Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK CBR 250R TERHADAP KEPUTUSAN BELI KONSUMEN PADA PT.

MENARA AGUNG DI KOTA PAYAKUMBUH

DEFRIMA PUTRA 09101155310127 SASNELWATI, SE.MM NIDN. 1024017001 YULASMI, SE.MM NIDN. 1019087501 Yulasmi12@yahoo.com
Abstrak DEFRIMA PUTRA, 09101155310127, Jurusan Manajemen, Tahun 2013, Pengaruh Harga dan Kualitas Produk CBR250R Terhadap Keputusan Beli Konsumen Pada PT.Menara Agung Di Kota Payakumbuh, di bawah bimbingan Ibu Sasnelwati, SE, MM. dan Bapak Yulasmi, SE, MM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas produk CBR250R terhadap keputusan beli konsumen pada PT.Menara Agung Di Kota Payakumbuh. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengumpulan data berupa kuisioner dan metode analisis yaitu analisis korelasi dan analisis regresi, untuk uji hipotesis digunakan yaitu uji signifikan 0,00< 0,05. Berdasarkan hasil Uji statistik (Uji t) hasil pengujian terhadap koefisien regresi diperoleh, Harga memiliki t hitung 4,378 > ttabel 2.008 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0.05, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan positif antara Harga dengan Keputusan Beli konsumen dalam melakukan pembelian sepeda mot CBR250R. Kualitas Produk memiliki t hitung 7,842 > ttabel 2,008 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0.05, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan positif antara Kualitas Produk dengan Keputusan Beli konsumen dalam melakukan pembelian sepeda motor Honda CBR250R. Berdasarkan uji regresi berganda didapat persamaan Y = 1,881 + 0,337X1 + 0,540X2. Kemudian berdasarkan uji simultan (Uji F) dapat diketahui nilai Fhitung 345,946 > 3,18, artinya Harga dan Kualitas Produk berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Keputusan Beli Konsumen PT.Menara Agung Di Kota Payakumbuh dalam melakukan pembelian sepeda motor CBR250R. Dan berdasarkan uji koerisien determinasi (R2) nilainya adalah 0,931. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya persentase kontribusi variabel Harga dan Kualitas Produk CBR250R terhadap Keputusan Beli Konsumen pada PT.Menara Agung Di Kota Payakumbuh adalah sebesar 93,1% sisanya 6,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam variabel yang diteliti. Akhirnya penulis menyarankan agar perusahaan memperhatikan faktor Harga dan lebih meningkatkan kualitas produk sepeda motor CBR250R. Kata Kunci : Keputusan Beli Konsumen, Harga, Kualitas Produk

Nama file journal :09101155310127_Defrima Putra_Manajemen

1.

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

1.

Dalam persaingan bisnis sepeda motor yang semakin ketat ini. Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat sukses dalam persaingan adalah berusaha mencapai tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan dengan membuat citra yang baik dimata pelanggan itu sendiri yang nantinya akan menimbulkan loyalitas yang berkelanjutan.

2.

Pemasaran adalah tombak perusahaan, mengingat pemasaran yang berujung pada penjualan dilaksanakan untuk mendapatkan laba. Konsumen akhir-akhir ini menjadi semakin jeli dalam menentukan barang atau jasa yang dikehendaki. Usaha Honda dalam membentuk keyakinan konsumen dilakukan melalui iklan yang menampilkan bintang iklan dengan image yang baik dimata masyarakat. Selain itu Honda menyodorkan produk yang dinilai paling memahami kondisi konsumen saat ini. Pada saat

kondisi BBM (bahan bakar minyak) naik, Honda berusaha menjual irit yang dinilai tepat sebagai jargon efektif untuk meransang para calon konsumen. Tabel 1.1 Penjualan sepeda motor 250cc di kota payakumbuh

Harga Dan Kualitas Produk CBR 250R Terhadap Keputusan Beli Konsumen di kota Payakumbuh. 1.4. Rumusan Masalah Untuk memudahkan dalam menganalisa permasalahan diatas, maka perlu dirumuskan suatu masalah yang akan diteliti, yaitu sebagai berikut: a. Bagaimanakah pengaruh harga terhadap keputusan beli konsumen PT.Menara Agung Indonesia terhadap sepeda motor CBR 250R di kota Payakumbuh. b. Bagaimanakah pengaruh kualitas produk terhadap keputusan beli konsumen PT.Menara Agung Indonesia terhadap sepeda motor CBR 250R di kota Payakumbuh. c. Bagaimanakah pengaruh harga dan kualitas produk terhadap keputusan beli konsume PT.Menara Agung Indonesia terhadap sepeda motor CBR 250R di kota Payakumbuh.

1.5 Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh harga terhadap keputusan beli konsumen Indonesia PT.Menara Agung terhadap sepeda motor CBR 250R di kota Payakumbuh. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas produk terhadap keputusan beli konsumen PT.Menara Agung Indonesia terhadap sepeda motor CBR 250R di kota Payakumbuh. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh harga dan kualitas produk secara simultan terhadap keputusan beli konsumen PT.Menara Agung Indonesia terhadap sepeda motor CBR 250R di kota Payakumbuh.

2. 1.2 Identifikasi Masalah 3. Berdasarkan latar belakang penelitian yang dikemukakan diatas, maka penulis mengidentifikasikan beberapa factor yang mempengaruhi keputusan beli konsumen PT.Menara AGUNG Indonesia terhadap sepeda motor CBR 250R di kota Payakumbuh:

1.6 Manfaat Penelitian


Dalam melakukan penelitian dapat diambil manfaat dari penelitian tersebut sebagai berikut: 1) Bagi perusahaan Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pertimbangan sehingga dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang cepat atas kebijaksanaan yang akan dilaksanakan. 2) Bagi penulis Penelitian ini bermanfaat untuk mengaplikasikan ilmu yang penulis miliki serta menambah wawasan dan pengetahuan terhadap masalah yang dibahas.

a. Harga CBR 250R berpengaruh terhadap


keputusan beli konsumen pada PT.Menara Agung Payakumbuh . b. Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan beli konsumen pada PT.Menara Agung Payakumbuh. c. Harga dan kualitas produk terhadap keputusan beli konsumen pada PT.Menara Agung Payakumbuh. 1.3 Batasan Masalah Dengan melihat masalah yang ada, maka penulis membatasi permasalahan penelitian pada Pengaruh

3) Bagi orang lain Penelitian ini merupakan masukan yang akan memperkaya penilitian dalam ilmu manajemen khususnya dan ekonomi umumnya sehingga menjadi bahan bacaan ataupun bahan pertimbangan.

Prajudi Atmosudirjo (2012:7): Suatu sistem terdiri atas objek-objek atau unsur-unsur atau komponenkomponen yang berkaitan dan berhubungan satu sama lainnya sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan suatu kesatuan atau pengolahan yang tertentu . 2.2. Tijauan Pustaka

2.

LANDASAN TEORI 2.2.1 Pengertian Pemasaran 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu Menurut Kotler (2002;9) yang diterjemahkan Ancellawati: Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. 2.2.2 Harga 2.2.2.1 Pengertian Harga Harga merupakan ekspresi nilai, yang mana nilai menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi dan layanan yang menyertainnya. Dengan kata lain, harga adalah estimasi penjual terhadap arti semua hal tersebut bagi para pembeli potensial dan menyadari opsi lain yang dimilikin pembeli , karena memenuhi kebutuhan atas produk yang bisa memuaskannya (Hermawan kertajaya, 2006 ; 93). 2.2.2.2 Tujuan Kebijakan Harga Menurut Effendi (2007;197), yaitu: Syaratsyarat ketetapan harga terpisah dan berbeda dari penentuan tingkat harga, karena kebijakan harga yang ada dapat sama untuk harga yang berlainan dan perbedaan kebijakan merupakan suatu perhatian sebagai keputusan rutin mereka membantu sebagai jalan bagi pimpinan perusahaan dalam mengikuti penentuan keputusan harga 2.2.2.3 Macam-Macam Kebijakan Harga Kebijakan harga dapat dibedakan menjadi beberapa macam, seperti yang dikemukakan oleh Lamarto (2006;350), yaitu: 1) Potongan dan kelonggaran (discount allowance) 2) Penetapan harga unit (unit pricing) 3) Strategi lini harga (price lining) 4) Sarana pengendalian harga eceran and

Elkalia Putri Desi (2008) UPI, Dalam Skripsi Berjudul Pengaruh faktor faktor Marketing Mix Terhadap Minat Beli Konsumen( Studi kasus konsumen Suzuki Shogun Di Sungai Rumbai, Dhamasraya ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi Bauran Pemasaran, (meliputi: Produk, Harga, Distribusi, Promosi) terhadap kepuasan pasca pembelian sepeda motor Suzuki Shogun. Pengaruh tersebut dapat dilihat secara baik satu persatu (Parcial) terhadap variable terikat. Jenis penelitian ini adalah penelitian. Populasi lainnya, Populasi dari penelitian bagaimana suatu variable mempengaruhi variable lainnya. Populasi dari sampel ini adalah konsumen pengguna sepeda motor Suzuki Shogun di Sungai Rumbai Dhamasraya. Jumlah sampel ditentukan dengan pendapat Slovin yang dikemukakan Oman (1999:156) 100 responden untuk memperoleh data dilakukan penyebaran kuisioner pada responden dengan teknik accidental sampling, kuisioner disusun memakai skala linkert. Uji T ditemukan bahwa 4 variabel bebas (yakni: Produk, Harga, Distribusi, Promosi) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap terhadap pasca pembelian dan dua variable bebas lainnya (yakni: minat beli) berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kepuasan pasca pembelian, sedangkan satu variable bebas (yakni: minat beli konsumen) berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kepuasan pasca pembelian. Secara umum sistem adalah sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi serta hubungan antar objek bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan. Dengan demikian, secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain. Adapun pengertian sistem menurut para ahli adalah sebagai berikut : Definisi sistem secara umum dalam buku Tata Sutabri menurut Prof. Dr. Mr. S.

5) 6) 7)

Penetapan harga pelopor dan undang-undang Penetapan harga psikologis Persaingan harga lawan persaingan non harga

8.

2.2.3 Kualitas Produk Kualitas adalah salah satu alat utama untuk positioning menetapkan posisi bagi pemasar. Kualitas produk memiliki dua dimensi-tingkat dan konsistensi. Dalam pengembangan suatu produk, pemasar awalnya harus memilih tingkat kaulitas yang akan mendukung posisi produk di pasar sasaran. Di sini, kualitas produk berarti kualitas kinerja-kemampuan produk untuk melaksanakan fungsinya. Perusahaan jarang mencoba utnuk menawarkan tingkat kaulitas kinerja tinggi, sebaliknya perusahaan memilih tingkat kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar sasaran dan tingkat kualitas produk pesaing (Kotler, 2001; 354). 2.2.3.1 Pengertian Kualitas Produk Menurut Philip Kotler diterjemahkan oleh Hendra Teguh & Rommy. A. Rusli (2002;49) Kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau pelayanan pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/ tersirat. 2.2.3.2 Dimensi kualitas produk Dimensi kualitas produk menurut Fandy Tjiptono (2002;25) mengenukakan, bahwa kualitas produk memiliki beberapa dimensi antara lain : Kinerja (Performance) merupakan karakteristik operasi dan produk inti (core product) yang dibeli. 2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (Features) yaitu karakteristik sekunder atau pelengkap. 3. Kesesuaian dengan spesifikasi (Conformance to Spesification) yaitu sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya. 4. Keandalan (Realibility) yaitu kemungkinan kecil akan mengalami kerusakan atau gagal pakai. 5. Daya tahan (Durability) berkaitan dengan berapa lama produk tersebut dapat terus digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis. 6. Estetika (Easthetica) yaitu daya tarik produk terhadap panca indera. 7. Kualitas yang dipersepsikan (Perceived Quality) merupakan persepsi konsumen terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk. Biasanya karena kurangnya pengetahuan pembeli akan atribut atau ciri-ciri produk yang akan dibeli, maka pembeli mempersepsikan kualitasnya dari aspek harga, nama 1.

merek, iklan, reputasi perusahaan, maupun negara pembuatnya. Dimensi kemudahan perbaikan (Serviceability) meliputi kecepatan, kemudahan, penanganan keluhan yang memuaskan. Pelayanan yang diberikan tidak terbatas hanya sebelum penjualan, tetapi juga selama proses penjualan hingga purna jual yang mencakup pelayanan reparasi dan ketersediaan komponen yang dibutuhkan. 2.2.4 Keputusan Pembelian 2.2.4.1 Pengertian Perilaku Konsumen Swastha dan Handoko (2007;10) mengatakan : Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tertentu. 2.2.4.2 Pengertian Keputusan Pembelian Pengertian keputusan pembelian, menurut Kotler & Armstrong (2001;226) adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan. 2.2.4.3 Proses keputusan pembelian Menurut Kotler dalam Hendra (2001;162) tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu: 1) Pengenalan kebutuhan 2) Pencarian Informasi 3) Evaluasi alternative 4) Keputusan Membeli 5) Tingkah laku pasca pembelian 2.3 Kerangka Pikir Kerangka fikir dapat diagambarkan sebagai berikut

Gambar : 2.1 Kerangka Pikir 2.4 Hipotesis 1) Diduga variable harga secara parsial berpengaruh terhadap keputusan beli konsumen pada

PT.Menara Agung Payakumbuh terhadap pembelian sepeda motor Honda CBR 250R di kota Payakumbuh. 2) Diduga variable kualitas Produk secara parsial berpengaruh terhadap keputusan beli konsumen PT.Menara Agung Payakumbuh terhadap pembelian sepeda motor Honda CBR 250R di kota Payakumbuh. 3) Diduga variable harga dan kualitas Produk secara simultan berpengaruh terhadap keputusan beli konsumen PT.Menara Agung Payakumbuh terhadap pembelian sepeda motor Honda CBR 250R di kota Payakumbuh. 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada dealer resmi Honda PT.Menara Agung yang bertempat di pusat kota Payakumbuh. PT.Menara Agung merupakan perusahaan yang bergerak pada bisnis penjualan sepeda motor bermerek Honda yang salah satunya adalah Honda CBR 250R. 3.2 Desain Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan desain penelitian deskriptif. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini termasuk kedalam metode penelitian deskriptif. 3.3. Variabel Penelitian Di dalam penelitian ini variable yang diteliti ada dua variable yaitu: 1) Variable Independent (X) a) Harga (X1) b) Kualitas Produk (X2) 2) Variable Dependent (Y) Keputusan Beli Konsumen 3.4 Jenis Data 1) Data Primer (Primary Data) 2) Data Sekunder (Secondary Data) 3.5 Teknik Pengumpulan Data 1) Field Research (Penelitian Lapangan) a. Kuesioner atau angket b. Wawancara 2) Library Research (Penelitian Kepustakaan) 3.6. Populasi dan Sampel 1) Populasi Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pelanggan dari dealer Honda PT.Menara Agung Payakumbuh yaitu sebanyak 117 konsumen. 2) Sampel

Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 54 koresponden. 3.7 Metode Analisis Data 1) Analisa Data Deskriptif 2) Analisa Data Deskriptif a) Uji Validitas

b) Uji Reliabilitas

c) Analisis regersi linier

3.8 Uji Hipotesis 1) Uji Hipotesis I : Uji serempak (Uji F)

1. Jenis Kelamin

2. a) Fh Ft, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variasi dari model regresi berhasil menerangkan variasi variabel bebas secara keseluruhan, sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas (variabel terikat) b) Fh < Ft, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variasi dari model regresi tidak berhasil menerangkan variasi variabel bebas secara keseluruhan, sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas (variabel terikat). 2) Uji Hipotesis II : Uji Parsial (Uji t)

Umur

3.

Pekerjaan

1) th tt maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variasi variabel bebas dapat menerangkan variabel tidak bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh diantara kedua variabel yang diuji. 2) th < tt maka H0 diterima dan Ha ditolak Artinya variasi variabel bebas tidak dapat menerangkan variabel tidak bebas (variabel terikat) dan terdapat pengaruh antara dua variabel yang diuji.

4.

Pendapatan Perbulan

4. ANALISA DATA DAN INTERPRESTASI 4.1 Karakteristik Responden 4.2 Distribusi Frekuensi 1. Distribusi Frekuensi Harga (X1) Jawaban Variabel

1.

Validitas Variabel Harga (X1)

2.

Validitas Variabel Kualitas Produk (X2)

2.

Distribusi Frekuensi Produk (X2)

Jawaban

Kualitas

3.

Validitas Variabel Keputusan Pembelian (Y)

3.

Distribusi Frekuensi Jawaban Keputusan Pembelian (Y)

Variabel 4.3.2 Uji Reliabilitas

4.3 Pengujian Instrumen Penelitian 4.3.1 Uji Validitas

4.5.2 4.4 Analisis Korelasi

Analisis Regresi Linear Berganda

4.6 Uji Hipotesis 4.6.1 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (uji t)

4.6.2

Pengujian Hipotesis Secara Simultan (F)

4.5 Analisis Regresi 4.5.1 Analisis Regresi Linear Sederhana

4.6.3

Koefisien Determinasi (R2)

4.7 Implementasi Hasil Penelitian 1. Adanya pengaruh harga secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, menunjukkan faktor-faktor dari harga terhadap keputusan pembelian sepeda motor CBR250R, dinilai sangat penting, dan dalam pelaksanaannya sangat penting dan telah sesuai dan sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. 2. Adanya pengaruh Kualitas Produk secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, menunjukkan kualitas produk terhadap keputusan pembelian sepeda motor CBR250R, sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

3. Secara bersama-sama atau simultan harga dan


kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian Sepeda Motor CBR250R pada PT.Menara Agung Payakumbuh.

5. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian tentang Pengaruh Harga dan Kualitas Produk CBR250R Terhadap Keputusan Beli Konsumen PT.Menara Agung Payakumbuh. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara harga terhadap keputusan konsumen PT.Menara Agung Payakumbuh dalam melakukan pembelian sepeda motor CBR250R dengan koefisien korelasi r = 0,965. koefisien derteminasi sebesar 0,931 dan thitung > ttabel (4,378 > 2.008) dengan nilai signifikasi kecil dari alfa 5 %. Persamaan regresi antara harga terhadap keputusan pembelian adalah Y= 3,014 + 0,809X1. Yang berarti bahwa keputusan pembelian dapat ditingkatkan sebesar 1 unit dengan meningkatkan 0,809 harga pada konstanta sebesar 3,014 . 2. Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk terhadap keputusan konsumen PT.Menara Agung Payakumbuh dalam melakukan pembelian sepeda motor CBR250R dengan koefisien korelasi r = 0,965, koefisien derteminasi sebesar 0,931 dan thitung > ttabel (7,842>2,008) dengan nilai signifikasi kecil dari alfa 5%. Persamaan regresi antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian adalah Y= 1,744 + 0,876X2, yang berarti bahwa keputusan pembelian dapat ditingkatkan sebesar 1 unit dengan meningkatkan 0,876 kualitas produk pada konstanta sebesar 1,744. 3. Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara harga dan kualitas produk terhadap keputusan beli konsumen PT.Menara Agung Payakumbuh dalam melakukan pembelian sepeda motor CBR250R dengan koefisien korelasi R = 0,965, koefisien derteminasi (R2) sebesar 0,931, dan Fhitung 345,946 > ftabel 3,18 dengan nilai signifikasi kecil dari alfa 5%. Persamaan regresi antara harga dan kualitas Produk terhadap keputusan pembelian adalah Y = 1,881 + 0,337X1 + 0,540X2. Yang berarti bahwa Konstanta sebesar 1,881 jika harga dan kualitas produk nilainya adalah 0 (nol), maka Keputusan Pembelian nilainya adalah sebesar 1,881. kemudian apabila variabel harga ditingkatkan sebesar satu satuan, maka variabel keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,337 dengan asumsi variabel kualitas produk diabaikan atau nol. Selanjutnya apabila kualitas produk ditingkatkan sebesar satu satuan, maka variabel keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,540 dengan asumsi variabel harga diabaikan atau nol.

5.2 Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, maka penulis akan memberikan saran - saran sebagai berikut : Bagi perusahaan Mengingat persaingan dalam bisnis sepeda motor jenis sport semakin ketat bagi perusahaan disarankan untuk memperhatikan faktor harga berupa pemberian diskon, pemberian hadiah langsung dan garansi harus tetap dilakukan terus agar minat konsumen semakin tinggi dan tertarik untuk membeli serta meningkatkan keputusan pembelian sepeda motor Honda khususnya sepeda motor Honda CBR250R. Perusahaan harus mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas produk. Misalnya dengan melakukan inovasi model sepeda motor CBR250R atau memberi aksesoris tambahan dengan tampilan yang sesuai dan segera melakukan pengecekkan jika terdapat sepeda motor yang cacat atau tidak sempurna. Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan untuk mengembangkan hasil penelitian ini dan melibatkan variabelvariabel yang relevan berkaitan dengan harga dan Kualitas Produk terhadap keputusan pembelian, seperti aspek bauran pemasaran, sikap konsumen dan atribut lainya yang sekiranya dapat memperkuat penelitian ini. Dengan harapan hasil penelitian lebih akurat dan memiliki manfaat yang jauh lebih besar, sehingga perusahaan dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen pada tahun-tahun berikutnya.

Erik Hernando.2005.Pengaruh Sikap Kepuasan Terhadap Minat Beli Deterjen Rinso( Studi Kasus Terhadap Mahasiswa Universitas Bung Hatta . Universitas Bung Hatta, Padang. Elkalia Putri Desi.2008. Pengaruh Faktor-faktor Marketing Mix Terhadap Minat Beli Konsumen Sepeda Motor Suzuki.( Studi Kasus Suzuki Shogun di Sungai Rumbai,Dhamasraya.UPI,Padang. Arfan Arie Shandy.2009. Pengaruh Kualitas Produk Dan Kepuasan Pelanggan Terhadap Minat Beli Sabun Cair LUX Di Swalayan Sri Anggrek Kota Padang. Universitas Bung Hatta, Padang.

1. a.

b.

HTTP//WWW.SCRIBS.COM .

2.

Daftar Pustaka Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2001. Dasar Dasar Pemasaran. Edisi9. Jilid 1. Jakarta : Prenhalindo. Kotler, Philip dan AB. Susanto. 2001. Manajemen Pemasaran Indonesia. Buku 2. Salemba empat. Jakarta. Kotler, Philip. 2000. Manajemen Pemasaran. Jilid 2. Bumi Aksara. Jakarta. Swastha, Basu dan Irawan 2000. Manajemen Pemasaran Moderen, Yogyakarta : Penerbit Media Kom. Tjiptono, fandi. 2008, Strategi Pemasaran, Edisi Kedua , Yogyakarta.

Beri Nilai