Anda di halaman 1dari 2

Kelenjar adrenal. A. Morfologi 1.

Kelenjar adrenal (kelenjar supra renal) adalah dua masa triangular pipih bewarna kuning yang tertanam pada jaringan adipose. Organ ini berada dikutub atas ginjal. 2. Masing-masing kelenjar adrenal terdiri dari korteks dibagian luar dan mendula di bagian bagian dalam. a. Korteks mensekresi hormon steroid.korteks terbagi menjadi tiga lapisan, dari luar kedalam: zona glomerulosa, zona fesikulata,dan zona retikularis. b. Medula, yang secara embriologik berasal dari jenis neuroektodermis sama (sel-sel Krista saraf) yang menjadi asal neuron simpatis. B. Hormon kelenjar adrenal 1. Hormon mendular d isekresi oleh sel-sel kromatin medula adrenal untuk merespon stimulus preganglionik simpatis hormone ini meliput katakolamin,epinefrin (80 %) dan norepinefrin (20%). a. Epinefrin dan norepinefrin memiliki perbedaan efek pisiologis yang berkaitan dengan kedua jenis reseptornya, alfa dan beta, yang terletak pada membrane sel target. b. Secara keseluruhan, fungsi hormone ini adalah untuk mempersiapkan tubuh terhadap aktivitas fisik yang merespon stress, kegembiraan, cedera, latihan, dan penurunan kadar gula darah. 2. Hormon kortikal adrenal, berlawanan dengan hormon medular, sangat penting untuk kehidupan. a. Mineralokortikoid disintesis dalam zona glomerulosa 1) Aldosteron, mineralokortiroid terpenting, mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian kadar natrium dan kalium dalam darah 2) Kendali sekresi. Sekresi aldosteron diatur oleh kadar natrium darah, tetapi terutama oleh mekanisme rennin-angiostensin. b. Glukokortikoid disintesis dalam zona fasikulata. Hormone ini meliputi kortikosteron, kortisol, dan kortison. Hormone yang terpenting adalah kortisol. 1) Efek fisiologi a) Glukokortikoid mempengaruhi metabolism glukosa, protein, dan lemak untuk membentuk cadangan molekul yang siap dimetabolis. b) Hormon inimeningkatkan sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat (glukoneogenesis), simpanan glikogen di hati (glukogenesis), dan peningkatan kadar glukosa darah. c) Hormon ini juga meningkatkan penguraian lemak danprotein serta menghambat ambilan asam amino dan sintesis protein. d) Hormone ini juga menstabilisasi membran lisosom untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. 2) Kendali sekresi glukokortikoid adalah melalui kerja ACTH dalam mekanisme umpan balik negatif. Stimulus utama dari ACTH adalah semua jenis stres fisik atau emosional.

a) Stres (misalnya, trauma, infeksi, atau kerusakan jaringan) akan memicu impuls saraf ke hipotalamus. b) Hipotalamus kemudian mensekresi hormone pelepas kortikotropin (corticotropin- releasing hormone [CRH]), yang melewati sistem portal hipotalamus-hipofisis menuju kelenjar pituitary anterior, yang melepas ACTH. c) ACTH bersirkulasi dalam darah menuju kelenjar adrenal dan mengeluarkan sekresi glukokortikoid. d) Glukokortikod maengakibatkan peningkatan persendian asam amino, lemak,dan glukosa dalam darah untuk membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan stress dan menstabilkan membran lisososm untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. c. Gonadokortikod (steroid kelamin ) disentesis pada zona retikularis dalam jumlah yang relatif sedikit. Steroid ini berfungsi terutama sebagai prekursor untuk pengubahan testoteron dan estrogen oleh jaringan lain. 3. Abnormalitas sekresi adrenokortikal. a. Hiposekresi terjadi karena destruksi jaringan kortikal akibat penyakit atau artrofi, dikenal sebagai penyakiy Addison. Penyakit ini menyebabkan ketidakseimbangan natrium-kalsium darah, penghitaman kulit (akibat penambahan ACTH, mirip dengan MSH), dan penurunan kemampuan untuk merespon stres fisiologis b. Hipersekresi dapat terjadi akibat tumor adrenal atau akibat peningkatan produksi ACTH. Efek hipersekresi ini bergantung pada jenis sel dalam korteks adrenal yang menskresi hormon dalam jumlah besar. Pankreas endokrin A. Morfologi 1. Pankreas dalah organ pipih yang terletak dibelakang dan sedikit di bawah lambung dalam abdomen. Organ ini memiliki dua fungsi: fungsi endokrin dan fungsi eksokrin. 2. Bagian eksokrin dari pankreas berfungsi sebagai sel asinar pankreas , memproduksi cairan pankreas yang disekresi melalui duktus pankreas kedalam usus halus. 3. Sel endokrin dapat ditemunkan dipulau-pulau Langerhans, yaitu kumpulan kecil sel yang tersebar diseluruh organ. Ada 4 jenis sel penghasil hormon yang teridentifikasi dalam pulaupulau tersebut: a. Sel alfa mensekresi glukagon, yang meningkatkan kadar gula darah. b. Sel beta mensekresi insulin,yaitu menurunkan kadar gula darah. c. Sel delta mensekresikan somatostatin, atau hormon penghalang hormon pertumbuhan , yaitu menghambat sekresi glukagon dan insulin. d. Sel F mensekresi polipeptida pankreas , sejenis hormon pencernaan untuk fungsi yang tidak jelas, yang dilepaskan setelah makan.