Anda di halaman 1dari 34

ASPEK KHUSUS FARMAKOLOGI GERIATRIK (penggunaan obat secara rasional pd lansia)

Endang Ediningsih Lab.Farmakologi FK UNS 2010

1.PENDAHULUAN

Di masyarakat umum batasan usia lansia adalah >65thn; Dgn makin ber+nya jml pddk dunia yg lansia WHO menetapkan mulai 60thn-an keatas krn tdk semua lansia usia 60thn adalah penderita/ pasien geriatrik Dgn kemajuan teknologi diberbagai bdg termasuk kesehatan jml lansia juga meningkat,krn #angka kelahiran menurun --KB #umur yg memanjang --perbaikan bid.medis & EKSOS

1.PENDAHULUAN

Konsumsi obat pd lansia > dr dws muda dikrnkan disamping fs organ yg menurun shg umum -nya menderita peny.yg multipelshg memerlu -kan obat >banyak dr dws muda.

Insiden ESO meningkat sesuai ber+nya usia dgn peny.multipel,mendpt obat banyak sekaligus & kepekaan thd obat meningkat pd lansia.
Jadi ESO pd lansia bukan idosinkrasi,ttp kelanjutan efek farmakologi obat.

2.Faktor2 yg dpt mempengaruhi respons pasien lansia thd obat

Konsep dsr pemakaian obatada 3 faktor yg menjadi acuan dlm proses pembuatan preskripsi(peresepan obat):-diagnosis & patofisiologi peny. -kondisi & konstitusi tbh/organ -farmakologi klinik obat Dgn kaidah2 farmakokinetik ditentukan dosis,cara,frekuensi & lama pemakaian serta cara penghentian obat Utk memperoleh efek terapi yg optimal dgn ESO yg minimal & biaya terjangkau pemberian obat haruslah rasional Pemakaian obat secara rasional(POSR)yi.tepat indika si,tepat pasien,tepat obat,tepat dosis serta was-

Dosis & aturan pakai(RESEP) -- kepatuhan pasien Dosis yg diminum -- Faktor2 farmakokinetik:Absorpsi, distribusi,biotransformasi,eksresi *kondisi fisiologik *kondisi patologik *interaksi obat Kdr obat diplasma/jar -- Faktor2 farmakodinamik:sensitivitas jar/reseptor tempat kerja obat;mekanisme homeostatik Intensitas farmakologik Efek/respons penderita

3.Perubahan2 fisiologik pd lansia

Dgn meningkatnya usia terjadi perubahan2 fisiologik yg dpt mengubah farmakokinetik & farmakodinamik obat. Ttp sampai skrg obat2 yg dipelajari efeknya pd lansia relatif tdk banyak, terutama obat2 baru, efek pd lansia tdk diketahuikrn usia 60thn-an biasanya tdk diikut sertakan dlm uji klinik suatu obat baru. Gambar perubahan2 dlm faktor farmakokinetik & farmakodinamik pd lansia

IKATANPROTEIN PLASMA

IKATAN JARINGAN (DEPOT)

?ABSORPSI

OBAT BEBAS

METABOLISME?

RESEPTOR (SENSITIVITAS) EKSRESI EFEK FARMAKOLOGI

HOMEOSTATIK

Perubahan Farmakokinetik obat akibat proses menua


Parameter Perubahan akibat proses menua

Absorbsi

* Pe an:permukaan absorpsi ;sirkulasi drhspanchnic;motilitas gastrointestinalis * Pe pH lambung


* Pe an:Curah jantung(cardiac output); Cairan bdn total(total body water);massa otot bdn(lean body mass);serum albumin * Pe an lemak bdn * Pe an alfa-1 asam glikoprotein * Perubahan pengikatan thd protein

Distribusi

Parameter Metabolisme

Perubahan akibat proses menua * Pe an: aliran drh hepar;massa - hepar; aktifitas enzim; penginduksian enzim * Pe an: aliran drh ginjal(RBF); filtrasi gromerulus(GFR);sekresi tubuler. * Perubahan pd:jml reseptor;afinitas reseptor;fungsi pembawa kedua;respon seluler & nuklear

Eksresi

Sensitivitas jaringan

4.PERUBAHAN FARMAKOKINETIKA
A.ABSORPSI *Hanya sedikit bukti ttg suatu perubahan penting pd absorpsi obat yg dihub.dgn lansia. *Namun kondisi yg terjadi sehub.dgn usia dpt me -ngubah kecepatan absorpsi bbrp obat. *Kondisi tsb yi.perubahan pd kebiasaan mkn;se-

makin ber+nya pengunaan obat tanpa resep dr (mis.antasida,laksatif);perubahan pd wkt pengosongan lambung(yg pd usia lanjut seringkali lbh
lambat).

Bbrp perubahan dikaitkan dgn penuaan yg Mempengaruhi farmakokinetika obat.

Variabel

(20-30)thn

(60-80)thn
53 12

Air tbh(%dr berat bdn) 61 Massa tbh tanpa lemak 19 (%dr berat bdn) Lemak tbh(% dr BB) 26-33wanita 18-20pria Albumin serum(g/dl) 4,7 Berat ginjal(%dr dwsmuda) 100 Aliran drh hati( _,,_ ) 100

38-45 36-38 3,8 80 55-60

*Dibandingkan dgn org dws muda,lansia mengalami penurunan massa tbh tanpa lemak, penurunan jml total & presentasi kadar air dlm tbh,& peningkatan lemak sbg presentase dr massa tbh *Distribusi adalah penyebaran obat keseluruh tbh melalui lintas kompartemendimana obat akan masuk ke dlm drhsebgn akan terikat oleh protein plasma drh & sebgn tetap bebas. absorpsi FOT FOB organ
eliminasi * terjadi keseimbangan dinamis pd FOT & FOB

B.DISTRIBUSI

B.DISTRIBUSI
*Protein plasma drh pd lansia tlh mengalami peru -bahan yi.Kdr albumin menurun & kdr alfa-asam -glikoprotein ber+ merubah proporsi FOT & FOB *Obat 2 bersft asamFOBnya akan meningkat pemberian loading dose/suntikan tanpa penyesuaian dosismembahayakan. *Obat2 bersft basaFOTnya naikdpt menurunkan efek terapi & memperpanjang wkt paruhnya(t1/2).

B.DISTRIBUSI
*Utk obat2 yg kelarutan lemaknya tinggi akan terdistribusi lbh luas(volume distribusinya jadi>besar)shg mula kerja obat jadi >lambat(onset of action) & t1/2 nya ber+ panjang jadi utk memperoleh kdr tunak (steady state consentration) diperlukan wkt lbh panjang, tdk lagi 4xt1/2 tp menjadi 4(t1/2 + x jam) akan mengubah pengisian dr suatu obat.
*Baik klirens & efek obat tsb berkaitan dgn FOBdosis pengisian pd lansia dgn gagal jantung kongestif seyok yanya diturunkan krn terjadi penurunan yg nyata pd volume distribusi, dmk juga dosis pemeliharaan dikurangi krn penurunan klirens obat tsb.

C.METABOLISME

Kapasitas fs hepar pd lansia menurun banyak oleh krn massa,aliran drh sdh berkurang eliminasi obat menjadi >kecil & >lambat. Metabolisme obat di hati berlangsung dgn katalis/aktivitas enzim mikrosomal hatiaktivitas enzim ini dpt dirangsang oleh obat inducer & dpt pula dihambat oleh obat inhibitor. Obat2 yg mengalami metab.di hati spt: parasetamol, salisilat, diazepam, prokain, propanolol, quinidine, warfarin, eliminasinya akan menurun Bila diberi bersama obat inhibitor enzim mk eliminasi ber+ lambat.KOP & t1/2 meningkat.

Efek usia pd klirens bbrp obat di hati


Ditemukan pe an terkait-usia dlm klirens hati -Alprazolam -Meperidin -Barbiturate -Nortriptylin -Carbenoxolone -Phenylbutazon -Chlomethiazole -Propanolol -Clobazam -Quinidine -Imipramine -Quinine -Diazepam -Theophyline -Flurazepam -Tolbutamide -Desmethyldiazepam -Chlordiazepoxide Ditemukan perbedaan tdk terkait usia Ethanol Isoniazid Lidocaine Lorazepam Nitrazepam Oxazepam Prazosin Salicylat Warfarin

C.METABOLISME

Obat2 yang termasuk enzim inhibitor adalah:Allopurinol;INH;Penyekat He;simetidin; kloramfenikol; eritromisin;propoksifen;valproat;ciprofloxacin;metronidazole;fenilbutazon;sulfonamide;Ca antagonist.
Obat2 enzim inducer adalah:rifampisin; luminal ;dia zepam;fenitoin;karbamazepin;alkohol;nikotin;gluthe thimide. Dlm terapi polifarmasi pengaruh obat2 inducer/inhibitor hrs selalu diperhitungkan perubahan kinetik yg terjadi ter-lebih2 dlm pemakaian kronis(efek obat2 inducer/inhibitor baru efektif stl kira2 1minggu).

D.EKSRESI

Aliran drh, filtrasi glomeruli & sekresi tubuli ginjal terus mengalami reduksi yg terkorelasi dgn ber+nya umurpd usia 90thn kapasitas ginjal k.l.tinggal 35%nya. Konsekuensi dr penurunan fs ginjaleliminasi obat ber< shg pd pemberian obat dgn dosis/ frekuensi lazimKOP dlm drh akan menjadi > besar & t1/2nya jadi>panjangperlu diperhitungkan dgn cermat frekwensi/besaran dosis utk pemberian obat eliminasi lwt ginjalmis. aminoglikosida,digoxin,OAD,simetidin dll

D.EKSRESI
Utk keperluan perhitungan fungsi ginjal, dipakai Monogram Sierbaek-Nielsen atau formula Cockeroft-Gault(1976) yg sesuai utk pasien dr usia 40Sp 80thn: Klirens Kreatinin=(140-usia)x BB(kg) ml/menit 72xkreatinin plasma(mg/dl) Utk wanita,hsl dikalikan dgn 0,85

5.PERUBAHAN FARMAKODINAMIKA

Farmakodinamik adalah pengaruh obat thd tbh. Obat menimbulkan rentetan biokimiawi dlm sel mulai dr reseptor sampai dgn efektor. Sdh lama diyakini bhw pasien geriatrik jauh lbh sensitif pd aksi berbagai macam obatyi.merupakan suatu perubahan dlm interaksi farmakodinamika obat dgn reseptornya. Skrg diketahui bhw banyakdiduga sbgn besar --perubahan tsb disbkan oleh perubahan farma -kokinetik/penurunan respons homeostatik.

5.PERUB.FARMAKODINAMIKA

Didlm sel terjadi proses biokimiawi yg menghasilkan respons selular.Respons selular pd lansia secara keseluruhan menurunpenurunan ini sangat menonjol pd mekanisme respos homeostatik yg berlangsung secara fisiologik penurunan ini tdk dpt diprediksi dgn ukuran matematik spt yg terjadi pd farmakokinetik. Pd umumnya obat2 yg cara kerjanya merangsang proses biokimiawi selular,intensitas penga -ruhnya akan menurun.mis.agonis beta utk terapi asma bronkial diperlukan dosis yg >besar mengakibatkan ESOnya akan lbh besar pula index terapi menurun.

5.PERUB.FARMAKODINAMIKA

Sebaliknya obat2 yg carakerjanya menghambat proses biokimiawi selular, pengaruhnya akan menjadi nyata sekali,terlebih dgn mekanisme regulasi homeostatik yg melemahefek farmakologi obat dpt sangat menonjol shg toksik mis.obat2 antagonis beta,antikolinergik, antipsikotik,anti-ansietas dllshg index terapi obat -nya menurun, se-olah2 terjadi peningkatan kepekaan farmakodinamik. Dr uji klinis memperkuat pendapat bhw lansia lbh sensitif thd bbrp sedatif hipnotik & analgesik; terjadi penurunan respons thd stimulan adrenoseptor beta & penghambat beta.

5.PERUB.FARMAKODINAMIKA

Respons homeostatis dianggap komponen penting dr respons keseluruhan thd suatu obat mk perubahan fisiologis dpt mengubah pola atau intensitas respons obat. Pd sist.cardiovasccurah jantung neningkat pd latihan ringan s/d sedang, ini berlaku sampai mencapai usia l.k. 75thn(cor dlm batas normal) pd lansia merupakan hsl dr peningkatan volu -me sekuncup ttp bukan krn takikardi spt yg ter -jadi pd org dws muda.

5.PERUB.FARMAKODINAMIK

Umumnya tek.drh meningkat seiring dgn pertmbhan usia(disbgn negara Barat), ttp terjadinya hipotensi ortostatik simptomatis juga meningkat secara mencolok. Gula drh 2jam pp meningkat rata2 sekitar 1mg/ dl setiap thn pd usia >dr 50thn. Regulasi suhu tbh juga terganggu & hipotermi sulit ditoleransi pd lansia.

6.ESO

Kejadian ESO pd lansia meningkat 2-3lipatterbanyak pd sist.gastrointestinal & haemopoetik.


pengujian/pengukuran fs hepar, ginjal & KOP terutama pd polifarmasi dpt membantu/mengendalikan menurunkan angka kejadian ESO. Fs Hepar & ginjal menurunKOP meningkatdlm polifarmasi walau KOP tetap,FOB meningkat. Lemak tbh meningkat pd lansiamengubah volume distribusi obatobat2 yg kelarutan pd lemak tinggi volume distribusinya naik,t1/2nya naik & KOPnya menjadi rendahpenggunaan kronik obat2 ini akan timbul efek akumulasi yg berbahaya mis.klordiazepoxide,diazepam,fenobarbital

6.ESO

Tlh diketahui lama, lansia peka pd ESO analgesikmenjadi bingung walau KOPnya masih standarPenyebabnya peningkatan FOB & kepekaan farmakodinamik, mungkin juga penurunan fs cerebral ikut berperan. Hipotensi ortostatik,oleh krn obat antihipertensi yg bersft vasodilatasi lbh mudah terjadi. Insiden retensio urine,oleh obat2 antikolinergik, antidepresi,antiparkinson apalagi bila diberikan bersama antihistamin meningkat tajampemberian obat2 ini harus dimulai dgn dosis yg >ke -cil.

7.Perub. Faal Dlm Komposisi Tbh


*Berat bdn total umumnya pd lansia jml cairan interseluler menurun sesuai dgn ber+nya usiaberakibat menurunnya distribusi obat yg sebgn besar terikat air(mis.litium) *Penurunan Massa Otot umumnya pd lansia distribusi obat yg sebgn besar terikat otot akan menurun,Mis.digoksin(FOB meningkat)

*Peningkatan kadar lemak tubuh akan meningkatkan kadar obat yg larut lemak( mis.diazepam) terutama pd wanita lansia.

*Penurunan kadar albumin terutama pd lansia yg sakitterjadi penurunan ikatan proteinFOB meningkat di sirkulasi(mis. salisilat,tiroksin,warfarin,obat2 AINS)

*Kekambuhan penyakit yg sebelumnya laten bbrp obat dpt membuat kambuh berbagai penyakit yg sebelumnya tdk terlihat.--

*misalnya pd: -Menurunnya stabilitas postural yg meningkan insiden jatuh, a.l. akibat obat antihipertensi , diuretika, hipnotika, sedativa dan vasodilator. -Konstipasi: antidepresan, antikolinergik, garam besi. -Hipotermia:fenotiazin,hipnotika,sedativa & an -tidepresan.

8.Rasionalisasi obat pd lansia


*Dgn tetap mengacu pd proses preskrisi obat yi. 1.diagnosis & patofisiologi peny.; 2.kondisi & konstitusi tbh/organ; 3.Farmakologi klinik obat pemberian obat selalu diupayakan serasional mungkin dgn memperhatikan a.Regimen pengobatan -wkt tdk lama--evaluasi -jml/jenis -Frekuensi

b.Pengurangan dosis
*Krn perub.farmakokinetik & farmakodinamik obat pd lansiasbg patokan umum dosis obat pd lansia sebaiknya dikurangi. *Dosis awal obat kira2 lbh sedikit dr dosis yg diberikan pd usia muda. *Penggunaan rumus spt pada anak mungkin bisa dilaksanakan. *Penentuan dosis pemeliharaan lbh sukar,ttp biasanya juga lbh rendah dibanding usia muda. *Peny.yg mengiringi sering memperberatsering -kali menurunkan klirens ginjalterutama bila dehidrasiperlu evaluasi atas dosis obat.

c.Meninjau ulang pengobatan *dokter sering tdk mengadakan review atas obatobat yg tlh diberikan. *Golongan lansia sering tdk menepati janji kontrol ulangan krn(mis.krn keterbatasan gerak;ketiadaann angkutan;tdk ada pengantar;ataupun takut pergi sendiri,dll)shg sering kehabisan obat atau sebaliknya mengulang resep tanpa sepengetahuan dokter. *Peninjauan ulang pengobatan perlu dilaksanakan pd setiap kunjungan atau bila terjadi episode penyakit akut.

d.Kepatuhan Pasien *Survey membuktikan bhw obat yg diresepkan tidak selalu sama dgn obat yg diminum.terdpt ke -nyataan bhw pasien(tak tergantung umur) sering mengganti obat yg diresepkan. *Ketidakpatuhan ini dianggap pasien tdk mengikuti aturan resepshg mengganggu tujuan tepi yg diharapkan. *Ketidakpatuhan pd lansia cukup besarshg perlu diupayakan a.l. penjelasan ke pasien;pilihanpreparat;wadah obat;label;bantuan mengingat; pengawasan minum obat

9.CATATAN
Pd lansia terjadi penurunan baik proses farmakokinetik maupun farmakodinamik *Dgn pemberian dosis yg lazim KOP akan lbh tinggi oleh krn sistem eliminasi obat dlm hepar & ginjal menurun. *Dgn KOP yg sama dpt terjadi FOB lbh tinggi dr lazim, krn kdr albumin pd lansia menurun,terlebih wkt sakit atau pengangsuran tempat(silent reseptor)dr ikatan albumin oleh obat lain(polifarmasi). *Krnnya pemberian obat dimulai dosis lbh kecil( mis.1/2 dosis standar & dinaikkan perlahan dgn pemantauan yg ketat.dlmbanyak hal diperlukan pengukuran KOP dlm drh.