Anda di halaman 1dari 6

Perencanaan Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz

BERANDA

SITE MAP

1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz BERANDA SITE MAP

http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/11/perencanaan-pelat-beton-1-sat

HOME STRUKTUR » GEOTEKNIK » TRANSPORTASI »

HOME

STRUKTUR »

GEOTEKNIK »

TRANSPORTASI »

MANAJEMEN »

GAYA HIDUP »

ZONA BERFIKIR »

INFO SIPIL »

Selamat Datang di Zona Atmadilaga

"Setetes Tinta Mampu Melahirkan Sejuta Inspirasi"

Perencanaan Pelat Beton 1 (satu) Arah

(SNI-03-2847-2002)

SELASA, NOVEMBER 08, 2011

ADI ATMADILAGA, S.T.

NO COMMENTS

Perencanaan Pelat Beton 1 (satu) Arah, harus memperhatikan beban dan ukuran pelat serta jenis tumpuan tepi yang digunakan.

1. Bila pelat dapat berputar (berotasi) bebas pada tumpuan, maka pelat dikatakan bertumpu bebas

2. Bila tumpuan mampu mencegah pelat berotasi dan relatif sangat kaku terhadap momen puntir, maka pelat itu dikatakan terjepit penuh

3. Bila balok tepi tidak cukup kuat untuk mencegah rotasi sama sekali, maka pelat itu terjepit sebagian (terjepit elastis)

Menurut bentuk geometri dan arah tulangan cara analisis pelat dibagi menjadi dua yaitu pelat satu arah dan pelat dua arah. Pada Bab ini kita akan membahas pelat 1 arah.

Pada Gambar di bawah ini disajikan contoh gambar dari pelat satu arah satu bentang dan pelat dua bentang/ menerus.

pelat satu arah satu bentang dan pelat dua bentang/ menerus. Analisis momen lentur pada pelat satu

Analisis momen lentur pada pelat satu arah sebenarnya dapat dianggap sebagai gelegar diatas banyak tumpuan.

Selain itu pada SNI-03-2847-2002 mengijinkan untuk menentukan momen lentur dengan menggunakan koefisien momen, asalkan dipenuhi syarat-syarat seperti dibawah ini

1. Panjang bentang seragam, jika ada perbedaan selisih bentang yang terpanjang

dengan bentang sebelahnya yang lebih pendek maksimum 20%.

2. Beban hidup harus < 3 kali beban mati

3. Penentuan panjang L untuk bentang yang berbeda :

- Untuk momen lapangan, L = bentang bersih diantara tumpuan.

- Untuk momen tumpuan, L = rata-rata bentang bersih pada sebelah kiri dan kanan tumpuan.

Search

bentang bersih pada sebelah kiri dan kanan tumpuan. Search Subscribe Popular Post Download File Arsip POPULAR
Subscribe
Subscribe

Popular Post

Download File

Arsip

POPULAR POSTS

Follow Us!Subscribe Popular Post Download File Arsip POPULAR POSTS Rute Busway D.K.I. Jakarta 2012 Mengenal Jenis dan

Rute Busway D.K.I. Jakarta 2012

Mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Konstruksi

Tips Membangun Rumah Idaman Menarik dan Elegan Murah dan Tidak Murahan

Be Our Fan
Be Our Fan

STATISTIK

PENGUNJUNG

286,204

Teknik penyusunan Jaringan Kerja /

SHARE

LABELS

286,204 Teknik penyusunan Jaringan Kerja / SHARE LABELS Beton TENTANG CAD Bagaimana caranya agar XREF dapat
Beton
Beton

TENTANG CAD

Bagaimana caranya agar XREF dapat terbaca setelah dikirimkan? - Edwin Prakoso

Bagaimana menampilkan dialog Array? - Edwin Prakoso

Mengatur default template dan library di Revit - Edwin Prakoso

Bekerja dengan unit yang berbeda di AutoCAD - Edwin Prakoso

Pemenang kontes Rendering AutoCAD - Edwin Prakoso

HALAMAN FACEBOOK

(10) Beton Bertulang

(6)
(6)

Jalan

Raya

LANGGANAN

FACEBOOK (10) Beton Bertulang (6) Jalan Raya LANGGANAN Pos Komentar PT PLN PERSERO TEKNIK SIPIL 1

Pos

FACEBOOK (10) Beton Bertulang (6) Jalan Raya LANGGANAN Pos Komentar PT PLN PERSERO TEKNIK SIPIL 1

Komentar

(10) Beton Bertulang (6) Jalan Raya LANGGANAN Pos Komentar PT PLN PERSERO TEKNIK SIPIL 1 of

PT PLN PERSERO

TEKNIK SIPIL

(10) Beton Bertulang (6) Jalan Raya LANGGANAN Pos Komentar PT PLN PERSERO TEKNIK SIPIL 1 of

Perencanaan Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz

Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz

http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/11/perencanaan-pelat-beton-1-sat

Kampuz Sipil Suka 516 orang menyukai Kampuz Sipil . Plugin sosial Facebook

Kampuz Sipil

Suka
Suka

516 orang menyukai Kampuz Sipil.

Kampuz Sipil Suka 516 orang menyukai Kampuz Sipil . Plugin sosial Facebook

Plugin sosial Facebook

PENGIKUT

menyukai Kampuz Sipil . Plugin sosial Facebook PENGIKUT with Google Friend Connect Members (33) More »

with Google Friend Connect

Members (33)

More »

PENGIKUT with Google Friend Connect Members (33) More »   Gambar 1. Koefisien momen pelat satu
 
 
 
 
 
 
 

Gambar 1. Koefisien momen pelat satu arah

Gambar 1. Koefisien momen pelat satu arah
Gambar 1. Koefisien momen pelat satu arah
Gambar 1. Koefisien momen pelat satu arah
Gambar 1. Koefisien momen pelat satu arah
Gambar 1. Koefisien momen pelat satu arah
Gambar 1. Koefisien momen pelat satu arah

Untuk dapat lebih memahami analisis perhitungan pelat satu arah, dibawah ini diberikan langkah-langkah perhitungan pelat satu arah sebagai berikut:

analisis perhitungan pelat satu arah, dibawah ini diberikan langkah-langkah perhitungan pelat satu arah sebagai berikut:
analisis perhitungan pelat satu arah, dibawah ini diberikan langkah-langkah perhitungan pelat satu arah sebagai berikut:
analisis perhitungan pelat satu arah, dibawah ini diberikan langkah-langkah perhitungan pelat satu arah sebagai berikut:
analisis perhitungan pelat satu arah, dibawah ini diberikan langkah-langkah perhitungan pelat satu arah sebagai berikut:
analisis perhitungan pelat satu arah, dibawah ini diberikan langkah-langkah perhitungan pelat satu arah sebagai berikut:
analisis perhitungan pelat satu arah, dibawah ini diberikan langkah-langkah perhitungan pelat satu arah sebagai berikut:

1. Tentukan tebal pelat, dengan syarat batas lendutan (Tabel 1.4).

1. Tentukan tebal pelat, dengan syarat batas lendutan (Tabel 1.4).
1. Tentukan tebal pelat, dengan syarat batas lendutan (Tabel 1.4).
1. Tentukan tebal pelat, dengan syarat batas lendutan (Tabel 1.4).
1. Tentukan tebal pelat, dengan syarat batas lendutan (Tabel 1.4).
1. Tentukan tebal pelat, dengan syarat batas lendutan (Tabel 1.4).
1. Tentukan tebal pelat, dengan syarat batas lendutan (Tabel 1.4).

2. Hitung beban-beban : beban mati, beban hidup dan beban berfaktor

Already a member? Sign in

 

3. Hitung momen akibat beban berfaktor (Tabel 2.1).

- ρ min < ρ < ρ mak

COMMENTS

 

4. Tentukan diameter dan jarak tulangan, dengan memperhatikan lebar retak:

yunni helmi wrote  

yunni helmi wrote

 

makasi definisinya sangat membantu :)

 

muhammad syarief wrote

 

blok yang anda buat ini sangat membantu kami dan terima kasih atas panduan dan penjelasan teknisnya.

kami dan terima kasih atas panduan dan penjelasan teknisnya. Lukisan Bunga wrote terima kasih gan atas

Lukisan Bunga wrote

terima kasih gan atas tips memilih warnanya, sangat bermanfaat. salam kenal dan salam juga buat rekan2 gan.

Adi Atmadilaga, S.T. wrote

Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

Lukisan Bunga wrote

kalau saya pilih warna hijau bagus gak ya terima kasih mas bro atas postigannya. salam kenal ya.

Adi Atmadilaga, S.T. wrote

ya cukup lah bwt sekedar nyicil rumah mah, malah nyicil rumah + nyicil mobil jg bisa kalo g makan, jgn khawatir, BUMN gitu loh, hha_

mah, malah nyicil rumah + nyicil mobil jg bisa kalo g makan, jgn khawatir, BUMN gitu

Perencanaan Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz

http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/11/perencanaan-pelat-beton-1-sat

Untuk lebih jelas masalah perencanaan pelat lantai satu arah, silahkan lihat contoh soal perencanaan pelat lantai satu arah dibawah ini

Contoh :

Diketahui pelat lantai seperti pada gambar dibawah ditumpu bebas pada tembok bata, menahan beban hidup 150 kg/m2dan finishing penutup pelat (tegel,spesi,pasir urug) sebesar 120 kg/m2. Pelat ini terletak dalam lingkungan kering. Mutu beton fc’ = 20 MPa, Mutu baja fy = 240 MPa (Polos).

Mutu beton fc’ = 20 MPa, Mutu baja fy = 240 MPa (Polos). Ditanyakan : Tebal

Ditanyakan : Tebal Pelat dan Penulangan yang diperlukan.

Penyelesaian:

1. Tentukan tebal pelat (berkenaan syarat lendutan).

Tebal minimum pelat hmin menurut Tabel 1.4, untuk fy = 240 MPa dan pelat ditumpu bebas pada dua tepi adalah :

hmin = Tebal pelat ditentukan h = 0,14 m (= 140 mm).

2. Penghitungan Beban-Beban yang terjadi.

qu = 1,2 qd + 1,6 q1 qd akibat berat sendiri = 0,14 x 2,40 = 0,336 t/m2 qd dari finishing penutup lantai = 0,120 t/m2

Total beban mati qd = 0,456 t/m2 Beban hidup q1 = 0,150 t/m2

Beban berfaktor qu = 1,2 x 0,0,456 + 1,6 x 0,150

= 0,7872 t/m2

3. Penghitungan Momen-Momen yang terjadi

Dengan menggunakan koefisien momen, didapat :

Pada lapangan, Mu = 1/8 qu L2 = 1/8 x 0,7872 x 3,62

= 1,2753 tm

Pada tumpuan (memperhitungkan jepit tak terduga) Mu = 1/24 qu L2 = 1/24 x 0,7872 x 3,62 = 0,4251 tm

4. Penghitugnan Tulangan

Tebal pelat h = 140 mm Tebal penutup p = 20 mm (pasal 1.3). Ditentukan diameter tulangan f p = 10 mm

Tinggi efektif d = h – p – ½ f p

mm (pasal 1.3). Ditentukan diameter tulangan f p = 10 mm Tinggi efektif d = h

Perencanaan Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz

Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz b. Tulangan Tumpuan c. Tulangan Pembagi
Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz b. Tulangan Tumpuan c. Tulangan Pembagi

b. Tulangan Tumpuan

(satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz b. Tulangan Tumpuan c. Tulangan Pembagi

c. Tulangan Pembagi

http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/11/perencanaan-pelat-beton-1-sat

c. Tulangan Pembagi http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/11/perencanaan-pelat-beton-1-sat 4 of 6 9/11/2013 3:23 PM

Perencanaan Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz

Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz 5.Gambar Sketsa Penulangan

5.Gambar Sketsa Penulangan

Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz 5.Gambar Sketsa Penulangan

http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/11/perencanaan-pelat-beton-1-sat

Semoga tulisan ini dapat memberikan inspirasi buat rekan-rekan. Sumber : http://newkidjoy.blogspot.com

Artikel Terkait:

Beton

Persyaratan Beton BertulangBeton BETON RINGAN (LIGHTWEIGHT CONCRETE) ATAU HEBEL Komposisi dan Pencampuran Beton Berdasarkan Mutu Beton Definisi Pelat

BETON RINGAN (LIGHTWEIGHT CONCRETE) ATAU HEBELBeton Persyaratan Beton Bertulang Komposisi dan Pencampuran Beton Berdasarkan Mutu Beton Definisi Pelat Satu Arah dan

Komposisi dan Pencampuran Beton Berdasarkan Mutu BetonBertulang BETON RINGAN (LIGHTWEIGHT CONCRETE) ATAU HEBEL Definisi Pelat Satu Arah dan Pelat Dua Arah Beton

Definisi Pelat Satu Arah dan Pelat Dua ArahHEBEL Komposisi dan Pencampuran Beton Berdasarkan Mutu Beton Beton Bertulang Jenis-Jenis Beton Jenis-Jenis Type Semen

Beton BertulangMutu Beton Definisi Pelat Satu Arah dan Pelat Dua Arah Jenis-Jenis Beton Jenis-Jenis Type Semen Portland

Jenis-Jenis BetonDefinisi Pelat Satu Arah dan Pelat Dua Arah Beton Bertulang Jenis-Jenis Type Semen Portland Kekurangan dan

Jenis-Jenis Type Semen PortlandPelat Satu Arah dan Pelat Dua Arah Beton Bertulang Jenis-Jenis Beton Kekurangan dan Kelebihan Beton Definisi

Kekurangan dan Kelebihan BetonPelat Satu Arah dan Pelat Dua Arah Beton Bertulang Jenis-Jenis Beton Jenis-Jenis Type Semen Portland Definisi

Definisi BetonArah dan Pelat Dua Arah Beton Bertulang Jenis-Jenis Beton Jenis-Jenis Type Semen Portland Kekurangan dan Kelebihan

Posted in: Beton,Beton Bertulang,Materi Kuliah,Pelat 1 (satu) Arah),Perencanaan Pelat,Teknik Struktur

Reactions:

Arah) , Perencanaan Pelat , Teknik Struktur Reactions: Posting Lebih Baru Beranda 0 CO M M

Posting Lebih Baru

Beranda

0

CO M M E NT

S :

P O S K AN

KO

M E N T AR

Posting Lama

Lebih Baru Beranda 0 CO M M E NT S : P O S K AN

Perencanaan Pelat Beton 1 (satu) Arah (SNI-03-2847-2002) ~ Kampuz

http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/11/perencanaan-pelat-beton-1-sat

Beri komentar sebagai: L INKS T O T HIS P O S T Buat sebuah
Beri komentar sebagai:
Beri komentar sebagai:

L INKS T O

T HIS

P O S T

Buat sebuah Link

+3

Rekomendasikan ini di Google

Follow by Email

sebuah Link +3 Rekomendasikan ini di Google Follow by Email Cari Blog Ini OTHER'S BLOG Blognya
sebuah Link +3 Rekomendasikan ini di Google Follow by Email Cari Blog Ini OTHER'S BLOG Blognya

Cari Blog Ini

Rekomendasikan ini di Google Follow by Email Cari Blog Ini OTHER'S BLOG Blognya Wong Sipil karo
Rekomendasikan ini di Google Follow by Email Cari Blog Ini OTHER'S BLOG Blognya Wong Sipil karo

OTHER'S BLOG

Blognya Wong Sipil karo Arsitekini di Google Follow by Email Cari Blog Ini OTHER'S BLOG V-Ray 2.0 for SketchUp Available

V-Ray 2.0 for SketchUp Available Now

Atmadilaga ZoneWong Sipil karo Arsitek V-Ray 2.0 for SketchUp Available Now Soil improvement CIVIL ACADEMIC Mid.dwg -

Soil improvement

CIVIL ACADEMICfor SketchUp Available Now Atmadilaga Zone Soil improvement Mid.dwg - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file

Mid.dwg - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh

VaILiXI- penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh International Building Code 2006 Autocad Civil 3D Membuat

International Building Code 2006

Autocad Civil 3D

Membuat Grading untuk Site

TOP MINGGU INI

Mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Konstruksi

Pengalaman Mengikuti Seleksi Masuk Penerimaan PT. PLN (Persero)

TEKNIK PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN

Teknik penyusunan Jaringan Kerja / Network Planning

Menghitung Daya Dukung Tanah

Pengertian dan Macam jembatan

Kurve “S” (Teknik Penyusunan/Pembuatan Kurva "S")

Desain Pondasi Telapak (Foot plate)

CopyrightCopyright ©© 20112011 KampuzKampuz SipiLSipiL || PoweredPowered byby BloggerBlogger

TOP BULAN INI

Mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Konstruksi

Pengalaman Mengikuti Seleksi Masuk Penerimaan PT. PLN (Persero)

TEKNIK PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN

Menghitung Daya Dukung Tanah

Teknik penyusunan Jaringan Kerja / Network Planning

Tips Membangun Rumah Idaman Menarik dan Elegan Murah dan Tidak Murahan

Kurve “S” (Teknik Penyusunan/Pembuatan Kurva "S")

Desain Pondasi Telapak (Foot plate)

DesignDesign byby FreeFree WordPressWordPress ThemesThemes || BloggerizedBloggerized byby LasanthaLasantha -- PremiumPremium BloggerBlogger ThemesThemes || FreeFree SamplesSamples ByBy MailMail

Premium Blogger Blogger Themes Themes | | Free Free Samples Samples By By Mail Mail 6