Anda di halaman 1dari 26

Seorang laki-laki 17 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan bintil kemerahan pada daerah wajah yang telah

dialami sejak 1 bulan yang lalu. Riwayat keluarga menderita penyakit yang sama tidak ada. Hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. Bintil kemerahan papul, nodulus Kemerahan telangiektasis

Bagaimanakah anatomi, histologi dan fisiologi kulit? Bagaimanakah patofisiologi dari timbulnya bintil kemerahan ? Informasi tambahan apa yang masih diperlukan dalam penegakan diagnosis pasien ? Penyakit apa saja yang mungkin diderita oleh pasien tersebut ?

Kelenjar Ekrin

Kelenjar Apokrin

Kelenjar Holokrin

Merkel Nerves Ending

Meissners Corpuscle

Vater Paccinis Corpuscle

Gogli Mazzoni Corpuscle

Penonjolan di atas permukaan kulit, sirkumskrip, berukuran diameter < 0,5 cm dan berisikan zat padat Terjadi akibat proses Infiltrat pada papilla dermis Hiperplasia epidermis

Penonjolan berisi cairan, beratap berukuran < cm dan mempunyai dasar Vesikel yang berisi darah disebut vesikel hemoragik

Timbul karena inflamasi yang lebih berat pada papul

Anamnesis

Pemeriksaan

Di mana lokasi awal keluhan? Menjalar/menetap? Hilang timbul? Berapa lama? Apakah kering atau basah? Apakah gatal atau sakit? Apa penyakit yang pernah diderita? Obat yang pernah digunakan? Riwayat alergi sebelumnya? Pengaruh makanan terhadap keparahan? Apakah pekerjaan mempengaruhi keparahan?

Inspeksi menentukan eflouresensi kelainan kulit, ukuran, susunan, bentuk lesi, penyebaran dan lokalisasi Palpasi menentukan konsistensi bintil, nyeri pada bintil Histopatologi kulit Pemeriksaan bakteriologik (kerokan jaringan kulit)

Akne Vulgaris

Akne Venenata

Erupsi Akneiformis

Rosacea

Adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri

Komedo hitam

Komedo Putih

Etiologi Perubahan pola keratinisasi dalam folikel Produksi sebum yang meningkat Terbentuknya fraksi asam lemak bebas Peningkatan jumlah flora folikel (Propionibacterium Acnes, Pytirosporum ovale, dan staphylococcus epidermidis) Terjadinya respon hospes berupa pembentukan circulating antibodies yang memperberat acne Peningkatan kadar hormone androgen,anabolic, kortikosteroid, gonadotropin serta ACTH yang mungkin menjadi factor penting pada kegiatan kelenjar sebasea. Terjadinya stres psikik Faktor lain : usia,ras,family,makanan, cuaca/musim yang secara tidak langsung dapat memacu peningkatan proses pathogenesis tersebut. Terjadinya proses inflamasi

Gambaran klinis
Predileksi pada muka, bahu, dada bagian atas, punggung bagian atas, leher bagian atas, glutea Eflouresensi berupa papul yang tidak beradang, pustul, nodus, kista yang beradang Dapat disertai gatal

Penatalaksanaan
Pengobatan topikal Sulfur (4-8%), Asam salisilat (2-5%), Asam glikolat (38%) Oksitetrasiklin 1%, eritromisin 1%, klindamisin fosfat 1% Hidrokortison 1-2,5% Pengobatan sistemik Doksisiklin 2x100 mg/hari Klindamisin 3x300mg/hari Bedah kulit : bedah scalpel, bedah listrik, bedah kimia, bedah beku, dermabrasi Terapi sinar

Definisi Merupakan jenis erupsi folikuler yang disebabkan karena adanya kontak dengan berbagai macam zat kimia, yang ditandai dengan munculnya komedo sebagai lesi awal.

Faktor resiko Paparan kontak seperti : kosmetik,chlor, minyak hidrokarbon.

Patogenesis
Folikular keratinisasi dan deskuamasi/ Folikular epidermis hyperproliferasi

Kelebihan produksi sebum

Keberadaan & aktivitas bakteri Propionibacterium acnes

Peradangan / pelepasan dari mediator inflamasi ke dalam folikel rambut

Gejala Klinis

Lesi Monomorfi

Tidak Gatal

Bisa berupa komedo atau Papul

Tempat Predileksi di tempat kontak zat kimia

Definisi : Kelainan kulit menyerupai akne berupa reaksi peradangan folikuler dengan manifestasi klinis papulopustular. Gejala klinis : Demam Malase Umumnya tdk terasa gatal Pengobatan : sulfur, resorsinol atau asam vitamin A mempercepat menghilangnya erupsi kulit.

Erupsi Akneiformis
Prognosis Erupsi akneiformis, merupakan penyakit yang dapat sembuh, apabila penyebab penyakit induksi obat bias dihentikan. Apabila hal tersebut tidak mungkin dilaksanakan karena vital, maka pengobatan topikal maupun sistemik akan memberikana hasil yang cukup baik

Stage I

Stage II III