Anda di halaman 1dari 2

Liziyyannida 115070507111007

Studi Islam Dalam Disiplin Ilmu


Dari berbagai literature terdapat berbagi macam pengertian pendidikan Islam. Menurut Athiyah Al-Abrasy, pendidikan Islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya. Sedang Ahmad D. Marimba memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Sedangkan menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, pendidikan adalah suatu proses penamaan sesuatu ke dalam diri manusia mengacu kepada metode dan sistem penamaan secara bertahap, dan kepada manusia penerima proses dan kandungan pendidikan tersebut. Ada yang mendifinisikan bahwa ilmu pendidikan merupakan seperangkat infoemasi atau teori yang menggunakan sesuatu konsep mengenai pendidikan yang terorganisir dalam sebuah struktur dan terdiri prinsip-prinsip, sehingga membentuk suatu desain pendidikan dan dapat diterapkan dalam bentuk nformasi . Ilmu pendidikan islam suatu ilmu yang yang membicarakan tentang upaya pengembangan secara sistematis bagaimana proses pendidikan ajaran islam melalui pembinaan pembimbingan dan pelatihan yang dilakukan oleh orang ke orang lain, agar islam dapat dijadikan sebagai panutan (way of life) perspektif ini bersipat pengembangan konsep dan praktis pendidikan, yang selalu ditinjau dan diumuskan berdasarkan pengembangan kehidupan manusia sehingga islam sebagai rujukan selalu bermakna dinamis,inilah yang kemudian melahirkan suatu ilmu pendidikan islam yang bersifat teoritis dan praktis. Ilmu pendidikan islam teoritis adalah suatu konsep atau paraadigma pendidikan islam yang didesain secara sistematis berdasarkan teori umum pendidikan islam yaitu bagaimana konsepnya dasarnya, metodologinya subtansinya dll, sehingga tercapai tujuan pendidikan islam yang dicita-citakan. Ilmu pendidikan islam praktis adalah suatu ilmu yang membicarakan langsung mengenai praktek atau proses bagaimana pendidikan islam itu dapat dipersonalisasikan sesuai dengan konsep yang sudah dirumuskan. Dari definisi dan pengertian itu ada tiga unsur yang membentuk pendidikan yaitu adanya proses, kandungan, dan penerima. Kemudian disimpulkan lebih lanjut yaitu " sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam diri manusia dan ilmu pendidikan islam itu merupakan ilmu yang membicarakan tentang paradigma sistem dan proses pendidikan yang berdasarkan islam atau yang sejalan dengan islam baik yang dimunculkan dari sumber dasar islam (al-Quran dan al-Hadish) atau pun produk-produk historis dalam islam . Jadi menurut pemakalah definisi pendidikan Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempattempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian. Jadi pendidikan ini hanyalah untuk manusia saja. Kembali kepada definisi pendidikan Islam yang menurut Al-Attas diperuntutukan untuk manusia saja. menurutnya pendidikan Islam dimasukkan dalam At- ta'dib, karena istilah ini paling tepat digunakan untuk menggambarkan pengertian pendidikan itu, sementara istilah tarbiyah terlalu luas karena Peserta didik harus dibimbing untuk mengenali dan mengakui Allah sebagai Tuhannya, pencipta, pemilik, pengatur, pengawas, pendidik, pemberi

ni'mat dan lain sebagainya. Pada gilirannya nanti lahirlah manusia-manusia 'abid yang penuh kesadaran, memiliki kemampuan intelektual maupun spiritualnya hal ini disandarkan pada sabda Nabi saw, sebagai berikut. Tuhan telah mendidikku sehingga menjadi baik pendidikanku Dengan demikian, akan lahirlah berbagai pendangan hidup tauhid, baik rububiyyah, uluhiyyah, maupun ubudiyyah, yang meyakini kesatuan penciptaan (unity of creation), kesatuan kemanusiaan (unity of mankind), kesatuan tuntunan hidup (unity of purpose of life), yang semua ini merupakan deriviasi dari kesatuan ketuhanan (unity of Godhead). Dengan demikian dapat dipahami bahwa pengertian pendidikan pendidikan Al-Attas bersifat luas (global), peserta didik tidak hanya dibebani oleh pengajaran yang hanya digunakan untuk dirinya di dunia, melainkan ia dididik sebagi seseorang yang mampu mengamalkannya untuk dunianya dan akhiratnya. Bila dicermati, beberapa pengertian pendidikan yang ada memiliki benang merah kesamaan pengertian dengan pengertian yang lain. Pengertian pendidikan yang dirumuskan oleh M. Athiyah memiliki titik persamaan dengan apa yang didefinisikan oleh An-Nahlawi bahwa "pendidikan Islam adalah pengembangan pikiran manusia dan penataantingkah laku serta emosinya berdasarkan agama Islam, dengan maksud merealisasikan tujuan Islam di dalam kehidupan individu dan masyarakat, yakni dalam seluruh lapangan kehidupan". Namun hanya saja apa yang dirumuskan oleh Al-Attas tersebut memang abstrak dan mengandung makna yang filosofis sekali, akan tetapi kesemuanya itu semakin menambah perbendaharaan kekayaan khazanah pendidikan Islam. Dari definisi-definisi itu jika ditelaah mengandung tiga unsur, yaitu: 1. pendidik yang bertanggung jawab dan berwibawa, 2. peserta didik yang mempunyai kedaulatan, 3. tujuan akhir, berupa terciptanya manusia yang baik (insan kamil). Dari berbagai pendapat mengenai pendidikan islam sebagai disiplin ilmu sebagaimana dijelaskan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan islam merupakan suatu disiplin ilmu karena merupakan sekumpulan ide-ide dan konsep-kosep ilmiah dan intelektual yang tersusun dan diperkuat melalui pengalaman dan pengetahuan. Suatu obyek studi dapat dianggap sebagai ilmu pengetahuaan yaitu : 1. mempunyai obyek atau lapangan tetentu yang jelas dan dapat dipisahkan dengan obyek ilmu lainnya. Adpun obyek studi dalam ilmu pendidikan islam secara rinci dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu obyek material dan obyek formal . obyek formal adalah manusia dengan berbagai potensinya yang dimiliki untuk ditumbuh kembangkan sebagai subyek obyek didik menuju ketingkat kemajuan yang baik sesuai dengan ajaran islam. Sedangkan obyek formal adalah upaya normative untuk menjadikan islam sebagai materi yang akan didikkan melalui aktivitas pendidikan, sehingga dapat mempengaruhi pola perkembangan dan pertumbuhan manusia sebagai subyek-obyek didik. 2. mempunyai metode yang dapat digunakan untuk mempelajari atau mengetahui ilmu yang dimaksud. 3. mempunyai sistematika yang runtut sehingga mudah dipelajari dan difahami siapapun yang mempelajarinya. 4. mempunyai sudut pandang yang jelas sehingga mudah dibedakan dengan ilmu yang lain yaitu sudut pandang islam itu sendiri.