P. 1
Puisi Chairil Anwar

Puisi Chairil Anwar

|Views: 4|Likes:
Dipublikasikan oleh deroo_wahidah
Puisi Chairil Anwar
Puisi Chairil Anwar

More info:

Published by: deroo_wahidah on Sep 12, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2015

pdf

text

original

Puisi Chairil Anwar – Penerimaan

Januari 26, 2010

Penerimaan – Chairil Anwar Jika kau mau, kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kembang sari sudah terbagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Jika kau mau, kuterima kau kembali Tapi untukku sendiri Sedang dengan cermin aku enggan berbagi (Chairil Anwar, Maret 1943) 9 Komen | Chairil Anwar | Tagged: Chairil Anwar, Penerimaan, puisi Indonesia, sajak, sastera | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey

Puisi Chairil Anwar – Tak Sepadan
Januari 25, 2010

TAK SEPADAN – CHAIRIL ANWAR Aku kira: Beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasveros Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki dinding buta Tak satu juga pintu terbuka Jadi baik juga kita padami Unggunan api ini Karena kau tidak ‘kan apa-apa Aku terpanggang tinggal rangka Chairil Anwar Februari 1943 3 Komen | Chairil Anwar | Tagged: Chairil, Chairil Anwar, Indonesia, Penyair, puisi, sajak, Tak Sepadan | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey

Puisi Sendiri – Chairil Anwar Januari 23. Siapa memanggil itu? Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu! Chairil Anwar Februari. Dirinya dari segala Yang minta perempuan untuk kawannya Bahaya dari tiap sudut. 2007 Cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu. Mendekat juga Dalam ketakutan-menanti ia menyebut satu nama Terkejut ia terduduk. 2010 Sendiri Hidupnya tambah sepi. ada yang tetap tidak terucapkan sebelum pada akhirnya kita menyerah . Puisi Sendiri Chairil Anwar | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey Derai-derai Cemara ~ Chairil Anwar Oktober 13.1943 2 Komen | Chairil Anwar | Tagged: Chairil Anwar. tambah hampa Malam apa lagi Ia memekik ngeri Dicekik kesunyian kamarnya Ia membenci.

2007 Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga –Thermopylae?. Jadi pucat rumah dan kaku pohonan? Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin: Eh. 11-12.Chairil Anwar 1949 8 Komen | Chairil Anwar | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey Malam Di Pegunungan ~ Chairil Anwar Oktober 12. 20-30 Agustus 1957 1 Komen | Chairil Anwar | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey Karawang-Bekasi ~ Chairil Anwar Oktober 7. No.jagal tidak dikenal ? tapi nanti sebelum siang membentang kami sudah tenggelam hilang Chairil Anwar Zaman Baru. ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan! Chairil Anwar 1947 2 Komen | Chairil Anwar | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey Malam ~ Chairil Anwar Oktober 11. 2007 Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin. 2007 .

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami. kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang. 1957 61 Komen | Chairil Anwar | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey Di Masjid ~ Chairil Anwar Oktober 6. Kami tidak tahu. terbayang kami maju dan mendegap hati ? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. No 16. kenanglah kami Teruskan. kenanglah kami. Jilid 7.Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi Chairil Anwar (1948) Brawidjaja. Yang tinggal tulang diliputi debu. 2007 . Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai. teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang. belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa. Kenang.

menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin. 2007 Kelam dan angin lalu mempesiang diriku. di Karet (daerahku y.a. 2007 . malam tambah merasuk. cerita dan peristiwa berlalu beku Chairil Anwar 1949 1 Komen | Chairil Anwar | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey Persetujuan Dengan Bung Karno ~ Chairil Anwar September 29.d) sampai juga deru dingin Aku berbenah dalam kamar. tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang Tubuhku diam dan sendiri.Kuseru saja Dia sehingga datang juga Kamipun bermuka-muka seterusnya ia bernyala-nyala dalam dada Segala daya memadamkannya Bersimpah peluh diri yang tak bisa diperkuda Ini ruang gelanggang kami berperang Binasa membinasa satu menista lain gila ~ Chairil Anwar 5 Komen | Chairil Anwar | Pautan Kekal Dikirim oleh Haniey Yang Terampas Dan Yang Putus ~ Chairil Anwar September 30. dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu. rimba jadi semati tugu Di Karet.

Jilid 7. 1954 . No 297. digarami lautmu Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh Chairil Anwar (1948) Liberty.Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->