Anda di halaman 1dari 10

LEUKOREA

Oleh : Bashid Enri Aidya (0507101050005) Desi Anna Rahmi (0707 Pembimbing: Dr. Mohd. Andalas, Sp. OG

Definisi
Nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat genital yang tidak berupa darah tetapi merupakan manifestasi gejala dari semua penyakit kandungan.

Dalam keadaan normal tidak sampai keluar

Cairan yang keluar dari vagina tidak semua merupakan keadaan yang patologis

Etiologi

keputihan fisiologis

keputihan patologis

Patofisiologi
Dalam kondisi normal, cairan yang keluar dari vagina akan bervariasi karena umur, siklus menstruasi, kehamilan, penggunaan pil KB Lingkungan vagina yang normal ditandai adanya suatu hubungan yang dinamis antara Lactobacillus acidophilus dengan flora endogen lain, estrogen, glikogen, pH vagina dan hasil metabolit lain. Vaginitis sering disebabkan karena flora normal vagina berubah karena pengaruh bakteri patogen atau adanya perubahan dari lingkungan vagina sehingga bakteri patogen itu mengalami proliferasi

Gejala Klinis
Keputihan yang disertai rasa gatal, ruam kulit dan nyeri. Sekret vagina yang bertambah banyak Rasa panas saat kencing Sekret vagina berwarna putih dan menggumpal Berwarna putih kerabu-abuan atau kuning dengan bau yang menusuk

Pemeriksaan Penunjang
- Pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan biokimia dan urinalisis. - Kultur urin untuk menyingkirkan infeksi bakteri pada traktus urinarius - Sitologi vagina - Kultur sekret vagina - Radiologi untuk memeriksa uterus dan pelvis - Ultrasonografi (USG) abdomen - Vaginoskopi - Sitologi dan biopsy jaringan abnormal - Tes serologis untuk Brucellosis dan herpes - Pemeriksaan PH vagina. - Penilaian swab untuk pemeriksaan dengan larutan garam fisiologis dan KOH 10 %. - Pulasan dengan pewarnaan gram . - Pap smear. - Biopsi. - Test biru metilen.

Diagnosis

Anamnesis

Pemeriksaan Fisis dan Laboratorium Genital

Penatalaksanaan
Penatalaksanan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau parasit

Tindakan pencegahan sekaligus mencegah berulangnya keputihan yaitu dengan : 6 1. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol serta hindari stres 2. Setia kepada pasangan. 3. Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab. 4. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air 5. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. 6. Hindari penggunaan bedak talkum, tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina. 7. Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi dsb

Tujuan pengobatan
Menghilangkan gejala Memberantas penyebabnya Mencegah terjadinya infeksi ulang Pasangan diikutkan dalam pengobatan

Pengobatan
Fisiologis : tidak ada pengobatan khusus, penderita diberi penerangan untuk menghilangkan kecemasannya.

Patologi : Tergantung penyebabnya