Anda di halaman 1dari 22

Pengertian Pengusutan Gangguan SKTM Pengusutan gangguan SKTM adalah kegiatan untuk mencari arah gangguan dan melokalisir

gangguan yang bertujuan mengurangi daerah pemadaman atau menyelesaikan pemadaman dengan peralatan manuver berupa LBS atau PMT yang berada pada Gardu Hubung, Gardu Tengah atau Gardu Distribusi. Dioperasikan secara manual di lokasi atau secara jarak jauh bila dilengkapi dengan peralatan kontrol jarak jauh. Deteksi Manuver Pengusutan Gangguan Pada SKTM Manuver adalah istilah yang sering digunakan oleh para pegawai PLN dalam perpindahan masuk dan keluarnya tegangan.Sedangkan Manuver gangguan mempunyai pengertian adalah suatu tindakan untuk menemukan penyebab padamnya listrik di sebuah daerah. Kapan Manuver dilakukan: Adanya gangguan berupa pemadaman Adanya kelebihan beban Adanya revisi gardu baik gardu induk, gardu hubung maupun gardu distribusi

Penyebab gangguan SKTM Pada Penyulang Sumber gangguan dapat berasal dari dalam sistemnya sendiri atau dari luar Gangguan dari dalam antara lain adalah :

A. PMT TM terbuka atau pelebur TM putus karena gangguan kabel Akibat kerusakan kabel tanah tegangan menengah yang bukan akibat penggalian, kerusakan pada jointing, terminating dan binatang B. PMT TM terbuka atau pelebur TM putus karena penggalian yang tidak disengaja (misdig) oleh PDAM atau yang lainnya Akibat gangguan kabel tanah tegangan menengah karena pekerjalian galian PDAM dan lain sebagainya C. PMT TM terbuka atau pelebur TM putus karena kerusakan bulusan penyambung (kotak sambung kabel) Jaringan putus akibat gangguan jointing (sambungan) kabel tanah tegangan menengah D. PMT TM terbuka atau pelebur TM putus karena kerusakan bulusan akhir (terminal) kabel

Jaringan putus akibat gangguan pada terminating (terminal) kabel tanah tegangan menengah E. PMT TM terbuka atau pelebur TM putus karena binatang Jaringan putus kerusakan kabel tanah tegangan menengah yang disebabkan binatang F. Rele bekerja karena ikutan (symphetic tripping) Jaringan putus akibat dari adanya gangguan pada penyulang lain G. Rele bekerja karena beban lebih Akibat adanya beban berlebih (overload) atau beban tidak seimbang H. Pemasangan sambungan (jointing) atau terminasi tidak baik Pada saat proses penyambungan jointing tidak mengikuti aturan misalnya,peletakan kabel saling berdekatan I. Lain lain Akibat adanya gangguan yang tidak ditemukan penyebabnya. Akibat kabel SKTM mengalami kebocoran isolasi dan juga akibat kerusakan arrester

Gangguan dari luar antara lain A. Gangguan mekanis karena pekerjaan galian saluran lain B. Kendaraan yang lewat di atasnya C. Surja petir (pada gardu portal) D. Deformasi tanah

Persiapan Pengusutan Gangguan SKTM a. Mengetahui keadaan operasi normal maupun darurat dari bagian jaringan b. Mengetahui kemampuan seluruh peralatan yang terpasang pada jaringan c. Mengikuti secara kronologis keadaan yang terjadi pada jaringan d. Mengetahui tata cara komunikasi dalam operasi jaringan e. Mempersiapkan perlengkapan pengusutan Perlengkapan pengaman. Peralatan kerja, K3 /K2, Alat ukur dan SOP. Sarana transportasi / kendaraan.

II.2.3 SOP Pengusutan Gangguan SKTM 1. Turjasi menerima informasi gangguan penyulang dari dispatcher APD dan selanjutnya telah aman dilakukan pengusutan. 2. Turjasi meneruskan informasi gangguan kepada pengatur posko untuk menggerakkan unit-unit operasi posko (pelayanan teknik) dalam rangka pengusutan gangguan penyulang (di bawah komando Turjasi) 3. Sebelum berangkat ke lokasi, pastikan bahwa penyulang yang terganggu adalah SKTM 4. Pastikan juga bahwa peralatan kerja untuk pengusutan telah siap 5. Kemudian Turjasi memerintahkan pengatur posko untuk menggerakkan unit-unit operasi posko (pelayanan teknik) menuju ke gardu key point 6. Setelah di lokasi laporkan keadaan indikator GFD (Ground Fault Detector) kepada pengatur posko dan diteruskan kepada Turjasi 7. Turjasi memerintahkan pengatur posko diteruskan kepada unit operasi posko (pelayanan teknik) untuk melepas PMT ke arah gangguan (berdasarkan indikasi GFD). Bila gangguan arah GI (Gardu Induk), lepas PMT ke arah GI kemudian masukkan PMT dari sumber lain ke arah jaringan yang tidak terganggu dan bila gangguan bukan arah GI, lepas PMT ke arah jaringan yang terganggu dan Turjasi meminta ke APD untuk mengirim tegangan dari GI 8. Setelah pelaksanaan pemberian tegangan selesai dan aman maka kegiatan pencarian lokasi gangguan dilanjutkan dan melakukan kegiatan seperti butir 5 9. Melakukan kegiatan seperti butir 6-7 10. Jika pengusutan menyisakan kurang dari atau sama dengan 2 gardu, Turjasi mengarahkan pengatur posko untuk menggerakkan unit operasi posko (pelayanan teknik) untuk

melakukan pemeggeran kabel (bertujuan untuk mengetahui fasa mana yang terganggu agar mempermudah pencarian titik gangguan oleh unit deteksi) 11. Gangguan telah dilokalisir dan semua kegiatan manuver yang dilakukan dicatat oleh APD, Turjasi dan pengatur posko dengan alur informasi : APD Turjasi Pengatur Posko Unit Operasi Posko (Pelayanan Teknik)

SOP Melokalisir gangguan pada SKTM

Kompetensi ini berkaitan dengan penetapan prosuder penanggulangan masalah operasi yang diperlukan untuk melokalisir gangguan pada saluran kabel tegangan menengah dengan tidak menggunakan sistem SCADA,sesuai instruksi manual dan Standing Operation Procedure (SOP).
SUB KOMPETENSI 1. Merencanakan dan menyiapkan lokalisir gangguan SKTM KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Prinsip kerja sistem peralatan hubung kubikel manual. 1.2 Gambar satu garis jaringan teganagan menengah melokalisir yang berkaitan pada dengan SKTM dipelajari sesuai instruksi

ganguan

diperiksa sesuai( SOP) dan dokumen yang ditetapkan perusahaan. 1.3 Tata cara berkomunikasi dipahami dan dilaksanakan sesuai (SOP) 1.4 Rencana kerja disusun agar pekerjaan dapat dilaksanakan dapat dilaksanakan sesuai ( SOP ) lokalisir gangguan . 1.5 Alat kerja,alat K3 dan alat bantu

disiapkan sesuai (SOP) dalam kondisi dapat bekerja dengan baik dan aman. 1.6 Personil berwenang dihubungi untuk memastikan bahwa pekerjaan telah

dikordinasikan secara efektif dengan pihak terkait lainya sesuai (SOP) 1.7 Perintah yang diterima diperiksa untuk memastikan bahwa instruksi dapat

dilaksanakan sesuai (SOP) 1.8 Ketentuan dan prosedur K3 dipahami sesuai standar yang berlaku

2. Melaksanak lokalisir gangguan

2.1 Bagian jaringan SKTM yanag terganggu

dilacak dengan melihat lampu indikator gangguan tanah (GFD) sesuai standar operasi 2.2 Pengoperasian instalasi kubikel untuk lokalisir gangguan dilaksanakan sesuai instruksi manual. 2.3 Tahanan terganggu operasi 2.4 Pengoperasian peralatan hubung kubikel dilaksanakan sesuai (SOP) 3. Menanggulangi kelainan operasi 3.1 Penyimpanagan diidentifikasi yang penyebabnya terjadi dan isolasi dari SKTM sesuai yang standar

diperiksa

ditetapkan alternatif pemecahanya sesuai standar operasi 3.2 Alternatif penanggulanagan masalah

dilaporkan/dikonsultasikan kepada orang yang berwenang. 4. Membuat laporan 4.1 Lapaoran hasil lokalisir gangguan secara kronologis dibuat sesuai (SOP) dan sesuai prosedur perusahaan

PERSYARATAN/KONDISI UNJUK KERJA Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya ; 1. Standing Operation Procedure (SOP) untuk lokalisir gangguan pada jaringan saluran kabel tegangan menengah 2. Standing Operation Procedure (SOP) komunikasi pengoperasian jaringan tegangan menengah 3. Prosedur Perusahaan tentang pembuatan laporan dan berita acara 4. Instruksi manual SKTM dan kubikel teganagan menengah 5. Peralatan K3 dan peralatan abantu yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini

Material yang Berhubungan dengan Pengusutan Gangguan A. Material Manuver Pemutus beban (PMB/Load Break Switch = LBS), sebagai alat-hubung saluran masuk (incoming), saluran keluar (out-going) dan pemutus beban trafo distribusi dengan dilengkapi pelebur/fuse. Dapat dioperasikan dalam kondisi normal berbeban atau tidak berbeban. Pemutus tenaga (PMT/CIrcuit Breaker = CB), sebagai pemutus beban dan pembatasan daya dengan dilengkapi relai arus lebih. Dapat dioperasikan dalam kondisi normal atau gangguan. Pemisah (PMS/Disconnecting Switch = DS), sebagai pemisah rangkaian antara PMT dengan busbar dan PMT dengan kabel. B. Alat Pelindung Diri Helm Sarung tangan isolasi 20 KV Sepatu isolasi 20 KV

C. Alat Kerja Single LineDiagram Megger 5000 Volt Handle kubikel Tangga Kunci gardu Tool Kit

D. Sarana Transportasi (Kendaraan)

E. Alat Komunikasi Telepon JWOT (Java West Optic Telecomunication) Radio komunikasi

F. Ground Fault Detector Alat yang berfungsi untuk melihat indikasi arah gangguan. Dapat bekerja bila dilalui arus gangguan. Indikasi GFD menyala tanpa direset berarti indikasi gangguan berlawanan arah sumber sedangkan indikasi GFD padam direset nyala berarti indikasi gangguan arah sumber. (Indikasi GFD padam direset padam berarti GFD rusak atau tidak berfungsi)

Kendala dalam Pengusutan Gangguan Dalam pengusutan gangguan tentunya dapat menemukan berbagai kendala, kendalakendala tersebut diantaranya : a. Kendala Teknis MV Cell macet atau tidak bekerja baik GFD tidak berfungsi semestinya Beban penyulang cadangan tinggi Peralatan kerja rusak

b. Kendala Non Teknis Cuaca Lalu lintas tersendat (Macet) Perijinan masuk gardu Lokasi gardu yang cukup jauh Kendaraan bermasalah (Mogok) SDM kurang kompeten

Contoh Kasus Pengusutan Gangguan Penyulang SKTM

Contoh Kasus 1

Gardu Induk : Cawang Tegangan Penyulang : 20 KV : Bemo

No. Gangguan : T.0269 Tanggal Pengatur Pengawas : 5 Maret 2012 : Yuddy A. : Ali Surono

Kronologis Manuver 1. Pukul : 10.50 P.Bemo 90 A 0 CM (P10) Keterangan: Penyulang bemo trip, tegangan jatuh pada 90 Ampere dengan jumlah 10 gardu padam. 2. Pukul : 11.17 Gardu E46F-E351 (1) Keterangan : E46F arah E351 tegangan terbuka (tidak ada tegangan), GFD menyala tanpa direstart, arah gangguan berlawanan dari sumber. 3. Pukul :11.19 P.Bemo // N2 Keterangan : Penyulang Bemo tegangan masuk, 2 gardu menyala 4. Pukul : 11.23 Gardu E12Z-E300P (1) Keterangan : E12Z arah E300P tegangan terbuka (tidak ada tegangan), GFD menyala tanpa direstart, arah gangguan berlawanan dari sumber 5. Pukul : 11.25 Gardu E46F-E351// N5 Keterangan : E46F arah E351 masuk tegangan, 5 gardu menyala 6. Pukul 11.50 Gardu E12X-E7D (1)

Keterangan : E12X arah E7D tegangan terbuka (tidak ada tegangan), GFD menyala tanpa direstart, arah gangguan berlawanan dari sumber 7. Pukul :11.57 Gardu E12Z-E300P// (N2) Keterangan : E12Z arah E300P masuk tegangan, 2 gardu menyala 8. Pukul : 11.50 Gardu E12X-E7D (1) Keterangan : E12X arah E7D tegangan terbuka (tidak ada tegangan), GFD menyala tanpa direstart, arah gangguan berlawanan dari sumber

Menentukan Titik Ganguan 1. Mendapatkan hasil merger pada gardu E7D E12X dan E7D GH46 Hasil Merger E7D arah E12X 0-0-0 (indikasi SKTM gangguan) Hasil Merger E7D arah GH46 2000 M (indikasi kilatan cahaya, kabel bagus/tidak terdapat gangguan

Gambar Merger 2. Melakukan pengujian salah satu kabel didalam gardu apakah ada yang terganggu atau tidak

3.

Mencari gambar di mobil deteksi dengan menggunakan teleflek apa ada yang terganggu

4.

Pin point adalah memberi impuls tegangan sebesar 4kV sampai dengan 12 kV

(tergantung alat deteksi, sambil mencari titik gangguan

5. Mendapat hasil pengukuran titik gangguan 1080 meter arah E12X dengan panjang kabel gangguan 1700 meter

6.

Mencari lokasi gangguan dengan menggunakan digiphone

7. Melapor kepada Pengawas Turjasi untuk memasukan kronologis Manuver ke dalam laporan gangguan.

8. Pukul :12.00 Gardu E7D E12X GH46 Keterangan: E7D arah E12X arah Gardu Hubung 46 tegangan terbuka dan dimergger. HM = E7D E12X = O-O-O Keterangan : Hasil Mergger E7D arah E12X 0-0-0 (indikasi SKTM Gangguan) HM = E7D GH46 = 2000 rata C bagus Keteramgan : E7D arah GH46 2000 M, indicator kilatan cahaya menandakan kabel bagus/tidak terdapat gangguan

Contoh kasus 2

Gardu Induk : Cawang Tegangan Penyulang : 20 KV : Pena

No. Gangguan : T.0357 Tanggal Pengatur Pengawas : 24 Maret 2012 : Yuddy A. : Ali Surono

Kronologis Manuver 1. Pukul 07.30 P.Pena 55 A 0C (P5) Keterangan : Penyulang Pena trip, tegangan jatuh pada 55 Ampere dengan jumlah 5 gardu padam.

2. Pukul 07.35 E258-E349 P TT -E342P // N1 Keterangan : E258 arah E349 P tegangan terbuka (tidak ada tegangan), GFD menyala tanpa direstart, arah gangguan berlawanan dari sumber. E258 arah E342 P masuk tegangan 1 gardu menyala 3. Pukul 07.52 E15N-E345 P (2) Keterangan : E15N arah E345 P tegangan terbuka (tidak ada tegangan),GFD menyala setelah direstart arah ganguan searah dari sumber 4. Pukul 07.52 E258-E349 // (N2) Keterangan : E258 arah E345 P masuk tegangan 2 gardu menyala 5. Pukul 07.58 E328 P-E345 P 1 Keterangan :E328 P arah E345 P tegangan terbuka (tidak ada tegangan ),GFD menyala tanpa direstart arah gangguan berlawanan dari sumber 6. Pukul 08.00 P.Pena // Keterangan :Penyulang Pena tidak bisa masuk karena bermasalah di relay GI Cawang. 7. Pukul 08.04 E328 P-GI - E345 P Keterangan: E328 P arah GI tegangan terbuka (tidak ada tegangan ).E328 P arah E345 P tegangan tertutup (ada tegangan ) 8. Pukul 08.07 E15 N-E345 P // Keterangan : Diperkirakan awal letak gangguan 9. Pukul 08.12 P.Pelangi // Keterangan : Penyulang Pelangi masuk sebagai sumber lain,karena Penyulang Pena tidak bisa masuk ada masalah pada relay di GI Cawang 10. Pukul 08.22

E328 P-E345 P Keterangan : E328 P arah E345 P tegangan terbuka (tidak ada tegangan )

Menentukan Titik Ganguan 11. Mendapatkan hasil merger pada gardu E328 P-GI Cawang,E345 P-E15 N dan E345 P E328 P : Hasil Merger E328 P arah GI Cawang 2000 M rata C bagus (indikasi kilatan cahaya, kabel bagus/tidak terdapat gangguan ) Hasil Merger E345 P arah E15 N 2000-0-2000 (indikasi gangguan SKTM ) Hasil Merger E345 P arah E328 P 2000 M rata C bagus (indikasi kilatan cahaya, kabel bagus/tidak terdapat gangguan )

Gambar Merger Digital

Gambar Merger Analog

Melakukan pengujian salah satu kabel didalam gardu apakah ada yang terganggu atau tidak

Mencari gambar di mobil deteksi dengan menggunakan teleflek apa ada yang terganggu

Pin point adalah memberi impuls tegangan sebesar 4kV sampai dengan 12 kV (tergantung alat deteksi, sambil mencari titik gangguan

Mendapat hasil pengukuran titik gangguan 2400 meter arah E15 N dengan panjang kabel gangguan 3000 meter

Mencari lokasi gangguan dengan menggunakan digiphone

Melapor kepada Pengawas Turjasi untuk memasukan kronologis Manuver ke dalam laporan gangguan.

1. Pukul 08.23 E345 P-E15 N TT -E328 P


TT

Keterangan : E345 P arah E15 N arah E328 P tegangan terbuka dan dimerger Hm = = 328 P-GI

2000 rata,C bagus

Keterangan : indicator kilatan cahaya menandakan kabel bagus/tidak terdapat gangguan Hm = = 345 P-E15 N

2000-0-2000

Keterangan : Indikasi SKTM gangguan Hm = = 345 P-E328 P

2000 rata,C bagus

indicator kilatan cahaya menandakan kabel bagus/tidak terdapat gangguan