Anda di halaman 1dari 20

BAB I.

PENDAHULUAN Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Definisi yang lebih lengkap, turisme adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman, dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan, dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman baru dan berbeda lainnya. Banyak negara, bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal. Menurut Undang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah. PariwisataIndonesia memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Untuk itu diperlukan pengelolaan daerah pariwisata yang profesional sehingga wisata indonesia bisa memiliki daya saing yang baik di tingkat global. Dalam memajukan pariwisata Indonesia, mantan Menteri Kebudayaan dan pariwisata RI Ir. Jero Wacik, SE mengingatkan agar pembangunan pariwisata Indonesia dapat dirancang serta dikembangkan berdasarkan tata kelola destinasi pariwisata yang baik dan benar serta dikembangkan secara profesional sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. Wisata alam Indonesia memiliki potensi untuk dapat dikembangkan. Sebab, hampir diseluruh wilayah Indonesia memiliki keindahan alam yang cukup baik untuk dapat dijadikan daerah tujuan wisata. Iklim tropis Indonesia yang bersifat panas membuat Indonesia memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi tropis semacam inilah yang menyebabkan Indonesia secara keseluruhan memiliki jenis flora dan fauna yang cukup bervariasi jumlahnya layaknya negara-negara tropis lainnya. Melihat potensi alam Indonesia yang cukup besar, rasanya wajar apabila Indonesia dijuluki sebagai surga dunia. Keindahan alam yang tersebar hampir diseluruh penjuru Indonesia ini membuat setiap daerah di Indonesia memiliki daerah tujuan wisata

nya masing-masing. Namun sayangnya, pengembangan wisata alamdi Indonesia belum dilakukan secara merata. Padahal, tidak sedikit wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang terkagum-kagum melihat keindahan alam Indonesia. Dalam makalah ini kami membahas tentang daerah tujuan pariwisata yang dikenal dengan nama Nglimut yang berada di Kelurahan Gonoharjo, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah. Sebuah pesona pegunungan dan lukisan alam yang sejuk terhampar di dekat kota Semarang. Dengan beragam manfaat dan menyediakan kebutuhan akan nuasa yang indah dan harmonis. Hanya berjarak tempuh sekitar 40 menit dari pusat kota Semarang. Perjalanan cukup mudah dan tidak terlalu banyak halangan. Memang perlu sabar untuk mencapai Nglimut karena berada di bukit pengunungan Ungaran yang berdekatan dengan Puncak Ungaran dan Kebun Teh Medini. Pemandian air panas Nglimut, terletak didaerah perbukitan sebelah timur laut, desa Gonoharjo, kecamatan Limbangan. Obyek wisata air panas Nglimut juga dilengkapi dengan pemandian air dingin. Bonbin mini, kolam pemancingan, taman bunga dan makan lesehan. Daya tarik lainnya, lokasi wisata ditata cukup apik sehingga kesan asri dan bersih demikian mencuat, membuat wisatawan betah tinggal seharian penuh. Terlebih lagi udara sekitar yang senantiasa berkabut, sejuk dengan pemandangan natural perbukitannya yang masih perawan menjadi nilai plus tersendiri. Entah karena udaranya sejuk atau memang masakannya yang enak, membuat wisatawan demikian lahap menyantap menyantap makanan yang disajikan. Daerah tujuan wisata ini senantiasa dikembangkan dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, cafetaria, taman bermain dan ruangan-ruangan kamar yang dipergunakan untuk mandi air panas berbelerang. Yang mana sangat baik untuk kesehatan dan kesembuhan kulit. FASILITAS FASILITAS: 1. KOLAM AIR PANAS ALAM (BELERANG) Baik untuk kesehatan anda, terapi syaraf motorik penyakit kulit, lelah, letih setelah melakukan aktivitas keseharian. KOLAM RENANG (ANAK DAN DEWASA) Dengan bersih dan dinginnya Air Pegunungan langsung dan murni, kami tawarkan keleluasaan anda berenang sepuasnya. TAMAN BERMAIN ANAK Manjakan putra putri anda beserta keluarga dengan keceriaan bermain di taman yang sejuk dan asri.

2.

3.

4.

CAFETARIA / LESEHAN Dengan hidangan beraneka menu, cafetaria Citra Asri siap melayani anda sembari mengawasi putra putri anda bermain.

5. CAMPING GROUND (BUMI PERKEMAHAN) Bumi perkemahan yang luas, sejuk, asri dan nyaman dengan fasilitas air, listrik, yang mudah dan memadai. 6. ARENA OUT BOUND (UJI KEBERANIAN) Beraneka tantangan dan uji nyali kami tawarkan kepada anda untuk menikmatinya serta menguji mentalitas anda untuk berani menghadapi rintangan, resiko yang ada. KEBUN BINATANG MINI DAN TAMAN BURUNG (ZOO) Mengenalkan pada anda akan satwa sekitar kita yang perlu perlindungan dan kasih sayang. INTAN NURSERY (TANAMAN / BUNGA HIAS) Intan Nursery siap memanjakan anda untuk menghiasi rumah dengan aneka tanaman dan bunga hias yang cantik dan menawan, dengan bermacam koleksi. KOLAM PANCING / LESEHAN / GASEBO Dengan aneka ikan segar anda dapat memilihnya untuk hidangan bersama keluarga anda sambil menikmati view suasana alam yang indah.

7.

8.

9.

10. VILLA Nikmati kebersamaan, kehangatan keluarga dengan suasana bermalam, keindahan, kenyamanan dan keleluasaan liburan anda

A. Latar Belakang Masalah Dalam pariwisata sisi permintaan adalah sisi yang paling penting untuk difikirkan bagi investor dalam bidang pariwisata. Mengapa demikian? Dengan semua keragaman wisata alam Indonesia kami mengangkat pembahasan lokasi wisata alam yang mungkin kurang di kenal oleh masyarakat luas. Maka dari itu sisi permintaan akan pariwisata di lokasi tersebut akan menjadi ulasan dalam makalah ini sehingga kita semua dapat mengetahui mengapa di suatu daerah yang memiliki potensi pariwisata yang sangat baik justru memiliki pengunjung yang relatif tidak banyak. B. Rumusan Masalah Dalam makalah ini, kami merumuskan beberapa masalah yang harus di angkat untuk daerah wisata alam Nglimut yang semuanya di dalam sector permintaan, di antaranya adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Harga Pendapatan Sosial Budaya Sosial Politik Intensitas Keluarga Harga Barang Substitusi Harga Barang Komplementer

Kami tidak membahas semua factor di atas melainkan dalam sisi makro yaitu mengapa daerah wisata Nglimut cenderung kurang terkenal, apakah sisi permintaan konsumen terpenuhi atau tidak. C. Lokasi Observasi Adapun lokasi dalam observasi kami adalah di Kelurahan Gonoharjo, Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah. D. Objek Pembahasan makalah ini adalah sisi permintaan, maka dari itu kami hanya melakukan sebuah tanya jawab dengan beberapa pengunjung.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian Pariwisata Sebagai suatu gejolak sosial, pemahaman akan pengertian dari makna pariwisata memiliki banyak definisi. Akan tetapi dari kegiatan penulisan tesis ini, suatu sintesa mengenai konsepsi dan pengertian .pariwisata. yang digunakan sebagai suatu tinjauan pustaka dapat dibatasi pada pengertian: Menurut Kodyat (1983) pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ketempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu. Selanjutnya Burkart dan Medlik (1987) menjelaskan pariwisata sebagai suatu trasformasi orang untuk sementara dan dalam waktu jangka pendek ketujuan-tujuan di luar tempat di mana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu. Sedangkan Wahab (1985) menjelaskan pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standart hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktivitas lainnya. Sebagai sektor yang kompleks, pariwisata juga meliputi industriindustri klasik seperti kerajinan tangan dan cindera mata, penginapan, transportasi secara ekonomi juga dipandang sebagai industri. Selain itu pariwisata juga disebut sebagai industri yang mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 1969, ketika disadari bahwa industri pariwisata merupakan usaha yang dapat memberikan keuntungan pada pengusahanya. Sehubungan dengan itu Pemerintah Republik Indonesia sejak dini mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1969 tanggal 6 Agustus 1969, menyatakan bahwa .Usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan industri pariwisata dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat dan negara (Yoet, 1983). Bentuk Pariwisata Di dalam pertumbuhan dan perkembangan industri pariwisata ini dapat diklasifikasikan bentuknya ke dalam beberapa kategori berikut ini: 1. Menurut asal wisatawan Dilihat dari asal wisatawan, apakah asal wisata itu dari dalam atau luar negeri. Jika dalam negara berarti bahwa sang wisatawan ini hanya pindah tempat sementara di dalam lingkungan wilayah negerinya (pariwisata domestik), sedangkan jika ia datang dari luar negeri dinamakan pariwisata Internasional.

2. Menurut akibatnya terhadap neraca pembayaran Kedatangan wisatawan dari luar negeri adalah membawa mata uang asing. Pemasukan valuta asing itu berarti memberi efek positif terhadap neraca pembayaran luar negara suatu yang dikunjungi wisatawan ini disebut pariwisata aktif. Sedangkan kepergian seorang warga negara keluar negeri memberikan efek negatif terhadap neraca pembayaran luar negeri negaranya ini dinamakan pariwisata aktif. 3. Menurut jangka waktu Kedatangan seorang wisatawan di suatu tempat atau negara diperhitungkan pula menurut waktu lamanya ia tinggal di tempat atau negara yang bersangkutan. Hal ini menimbulkan istilah-istilah pariwisata jangka pendek dan jangka panjang, yang mana tergantung kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku oleh suatu negara untuk mengukur pendek atau panjangnya waktu yang dimaksud. 4. Menurut jumlah wisatawan Perbedaan ini diperhitungkan atas jumlahnya wisatawan yang datang, apakah sang wisatawan datang sendiri atau dalam suatu rombongan. Maka timbullah istilahistilah pariwisata tunggal dan rombongan. 5. Menurut alat angkut yang dipergunakan Dilihat dari segi penggunaan alat pengangkutan yang dipergunakan oleh sang wisatawan, maka katagori ini dapat dibagi menjadi pariwisata udara, pariwisata laut, pariwisata kereta api dan pariwisata mobil, tergantung apakah sang wisatawan tiba dengan pesawat udara, kapal laut, kereta api atau mobil. Upaya Pengembangan Pariwisata Menurut Suwantoro (2004), Upaya pengembangan pariwisata yang dilihat dari kebijaksanaan dalam pengembangan wisata alam, dari segi ekonomi pariwista alam akan dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Memang pariwisata alam membutuhkan investasi yang relatif lebih besar untuk pembangunan sarana dan prasarananya. Untuk itu diperlukan evaluasi yang teliti terhadap kegiatan pariwisata alam tersebut. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa pariwisata alam yang berbentuk ekoturisme belum berhasil berperan sebagai alat konservasi alam maupun untuk mengembangkan perekonomian. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya mendapatkan dana pengembangan kegiatannya. Pengelolaan kawasan wisata alam banyak menggunakan dana dari pendapatan pariwisata dari pengunjung sebagai mekanisme pengembalian biaya pengelolaan dan pelestarian kegiatan pariwisata alam belum tercapai secara optimal.

Daerah Tujuan Wisata Unsur pokok yang harus mendapat perhatian guna menunjang pengembangan pariwisata di daerah tujuan wisata yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan pengembangannya meliputi 5 unsur: 1. Objek dan daya tarik wisata, 2. Prasarana wisata, 3. Sarana wisata, 4. Infrastruktur, 5. Masyarakat/lingkungan. 1. Objek dan Daya Tarik Wisata Daya tarik wisata yang juga disebut objek wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata a. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata di kelompokkan kedalam: 1. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam, 2. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata budaya, 3. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus. Dalam kedudukannya yang sangat menentukan itu maka daya tarik wisata harus dirancang dan dibangun/dikelola secara profesional sehingga dapat menarik wisatawan untuk datang untuk datang. Membangun suatu objek wisata harus dirancang sedemikian rupa berdasarkan kriteria tertentu. b. Umumnya daya tarik suatu objek wisata berdasar pada: 1. Adanya sumber daya yang dapat menimbulkan rasa senang, indah, nyaman dan bersih. 2. Adanya aksesibilitas yang tinggi untuk dapat mengunjunginya. 3. Adanya ciri khusus/spesifikasi yang bersifat langka. 4. Adanya sarana/prasarana penunjang untuk melayani para wisatawan yang hadir. 5. Objek wisata alam mempunyai daya tarik tinggi karena keindahan alam pegunungan, sungai, pantai, pasir, hutan, dan sebagainya. 6. Objek wisata budaya mempunyai daya tarik tinggi karena memiliki nilai khusus dalam bentuk atraksi kesenian upacara-upacara adat, nilai luhur yang terkandung dalam suatu objek buah karya manusia pada masa lampau. c. Pembangunan suatu objek wisata harus dirancang dengan bersumber pada potensi daya tarik yang memiliki objek tersebut dengan mengacu pada kriteria keberhasilan pengembangan yang meliputi berbagai kelayakan. 1. Kelayakan Finansial Studi kelayakan ini menyangkut perhitungan secara komersial dari pembangunan objek wisata tersebut. Perkiraan untung-rugi sudah harus

diperkirakan dari awal. Berapa tenggang waktu yang dibutuhkan untuk kembali modal pun sudah harus diramalkan. 2. Kelayakan Sosial Ekonomi Regional Studi kelayakan ini dilakukan untuk melihat apakah investasi yang ditanamkan untuk membangun suatu objek wisata juga akan memiliki dampak sosial ekonomi secara regional; dapat menciptakan lapangan kerja/berusaha, dapat meningkatkan penerimaan devisa, dapat meningkatkan penerimaan pada sektor yang lain seperti pajak, perindustrian, perdagangan, pertanian dan lain-lain. Dalam kaitannya dengan dengan hal ini pertimbangan tidak semata-mata komersial saja tetapi juga memperhatikan dampaknya secara lebih luas. Sebagai contoh, pembangunan kembali candi Borobudur tidak semata-mata mempertimbangkan soal pengembalian modal pembangunan candi melalui uang retribusi masuk candi, melainkan juga memperhatikan dampak yang ditimbulkannya, seperti jasa transportasi, jasa akomodasi, jasa restoran, industri kerajinan, pajak dan sebagainya. 3. Kelayakan Teknis Pembangunan objek wisata harus dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dengan melihat daya dukung yang ada. Tidaklah perlu memaksakan diri untuk membangun suatu objek wisata apabila daya dukung objek wisata tersebut rendah. Daya tarik suatu objek wisata akan berkurang atau bahkan hilang bila objek wisata tersebut membahayakan keselamatan para wisatawan. 4. Kelayakan Lingkungan Analisis dampak lingkungan dapat dipergunakan sebagai acuan kegiatan pembangunan suatu objek wisata. Pembangunan objek wisata yang mengakibatkan rusaknya lingkungan harus dihentikan pembangunannya. Pembangunan objek wisata bukanlah untuk merusak lingkungan tetapi sekedar memanfaatkan sumber daya alam untuk kebaikan manusia dan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia sehingga menjadi keseimbangan, keselarasan dan keserasian hubungan antar manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan alam dan manusia dengan Tuhannya. Prasarana Wisata Prasarana wisata adalah sumber daya alam dan sumber daya buatan manusia yang mutlak dibutuhkan oleh wisatawan dalam perjalanannya di daerah tujuan wisata, seperti jalan, listrik, air, telekomunikasi, terminal, jembatan, dan lain sebagainya. Untuk kesiapan objek-objek wisata yang akan dikunjungi oleh wisatawan di daerah tujuan

wisata, prasarana wisata tersebut perlu dibangun dengan disesuaikan dengan lokasi dan kondisi objek wisata yang bersangkutan. Pembangunan prasarana wisata yang mempertimbangkan kondisi dan lokasi akan meningkatkan aksesibilitas suatu objek wisata yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan daya tarik objek wisata itu sendiri. Di samping berbagai kebutuhan yang telah disebutkan di atas, kebutuhan wisatawan yang lain juga perlu disediakan di daerah tujuan wisata, seperti bank, apotik, rumah sakit, pom bensin, pusat-pusat perbelanjaan, barbier, dan sebagainya. Dalam melaksanakan pembangunan prasarana wisata diperlukan koordinasi yang mantap antara instansi terkait bersama dengan instansi pariwisata di berbagai tingkat. Dukungan instansi terkait dalam membangun prasarana wisata sangat diperlukan bagi pengembangan pariwisata di daerah. Koordinasi di tingkat pelaksanaan merupakan modal utama suksesnya pembangunan pariwisata. Dalam pembangunan prasarana pariwisata pemerintah lebih dominan karena pemerintah dapat mengambil manfaat ganda dari pembangunan tersebut, seperti untuk meningkatkan arus informasi, arus lalu lintas ekonomi, arus mobilitas manusia antara daerah, dan sebagainya, yang tentu saja dapat meningkatkan kesempatan berusaha dan bekerja masyarakat. Sarana Wisata Sarana wisata merupakan kelengkapan daerah tujuan wisata yang diperlukan untuk melayani kebutuhan wisatawan dalam menikmati perjalanan wisatanya. Pembangunan sarana wisata disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan baik kuantitatif maupun kualitatif. Lebih dari itu selera pasar pun dapat menentukan tuntunan sarana yang dimaksud. Berbagai sarana wisata yang harus disediakan di daerah tujuan wisata adalah hotel, biro perjalanan, alat transportasi, restoran dan rumah makan serta sarana pendukung lainnya. Tak semua objek wisata memerlukan sarana yang sama atau lengkap. Pengadaan sarana wisata tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan. Sarana wisata kuantitatif menunjukkan pada jumlah sarana wisata yang harus disediakan, dan secara kuantitatif yang menunjukkan pada mutu pelayanan yangdiberikan dan yang tercermin pada kepuasan wisatawan yang memperoleh pelayanan. Dalam hubungannya dengan jenis dan mutu pelayanan sarana wisata di daerah tujuan wisata telah disusun suatu standart wisata yang baku, baik secara nasional dan secara internasional, sehingga penyedia sarana wisata tinggal memilih atau menentukan jenis dan kualitas yang akan disediakannya.

Tata Laksana/Infrastruktur Infrastruktur adalah situasi yang mendukung fungsi sarana dan prasarana wisata, baik yang berupa sistem pengaturan maupun bangunan fisik di atas permukaan tanah dan di bawah tanah seperti: a. Sistem pengairan, distribusi air bersih, sistem pembuangan air limbah yang membantu sarana perhotelan/restoran. b. Sumber listrik dan energi serta jaringan distribusikannya yang merupakan bagian vital bagi terselenggaranya penyediaan sarana wisata yang memadai. c. Sistem jalur angkutan dan terminal yang memadai dan lancar akan memudahkan wisatawan untuk mengunjungi objek-objek wisata. d. Sistem komunikasi yang memudahkan para wisatawan untuk mendapatkan informasi maupun mengirimkan informasi secara cepat dan tepat. e. Sistem keamanan atau pengawasan yang memberikan kemudahan di berbagai sektor bagi para wisatawan. Keamanan diterminal, di perjalanan, dan di objekobjekwisata, di pusat-pusat perbelanjaan, akan meningkatkan daya tarik suatu objek wisata maupun daerah tujuan wisata. Di sini perlu ada kerjasama yang mantap antara petugas keamanan, baik swasta maupun pemerintah, karena dengan banyaknya orang di daerah tujuan wisata dan mobilitas manusia yang begitu cepat membutuhkan sistem keamanan yang ketat dengan para petugas yang selalu siap setiap saat. Infrastruktur yang memadai dan terlaksana dengan baik di daerah tujuan wisata akan membantu meningkatkan fungsi sarana wisata, sekaligus membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Masyarakat/Lingkungan Daerah dan tujuan wisata yang memiliki berbagai objek dan daya tarik wisata akan mengundang kehadiran wisatawan. a. Masyarakat Masyarakat di sekitar objek wisatalah yang akan menyambut kehadiran wisatawan tersebut dan akan memberikan layanan yang diperlukan oleh para wisatawan. Untuk ini masyarakat di sekitar objek wisata perlu mengetahui berbagai jenis dan kualitas layanan yang dibutuhkan oleh para wisatawan. Dalam hal ini pemerintah melalui instansi-instansi terkait telah menyelenggarakan berbagai penyuluhan kepada masyarakat. Salah satunya adalah dalam bentuk bina masyarakat sadar wisata. Dengan terbinanya masyarakat yang sadar wisata akan berdampak positif karena mereka akan memperoleh keuntungan dari para wisatawan yang membelanjakan uangnya. Para wisatawan pun akan untung karena mendapat pelayanan yang memadai dan juga mendapatkan berbagai kemudahan dalam memenuhi kebutuhannya.

b. Lingkungan Di samping masyarakat di sekitar objek wisata, lingkungan alam di sekitar objek wisata pun perlu diperhatikan dengan seksama agar tak rusak dan tercemar. Lalu lalang manusia yang terus meningkat dari tahun ke tahun dapat mengakibatkan rusaknya ekosistem fauna dan flora di sekitar objek wisata. Oleh sebab itu perlu adanya upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui penegakan berbagai aturan dan persyaratan dalam pengelolaan suatu objek wisata. c. Budaya Lingkungan masyarakat dalam lingkungan alam di suatu objek wisata merupakan lingkungan budaya yang menjadi pilar penyangga kelangsungan hidup suatu masyarakat. Oleh karena itu lingkungan budaya ini pun kelestariannya tidak boleh tercemar oleh budaya asing, tetapi harus ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan kenangan yang mengesankan bagi tiap wisatawan yang berkunjung. Masyarakat yang memahami, menghayati, dan mengamalkan sapta pesona wisata di daerah tujuan wisata menjadi harapan semua pihak untuk mendorong pengembangan pariwisata yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah telah menetapkan pengelompokan daerah tujuan wisata (DTW) ke dalam wilayah tujuan wisata (WTW) dengan maksud untuk menyebarkan kunjungan wisatawan dan pengembangan kepariwisataan di Indonesia. Adapun pengelompokan dan pembagiannya adalah sebagai berikut: 1. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) A yang terdiri dari Daerah istimewa Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau. 2. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) B yang terdiri dari Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu. 3. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) C yang terdiri dari Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 4. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) D yang terdiri dari Jawa Timur, Bali, Nusantara Tenggara Timur. 5. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) E yang terdiri dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur. 6. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) F yang terdiri dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. 7. Wilayah Tujuan Wisata (WTW) G yang terdiri dari Propinsi Maluku dan Irian Jaya. Menurut Samsurijal (1997), Peran serta masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan dapat terbina bila masyarakat memahami manfaat pariwisata untuk kepentingan nasional, terutama bagi perbaikan hidup mereka sendiri. Apabila

pariwisata dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas, serta merata masyarakat akan mendukung pembangunan kepariwisataan. Menurut Fandeli (2001), Obyek wisata adalah faktor yang paling menarik perhatian para pelaku wisata, dalam hal ini pengunjung, baik itu obyek wisata alam maupun budaya. Obyek wisata merupakan segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata, seperti hutan, sungai, danau, pantai, laut, museum atau budaya tradisional lainnya. Sungai merupakan saluran alami yang di dalamnya terdapat aliran air yang bermuara di danau atau laut. Aliran air pada sungai memiliki kesuburan yang dibutuhkan oleh biota (tumbuhan, hewan maupun manusia), sehingga sungai dapat menjadi sumber kehidupan. Oleh karena itu, sungai sangat potensial menjadi daya tarik wisata, khususnya wisata sungai. Wisata sungai adalah kegiatan wisata yang obyek dan daya tariknya bersumber dari potensi sungai. Sungai dapat menjadi obyek wisata petualangan, diantaranya kegiatan wisata arung jeram. Arung jeram adalah jenis kegiatan di alam bebas dengan menggunakan perahu karet dan dayung yang dilakukan pada sungai berarus deras, bergelombang, berbatu dan berjeram. Dari pengertian tersebut dapat diketahui, bahwa tidak setiap sungai dapat dipilih sebagai arena kegiatan arung jeram. Di dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan, menyatakan bahwa: 1. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. 2. Wisatawan adalah orang yang menikmati kegiatan wisata. 3. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusaha objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut. 4. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. Pendapatan Asli Daerah Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri dari: a. Pajak Daerah, b. Retribusi Daerah, c. Laba dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), d. Pendapatan lain yang sah.

Pajak Daerah Pajak daerah adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa mendapatkan imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan pembangunan daerah. Menurut Undang-Undang No. 34 Tahun 1999, obyek pajak daerah untuk daerah provinsi meliputi: pajak kendaraan bermotor dan kendaraan di atas air, bea balik nama kendaraan bermotor dan kendaraan di atas air, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, dan pajak pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah dan air permukaan. Sedangkan pajak daerah untuk daerah kabupaten/kotamadya meliputi: pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak penggalian bahan galian golongan C, dan pajak parkir. Ketentuan dasar pengenaan tarif pajak daerah baik untuk daerah provinsi maupun daerah kabupaten/kotamadya.

Retribusi Daerah Retribusi daerah adalah kemampuan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Retribusi daerah digolongkan menjadi tiga golongan yaitu: retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu. Dasar penetapan tarif pemungutan retribusi oleh Pemerintah Daerah untuk retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu berbeda. Retribusi jasa umum didasarkan pada kebijakan daerah dengan mempertimbangkan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan, kemampuan masyarakat dan aspek keadilan. Retribusi jasa usaha didasarkan pada tujuan untuk memperoleh keuntungan yang layak, sedangkan retribusi perizinan tertentu berdasarkan pada bulan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan.

BAB III. METODE OBSERVASI Sebagaimana kita ketahui, ada banyak metode dalam melakukan penelitian atau observasi tersebut, sebagaimana pada buku-buku, Namun untuk penelitian ini kami menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Untuk dimaklumi, bahwa metode deskriptif ini memiliki beberapa kelemahan sehingga tentunya nanti akan memunculkan kelemahan dalam tulisan ini, namun demikian kami akan menggarap tulisan ini dengan sungguh-sungguh untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut. Adapun kelemahannya adalah tugas kita bersama untuk terus memperbaikinya guna menghasilkan karya-karya yang lebih baik untuk masa yang akan datang.

BAB IV. PAPARAN DAN ANALISA DATA. Di Nglimut, desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal terdapat dua buah area wisata yang menyuguhkan pemandian air panas belerang. Daerah ini bisa dicapai sekitar kurang lebih satu jam perjalanan darat dari Semarang. Melewati MijenCangkiran-Ngabean-Gonoharjo. Bisa juga ditempuh dari Bandungan-SumowonoLimbangan-Gonoharjo. Kalau dari pertigaan Tambangan (sebelum masuk kota Boja) hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Sayangnya kalau tidak membawa kendaraan pribadi akan kesulitan mencapai obyek wisata ini. Angutan umum pedesaan jarang sekali lewat. Yang berada paling atas adalah Wana Wisata Air Panas-Air Terjun Nglimut Gonoharjo. Objek wisata ini dikelola oleh Perum Perhutani KBM WBU Unit I Jawa Tengah. Di area yang terletak di lereng utara gunung Ungaran inilah terletak dua buah kawah yang menjadi sumber air panas belerang tersebut. Disebut kawah Margotopo I dan Margotopo II. Dari situ air panas disuling untuk kemudian dialirkan dan ditampung di kolam-kolam pemandian. Tidak hanya kolam air panas yang menjadi unggulan disini. Dengan berjalan lagi sekitar 1,5 km, pengunjung dapat menemui air terjun yang sangat indah. Dengan udara yang sejuk tempat ini dapat menjadi jujugan untuk rekreasi sekaligus menjaga kesehatan. Namun sayang sewaktu kamikemarin kesana terlihat sepi, bisa jadi dikarenakan karena bukan hari libur. "Biasanya hari Minggu sangat ramai mas, ini karena bukan hari libur saja jadi sepi"kata Nina, staf tiketing obyek wisata.

Pemandian air panas Nglimut ini sangat baik untuk kesehatan dan kesembuhan penyakit kulit. Pengunjung bisa mandi sepuasnya di kolam air panas yang ada di wilayah tempat wisata tersebut bila mau berobat. Selain terdapat beberapa sumber air panas, di Nglimut, Anda juga bias menikmati pemandangan yang indah dan udara yang sejuk. Obyek wisata air panas Nglimut juga dilengkapi dengan pemandian air dingin, kebun binatang mini, kolam pemancingan, taman bungadantempatoutbound. Tempat ini sangat pas digunakan untuk liburan bersama keluarga. Di sini juga tersedia penginapan. Sehingga bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam di Nglimut dan merasakan hawa dingin pegunungan bisa menginap di kawasan tersebut. Nah, selamat berwisata ke Nglimut Gonoharjo. Tabel Responden:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Fani David Boy Sekar Wijaya Chairul Wina Mayang Nurul Krisna Fajriah Dina Rian Suhardi Status Mahasiswa/pelajar Mahasiswa/pelajar Mahasiswa/pelajar Ibu Rumah Tangga Mahasiswa/pelajar Karyawan Mahasiswa/pelajar Mahasiswa/pelajar Mahasiswa/pelajar Karyawan Mahasiswa/pelajar Mahasiswa/pelajar Mahasiswa/pelajar Karyawan Transportasi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Kendaraan Pribadi Tujuan ke Nglimut Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Mengobati Penyakit Kulit Mengobati Penyakit Kulit Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Mengobati Penyakit Kulit

15 16 17 18 19 20

Muftia Angga Tariani Nisa Pandji Tarli

Kendaraan Mahasiswa/pelajar Pribadi Kendaraan Mahasiswa/pelajar Pribadi Kendaraan Mahasiswa/pelajar Pribadi Kendaraan Mahasiswa/pelajar Pribadi Kendaraan Mahasiswa/pelajar Pribadi Kendaraan Mahasiswa/pelajar Pribadi

Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas Mengobati Penyakit Kulit Pemandian Air Panas Pemandian Air Panas

Dari hasil observasi yang kami lakukan tentang sisi permintaan wisata Nglimut, ada beberapa faktor yang sangat efektif dalam mempengaruhi sisi permintaan berwisata di kawasan ini. Misalnya, harga dan keindahan serta kesejukan alam. Tak heran dari semua responden yang menjawab kuisioner kami, mereka cenderung memilih wisata Nglimut karena dua faktor tersebut. Responden mengakui hanya dengan bermodalkan uang Rp. 50.000,- mereka sudah bisa berwisata yang cukup berkualitas. Hanya yang mereka keluhkan adalah sarana transportasi yang minim untuk menjangkau lokasi wisata dengan angkutan umum. Hampir dari semua responden kami menggunakan kendaraan pribadi untuk menjangkau wisata ini. Diketahui untuk menuju Nglimut,kita bisa menggunakan berbagai macam kendaraan. Baik motor ataupun mobil, bahkan truk dan bus sekalipun. Beberapa jalan yang bisa dilewati seperti jalur Semarang (Bundaran Kalibanteng) Jl. abdurahman saleh Manyaran Pasar Gunungpati Cangkiran Tamanrejo (Limbangan) Nglimut. Atau Jalur lain apabila dari Kabupatan Kendal Utara melewati Krapyak Mijen Cangkiran Tamanrejo (Limbangan) Nglimut (Gonoharjo). Namun apabila dari arah selatan seperti Kota Ungaran bisa menembus jalan Pasar Ungaran/ Terminal Luar Ungaran Si semut Lerep Pasar Gunungpati Cangkiran Tamanrejo Nglimut. Untuk menuju ke Nglimut memang lebih mudah dengan kendaraan pribadi. Namun sarana transportasi menuju Nglimut juga sudah relatif mudah. Dengan jalur yang samabisa turun di pertigaan Cangkiran lalu beralih menggunakan angkot yang melewati Tamanrejo, sampai pertigaan Margosari Tamanrejo bisa turun Kemudian mencari Bus yang menuju Nglimut. Sebagai catatan saja, kendaraan arah Nglimut tidak sampai sore, jadi jika hendak mengunakan transportasi umum paling baik berangkat pagi.

Route Perjalanan dalam Wisata Limut Setelah mengetahui rute perjalanan, kamipun sampai di area Nglimut. Ada beberapa tempat yang bisa di kunjungi, seperti kolam renang dan kolam air panas yang terletak di ujung area wisata yang dikelola oleh swasta. Pengunjung bisa parkir persis di depan kolam tersebut. Atau bila menginginkan air tenjun dan kolam air panas yang di kelola perhutani, silakan untuk lurus menuju parkir Nglimut yang letaknya di seberang kolam renang. Untuk tiket masuk sekitar Rp. 5.000,- untuk hari biasa, namun untuk hari ahadpengunjung bisa membayar dengan tarif Rp. 7.000,-. Tidak terlalu mahal dengan hasil yang didapatkan, yaitu nuansa asri yang tenang dengan pemandangan alam yang bagus. Untuk menuju pemandian air panas dan air terjun (curug) pengunjung diharuskan untuk berjalan kaki sekitar 1 kilo. Dari tiket masuk, pengunjung akan dibawa menuruni tangga setapak demi setapak. Sekitar 5 menit perjalanan atau kurang akan bertemu dengan aliran air terjun kecil yang elok. Setelah melewati jembatan kecil akan berjalan menapaki tangga naik. Karena tangga ini terbuat dari batu alami dan sedikit batako maka pengunjung diharapkan hatihati ketika hujan turun, karena tangga relatif licin dan bisa meyebabkan terpeleset. Perjalanan dari sungai kecil sampai kolam panas sekitar 10 20 menit. Untuk beristirahat dari perjalanan, wisata ini juga menawarkan gazebo-gazebo untuk pengunjung beristirahat. Pengunjungdapat menikmati keindahan dan sejuknya alam Nglimut,di samping kiri jalan ada permainan flying fox, kemudian beberapa tempat duduk panjang disediakan untuk duduk sambil menikmati sejuknya udara pengunungan yang dingin. Pengunjung juga bisa mandi di kolam air panas yang berada di bawah tempat duduk tersebut. Apabilalapar dan haus, di area wisata terdapat beberapa warung makan yang menyediakan beberapa menu makanan. Seperti mie rebus, mie goreng, Mie ayam, nasi goreng, gorengan dan aneka minuman yang lain. Cukup terjangkau harganya, misalnya menu nasi goreng dihargai Rp. 7.000,-. Dibelakang tulisan Gonoharjo Hot Spring Water pengunjung bisa mandi di kolam air panas yang kecil dengan pemandangan pepohonan yang rindang dan sedikit berkabut tentunya. Pemandian air panas Nglimut Gonoharjo diyakini dapat menyembuhkan beberapa penyakit kulit seperti kadas, gatal-gatal, panu dan lain sebagaianya. Karena air panas tersebut mengandung belerang. Belum cukup sampai di kolam air panas, pengunjung bisa menuju air terjun yang berjarak sekitar 0.5 kilo atau sekitar 20 menit perjalanan.

Apabila sudah merasa puas dan cukup, pengunjung bisa pulang dengan waktu tutup wisata adalah jam 17.00. Tips : Berjalan santai lebih baik karena setelah melewati jembatan, maka track tangga akan sangat tajam. Tidak jarang banyak pengunjung yang capek. Jadi lebih enak berjalan sambil menikmati pemandangan sekitar yang elok dan eksotis. Dikelilingi tanaman kopi dan tanaman keras yang sangat rimbun.

Wisata Limut Kendal

BAB V. KESIMPULAN Dari hasil observasi yang telah kami lakukan di wisata Limut Kendal kami mengambil beberapa sampel dan dapat disimpulkan bahwa suatu permintaan tidak hanya dipengaruhi oleh suatu harga dan keindahan suatu objek ataupun fasilitas saja. Faktor utama yang mempengaruhi permintaan pada wisata Limut Kendal ini adalah akses atau route perjalanan pariwisata tersebut yang rumit dan jauh,dan kurangnya petunjuk jalan untuk menempuhatau mengakses suatu objek wisata. Pengaksesan route perjalanan wisata inilah yang harus perbaiki, baik kualitas akses pejalan kaki sampai dengan memperindah akses perjalanan dan kembali mempulikasikan kembali agar wisata limut Kendal tersebut dapat di ketahui, dikenal, dan di favoritkan sebagai wisata terindah yang terdapat dalam daerah Kendal tersebut.

LAPORAN HASIL OBSERVASI ATAPERMINTAAN WISATA LIMUT KENDAL

Disusun oleh :

Abdilhaq Fashollatain

12020110141001 12020110141010 12020110141030 12020110141036 12020110141043

Hendi Adisaputra
Jarot Setya Ridha Tama Hanggoro Seyo Prayogo Erfan Satriyo Nugroho

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2010