomo Nessyah Fatahan Manggala Sariputri Sesia Pradestine Fatimah Fitriani Adi Bestara Herlina Nindyastuti Rhatri Aktaria P.

Alamat 10. P 50 tahun Perempuan Petani SMP (tamat) Gombong Tante pasien II Keluhan Utama Pasien datang ke RSUD Banyumas dengan keluhan diam dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Tanggal Periksa : Sdr. Status Perkawinan 7. IDENTITAS PASIEN 1. . S : 26 tahun : Laki laki : Islam : Jawa : Belum Menikah : STM : Tidak bekerja : Gombong : 1 November 2011 B. Pendidikan 8.STATUS PENYAKIT PENDERITA A. Suku Bangsa 6. Pekerjaan 9. ANAMNESIS (Alloanamnesis) Diambil dari : Bangsal Sakura Bagian Yudistira Kamar C2 RSUD Banyumas Tanggal Keterangan Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Pendidikan Alamat Hubungan Ny. Nama Lengkap 2. Jenis Kelamin 4. H 60 tahun Perempuan Petani SD (tamat) Gombong Ibu kandung pasien : 1 November 2011 I Ny. Agama 5. Umur 3.

Sekitar lebih dari 2 bulan yang lalu saat berada di pesantren. Sering tertawa sendiri c. senang menyendiri. Senang menyendiri Riwayat Penyakit Sekarang Pasien laki-laki berumur 26 tahun. Tiba-tiba menangis d. Pasien juga pemalu. malas bergaul dan kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Tidak mau membuka mata b. Riwayat Penyakit Keluarga Keluarga pasien baik dari pihak ayah maupun ibu tidak ada yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien dan gangguan jiwa lain. Gejala sempat menghilang dan muncul kembali saat pasien kembali kerumah dan dimarahi oleh orangtuanya dengan alasan karena pasien ingin kembali ke pondok pesantren. . Selain itu. pasien sering mendengar suara bisikan yang mengajak pasien untuk mengobrol. Hal ini sempat diceritakan oleh pasien kepada keluarganya. datang ke IGD RSUD Banyumas pada tanggal 28 Oktober diantar oleh keluarganya dengan keluhan diam dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain. pasien merasakan kehilangan minat untuk beraktivitas. Pasien juga tidak mau membuka mata. Riwayat Penyakit Dahulu Tidak ada keluhan yang serupa di masa lalu. sering tertawa sendiri dan tiba-tiba menangis.Keluhan Tambahan a.

Silsilah keluarga Keterangan : : laki-laki : meninggal dunia : perempuan : penderita Hal-Hal yang Mendahului Penyakit a) Faktor Organik : Pasien tidak pernah mengalami trauma kepala yang berat. dan zat adiktif lainnya. Pasien tidak memiliki kebiasaan merokok. . obat-obatan. kejang maupun panas tinggi b) Faktor Psikososial : Pasien jauh dari orangtua (selama 3 tahun tinggal di pondok pesantren) Pasien sering merindukan adiknya yang sedang merantau c) Faktor obat-obatan dan Alkohol Tidak didapatkan riwayat penggunaan alkohol.

duduk 10 bulan. Riwayat Perkembangan Seksual Pasien mengalami ejakulasi pertama kali pada usia 12 tahun. Perkembangan Jiwa Semenjak lahir pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan diasuh dengan penuh kasih sayang dan perhatian. berjalan dan berbicara 12 bulan. sehingga pasien sering merindukan adiknya yang kini sedang merantau. merangkak 7 bulan. Riwayat Perkembangan Awal Pasien mendapatkan ASI sampai umur 8 bulan. Keadaan ibu saat melahirkan yaitu sehat dan bahagia. Namun ketika . Berat badan saat lahir yaitu ± 3100 gram. saat lahir bayi menangis kuat. Pada masa kanakkanak tidak ada riwayat ngompol. dibantu oleh bidan. pasien tidak memiliki teman yang cukup banyak. kehamilannya dikehendaki.Riwayat Kehamilan dan Kelahiran Pasien dilahirkan dengan persalinan normal saat umur kehamilan 9 bulan. Saat melahirkan usia ibu 34 tahun. Riwayat perkembangan fisik semasa balita tidak ada masalah. Sejak remaja sampai saat ini. senang menyendiri dan kurang peduli dengan lingkungan. menghisap jari atau jempol. Pasien mulai tengkurap umur 3 bulan. Pasien dibesarkan dan diasuh dalam lingkungan keluarga sendiri dengan pola asuh cukup diperhatikan orangtua. Semenjak 3 tahun yang lalu pasien tinggal di Pondok Pesantren di Jawa Timur dan jauh dari orang tua. Pasien sangat dekat dengan adiknya. Pendidikan terakhir adalah tamat STM. Riwayat Pendidikan Usia pertama kali sekolah umur 6 tahun dan dan sampai sekarang usia 26 tahun pasien masih menuntut ilmu di Pondok Pesantren. menggigit kuku. Kesehatan secara umum baik. Pasien mengambil jurusan teknik mesin. Pasien tidak mengalami gangguan dalam perkembangan seksualnya.

Pasien sebenarnya berkeinginan untuk lanjut kuliah di perguruan tinggi. pendidikan terakhir STM. pasien cenderung sulit berinteraksi dengan orang lain karena pasien lebih suka berdiam diri. walaupun tipe kepribadiannya tertutup dan sulit untuk bersosialisasi. anak ke 4 dari 6 bersaudara. Kesan Allonamnesis: Dapat dipercaya C. Karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. pasien akhirnya menuntut ilmu di Pondok Pesantren di Jawa Timur. atas alasan kesulitan biaya pasien disarankan orangtua untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren. Hubungan Sosial Sebelum sakit. alamat Gombong. Tetapi semenjak sakit pasien menjadi sering tidak mau sholat karena lupa akan kewajibannya tersebut. Ia mencari pekerjaan dibantu oleh orangtua dan kerabat dekat. Sebelum sakit pasien rajin beribadah. Pasien terkadang mengeluhkan keadaannya di pesantren pada kedua orangtuanya. yaitu shalat lima waktu dan mengikuti pengajian. Sebab dibawa ke rumah sakit : pasien diam dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Identitas : Laki laki. Riwayat Pekerjaan Pasien setelah lulus dari STM.pasien lulus STM. menganggur cukup lama. . Setelah sakit. belum menikah. agama Islam. 26 tahun. 2. Riwayat Perkawinan Pasien dengan status perkawinan belum menikah Kegiatan Moral Spiritual Pasien adalah penganut agama Islam. pasien sempat menganggur selama 3 tahun dan belum mendapatkan pekerjaan. RINGKASAN ALLOANAMNESIS 1. hubungan sosial dengan lingkungan pesantren cukup baik.

5. deviasi septum tidak ada. : Serumen kanan dan kiri ada. simetris. Kepribadian premorbid : tertutup. Gejala ditunjukkan sejak ± 5 hari yang lalu. Pasien mondok yang pertama kalinya. Faktor psikososial : pasien jauh dari orang tuanya dan sering merasa rindu pada adiknya yang sedang merantau 6. pupil isokor. bising jantung tidak ada . pemalu D. : Bibir tidak kering. tidak ada kelainan bentuk Thorak Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : : Iktus cordis tidak tampak : Iktus cordis tidak kuat angkat : Batas kiri atas ICS II LPS sinistra Batas kanan atas ICS II LPS Dextra Batas kiri bawah ICS V LMC sinistra Batas kanan bawah ICS IV LPS Dextra Auskultasi Paru Inspeksi Palpasi : Dada kanan dan kiri simetris : Vokal fremitus kanan sama dengan kiri : S1 > S2 reguler. diameter pupil 3 mm. mesochepal : Reflek cahaya ada. sclera tidak ikterik. Hidung Mulut Telinga : Discharge tidak ada. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign : Sedang : Stupor : Tekanan Darah Nadi Respirasi Suhu Kepala Mata : 120/80 mmHg : 68 x/menit : 20 x/menit : 370 C : Simetris.3. lidah tidak kotor. konjungtiva tidak anemis. dan semakin memberat 4. pendiam.

anhedonia : halusinasi auditorik (berdasarkan alloanamnesis) : sulit dinilai : sulit dinilai : jelek . Tingkah Laku : tampak sakit jiwa : diam dan membisu : hipoaktif 4. Ekstremitas : Superior kanan : Udem tidak ada Superior kiri : Udem tidak ada Inferior kanan : Udem tidak ada Inferior kiri : Udem tidak ada E. Persepsi 9.Perkusi Auskultasi : Sonor di seluruh lapangan paru : Suara dasar vesikuler kanan dan kiri. nyeri tekan epigastrium ada. Hubungan jiwa 11. Perhatian 10. venektasi tidak ada. PEMERIKSAAN PSIKIATRI 1. Sikap 3. Orientasi (O/T/W/S) : sulit dinilai 5. hepar tidak teraba membesar. suara tambahan tidak ada. Afek 8. tidak teraba massa. Insight : : autistik : sulit dinilai : reming : sedikit mimik : disforik. Kesan Umum 2. Auskultasi Perkusi Palpasi : Bising usus normal : Timpani : Defans muskular tidak ada. Abdomen Inspeksi : Simetris. Proses Pikir a) Bentuk pikir b) Isi pikir c) Progresi pikir 6. limpa tidak teraba. sikatrik tidak ada. tidak tampak masa. Roman Muka 7.

Tingkah laku d. Bentuk pikir b. DIAGNOSIS KERJA Axis I Axis II Axis III Axis IV : Skizofrenia hebefrenik (F20. Afek b.F. Skizofrenia hebefrenik (F20. tidak mampu berfungsi hampir semua bidang I.1) : Kepribadian skizoid : : Masalah psikososial dan lingkungan lain yaitu jauh dari orang tua dan merindukan adiknya Axis V : GAF 30 . Sindrom Depresi a. Waham 2. DIAGNOSIS BANDING 1. Progresi pikir : disforik. Histeria konversi H. Halusinasi c.21. Sindrom Psikosis a. anhedonia :: hipoaktif : diam dan membisu : reming : autistik : auditorik (berdasarkan alloanamnesis) :- G. SINDROM-SINDROM 1. disabilitas berat dalam komunikasi dan daya nilai. Waham c. Sikap e.1) 2. PENATALAKSANAAN Farmakologis : Haloperidol Tri Hexi Penidil Kalcetin Clozapine .

masalah dan hubungan dalam kehidupan nyata. latihan praktis dan komunikasi interpersonal. Terapi perilaku Melatih keterampilan perilaku yang dititik beratkan pada kekurangan dan kelemahan pasien dengan tujuan meningkatkan kemampuan sosial dan kemampuan pemenuhan diri sendiri. sehingga menghasilkan kepatuhan pasien. Mendekatkan pasien dengan keluarganya Memberi support kepada pasien untuk cepat sembuh c. d. Menjaga hubungan dengan pasien Memberikan dukungan dan pengertian kepada pasien e. Terapi kelompok Memusatkan pada rencana.Non farmakologis : Terapi psikososial a. Kelompok mungkin terorientasi secara perilaku. b) Memberi pengarahan tentang pentingnya dukungan keluarga dalam menciptakan suasana kondusif untuk mencegah kambuhnya penyakit . Memberikan kesempatan pekerjaan di lingkungan sekitar Memberikan kesibukan (kegiatan organisasi kemasyarakatan) Memberi dukungan kepada pasien agar cepat sembuh. psikodinamika atau tilikan atau suportif. Pada terapi ini membutuhkan hubungan antara ahli psikoterapi dan pasien yang baik. Terapi berorientasi keluarga Pusat dari terapi harus dengan mengidentifikasi dan menghindari situasi yang membuat masalah bagi pasien dan berusaha memecahkannya. Manipulasi Keluarga a) Memberi informasi tentang penyakit pasien serta keharusan menjalankan pengobatan yang teratur demi kesembuhan pasien. Melatih komunikasi dengan orang lain b. Psikoterapi individual Konsep yang sering dipakai adalah psikoterapi suportif dan psikoterapi berorientasi tilikan.

Morbid Faktor Morbid Onset Jenis penyakit Perjalanan penyakit Kelainan organik Respon terapi Keterangan Usia muda Skizofrenia hebefrenik Sejak 2 bulan yang lalu Tidak ada Membaik Prognosis Buruk Buruk Buruk Baik Baik . menyendiri Stressor psikososial Sosial ekonomi Riwayat penyakit yang sama Ada Menengah Tidak ada Buruk Baik Baik Prognosis Baik Baik senang Buruk 2.J. PROGNOSIS 1. Premorbid Faktor Premorbid Riwayat penyakit keluarga Pola asuh keluarga Kepribadian premorbid Keterangan Tidak ada Cukup diperhatikan Pemalu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful