Anda di halaman 1dari 46

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Praktik Kerja Lapangan telah disahkan oleh UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang dan jurusan Akuntansi Universitas Negeri Semarang Hari Tanggal : :

Dosen Pembimbing

Pembimbing Lapangan

Linda Agustina, S.E., M.Si. NIP. 197708152000122001

TH. Kusriyani NIP. 196912022008012012

Mengetahui, Ketua Jurusan

Mengetahui, Kepala UPTD

Drs. Fachrurrozie, M.Si. NIP. 196206231989011001

Daliyem, S.H. NIP. 196405081987032020

ii

Abstrak

Mirza Nurdin Nugroho Alur Retribusi Pelayanan Pasar dan Pelayanan Kebersihan UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang

Strata 1 (S1)-Akuntansi Universitas Negeri Semarang Tahun 2013

Praktik Kerja Lapangan merupakan kegiatan intra-kulikuler yang wajib dilakukan oleh mahasiswa program studi non-kependidikan dan mahasiswa program studi kependidikan sesuai kurikulum, sebagai penerapan teori yang telah didapatkan, agar mahasiswa memperoleh pengalaman bekerja di lapangan sesuai dengan bidangnya. Tujuan pengambilan judul ini disesuaikan dengan kegiatan penulis selama di lapangan, yaitu UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang. Penulis ditugaskan di Bidang Penerimaan. Metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam laporan ini dengan metode interview, metode observasi dan metode studi pustaka. Metode interview dilakukan dengan wawancara langsung kepada pihak-pihak terkait, metode observasi dilakukan dengan pengamatan secara langsung objek yang ditugaskan kepada penulis di lapangan dan studi pustaka dengan membaca referensi-referensi terkait melalui internet. Praktek Kerja Lapangan yang dilaksanakan penulis yaitu mengamati alur retribusi yang dipungut kepada pedagang dan membuat rekapitulasi hasil penjualan karcis retribusi di pasar yang berada di bawah UPTD Pasar Wilayah Pedurungan. Dalam laporan ini berisi tentang alur retribusi pelayanan pasar dan pelayanan kebersihan di UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Hasil yang didapat dari Praktik Kerja Lapangan ini adalah penulis dapat memahami alur retribusi pelayanan pasar di UPTD Pasar Wilayah Pedurungan. Dan mendapatkan bekal wawasan atau pengalaman bekerja di instansi pemerintahan, sebelum terjun ke lapangan pekerjaan yang nyata.

iii

KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, yang telah memberikan rahmat berupa kesehatan dan kesempatan sehingga penyusunan laporan praktek kerja lapangan (PKL) yang berjudul Alur Retribusi Pelayanan Pasar UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang ini dapat terselesaikan dengan lancar. Laporan PKL ini disusun guna memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Program Studi S1 (Strata 1) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Dalam menyusun laporan PKL ini penulis mendapat bantuan dari beberapa pihak yaitu: 1. Bapak Dr. S. Martono, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang 2. Bapak Drs. Fachrurrozie, M.Si. selaku Ketua Jurusan Akuntansi Program Strata I (SI) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri semarang 3. 4. Ibu Linda Agustina, S.E., M.Si. selaku dosen pembimbing. Bapak Eko Hanggono, S.H. selaku pembimbing lapangan dari Dinas Pasar Kota Semarang. 5. Ibu Daliyem, S.H. selaku Ketua UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang. 6. Ibu TH. Kusriyani. selaku pembimbing lapangan dari UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang. 7. Bapak/Ibu pegawai Dinas Pasar dan UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang.

iv

8.

Bapak/ Ibu Dosen yang telah memberikan bekal ilmu di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

9.

Teman-teman mahasiswa Akuntansi angkatan 2010 yang selalu kompak dan semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan PKL ini masih

terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Semoga laporan PKL ini bermanfaat. Semarang,

Mirza Nurdin Nugroho

DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul ..................................................................................... Halaman Pengesahan ........................................................................... ABSTRAK ...................................................................................... i ii iii iv vi viii

KATA PENGANTAR ......................................................................... DAFTAR ISI ...................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................ DAFTAR TABEL ................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .................................................................. 1.2 Tujuan ................................................................................. 1.3 Manfaat ............................................................................... 1.4 Tempat ............................................................................... 1.5 Pengumpulan Data ............................................................. 1.6 Sistematika Laporan ........................................................... BAB 2 PAPARAN LAPORAN 2.1 Gambaran Umum UPTD Pasar Wilayah Pedurungan ....
vi

1 2 2 3 3

2.2 Struktur Organisasi .......................................................... 2.2.1 Tugas Perangkat .................................................... 2.3 Tinjauan Teori dan Praktik............................................... 2.3.1 Pengertian Retribusi ............................................... 2.3.2 Bidang Penerimaan Retribusi ................................. 2.3.3 Bidang Penyetoran Retribusi .................................. 2.4 Hasil Pelaksanaan PKL .................................................... 2.4.1 Kegiatan Selama PKL ............................................ 2.4.2 Kendala Selama PKL ............................................. 2.4.3 Cara Mengatasi Kendala Selama PKL ................... 2.4.4 Keterampilan Yang Didapat ................................... 2.5 Analisis Kegiatan Praktik Kerja Lapangan ...................... BAB 3 PENUTUP 3.1 Simpulan........................................................................... 3.2 Saran ................................................................................. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Struktur Organisasi Dinas Pasar Kota Semarang Lampiran 2 Struktur Organisasi UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Lampiran 3 Form Rekapitulasi Retribusi Pelayanan Pasar Lampiran 4 Form Rekapitulasi Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan Lampiran 5 Dokumentasi

viii

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang diperoleh dari sektor pajak, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan dan lain-lain. Dalam laporan PKL ini, penulis mengkhususkan pembahasan mengenai retribusi daerah yang didapat dari pasar. Retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan derah untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mewujudkan kemandirian daerah. Pasar merupakan salah satu objek yang diharapkan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi dari para pedagang yang berjualan. Tujuan dari pemilihan judul laporan ini adalah agar penulis mengetahui alur retribusi harian dan retribusi sampah yang disetor oleh para pedagang pasar-pasar yang dinaungi, kepada bagian penerimaan UPTD Pasar Wilayah Pedurungan. 1.2.1 Tujuan dan Manfaat PKL 1.2.1 Tujuan

a. Sebagai syarat dalam menempuh program studi Strata 1 (S1) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.

b. Untuk menambah wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa sesuai keahlian yang dimiliki, sebagai bekal bagi mahasiswa terjun ke lapangan pekerjaan c. Untuk mengaplikasikan keahlian yang dimiliki mahasiswa pada pekerjaan nyata/lapangan. d. Mahasiswa memperoleh wawasan mengenai etos kerja di lapangan, khususnya instansi pemerintahan. 1.2.2 Manfaat PKL: Bagi Mahasiswa: a. Mahasiswa mengetahui realita keahlian yang dibutuhkan dalam dunia kerja. b. Mahasiswa mengetahui etos kerja di instansi pemerintahan. c. Mahasiswa dapat mengaplikasikan keahliannya pada pekerjaan yang diberikan oleh instansi terkait. d. Mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang nyata. e. Mahasiswa dapat mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dalam lingkungan realita kerja. f. Mahasiswa mempunyai relasi di instansi pemerintahan, yang dapat menjalin hubungan timbal balik secara positif, terutama di bidang keilmuan yang diterapkan dalam instansi terkait.

Bagi Fakultas: a. Untuk mengevaluasi dalam menyusun kurikulum kegiatan belajar mengajarnya, agar sejalan dengan bidang ilmu yang dibutuhkan di lapangan. b. Sebagai kerjasama untuk menyalurkan lulusan-lulusan Fakultas Ekonomi ke dunia kerja, khususnya instansi pemerintahan. Bagi Instansi: a. Dengan adanya mahasiswa PKL, dapat membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di instansi terkait. b. Mendapat masukan-masukan dari mahasiswa PKL terhadap pekerjaanpekerjaan yang diberikan. c. Sebagai kerjasama antara Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang dengan instansi terkait. 1.3 Tempat Pelaksanaan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang.Jalan Fatwamati, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan. 1.4 Metode Penelitian

1.4.1 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam laporan ini adalah data sekunder. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung

melaului media perantara, seperti catatan, bukti, laporan historis yang disusun dalam arsip baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan. Sumber data sekunder yang digunakan penulis diperoleh dari bagian Tata Usaha dan bagian penerimaan, berupa dokumen bukti penerimaan, form rekapitulasi retribusi dan sumber lain yang diperoleh dari www.jdihukum.semarang.go.id berupa peraturan daerah dan peraturan walikota Kota Semarang, serta literature yang terkait dengan peraturan retribusi. 1.4.2 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati aktivitas pegawai UPTD Pasar Wilayah Pedurungan pada bagian penerimaan dalam mengelola Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan yang akan disetorkan ke Kas Daerah, merekam dokumen-dokumen yang terkait dengan retribusi dan melakukan tanya jawab langsung kepada pegawai UPTD Pasar Wilayah Pedurungan, khususnya di bidang penerimaan mengenai alur retribusi. 1.5 Sistematika Laporan Penyusunan laporan ini diuraikan melalui beberapa bab, agar isi dari laporan ini mudah dipahami oleh pembaca. Sistematika penyusunan laporan Praktik Kerja Lapangan ini yaitu, pada BAB 1 berisi Pendahuluan. Di bagian ini menjelaskan tentang latar belakang, tujuan, manfaat, tempat pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan dan metode pengumpulan data yang digunakan untuk

menyusun laporan. Pada BAB 2 berisi Paparan Laporan. Dalam bab ini terdapat dua bagian, yaitu: a. Gambaran secara umum mengenai UPTD Pasar Wilayah Pedurungan, penjelasan pekerjaan secara sepesifik perangkat-perangkatnya, manajemen yang diterapkan dan struktur organisasinya dan b. Analisis mengenai hasil pekerjaan penulis selama melakukan Praktik Kerja Lapangan di UPTD Pasar Wilayah Pedurungan. Dan pada BAB 3 berisi Penutup. Di bagian ini menjelaskan mengenai simpulan dan saran dari hasil analisis pekerjaan yang dilakukan penulis selama Praktik Kerja Lapangan di UPTD Pasar Wilayah Pedurungan.

BAB 2 PAPARAN LAPORAN

2.1

Gambaran Umum UPTD Pasar Wilayah Pedurungan UPTD Pasar Wilayah Pedurungan merupakan unsur pelaksana teknis pada

Dinas Pasar Kota Semarang yang berwenang di wilayah Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Genuk dan sebagian wilayah di Kecamatan Semarang Selatan, yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berkedudukan di bawah dan

bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pasar Kota Semarang. Kedudukan UPTD Pasar Wilayah Pedurungan dalam Struktur Organisasi Dinas Pasar Kota Semarang dapat dilihat pada lampiran 1. Pasar-pasar yang berada di bawah naungan UPTD Pasar Wilayah Pedurungan sebagai berikut: Tabel 1. Daftar Nama dan Wilayah Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang No. Wilayah Kerja Kelurahan 1. Pasar Pedurungan 2. Pasar Kedungmundu Lokasi Kecamatan Pasar Pedurungan Kantor

Pedurungan Kidul Pedurungan Kedungmundu Tembalang

3. Pasar Mrican 4. Pasar Gayamsari 5. Pasar Satrio Wibowo 6. Pasar Udan Riris 7. Pasar Suryo Kusumo 8. Pasar Bangetayu 9. Pasar Genuk 10. Pasar Unggas Penggaron

Semarang Selatan Gayamsari Tlogosari Kulon Tlogosari Kulon Tlogosari Wetan Bangetayu Kulon Genuksari Penggaron

Semarang Selatan Gayamsari Pedurungan Pedurungan Pedurungan Genuk Genuk Pedurungan

Sumber: Dokumen UPTD Pasar Wilayah Pedurungan dan Perwal no 87 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPTD Pasar Wilayah Pedurungan. UPTD Pasar Wilayah Pedurungan mempunyai tugas melaksanakan sebagian wewenang tugas Kepala Dinas yang berkaitan dengan teknis yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan di bidang pengelolaan pasar. Fungsi dari UPTD Pasar Wilayah Pedurungan sesuai dengan Peraturan Walikota Semarang nomor 87 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Semarang dan sebagai pelaksanaan Peraturan Daerah dimaksud, maka perlu segera menetapkan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar Wilayah Johar, Wilayah Karimata, Wilayah Bulu, Wilayah Karangayu, Wilayah Jatingaleh, dan Wilayah Pedurungan yaitu: a. Penyusunan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang pengelolaan pasar di wilayah kerjanya;

b. Penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran UPTD Pasar di wilayah kerjanya; c. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dibidang pengelolaan pasar di wilayah kerjanya; d. Penghimpunan dan penyajian data dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan tugas Bidang Pendapatan Dinas Pasar; e. Pelaksanaan pelayanan, pengawasan dan pengendalian di bidang pengaturan, kebersihan, keindahan, keamanan dan ketertiban pasar di wilayah kerjanya; f. Pelaksanaan pengelolaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pasar di wilayah kerjanya; g. Penyiapan bahan kebutuhan sarana dan prasarana pasar di wilayah kerjanya h. Penyajian data dan informasi dibidang pengelolaan pasar diwilayah kerjanya; i. Pelaksanaan pembinaan, pemantauan pengawasan dan pengendalian kegiatan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar di wilayah kerjanya; j. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan dibidang pengelolaan pasar diwilayah kerjanya; k. Penyusunan laporan realisasi anggaran UPTD Pasar di wilayah kerjanya; l. Penyusunan laporan kinerja program UPTD Pasar di wilayah kerjanya; dan

m. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan bidang tugasnya. 2.2 Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah susunan atau hubungan antar tiap bagian suatu organisasi atau perusahaan yang menjelaskan pembagian kerja dengan fungsi yang berbeda-beda dalam melaksanakan aktivitas operasional untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang dapat dilihat pada lampiran 2. Pegawai UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang: Ka. UPTD Ka. Sub. Bag. TU : Daliyem, SH : Arief Budi Setiawan

Kelompok Jabatan Fungsional Bendahara Staf Administrasi Staf Administrasi Staf Administrasi Staf Administrasi JP. Pembantu JP. Pembantu Ka. Pasar Pedurungan JP Pasar Pedurungan Ka. Pasar Gayamsari JP Pasar Gayamsari : TH. Kusriyani : Puji Hartini : Zumrotul Istianah : Edy Suyoto, SE : Elisabeth Satriowaty : Moch. Syamsuri : Nurrohman : Sulamin : Romzan : Suyatin, SH : Sapuan
9

Ka. Pasar Kedungmundu JP Pasar Kedungmundu Ka. Pasar Mrican JP Pasar Mrican Ka. Pasar Satrio Wibowo JP Pasar Satrio Wibowo Ka. Pasar Suryo Kusumo JP Pasar Suryo Kusumo Ka. Pasar Udan Riris Ka. Pasar Bangetayu JP Pasar Bangetayu Ka. Pasar Genuk JP Pasar Genuk Ka. Pasar Penggaron JP Pasar Penggaron Kamtib

: Gunarto, SH : Suroto : Sri Murtiningsih : Sugiyana : Djuremi : Martono : Supardi : Tukimin : Sunarto : Jarmadi : Joko Purwanto : Agus Sutono : Sri Muryani dan Narno : Supana : Suwarta dan Ikhwani : Tukiman

2.2.1 Tugas Perangkat UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang a. Kepala UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang: merencanakan, memimpin, mengkoordinasikan, menyusun kebijakan, membina, mengawasi dan mengendalikan serta mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsinya. b. Kepala Tata Usaha UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang: 1) Penyusunan rencana dan program kerja di bidang ketatausahaan;

10

2) Pengelolaan urusan surat menyurat, kearsipan, ekspedisi, perjalanan dinas, kehumasan dokumentasi dan pelaporan; 3) Pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan; 4) Pelaksanaan urusan administrasi kepegawaian; 5) Pelaksanaan urusan administrasi keuangan yang meliputi perhitungan, pembukuan dan pelaporan keuangan; 6) Pelaksanaan pengawasan, pengendalian, monitoring dan evaluasi serta pelaporan di bidang ketatausahaan; dan 7) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala sesuai dengan bidang tugasnya. c. Petugas Kebersihan 1) Membersihkan, menjaga pasar dan sekitarnya dari hal-hal yang mengganggu kenyamanan, merapikan barang-barang yang tidak teratur agar pasar terlihat bersih dan nyaman. 2) Menjaga pasar dan lingkungannya dari gangguan yang timbul dari sekitarnya, agar lebih nyaman untuk kegiatan jual beli. 3) Mengatur dan menertibkan tempat-tempat yang telah tersedia yang kurang nyaman agar tidak mengganggu aktivitas kegiatan transaksi jual beli di pasar. 4) Merawat peralatan kerja yang ada dengan membersihkan dan menyimpan di tempat yang telah ditentukan, agar siap digunakan setiap waktu. 5) Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis.

11

6) Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan. 7) Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. d. Pemungut Retribusi 1) Menyiapkan data jumlah pedagang pasar yang dikenai retribusi, sesuai dengan pedagang yang berjualan pada hari yang bersangkutan. 2) Menarik retribusi dengan memberikan karcis kepada pedagang sesuai dengan tarif yang telah ditentukan. 3) Menerima jumlah uang dari pedagang, menghitung dan mencocokan sesuai karcis yang dikeluarkan. 4) Mencatat jumlah retribusi yang dikeluarkan dan pendapatannya sebagai pertanggungjawabannya. 5) Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis. 6) Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan. 7) Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. e. Penerima Setoran 1) Menyiapkan data jumlah pedagang dan karcis retribusi pasar. 2) Menerima uang pembayaran karcis retribusi pasar sesuai dengan jumlah pedagang yang berjualan. 3) Menghitung jumlah uang yang diterima dengan mencocokan jumlah sisa karcis yang ada dan tarif yang berlaku.

12

4) Menghitung kembali seluruh hasil penjulan karcis retribusi dengan mencocokan uang yang diterima dengan karcis yang terjual untuk menghindari kesalahan. 5) Membuat rekapitulasi hasil penjualan karcis retribusi sebagai dasar setoran uang ke bagian penerimaan. 6) Menerima uang sesuai dengan rekapitulasi hasil penjualan karcis sebagai pertanggungjawaban. 7) Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis. 8) Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan. 9) Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. f. Petugas Ketertiban a. Menjaga pasar dan lingkungannya dari gangguan, agar nyaman untuk kegiatan jual beli. b. Mengatur dan menertibkan tempat-tempat yang telah tersedia yang kurang nyaman, agar tidak mengganggu aktivitas kegiatan jual beli di pasar. c. Merawat peralatan kerja yang ada dengan membersihkan dan menyimpan di tempat yang disediakan, agar siap digunakan setiap waktu. d. Menjaga ketertiban pasar. e. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis. f. Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan.

13

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. 2) Pengadministrasian Umum a. Memverifikasi dokumen sumber transaksi keuangan dengan bukti pendukungnya. b. Melakukan perekapan data dan pemutakhiran data transaksi keuangan. c. Memverifikasi register transaksi. d. Menganalisis laporan keuangan meliputi; laporan realisasi anggaran pendapatan, belanja rutin dan belanja pembangunan. e. Memverifikasi register transaksi harian, memo penyesuaian dan mengoreksi data yang salah. f. Membuat memo penyesuaian meliputi; koreksi atau pembetulan kesalahan, saldo awal kas dan saldo kas di bendahara, piutang, persediaan, konstruksi dalam pengerjaan tagihan penjualan angsuran, saldo awal asset tetap, investasi permanen dan hutang. g. Membuat catatan atas laporan keuangan. h. Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis. i. Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan. j. Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. g. Petugas Listrik

14

1) Menyiapkan data jumlah pedagang yang menggunakan jasa instalasi, sebagai dasar pelaksanaan tugas pemeliharaan instalasi listrik. 2) Mencatat data jumlah pedagang yang menggunakan jasa instalasi listrik, sesuai dengan jumlah los pasar. 3) Memasang instalasi listrik yang baru, sesuai dengan kebutuhan guna memenuhi kebutuhan listrik para pedagang. 4) Melaksanakan perawatan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi listrik apabila terjadi kerusakan. 5) Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis. 6) Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan. 7) Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. h. Kepala Pasar 1) Menyusun perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan pasar pada wilayah kerjanya. 2) Melakukan penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran pasar di wilayah kerjanya. 3) Melakukan koordinasi pelaksanaan tugas di bidang pengelolaan pasar wilayah kerjanya. 4) Melakukan penghimpunan dan penyajian data dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan tugas di bidang pendapatan Dinas Pasar Kota Semarang.

15

5) Melakukan pelayanan, pengawasan dan pengendalian di bidang pengaturan, kebersihan, keindahan, keamanan dan ketertiban pasar wilayah kerjanya. 6) Melakukan penyajian data dan informasi di bidang pengelolaan pasar wilayah kerjanya. 7) Melakukan pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan pasar wilayah kerjanya. 8) Melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan baik secara lisan maupun tertulis. 9) Memberikan saran dan pertimbangan kepada atasan dan melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan sesuai dengan bidang tugasnya. 2.3 Tinjauan Teori dan Praktik

2.3.1 Pengertian Retribusi Retribusi menurut UU no. 28 tahun 2009 adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan pribadi atau badan. Retribusi dikelompokan menjadi beberapa jenis pos retribusi, yaitu: a. Retribusi Jasa Umum b. Retribusi Jasa Usaha c. Retribusi Perizinan

16

Dalam laporan Praktik Kerja Lapangan ini, penulis membahas mengenai retribusi pelayanan pasar dan retribusi persampahan/ kebersihan yang tergolong dalam pos Retribusi Jasa Umum. 2.3.2 Retribusi Pelayanan Pasar Retribusi pelayanan pasar sesuai dengan Perda no 2 tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum yaitu retribusi yang dipungut atas pelayanan dan penggunaan fasilitas umum di lingkungan pasar. Objek pemungutan retribusinya yaitu berupa kios, los, dasaran terbuka dan pancaan. Jasa pelayanan dan penggunaan fasilitas di lingkungan pasar yang dikenai retribusi meliputi: a. Penyediaan lahan b. Penyediaan fasilitas bangunan pasar c. Penyediaan fasilitas umum lainnya d. Penataan/ penempatan e. Penertiban f. Pengawasan Dikecualikan dari obyek retribusi di atas merupakan pelayanan fasilitas pasar yang dikelola oleh BUMN, BUMD dan pihak swasta. Subyek retribusi pelayanan pasar yaitu orang pribadi atau badan yang menggunakan atau menikmati jasa pelayanan di dalam lingkungan pasar. Cara mengukur tingkat pemakaian jasa Retribusi Pelayanan Pasar yaitu diukur berdasarkan golongan pasar, letak tempat, jenis tempat, jenis pedagang dan luas tempat yang dipergunakan. Golongan pasar terdiri dari:
17

a. Pasar Kota b. Pasar Wilayah c. Pasar Lingkungan Letak tempat untuk mengukur tingkat pemakaian jasa Retribusi Pelayanan Pasar terdiri dari: a. Strategis I (satu) b. Strategis II (dua) Jenis tempat untuk mengukur tingkat pemakaian jasa Retribusi Pelayanan Pasar terdiri dari: a. Kios/ toko b. Los c. Dasaran terbuka d. Pancaan Jenis pedagang untuk mengukur tingkat pemakaian jasa Retribusi Pelayanan Pasar terdiri dari pedagang grosir dan pedagang eceran. Luas tempat untuk mengukur tingkat pemakaian jasa Retribusi Pelayanan Pasar yaitu luas tempat yang digunakan dan atau dikuasai pengguna fasilitas dan jasa pelayanan pasar. Penetapan golongan pasar, letak tempat dan jenis pedagang ditetapkan oleh Walikota. Prinsip dan sasaran dalam menetapkan tarif Retribusi Jasa Umum ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan,

18

kemampuan masyarakat, aspek keadilan dan efektivitas pengendalian atas pelayanan. Besarnya tarif Retribusi Pelayanan Pasar yang ditetapkan dengan perbedaan golongan pasar, letak tempat, jenis tempat, jenis pedagang dan luas tempat sebagai berikut: Tabel 2. Tarif Retribusi Pelayanan Pasar No. Golongan Pasar dan Letak Tempat Grosir (Rp) Tarif Retribusi Per m2/ Hari Kios Eceran (Rp) Grosir (Rp) Los Eceran (Rp)

1. a. b. 2. a. b. 3. a. b.

Pasar Kota Strategis I Strategis II Pasar Wilayah Strategis I Strategis II Pasar Lingkungan Strategis I Strategis II 600,00 500,00 550,00 450,00 550,00 450,00 500,00 400,00 700,00 550,00 600,00 500,00 600,00 500,00 550,00 450,00 800,00 600,00 750,00 550,00 700,00 550,00 600,00 500,00

Sumber: Perda no 2 tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum

19

Tarif retribusi untuk dasaran terbuka ditentukan berdasarkan penggolongan pasar dan dipungut secara harian dengan tarif: Strategis I: a. Pasar Kota sebesar Rp. 800,00/ m/ hari b. Pasar Wilayah sebesar Rp. 700,00/ m/ hari c. Pasar Lingkungan sebesar Rp. 600,00/ m/ hari Strategis II: a. Pasar Kota sebesar Rp. 600,00/ m/ hari b. Pasar Wilayah sebesar Rp. 550,00/ m/ hari c. Pasar Lingkungan sebesar Rp. 500/ m/ hari Tarif Retribusi Biaya Bongkar Muat ditentukan berdasarkan jenis kendaraan: a. Truck Double b. Truck Engkel c. Colt/ L300 dan sejenisnya : Rp. 5.000,00 : Rp. 4.000,00 : Rp 3.000,00

Wilayah pemungutan retribusi yaitu di wilayah daerah, dalam laporan ini di pasar wilayah Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Genuk, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Semarang Selatan. 2.3.3 Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan Struktur tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan digolongkan menjadi dua, yaitu rumah tangga dan niaga. Dalam laporan Praktik Kerja

20

Lapangan ini penulis membahas mengenai retribusi sampah di pasar yang tergolong pada kelompok niaga. Tarif Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan golongan niaga dibedakan menurut jenis dan golongan usaham lebar jalan dan volume timbunan sampah. Tarif untuk Retribusi Pengelolaan Sampah di Pasar adalah sebagai berikut: a. Kios sebesar Rp. 500,00/ kios/ hari b. Los sebesar Rp. 300,00/ los/ hari c. Dasaran Terbuka sebesar Rp. 400,00/ dasaran terbuka/ hari Tata Cara Pemungutan Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan Berdasarkan Perda no 2 tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum yaitu: a. Dalam memungut retribusi pelayanan pasar kepada pedagang tidak dapat diborongkan. b. Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. c. Dokumen lain yang dipersamakan dapat berupa karcis, kupon dan kartu langganan. d. Penerimaan masing-masing dari jenis retribusi diutamakan untuk mendanai kegiatan yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pelayanan yang bersangkutan. e. Tata cara pelaksanaan pemungutan retribusi diatur lebih lanjut dengan Peraturan Walikota nomor 87 tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata

21

Kerja UPTD Pasar Wilayah Johar, Wilayah Karimata, Wilayah Bulu, Wilayah Karangayu, Wilayah Jatingaleh dan Wilayah Pedurungan Kota Semarang. Tata Cara Penentuan Retribusi, Tempat Pembayaran, Angsuran dan Penundaan Pembayaran Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan sebagai berikut: a. Pembayaran retribusi harus dilakukan dengan tunai/ lunas sekaligus. b. Retribusi harus dilunasi paling lambat 15 (lima belas) hari sejak diterbitkan SKRD atau dokumen lain yang disamakan. c. Pembayaran retribusi dilakukan di rekening Kas Daerah atau tempat lain yang telah ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang disamakan. Untuk pembayaran retribusi pelayanan pasar di UPTD Pasar Wilayah Pedurungan melalui Bank Jateng. d. Hasil penerimaan/ penjualan karcis retribusi harus disetor ke Rekening Kas Daerah paling lambat 1 (satu) hari kerja terhitung sejak retribusi tersebut diterima atau dalam waktu yang ditentukan oleh Walikota.

e. Tempat pembayaran Pembayaran retribusi pelayanan pasar dibayarkan oleh pedagang ke juru pungut masing-masing pasar, lalu disetorkan ke bagian penerimaan UPTD Pasar untuk dilakukan pengecekan terhadap karcis yang dikeluarkan, setelah itu disetorkan ke Kas Daerah melalui Bank Jateng.
22

Bila ada pedagang yang tidak dapat membayar retribusi pelayanan pasar dan retribusi pelayanan persampahan/ kebersihan secara tunai, maka pedagang dapat mengajukan permohonan pembayaran angsuran kepada petugas yang ditunjuk, yaitu staf administrasi UPTD Pasar. Dan jika ada pedagang yang tidak membayar retribusi tepat pada waktunya atau kurang bayar, maka dapat dikenakan sanksi administratif yaitu berupa bungan 2 % setiap bulan dari retribusi yang terutang. 2.3.5 Bidang Penerimaan Retribusi Penerimaan retribusi pelayanan jasa pasar harian, bulanan dan pelayanan persampahan/ kebersihan sampah dari para pedagang yang berjualan di pasarpasar yang dinaungi UPTD Pasar Wilayah Pedurungan dikelola oleh bendahara. Deskripsi alurnya yaitu, UPTD Pasar Wilayah Pedurungan membagi karcis retribusi ke masing-masing pasar melalui juru pungutnya. Setelah menerima karcis retribusi, juru pungut di masing-masing pasar memberikan karcis retribusi tersebut kepada pedagang dengan klasifikasi jenis lapak dan jenis tarifnya. Lalu pedagang membayarkan sejumlah uang yang tertera di karcis retribusi kepada juru pungut di masing-masing pasar. Setelah terkumpul uang hasil penjualan karcis retribusi kepada pedagang, juru pungut masing-masing pasar menghitung sejumlah uang tersebut sebelum disetorkan ke bendahara UPTD Pasar Wilayah Pedurungan. Setelah semua juru pungut di masing-masing pasar menyetorkan uang hasil penjualan karcis retribusi, lalu bendahara akan membuatkan nota bukti penyetoran kepada juru pungut masing-masing pasar dan mencatat di buku penerimaan. Berikutnya, bendahara mengecek apakah jumlah uang yang disetor
23

oleh juru pungut masing-masing pasar sesuai dengan karcis yang dikeluarkan dari UPTD Pasar Wilayah Pedurungan sebelum disetorkan oleh staf administrasi ke Kas Daerah melalui bank yang ditunjuk yaitu Bank Jateng. Apabila terjadi kesalahan pada jumlah uang hasil penjualan karcis dengan jumlah karcis yang dikeluarkan, maka bendahara melakukan kroscek dan rekonsiliasi dengan juru pungut sampai menemukan titik kesalahannya. Jika penyetoran hasil penjualan karcis retribusi dari juru pungut sudah benar semua, bendahara menjumlahkan sejumlah uang yang diterima lalu dibuatkan nota bukti penerimaan retribusi pelayanan pasar dari pasar-pasar yang dinanungi UPTD Pasar Wilayah Pedurungan. Nota yang dibuat ada tiga jenis yaitu: a. Nota bukti untuk Bank Jateng b. Nota bukti untuk Dinas Pasar Kota Semarang Bagian Pendapatan c. Nota bukti untuk UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Selanjutnya disusun rekapitulasi hasil penjualan karcis retribusi dengan merujuk pada buku penerimaan. Form rekapitulasi hasil penjualan karcis dapat dilihat di lampiran 3 dan 4. 2.3.6 Bidang Penyetoran Retribusi Di bidang penyetoran retribusi dikelola oleh staf admininstrasi UPTD. Tugasnya yaitu menyetorkan sejumlah uang hasil dari penjualan karcis retribusi dari para pedagang, ke Kas Daerah melalui Bank Jateng selaku bank yang ditunjuk. Alurnya yaitu, petugas menyetorkan uang hasil penjualan karcis retribusi ke Bank Jateng dengan membawa nota bukti penyetoran untuk Bank Jateng, lalu

24

petugas menuju ke Dinas Pasar Bagian Pendapatan dengan membawa nota bukti penerimaan untuk Dinas Pasar dan nota bukti penyetoran dari Bank Jateng. 2.4 Hasil Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan sesuai dengan peraturan Fakultas Ekonomi mulai tanggal 8 Juli 2013 sampai 5 Agustus 2013, dengan melalui berbagai tahapan, yaitu: a. Proses Perijinan Sebelum melaksanakan kegiatan PKL, dari pihak fakultas memberikan rekomendasi objek-objek PKL yang layak untuk mahasiswa. Lalu penulis memilih salah satu objek yang ditawarkan fakultas, dan langsung mengajukan permohonan untuk melaksanakan kegiatan PKL di instansi yang dituju baik secara lisan maupun tulisan melalui surat permohonan. Setelah disetujui oleh instansi yang dituju, penulis mendapatkan surat balasan dari instansi yang dituju, lalu dilaporkan kepada pihak fakultas untuk diproses perijinannya dan diberikan pembekalan sebelum terjun ke lapangan.

b. Pelaksanaan Kegiatan PKL Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2013 sampai 2 Agustus 2013 di UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang, yang berlokasi di Pasar Pedurungan lantai 2 dengan jam kerja dimulai pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Dengan diawali perkenalan kepada perangkat-perangkat UPTD, perkenalan bidang-bidang pekerjaan yang ada di

25

UPTD secara rinci. Dan selanjutnya penulis diberikan pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuannya, meskipun ada juga pekerjaan yang diberikan tidak sesuai dengan bidang keilmuannya. 2.4.1 Kegiatan-kegiatan Selama PKL Selama Praktik Kerja Lapangan, penulis dibimbing langsung oleh Bendahara Ibu TH Kusriyani dan Staf Administrasi Ibu Elisabeth Satriowaty. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah: a. Kegiatan utama penulis selama Praktik Kerja Lapangan yaitu, membuat rekapitulasi hasil retribusi pelayanan pasar, baik retribusi harian maupun retribusi sampah dari Bulan Januari sampai Bulan Juni tahun 2013 b. Membuat nota bukti penerimaan hasil penjualan retribusi pelayanan pasar yang disetorkan dari juru pungut pasar-pasar yang dinaungi UPTD Pasar Wilayah Pedurungan. c. Membuat dokumen terkait perijinan dan pembayaran retribusi pelayanan pasar seperti: form penagihan, form profil pedagang, form profil barang dagangan yang dijual di kios/ los/ dasaran terbuka/ pancaan dan lain- lain. d. Mengecek infrastruktur pasar, yaitu mengecek instalasi listrik di Pasar Mrican.

2.4.2 Kendala- kendala Selama Praktik Kerja Lapangan Dalam melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan, terdapat kendala kendala yang terjadi di lapangan, antara lain:

26

a. Di awal pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan, penulis mengalami kesulitan dalam membuat rekapitulasi retribusi pelayanan jasa pasar, karena tugas tersebut merupakan hal yang baru bagi penulis. b. Penulis sungkan untuk bertanya, karena pembimbing lapangan sibuk dengan tugas- tugas yang dikerjakan. c. Penulis terkadang diberi tugas yang tidak sesuai dengan bidang keilmuannya. 2.4.3 Cara Mengatasi Kendala- kendala Selama Praktik Kerja Lapangan a. Untuk mengatasi kesulitan dalam membuat rekapitulasi retribusi pelayanan pasar, penulis sering- sering bertanya kepada pembimbing lapangan. Jika pembimbing lapangan sedang sibuk atau tidak di tempat, maka penulis bertanya kepada staf administrasi. b. Penulis memandang bahwa ketika diberikan tugas- tugas yang tidak sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari di kampus, sebagai sarana menambah wawasan dan pengalaman bekerja di instansi pemerintahan. 2.4.4 Keterampilan- keterampilan yang Didapat Selama Praktik Kerja Lapangan a. Penulis mendapatkan bekal berupa etos kerja yang dapat diamati dari perangkat- perangkat UPTD selama Praktik Kerja Lapangan, sebelum terjun di dunia kerja, khususnya instansi pemerintahan. b. Penulis mendapatkan keterampilan membuat dokumen resmi sesuai dengan peraturan pemerintahan.

27

c. Penulis mendapatkan keterampilan mengenai pembukuan retribusi pelayanan pasar. 2.5 Analisis Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan di UPTD Pasar Wilayah Pedurungan, penulis dapat menganalisis mengenai pekerjaan- pekerjaan yang diberikan yaitu: a. Dalam pencatatan hasil penjualan karcis retribusi Pelayanan Jasa Pasar dan Pelayanan Persampahan/ Kebersihan di UPTD Pasar Wilayah Pedurungan menggunakan teknik pencatatan single entry, yaitu mencatat pemasukan tanpa adanya akun lawan. Misalnya, ketika juru pungut menyetor hasil pungutan retribusi dari para pedagang ke bendahara UPTD, maka pencatatannya sebagai berikut: Tabel 3. Pencatatan Hasil Penjualan Karcis Retribusi UPTD Pasar Wilayah Pedurungan

No. 1 2 3 4 5

Nama Pasar Pasar Pedurungan Pasar Kedungmundu Pasar Mrican Pasar Gayamsari Pasar Satrio Wibowo

Jumlah Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx

28

6 7 8 9 10

Pasar Suryo Kusumo Pasar Udan Riris Pasar Bangetayu Pasar Genuk Pasar Penggaron Jumlah

Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx Rp.xxx

Sumber: Dokumen UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang b. Untuk mengecek jumlah hasil retribusi dengan karcis retribusi yang dikeluarkan, maka dilakukan pelacakan dengan cara yang sederhana, yaitu membandingkan jumlah uang hasil penjualan karcis retribusi yang dicatat pada buku penerimaan dengan jumlah karcis dikeluarkan yang telah dikalikan dengan nominal tarifnya. Apabila sama, berarti jumlah uang yang diterima bendahara dari juru pungut sudah sesuai dengan kumulasi nominal tarif yang dipungut berdasarkan karcis retribusi yang dikeluarkan.

29

BAB 3 PENUTUP

3.1

Simpulan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar (UPTD) Wilayah Pedurungan

merupakan instansi yang bertugas sebagai pelaksana hal-hal berkaitan dengan teknis di lapangan pada Dinas Pasar Kota Semarang, yang menanungi pasar-pasar di wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan di bidang pengelolaan pasar. UPTD Wilayah Pedurungan memiliki tiga bidang pokok, salah satunya yaitu bidang penerimaan yang termasuk dalam kelompok jabatan fungsional, yang memiliki tugas menerima, mencatat dan membuat bukti terkait sejumlah uang hasil dari penjualan karcis retribusi Pelayanan Jasa Pasar dan Pelayanan Persampahan/ Kebersihan. Alur Retribusi Pelayanan Jasa Pasar dan Pelayanan Persampahan/ Kebersihan merupakan salah satu tugas dari bidang penerimaan, yang dikelola oleh bendahara. Rekap Hasil Retribusi salah satu dokumen yang disusun guna mengetahui jumlah hasil penjualan karcis retribusi harian, bulanan maupun tahunan, yang disahkan oleh Kepala UPTD. Selain itu, juga dapat berfungsi sebagai sarana mengecek apakah jumlah uang hasil penjualan karcis retribusi sudah sesuai dengan karcis yang dikeluarkan.

30

31

3.2

Saran Dalam pencatatan hasil penjualan karcis retribusi sebaiknya menggunakan

aplikasi komputer, agar dapat meminimalisasi kesalahan, lebih hemat waktu dan memudahkan dalam melakukan pengecekan kembali. Selain itu diperlukan juga sosialisasi terkait fungsi retribusi yang dipungut kepada para pedagang, agar kesadaran membayar retribusi meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Indriantoro N dan Supomo B. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis. BPFE : Yogyakarta Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 2 Tahun 2012. Retribusi Jasa Umum di Kota Semarang Peraturan Walikota Semarang Nomor 87 Tahun 2008. Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar Wilayah Johar, Wilayah Karimata, Wilayah Bulu, Wilayah Karangayu, Wilayah Jatingaleh dan Wilayah Pedurungan Kota Semarang. www.jdihukum.semarang.co.id (diakses pada hari Kamis 15 Agustus pukul 20.00 WIB) id.wikipedia.org (diakses pada hari Kamis 15 Agustus pukul 20.00 WIB)

Lampiran

Lampiran I

Kedudukan UPTD Pasar Wilayah Pedurungan dalam Struktur Organisasi Dinas Pasar Kota Semarang.

Lampiran II Struktur Organisasi UPTD Pasar Wilayah Pedurungan Kota Semarang

KEPALA UPTD

KASUBAG. TATA USAHA

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Lampiran III

Form Rekapitulasi Hasil Penjualan Karcis Retribusi Pelayanan Pasar

Lampiran IV

Form Rekapitulasi Hasil Penjualan Karcis Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan

Lampiran V Dokumentasi Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Foto Pegawai UPTD Pasar Wilayah Pedurungan