Anda di halaman 1dari 30

PENGKAJIAN FISIK PADA ANAK

GARIS BESAR PENGKAJIAN FISIK A. PENGUKURAN PERTUMBUHAN 1. Tinggi Badan/Panjang Badan 2. Berat Badan 3. Lingkar Kepala 4. Lingkar Dada

B. 1. 2. 3. 4.

PENGUKURAN FISIOLOGIS Suhu Nadi Pernafasan Tekanan Darah

C. D. E. F. G. H. I. J. K. L. K. L. M. N. O.

PENAMPILAN UMUM KEPALA LEHER MATA TELINGA HIDUNG MULUT DAN TENGGOROKAN DADA PARU JANTUNG ABDOMEN GENITALIA ANUS PUNGGUNG DAN EKSTREMITAS PENGKAJIAN NEUROLOGIS 1. Status Mental 3. Fungsi Sensorik 2. Fungsi Motorik 4. Reflek

1 Pengukuran Pertumbuhan

a. Pengukuran berat badan


Bayi (lahir sampai 20 bulan ) - Pakaian bayi dibuka (termasuk popok) dan bayi Diletakkan ditimbangan bayi. Anak kecil (20 bulan sampai 5 tahun - Pakaian anak dibuka kecuali celana dalam dan Ditimbang dengan timbangan berdiri.

Anak yang lebih besar (5 tahun atau lebih) - Buka sepatu. Anak ditimbang dengan berpakai an, dengan timbangan berdiri.

Usia

Berat badan

Lahir sampai 6 bulan

Pertambahan setiap minggu 140-200 gr. BB 2X BB lahir pd akhir 6 bulan pertama.


Pertambahan setiap minggu 85-40 gr. BB 3X BB lahir pd akhir tahun pertama. BB 4X BB lahir pada usia 21/2 tahun. Pertambahan setiap tahun 2-3 kg

6 sampai 12 bulan

1-3 tahun

3-6 tahun
6-12 tahun

Pertambahan setiap tahun 2-3 kg


Pertambahan setiap tahun 2-3 kg

b. Tinggi/Panjang badan - Panjang rekumben pd anak dibawah 24-36 thn: (Tempatkan telentang dengan kepala di garis tengah. Pegang lutut dan dorong dengan per lahan ke arah meja untuk kaki ekstensi penuh. Ukur dari verteks kepala sampai tumit kaki) - Tinggi berdiri pada anak lebih dari 24-36 bln: (Lepaskan kaus kai dan sepatu. Minta anak berdiri setinggi mungkin, punggung tegak, kepala di garis tengah dan mata melihat lurus kedepan)

Usia

Tinggi badan

Lahir - 6 bulan Pertambahan setiap bulan 2,5 cm 6 bulan sampai Pertambahan setiap bulan 1,25 cm. 12 bulan Panjang lahir meningkat 50% pada akhir tahun pertama. 1-3 tahun Pertambahan selama tahun kedua kira-kira 12 cm. Pertambahan selama tahun ketiga kira-kira 6-8 cm. PB 2x panjang lahir pada usia 4 tahun, setiap tahun 6-8 cm Pertambahan setiap tahun 5 cm. Umur 13 tahun PB 3x panjang lahir.

3-6 tahun
6-12 tahun

c. Lingkar Kepala - Ukur dengan kertas/pita pd lingkar yg dari terbesar puncak alis mata dan pinna telinga ke tonjolan oksipital tengkorak. d. Lingkar dada - Ukur melingkari dada pada garis putting susu - Idealnya lakukan pengukuran selama inhalasi dan ekspirasi, catat rerata dari nilai dua.

2. PENGUKURAN FISIOLOGIS 2.1. PENGUKURAN NADI Pedoman untuk pengukuran nadi: - Ukur denyut nadi bila bayi atau anak diam - Pilih tempat yang tepat. - Bila anak kurang dari 2 tahun diukur denyut apikal di titik impuls maksimum -TIM di temukan disela iga ke-4 pada anak kurang dari 7 thn. Pada anak yang berumur lebih dari 7 tahun denyut apikal ditemukan pada sela iga ke-5 dan akan lebih lateral.

2. Pengukuran Pernafasan
Pedoman untuk pengukuran pernafasan: - Ukur pernafasan bila bayi atau anak diam Hindari anak mengetahui bahwa pernafasan sedang dihitung. Kaji pernafasan pada saat menghitung nadi. - Letakkan jari atau tangan perawat tepat di bawah prosesus xipoideus anak sehingga inspirasi yang meningkat dapat dirasakan. - Hitung pernafasan 1 menit penuh, ketika sedang menghitung perhatikan kedalaman dan irama pernafasan. - Kedalaman pernafasan biasanya dicatat

sebagai dangkal, normal, dalam

Ad.3 Pengukuran tekanan darah Pedoman pengukuran tekanan darah: Anak-anak yang kurang dari 3 tahun umumnya tidak diperiksa tekanan darahnya. Pilih ukuran manset yang tepat. Manset sebaiknya menutupi tidak kurang dari 1/2 atau tidak lebih dari 2/3 lengan atas.

INTEGUMEN

Pengkajian Integumen meliputi inspeksi dan palpasi: - Kulit - Kuku - Rambut


Ad.1. Kulit Warna: Paling baik dikaji pada sklera, konjungtiva, punggung kuku, lidah, mukosa bukal, telapak kaki dan telapak tangan. Tekstur: Perhatikan kelembaban, kehalusan, kekasa ran, integritas kulit dan suhu. Suhu: Bandingkan setiap bagian tubuh u suhu yg sama.

-Turgor: Genggam kulit pada abdomen antara ibu jari dan jari telunjuk dan lepaskan dgn cepat Ad.2. Kuku - lakukan inspeksi terhadap warna, bentuk, keadaan kuku. Ad.3. Rambut - kaji distribusi, warna, tekstur, jumlah dan kwalitas rambut.

KEPALA - Kepala dikaji thdp ukuran, bentuk dan kesimetrisan. Fontanel dan sutura diperiksa dan kontrol kepala diperhatikan. - Tengkorak bayi baru lahir tdd tulang-tulang terpisa yg menyatu ketika pertumbuhan otak lengkap - Sendi jaringan fibrosa lunak disebut sutura, yg me misahkan tulang2 tersebut. - Sutura dpt dirasakan spt daerah yg menonjol, mulai menyatu/mendatar pd umur 6 bln. - Fontanel dibentuk oleh pertemuan 3 atau lebih Tulang tengkorak dan dirasakan seperti lekukan2 yang lunak - Fontanel posterior mungkin tertutup pada saat lahir dan akan selalu tertutup pada bulan ke-2 - Fontanel anterior menutup antara umur 9-18 bln.

Pengkajian kepala: - Amati bayi dan kesimetrisan kepala bayi dari sudut pandang yang berbeda. - Lakukan palpasi pada garis sutura bayi - Amati dan lakukan palpasi pada fontanel Fontanel anterior harus rata dan berdenyut. Fontanel menonjol bila bayi menangis Fontanel yg menonjol menunjukkan tekanan intra kranial meningkat. Fontanel yg cekung menunjukkan dehidrasi - Ukur lebar & panjang fontanel anterior yg terbuka. Sampai umur 9-12 bln fontanel anterior. mempunyai panjang 1 dan lebar 5 cm - Fontanel yang besar atau kecil secara abnormal menunjukkan gangguan pertumbuhan.

LEHER - Letakkan bayi dlm posisi duduk ketika mengamati kontrol kepala. (Kepala yg terkulai setelah 6 bulan menunjukkan serebral palsi) - Gerakkan kepala dan leher anak dgn ROM yg penuh. ( Nyeri dan tahanan terhadap fleksi menunjukkan iritasi meningeal) - Periksa leher terhadap pembengkakan, selaput, lipatan kulit tambahan, dan distensi vena. ( Selaput dan lipatan kulit tambahan menunjukkan sindrom Turner, pembengkakan pada leher menunjukkan gondong atau infeksi tenggorokan atau mulut, Distensi vena menunjukkan adanya kesulitan pernafasan)

- Lakukan palpasi pada kelenjar tiroid dgn berdiri di belakang anak dan letakkan jari-jari atau tangan anda dgn lembut di atas area kelenjar ( di dasar leher) ( pada anak yang normal kelenjar tiroid tdk teraba) - lakukan palpasi pada trakea dengan menempatkan ibu jari pd salah satu sisi trakea dan jari telunjuk di sisi lainnya. Geser jari-jari ke atas dan ke bawah ketika leher anak agak dihiperekstensikan. ( Trakea seharusnya berada di garis tengah atau sedikit ke kanan)

Pengkajian telinga luar - Periksa penenpatan dan posisi telinga ( Bagian atas telinga harus melewati garis khayal dari mata sebelah dalam ke oksiput. Deviasi pinna harus tidak lebih dari 10 derajat dari garis tegak lurus thdp garis horizontal) Posisi telinga rendah atau miring kadang-kadang tampak pada anak penderita abnormalitas genito urinaria atau abnormalitas kromosom dan pada banyak sindrom. - Amati penonjolan dan pendataran telinga ( Telinga yg menonjol menunjukkan pembengkakan yg berhubungan dengan gigitan serangga atau mastoi ditis)

- Periksa struktur telinga luar dan ciri-ciri yg tdk normal. - Periksa saluran telinga luar terhadap higiene, serumen - Tarik aurikel ( Penarikan normalnya tdk nyeri, jika nyeri berar ti menunjukkan otitis eksterna) - Lakukan palpasi pada tulang yg menonjol di bela kang telinga (mastoid) untuk mengetahui adanya nyeri tekan. Jika menunjukkan mastoiditis.

Pengkajian ketajaman pendengaran Bayi - Berdiri dibelakang anak dan bunyikan sebuah bel kecil, bunyikan jari-jari, atau tepuk tangan. Bayi < dari 4 bln menunjukkan reflek terkejut. Bayi > dari 6 bln mencoba mencari suara dgn meng gerakkan kepala. Anak Usia Prasekolah - Berdiri 0,6-0,9 m di dpn anak dan beri perintah seperti: Tolong berikan boneka itu pada saya Anak Usia Sekolah atau remaja - Berdiri kira-kira 0,3 m dibelakang anak. Perintahkan untuk menutup satu telinganya. Suruh anak mengulang kata-kata yg anda bisikkan.

Pengkajian mata eksternal Posisi dan penempatan - Perhatikan apakah jarak mata lebar (normal jarak kantus dalam rata-rata 2,5 cm) Jarak mata lebar (hipertelorisme) dan di jumpai pd sindrom down. Jarak mata kecil (hipotelorisme) - Amati kemiringan pandangan mata dgn menggambar garis khayal melewati kantus dalam. ( Kemiringan mata ke arah atas dijumpai pada anak sindrom down) - Amati kelopak mata Jatuhnya kelopak mata melebihi pupil disebut ptosis Kelopak mata terputar ke dalam disebut entropion Kelopak mata terputar keluar disebut ektropion

Alis mata - Periksa alis mata terhadap kesimetrisan dan pertumbuhan rambutnya Kelopak mata - Periksa kelopak mata terhadap warna, pembeng kakan, rabas dan lesi. Konjungtiva - Periksa warna konjungtiva (normal berwarna merah muda dan mengkilap) - Periksa warna sklera ( Sklera yang berwarna kuning menunjukkan ikterus) Pupil dan iris - Periksa warna, bentuk, dan ukuran iris dan apakah ada peradangan.

Pengkajian Toraks dan Paru-paru


Inspeksi: - kaji dada terhadap stridor, serak, dengkur, mengi dan batuk. (Stridor inspirasi dan dengkur ekspirasi menunjuk kan epiglotis. Mengi menunjukkan asama, bronkio litis atau aspirasi benda asing) - Amati nares eksterna terhadap pengembangan. (Pengembangan nares eksterna menunjukkan distress pernafasan) - Amati bantalan kuku terhadap warna dan clubbing (melebar dan memanjang) falang distal Clubbing biasanya menunjukkan hipoksemia kronik, seperti pada kistik fibrosis dan brokiektasis.

- Periksa toraks terhadap kesimetrisan dan abnormali tas. - Amati dada terhadap retraksi atau tertarik ke dlm di area supraklavikula, trakea, substernal, dan inter kostal. (Retraksi merupakan indikasi dari adanya pernafasan yang memerlukan usaha besar pada bayi dan anak) - Amati kedalaman dan regularitas pernafasan dan lama inspirasi dan ekspirasi. - Amati jenis pernafasan anak ( Anak yang lebih muda dari 7 tahun jenis pernafas annya adalah pernafasan diapfragma dan pernafas an abdomen timbul dengan inspirasi. Pada anak usia lebih dari 7 thn pernafasannya adalah pernafasan dada)

Palpasi: - Kaji pengembangan paru dgn meletakkan tangan anda dan ibu jari bersama-sama sepanjang batas iga dada atau punggung anak ketika anak sedang duduk. - Palpasi terhadap fremitus taktil dengan menggu nakan ibu jari telunjuk atau permukaan telapak tangan pada saat anak mengatakan 99 atau eee atau blue moon ( Fremitus yang menurun menunjukkan asma, pneumotoraks, atau benda asing. Fremitus yang meningkat terjadi pada pneumonia dan atelek tasis)

Perkusi: - Lakukan perkusi diatas sela iga, bergerak secara simetris dan sistematik. (Resonan terdegar diatas seluruh permukaan paru, Pekak dapat terdengar di sela iga kanan kelima karena adanya hati, dan diatas sela iga kiri kedua sampai kelima karena adanya jantung. Timpani dapat terdengar diatas sela iga kiri keenam

Auskultasi: - Lakukan auskultasi lapangan paru secara sistematis dari apeks ke dasar paru

Pengkajian Abdomen Inspeksi: - Periksa kontur abdomen ketika bayi atau anak sedang berdiri dan sedang berbaring. (Dlm keadaan tertentu abdomen yg menonjol me nunjukkan retensi cairan, tumor, organomegali) Auskultasi: - Lakukan auskultasi terhadap bising usus. Dengar kan dikeempat kuadran selama 1 mnt penuh. Sebelum memutuskan bahwa bising usus tdk ada perawat hrs mendengarkan minimal selama 5 mnt. (Bising usus normal terjadi setiap 10-30 detik. Bising usus dgn nada yg tinggi menunjukkan diare, gastroenteritis atau obstruksi. Bising usu yang tdk terdengar menunjukkan peritonitis, ileus paralitik)

Perkusi: - Lakukan perkusi secara sistematis pada semua area abdomen. ( Timpani normalnya terdengar diseluruh abdomen) Palpasi: - Kaji abdomen dengan palapsi superfisial terhadap nyeri tekan, lesi superfisial,tonus otot dan turgor - Lakukan palpasi dalam dengan menempatkan satu tangan diatas tangan yang lain. ( Tepi limpa dapat teraba 1 sampai 2 cm dibawah batas iga kiri selam inspirasi pada bayi dan dirasa kan sebagai objek berbentuk ibu jari yg lunak. Hati dapat teraba dibawah batas iga kanan selama inspirasi pada bayi dan anak kecil)

Pengkajian area anus - Dengan posisi anak tengkurap, periksa bokong dan paha. Periksa kulit sekitar daerah anus terhadap kemerahan dan ruam - Periksa anus terhadap tanda-tanda fisura (robek pada mukosa), hemoroid (penonjolan berwarna hitam, Prolapsus ( penonjolan seperti tabung yg lembab), polip (penonjolan merah terang), dan pertumbuhan ke luar yang kecil (skin tag) - Usap area anus untuk menimbulkan refleks anuws. Anus akan berkontraksi dengan cepat. Refleks yang lambat menunjukkan gangguan traktus piramidalis

Pengkajian Genitalia Wanita - Periksa mons pubis terhadap rambut, perhatikan warna, kualitas, jumlah dan distribusi rambut jika ada. - Periksa labio mayora dan labio minora terhadap ukuran, warna, integritas kulit dan massa. - Perhatikan ukuran klitoris ( Klitoris yang lebih besar dari normal menunjuk kan penyatuan labioskrotal) - Periksa lubang uretra dan lubang vagina terhadap edema, kemerahan dan rabas.

Pengkajian genitalia Pria - Periksa penis terhadap ukuran, warna dan intensi tas kulit. Perhatikan apakah anak sudah disirkun sisi. (Prepusium normalnya lengket pada anak kecil yg berumur kurang dari 3 tahun) - Periksa meatus urinarius terhadap bentuk, letak, rabas, dan ulserasi. (Meatus urinarius normalnya agak ventral diujung penis dan mirip celah) - Periksa scrotum terhadap warna, ukuran, kesime trisan, edema, massa dan lesi.