Anda di halaman 1dari 15

ASPEK PERILAKU & KEPRIBADIAN DALAM BIDANG KEDOKTERAN

dr. Jojor Putrini S, SpKJ


Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura

Perilaku Manusia
Dibentuk oleh perilaku yang dipelajari, bukan perilaku instinktual. Hampir semua perilaku & perasaan manusia (mulai dari kemampuan berjalan, berbicara, mengekspresikan perasaan, berdandan, merupakan produk akhir dari hal yang dipelajari dari manusia lain & lingkungannya dengan dasar organobiologik (bio-psiko-sosial). Bagi manusia, perilaku merupakan simbol (cara atau alat) untuk berkomunikasi & mengekspresikan diri kepada manusia lain, baik dalam kondisi sehat maupun sakit.

Perilaku Manusia (2)


Perbedaan manusia dengan binatang ; manusia memiliki akal budi, sehingga mampu mengembangkan diri. Dengan akal, manusia memiliki kemampuan abstraksi, imaginasi, simbolisasi, mampu mengembangkan hal-hal yang dipelajari. Kemampuan tersebut mengakibatkan perubahan peradaban yang berkembang terus sehingga dapat mengakibatkan kemajuan & kenyamanan, menciptakan permasalahan yang makin kompleks.

Dari simbol, manusia dapat mengembangkan hal yang simbolik, kemudian simbolisasi. Manifestasinya : produk seni, karya sastra, tetapi manifestasinya juga dapat merupakan tindakan/perilaku yang tidak menyenangkan.

Perilaku Manusia (3) Bila perilaku tidak komunikatif & hanya dapat dimengerti oleh dirinya sendiri, maka individu tersebut dianggap aneh atau sakit. Tanpa adanya manusia lain, perilaku manusia tidak ada artinya. Manusia adalah mahluk sosial.

Perbedaan Individual
Meskipun manusia memiliki banyak persamaan, namun setiap individu adalah unik dan khas. Pemahaman ini perlu untuk dapat memahami perkembangan & penyimpangan perilaku serta melakukan koreksi (terapi) dan pencegahan dengan benar.

Ada hal-hal yang secara umum dapat diterapkan bersama, misalnya program pendidikan umum, hukum & peraturan, hak & kewajiban, pengetahuan umum tentang manusia, biologi, obat, dsb. Namun pada akhirnya yang menentukan adalah ke-khas-an individual. Setiap orang memiliki potensi yang berbeda.

Perilaku Maladaptif
Perilaku yang tidak dapat beradaptasi dengan kondisi yang dihadapi, sehingga berpotensi menimbulkan konflik atau distres bagi yang bersangkutan & lingkungannya. Berbagai perilaku yang secara umum dianggap menyimpang atau tidak sesuai dengan norma atau nilai yang dianggap baik bagi kehidupan masyarakat (social conformity). Berbagai bentuk perilaku maladaptif sebenarnya bukan hal yang baru, sudah ada sejak manusia ada.

Berbagai manifestasi perilaku maladaptif


Semua bentuk gangguan psikiatrik (mental and behavioral disorders) sebenarnya merupakan manifestasi perilaku maladaptif. Perilaku maladaptif lain dalam masyarakat : KKN mengakibatkan rusaknya tatanan kehidupan bernegara, merebaknya malpraktek hampir di semua bidang, perilaku abusive, tindak kekerasan, pemerasan, perusakan lingkungan. Perilaku maladaptif berdampak luas & makin berat.

Hal yang mendasari/melandasi perilaku maladaptif adalah ; ketidakjujuran, ketidakpedulian, tidak /kurang berempati, tidak bertanggung jawab, rendahnya disiplin, egois, oportunistis, wawasan sempit, keserakahan, pemikiran jangka pendek, self esteem & sense of belonging yang menyimpang.

Perkembangan Kepribadian & Tampilan Perilaku


Tampilan perilaku merupakan manifestasi reflektif dari kepribadian. Kepribadian terbentuk selama bertahun-tahun dengan dasar bio-psiko-sosial yang sangat kompleks & khas (unique) bagi setiap individu. Perkembangan kepribadian merupakan suatu proses pembelajaran yang memiliki pola umum & dapat dipengaruhi atau diarahkan kepada hal yang positif maupun negatif. Kepribadian dasar individu dianggap sudah memiliki bentuk yang agak menetap setelah usia dewasa ( > 18 tahun).

Perkembangan Kepribadian & Tampilan Perilaku (2)


Modal dasar kepribadian individu menentukan berbagai pola adaptasi dalam menghadapi kehidupan selanjutnya, termasuk manifestasi dalam berperilaku. Kepribadian memiliki ciri khas bagi setiap individu & juga pola interaksi yang khas dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Meskipun pola dasarnya tidak mudah berubah, namun pada prinsipnya, kepribadian berkembang terus selama hidup ( ke arah maturasi atau sebaliknya deteriorasi).

Perkembangan Kepribadian & Tampilan Perilaku (3)


Beberapa tipe atau ciri kepribadian tidak mudah beradaptasi (misalnya kepribadian anankastik, skizoid). Harus dibedakan antara kekakuan sikap karena berpegang pada prinsip normatif yang kuat & karena kepribadian yang kaku. Manifestasi perilaku dapat dipengaruhi oleh berbagai situasi lingkungan, pemaksaan atau keterpaksaan. Apakah seseorang akan mudah terbawa untuk melakukan tindakan atau perilaku maladaptif sangat tergantung pada modal dasar kepribadiannya. Dalam hal ini, penggarapan pendidikan usia dini perlu menjadi fokus untuk mencegah perilaku maladaptif. Apakah seseorang akan mudah berubah dalam perilaku & prinsip kehidupan, akan sangat tergantung pada bekal modal dasar kepribadiannya.

Peran dunia kedokteran dalam menyikapi


Dimulai dengan mempelajari & memahami psikopataologi (gangguan/kelainan jiwa & perilaku), untuk kepentingan diagnosis, terapi, preventif & promosi kesehatan jiwa. Mempelajari hal yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian & berbagai penyimpangannya, mendalami pengaruh aspek budaya, agama, urbanisasi, migrasi, dsb, (mendalami berbagai aspek pencegahan penyimpangan perilaku).

Peran dunia kedokteran dalam menyikapi (2)


Pada pendidikan dasar kedokteran penting sekali untuk mengembangkan pengetahuan tentang perkembangan kepribadian, masalah kepedulian, empati, rasa tanggung jawab, disiplin, meluaskan wawasan humanistik, pengalaman self esteem yang menekankan integritas, dsb dimana semua ini berguna untuk mengantisipai perilaku maladaptif. Perbaikan aset perilaku melalui pendidikan formal, hanya merupakan satu alternatif netral yang bila dimulai sejak sekarang, hasilnya baru bisa diharapkan 10-15 tahun ke depan.

Kesimpulan
Perilaku manusia adalah perilaku yang dipelajari, bukan perilaku instinktual. Sumber pembelajaran utama adalah dari lingkup pendidikan non-formal (rumah, keluarga, , masyarakat) & dari lingkup pendidikan formal di sekolah. Dengan kondisi sosial, politik& ekonomi sekarang ini, penggarapan segi formal jauh lebih bermanfaat (aspek pendidikan perilaku, disiplin, budi pekerti). Penggarapan sistem pendidikan formal merupakan usaha yang paling memungkinkan dibanding upaya lain yang kurang realistik.

Menyikapi berbagai perilaku maladaptif dalam skala luas memerlukan pemahaman mengenai perkembangan perilaku maladaptif & pencegahannya. Modal utama dalam mengantisipasi adalah kepribadian, karena perilaku merupakan refleksi dari kepribadian.

Kesimpulan (2)
Tidak ada satu bidang saja yang dapat mengatasi perilaku maladaptif. Semuanya saling terkait (aspek moralitas, disiplin, kepedulian humanistik, kejujuran, etika, kehidupan dan sikap empati, dsb).