Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN BIOLOGI TRANSPOR PASIF (OSMOSIS & DIFUSI)

A. Dasar Teori Transport pasif merupakan perpindahan pada membran yang tidak membutuhkan energi. Transport pasif terdiri atas difusi dan osmosis. Sedangkan transport merupakan perpindahan zat yang membutuhkan energi karena melawan gradient kosentrasi. Pada kegiatan pembelajaran kali ini kami mempelajari tentang transport pasif. Dari buku-buku yang telah saya baca terdapat berbagai teori dari beberapa orang yang telah melakukan eksperimen dan menyimpulkan bahwa, Difusi adalah perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah sehingga konsentrasinya sama, baik dengan atau tanpa melewati membran. Dan osmosis adalah perpindahan zat dari larutan hipotonis atau encer (konsentrasi air tinggi, konsentrasi zat terlarut rendah) menuju larutan hipertonis atau pekat ( konsentrasi air rendah, konsentrasi zat terlarut tinggi) yang mana pergerakannya melalui membran semipermiable.

B. TUJUAN PENELITIAN 1. Mendeskripsikan dan mengidentifikasi difusi dan osmosis 2. Melihat dan membuktikan proses difusi dan osmosis 3. Mengetahui apa pengaruh yang ditimbulkan dari difusi dan osmosis

C. MANFAAT PENELITIAN 1. Dapat mengetahui bagaimana proses difusi dan osmosis itu terjadi 2. Menambah pengalaman dan pengetahuan siswa 3. Mampu mengidentifikasi bagaimana difusi dan osmosis

D. ALAT DAN BAHAN Alat Gelas Kimia Cutter / pisau Jarum Pentul

Bahan Kentang Sirup Gula Air F. CARA KERJA 1. Proses Difusi 1. Ambil gelas beker, kemudian isilah dengan air 2. Masukkan larutan sirup ke dalam gelas beker 3. Diamkan airnya dan jangan digoyang-goyang. Amati proses pelarutan sirup di dalam gelas beker. Setelah 15 menit, amati pula warna air dalam gelas beker. 4. Catat hasil pengamatan. Hasil Setelah larutan sirup dimasukkan ke dalam gelas kimia, maka warna air dalam gelas beker berubah warna sesuai warna sirup yang dimasukkan ke dalam gelas kimia. Analisis Dalam praktek ini kami meneteskan beberapa tetes sirup kedalam air terlihat bahwa sirup dengan cepat menyebar kesegala arah. Diketahui bahwa sirup itu pekat yang berarti konsentrasinya tinggi dan air itu encer yang berarti konsentrasinya rendah.

Karena adanya perbedaan konsentrasi inilah yang menyebabkan terjadinya perpindahan zat yaitu difusi. Semula sirup yang pekat itu berwarna hijau tua, setelah diteteskan kedalam air warnanya pun juga menyebar, air tersebut menjadi hijau muda. Selain itu kepekatannya pun sama karena cairan sirup telah tercampur rata. Difusi sederhana terjadi secara spontan, molekul zat akan berdifusi menyebar keseluruh ruang sampai mencapai kesetimbangan yang ditandai dengan kerapatan zat yang sama diseluruh ruang. Seperti yang terjadi pada saat sirup diteteskan kedalam air. Dengan sendirinya sirup menyebar keseluruh volume dalam gelas beker meskipun tanpa diaduk sehingga kerapatan zat tersebut merata.

Kesimpulan Setelah melakukan percobaan, maka terbukti bahwa dalam proses difusi terjadi pergerakan molekul atau zat dari daerah yang berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah hingga setimbang. Ini terbukti dari adanya percobaan bahwa sirup yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) mengalami pergerakan molekul terlarut menuju ke air yang berkonsentrasi rendah (hipotonis), hingga warna air dalam gelas kimia berubah warnanya dari semula yang tidak berwarna menjadi berwarna sesuai warna sirup sehingga kedua larutan mencapai titik kesetimbangan.

2. Proses Osmosis 1. Kupas kulit kentang hingga bersih 2. Potong kentang pada bagian bawahnya secara merata sehingga bila diletakkan pada tempat datar dapat berdiri. 3. Buatlah sumuran pada kedua kentang dengan ukuran sepertiga dari tinggi kentang 4. Isi sumuran pada kentang pertama dengan gula, sedangkan sumuran kentang kedua diisi dengan air. 5. Berilah tanda pada kedua kentang dengan menggunakan jarum pentul tepat pada permukaan atas gula dan air. Caranya, tusukkan jarum pentul pada kentang (kepala jarum pentul pada bagian luar kentang, sementara mata jarum melintang tepat pada batas atas gula). 6. Masukkan masing-masing kentang ke dalam gelas beker yang berisi air 7. Setelah 45 menit, amati perubahan permukaan gula di sumuran pada gelas beker pertama. Kemudian amati pula perubahan permukaan air yang berada pada sumuran kentang kedua. 8. Tulislah hasil pengamatan.

Hasil Pengamatan SETELAH 45 MENIT Kentang yang diisi sirup Kentang diisi air Permukaan sirup naik melebihi batas Permukaan air tetap tidak naik maupun jarum pentul. turun. Terjadi pergerakan molekul yaitu Tidak ada pergerakan molekul karena masuknya air melalui membran selektif tidak adanya perbedaan konsentrasi permeabel (kentang) menuju ke gula. (isotonik). Analisa Pada kentang yang diisi sirup diperkirakan akan terjadi pergerakan molekul yaitu dari air menuju ke sirup melalui membran selektif permeabel, karena adanya perbedaan konsentrasi antara air (hipotonis) dengan sirup (hipertonis). Sementara pada kentang yang diisi air diperkirakan tidak akan terjadi pergerakan molekul karena tidak adanya perbedaan konsentrasi (isotonik).

Kesimpulan Setelah melakukan percobaan telah terbukti bahwa mekanisme transpor secara osmosis adalah pergerakan molekul zat pelarut (air) dari lingkungan hipotonis ke lingkungan hipertonis melalui membran semi permeabel. Hal ini terbukti dari adanya percobaan kentang yang berisi sirup (hipertonis) dimasukkan ke dalam gelas beker yang berisi air (hipotonis), setelah 45 menit akan terjadi pergerakan molekul zat pelarut dari lingkungan hipotonis (air) ke lingkungan hipertonis (sirup) melalui membran semi permeabel (kentang) sehingga mencapai titik kesetimbangan konsentrasi sehingga permukaan gula naik melebihhi batas jarum pentul. Sedangkan kentang yang diisi air (hipotonis) kemudian dimasukkan kedalam gelas beker yang berisi air (hipotonis) tidak mengalami pergerakan molekul karena tidak adanya perbedaan konsentrasi, sehingga permukaan air dalam kentang tetap.

Mengamati Sel Hewan dan Sel Tumbuhan A. Teori


sel hewan memiliki kemiripan dengan sel manusia. Bahkan, ada pula yang mengatakan jika keduanya sama. Karena itu, struktur sel hewan dapat diwakili pengamatannya melalui sel manusia. Sedangkan sel tumbuhan dapat dilakukan pengamatan melalui sel bawang merah. Di dalam sel, terdapat tiga bagian sel, meliputi membran sel, sitoplasma, dan organel-organel penyusun sel. Organel sel bisa dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop electron. Kemudian, yang perlu ditekankan bahwa sel hewan memiliki struktur berbeda dengan sel tumbuhan.

B. Tujuan
1. Mengetahui bagian-bagian sel hewan. 2. Mengetahui bagian-bagian sel tumbuhan.

C. Alat dan bahan


1. Pengamatan sel hewan/sel manusia. a. Mikroskop cahaya b. Kaca benda c. Kaca penutup d. Penjepit e. Tusuk gigi bersih f. Larutan metilen biru g. Jaringan epitel rongga mulut h. Air 2. Pengamatan sel tumbuhan a. Mikroskop cahaya dan perlengkapannya b. Pisau kecil atau cutter c. Pipet tetes d. Penjepit e. Kertas penyarin atau tisu f. Satu buah bawang merah g. Larutan yodium atau obat merah

h. Air

D. Langkah Percobaan
1. Pengamatan sel hewan/sel manusia a. Goreskan tusuk gigi tumpul pada permukaan rongga mulut kalian. b. Oleskan goresan tersebut pada gelas objek. Kemudian, tetesi dengan metilen biru dan sedikit air. Selanjutnya, tutup dengan kaca penutup. c. Lakukan pengamatan terhadap preparat di bawah mikroskop. Awali dengan perbesaran lensa lemah hingga kuat. d. Gambarlah bentuk sel dan bagian-bagian sel dari hasil pengamatan kalian pada kertas. 2. Pengamatan sel tumbuhan a. Irislah bawang merah secara vertikal. b. Dengan kuku, ambillah selapis tipis lapisan epidermis sebelah dalam. c. Letakkan lapisan epidermis tersebut pada kaca benda, kemudian tetesi air. d. Setelah itu, tetesi sedikit larutan yodium dan tutup dengan kaca penutup. e. Bersihkan larutan yodium yang berlebihan dengan tisu. f. Dengan mikroskop, amati preparat tersebut melalui pembesaran lensa lemah hingga perbesaran lensa kuat. g. Gambarlah hasil pengamatan kalian dan beri keterangan.

E. Hasil pengamatan
Sel Gabus Singkong (Tumbuhan) Sel Epitel Rongga Mulut (manusia)

Sel Bawang Merah (tumbuhan)

F. Analisa

Perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan


Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel, sedangkan pada sel hewan terdapat dinding sel. Pada sel tumbuhan terdapat glioksisom, sedangkan pada sel hewan terdapat glioksisom. Pada sel tumbuhan terdapat plastida, sedangkan pada sel hewan terdapat plastida. Pada sel tumbuhan terdapat vakuola, sedangkan pada sel hewan terdapat vakuola. tidak tidak tidak tidak

G. Kesimpulan
Jadi kesimpulannya bahwa semua makhluk hidup itu terdiri dari berbagai banyak kumpulan sel. Hal ini terbukti dari tiga percobaan yang saya lakukan pada pengamatan epitel, lapisan epidermis bawang merah, gabus dari batang singkong. Ketiga pengamatan tersebut membuktikan bahwa epitel manusia, bawang merah, maupun gabus batang singkong terdiri dari kumpulan sel.

Sel Hewan, Sel Tumbuhan Dan Transport Difusi Osmosis

Nama : Elsa Andriani Kelas : XI IPA 1