Anda di halaman 1dari 33

SISTOSOMIASIS (BILHARZIASIS)

TROPIK INFEKSI ILMU PENYAKIT DALAM

SISTOSOMA: Dua jenis kelamin bkn hermafrodit Penyakitnya: Sistosomiasis atau Birharziasis (Theodor Bilharz Jermani, ahli patologi, midentifikasi I kali 1851) 5 spesies sistosoma tersebar di dunia: S.mansoni: Afrika, Laut tengah, Karibia, Amerika selatan mifx mns & rodensia S.hematobium: Afrika & Laut tengah S.japonicum: Cina & Asia Tenggara (tmsk Indonesia) mns, babi, anjing, kerbau S.mekongi: S.Mekong Thailand, Kamboja, Laos S.intercalatum: Afrika tengah
2

Sistosomiasis dunia baru Etiologi: S.mansoni, & S.japonicum Lokasi primer: sal cerna kerusakan ddg usus: Ok respon imun thd telur Ok Sekresi enzim proteolitik
GK: perdarahan sal cerna, diare, kerusakan hepar Penularan mll penetrasi kulit langsung Diagnosis: telur dlm tinja Therapi: Prazikuantel
4

Sistosomiasis dunia lama


Etiologi: S.hematobium Lokasi primer infeksi: vena vesika urinaria Telur dlm VU dpt merangsang terjadinya fibrosis & granulomatosa hematura Penularan: penetrasi kulit langsung Diagnosis: telur dalam urine atau ddg VU Therapi: Prazikuantel

Menurut gambaran klinisnya dibagi menjadi: Sistosomiasis verisaklis (urinarius) S.hematobium Sistisomiasis intestinalis S.mansoni, S.japonicum
MORFOLOGI: dan dewasa biasanya ditemukan berpasangan

Telur sistosoma tdk beroperkulum, tp punya spina yang khas:


S. Mansoni: spina di lateral S.japonicum: spina di lateral namun sulit terlihat S. Hematobium: spina terminalis Dindingnya terbuat dr bhn protein telur berisi mirasidia yg matang dlm 10 hari keluar dr hospes

Di lingkungan telur pecah mengeluarkan byk miriasidia yg bercilia berenang mencari keong sbg hospes intermedius spi 32 jam. Melekat pd keong krn ada zat kemotaktis dr jar keong cilia lepas, btk berubah memanjang tbtk sporokista bukuran lbh besar Sporokista berkembang mjd serkaria yg sdh tbtk seksual btk memanjang, bdn spt buah pear dg ekor panjang bercabang; ujung anterior tdpt sucker yg berotot kuat utk melekatkan diri

Serkaria melekatkan diri pd kulit penetrasi dlm bbrp detik sbl melepaskan ekor msk mll terowongan dlm stratum korneum sistosomula (identik dg metaserkaria) yg bermembran ganda lapis lemak maturasi paru 8 hepar dewasa

Bbrp minggu cacing dewasa kopulasi migrasi ke venula terminalis usus betina bertelur 200 2.000 btr/hari selama 20 thn. Telur ada yg masuk ke lumen usus, vesica urinalia, urine atau tinja, Sebagian telur ada yg tetap di dlm ddg VU & sisanya terbawa sirkulasi hati, paru atau jar lain
Hanya telur yg dpt merusak organ tdk dlm btk dewasa Dlm hepar: fibrosis periportal & hipertensi portal, fg hati ttp normal Kolateralisasi sistem portal krn hipertensi portal embolisasi telur dlm paru
9

10

1) Telur dikeluarkan mll feces atau urine 2) Dlm kondisi optimal: terjd pelepasasn telur dan mirasidia 3) Yang berenang & menembus mukosa keong 4) Tahapan dlm keong tda 2 generasi sporokist 5) Dan tempat produksi serkaria 6) Saat pelepasan dari keong, cercaria infektif berenang menembus kulit manusia 7) Berubah menjadi schistosomulae 8) 9) Bergerak melalui brp jaringan dan spi pembuluh darah 10.Cacing dewasa dlm tubuh manusia berada di mesenteric venules diberbagai tempat yang biasanya spesifik utk masing-masing spesies Sbg contoh S.japonicum lbh sering ditemukan di PD mesenterica superior utk usus kecil (A) dan S.mansoni 11 lbh ering pd mesenterik superior usus besar (B)

S. Mansoni: Habitat: Venule terminalis usus Migrasi ke vena mesenterika inferior usus besar HP: keong air tawar genus Biomphalaria Jarang menimbulkan perubahan patologis pada hepar/paru
S. Japonicum: Habitat: Venule terminalis usus Migrasi ke vena mesenterika inferior & vena mesenterika superior usus kecil & besar (>sering v.mesenterika superior usus besar) HP: keong air tawar genus Oncomelania Lebih banyak menghasilkan telur penyakit > berat 12 Jarang menimbulkan perubahan patologis pada hepar/paru

S. Hematobium: Habitat: Vesika urinaria Bermigrasi ke plexus vesikalis HP: keong air tawar genus genus Bulinus Cacing dewasa matang dlm pleksus venosa VU, ureter, rektum prostat & uterus Jar granulosa pd VU mudah tjd polip & ulkus Sisa telur bkalsifikasi batu kandung kemih Striktur orificiium uretralis, ureter terminalis hidronefrosis, hidroureter & infeksi asendens sal kemih
13

Periode prepaten (masa tunas biologis): sejak penetrasi serkaria pd kulit spi ditemukan telur cacing dlm tinja: 50 hari Lama hidup cacing 5 30 tahun Manusia terinfeksi dg serkaria: Mll kulit & mukosa bila berada dlm air (mandi, berenang, menyebrang , mencuci) Atau mll mukosa mulut/sal cerna
EPIDEMIOLOGI WHO: 800 juta penduduk beresiko terkena sistosomiasis; 200 juta orang sudah terinfeksi Sistosomiasis berhubungan dg kemiskinan, sanitasi jelek & kumuh

14

Di daerah endemis: insidens rendah Prevalensi berhub dg umur: 3-4 thn meningkat spi 100% pd 15-20 thn; menurun kembali stlh 40 thn
Berat infeksi ditentukan o/ : Jumlah telur dlm urine/tinja sesuai dg banyak cacing dewasa Heterogenitas & populsi cacing: lbh invasif dr yg lain Perpaduan bbrp faktor: parasit, host, infeksi tambahan, 15 nutrisi, & faktor lingkungan

PATOFISIOLOGI Berhubungan dg siklus hidup parasit: Serkaria: Penetrasi: dermatitis alergika ruam papular gatal Sistosomula: Cercaria tdk berekor diangkut mll darah atau limfatik ke kanan paru & jantung Infx berat: demam, batuk,kadang eosinofilia Cacing dewasa Tdk mpbyk diri dlm tubuh manusia Dlm vena: dan kopulasi bertelur 4-6 pkn post penetrasi Cacing dewasa jarang patogen; dpt hidup 3-8 thn & 16 bertelur spjg hidup

Telur: Penyebab sistosomiasis & Demam Katayama Demam katayama: Patofisiologi ??? Terjadi 4-6 pkn stlh infeksi: saat pelepasan telur Plg serin gok S.japponicum, jarang o/ S.mansoni Kaitan dg rangsangan telur & antigen cacing ok tbtk kompleks imun; tak bkaitan dg granuloma Sistosomiasis Bkaitan dg rx imunologis telus sistosoma yg terjerat di jaringan; Antigen telur merangsang rx granulomatosa tda sel T, makrofag, & eosinofil manifestasi klinis tgt jumlah & lokasi telur dlm jaringan Deposisi kolagen & fibrosis kerusakan organ parsial 17 sifat reversibel

PATOGENESIS, IMUNITAS & GAMBARAN KLINIS Perubahan biologik pd sistosomiasis dibagi mjd 3 stadia: Masa tunas biologik Stadium akut Stadium menahun
18

1. MASA TUNAS BIOLOGIS Wkt antara serkaria menembus kulit spi dewasa Prepaten periode Respon imunitas: humoral & celuler Kelainan kulit: eritem & papula gatal panas 2-3 hari pasca infeksi = swimmers itch Sering disebabkan S.mansoni & S.japonicum Serkaria byk cercarial dermatitis self limited dlm 5 hari

Rx alergis dpt trjd ak/ hsl metabolik sistosomula atau cacing dewasa, protein asing ok cacing mati Klinis: urtikaria, edema,dpt demam, batuk produktif & 19 hemoptisis pd yg sgt sensitif dpt tjd serangan asma.

Keadaan toksik: pkn 2 8 pasca infeksi


Gejala toksemia berat, demam tinggi bila serkaria byk yg masuk, tu pd infeksi berulang Lemah, malaise, anoreksia, mual & muntah, sefalgia, myalgia, artralgia Diare ak/ hipersnsitif thd cacing; skt perut & tenesmus

Hepatosplenomegali dpt terjadi


Pd kasus berat gejala toksemia dpt spi 3 bulan
20

2. STADIUM AKUT (DEMAM KATAYAMA) Dimulai sejak cacing betina bertelur 4-8 mgg stlh infeksi Mirip serum sickness disertai demam, keringat banyak, mengigil & batuk, limfadenopati generalisara & hepatosplenomegali
Antigen >> kompleks imun msuk ke dlm jaringan kejadian patologis Keluhan ok respon alergis thd pkembangan sistosomula.(Jarang pd S.hematobium) gejala ringan spi berat + Telur dr PD tembus ke jar (hepar, sal cerna, VU) lumen usus menembus mukosa
21

Gejala pada Fase akut: Demam 2-6 minggu pasca pajanan skt perut, BB menurun, sefalgi, malaise, menggigil, myalgia; diare kdg dg darah pd infx berat Hepatomegali splenomegali: 6-8 bulan post infx Selanjutnya memasuki stad asimtomatis atau gejala ringan selama 2-8 mgg
Laboratorium: Leukositosis & eosinofilia berat Tinja: pd awal seing negatif ulangi min 6 kali Serologis (+) stlh bbrp minggu telur dlm tinja (+)
22

3. STADIUM KRONIK Mulai 6 bulan spi bbrp tahun post infexi Pd S.mansoni & S.japonicum: Diare, nyeri perut, disentri Manifestasi klinis ok penumpukan telur dlm jaringan repon jar granulomatosa di sktr telur: respon sitokin, selular & humoral
Pembetukan granulomatosa: sel radang krn sekresi Ag telur fagosit, sel T spesifik & eosinofil, fibroblat, giant cell, llimfosit B hslkn TNF, IL-2, IL-4 & IL-5 aktifkan sel endotel sekresi kemokin spesifik: monocyte chemotctic factor protein 1(MCP-1)
23

Elemen sel-sel tsb tbtk jar granulomatosa di sekitar telur membesar organomegali & obstruksi Akibatkan tbtk jar fibrosis (sirosis hepatis): Sirosis sistosomiasis :sirosis periportal hipertensi portal krn bendungan dlm jar hati G: splenomegali, edema tungkai bawah atau alat kelamin, asites, ikterus GK stad kronis: ringan atau sedang tak perlu rawat inap S.japonicum mulanya disangka dpt menimbulkan kelainan > berat dp S.mansoni krn mhslkan telur > banyak kenyataan ternyata S.mansoni & S.japonicum keduanya sbbkan hematemesis melena krn pecahnya varises esofagii & adanya tumor polipoid intestinalis 24

Sistosomiasis intestinalis sering berhubungan dg infeksi tambahan: hepatitis B atau C lebih berat Infeksi S.hematobium: G/ dini tr urinarius: disuri, hematuri terminalis & proteinuria Gross hematuri dpt berulang, sequele: polip VU, sistitis, infx salmonella kronis, pyelitis, pielonefritis, urolitiasis, hidronefrosis ok obstruksi uretra & gagal ginja; Laboratorium: sedimen urine, biopsi, atau kerokan mukosa rektum/VU: telur cacing (+)
25

KOMPLIKASI Pd sistosomiasis berat:


Hipertensi portal Splenomegali Varises esofagus Gangguan fg hati: ikterus, asites, koma hepatikum Hipertensi pulmonal Kontraktur leher VU
Batu vesika urinaria Obstruksi ren & vesica urinaria Gagal ginjal kronik Kanker Vesica Urinaria Myelitis transversa Epilepsi Neuritis optika
26

LABORATORIUM TELUR: Pd ekskreta (tinja dan urine); biopsi mukosa diagnosis pasti Infeksi berat: >400 btr dlm 1 gram tinja
UJI SEROLOGIS Hsl akurat stlh 6-8 pkn terpajan dg air tercemar: ELISA Indirect immunofluorescence Test (IFAT) Gel Precipitation Techniques (GPT) Indirect hemaglutination (IHA) Latex aglutination test (LAT), dll
27

PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN: Esofagoskopi Kolonoskopi Foto paru Foto polos abdomen: perkapuran dinding VU atau ureter EKG USG hepar: dpt melihat gambaran fibrosis periporta, penting utuk:
Menilai hipertensi portal Membedakan sirosis sistosimiasis & sirosis hepatis Dapat menilai kemajuan hasil th pd infeksi dini 28

DIAGNOSIS BANDING
Keadaan akut: Amebiasis, disentri basiler, malaria, leptospirosis Keadaan lanjut: Hipertensi portal ok sebsb lain Poliposis usus Di daerah endemis: Kanker traktus genitourinarius ISK Nefrolitiasis Tuberkulosis ginjal Ulkus peptikum Pankreatitis Peny traktus biliaris
29

PENCEGAHAN Jgn berenang atau menyebrangi air tawar di daerah endemik


Minum air yg aman: sumber air panas, dididihkan min 1 menit atau air saringan Pemberian Iodine tidak menjamin Air mandi: dihangatkan pd suhu 1500F atau disimpan dlm tangki selama mminimal 48 jam sblm dipakai Gunakan handuk yg sangat kering pd kecelakaan, bilasan air yg aman cegah penetrasi sistosoma
30

PENGOBATAN 1. Prazikuantel Daya sembuh: 63-85%; telur >90% turun stlh 6 bln th/ Sensitif thd sistosoma muda (2-5 mgg) Dosis 2 x 20 mg/kgBB/hari utk S.hematobium & S.mansoni; 3 kali per hari utk S.japonicum ES: malaise, skt kpl, pusing, anoreksia, diare, mual, muntah, pruritus, artralgia, mialgia Dpt diberikan kpd ibu hamil

2. Artemisinin Efektif thd sistosomula, mgkn dpt utk profilaksis msh diteliti
31

3. Oxaminiqiuine Efektif hy utk S.mansoni Single dose 12-15 mg/kg/hari; 40-60 mg/kg/hari 2 3 kali selama 2-3 hari diberikan bersama mknan ES: pusing, vertigo, mual-muntah, diare, skt perut, perub T, halusinasi, kejang stl 2 jam Tidak boleh utk ibu hamil
4. Metrifonate Sangat efektif hy utk S.hematobium sdh ditarik dr peredaran
32

Tindakan bedah Utk mengeluarkan polip atau sumbatan sal kemih Skleroterapi: pd perdarahan varises esofagus
PROGNOSIS Th/ pd infx dini: sangat baik Kelainan patologi hepar, ginjal, & usus dpt membaik dg pengobatan Karier sistosomiasis rel baik krn fg hepar tetap baik jik atdk ada perdarahan Keadaan lanjut: kor pulmonale, sistosomiasis medula spinalis prognosa buruk
33