Anda di halaman 1dari 41

SEJARAH SINGKAT YUNANI

Yunani memiliki kesinambungan sejarah lebih dari 5,000 tahun. Bangsanya, disebut Hellenes, setelah mendiami sebagian besar dari daerah Laut Hitam (Efxinos Pontos) dan Laut Tengah menjelajah daerah sekitarnya, menyusun negara bagiannya, membuat perjanjian-perjanjian komersil, dan menjelajah dunia luar, mulai dari Caucasus sampai Atlantic dan dari Skandinavia samapi ke Ethiopia. Sebuah expedisi terkenal dari gabungan daerah-daerah maritim Yunani ( Dana atau penduduk laut ) mengepung Troy seperti dinarasikan didalam sebuah karya sastra Eropa besar pertama, Homers Iliad. Bermacam-macam penduduk Yunani ditemukan sepanjang Laut Tengah, Asia Kecil, Laut Adriatik, Laut Hitam dan pantai Afrika Utara akibat dari penjelajahan untuk mencari tempat dan daerah komersil baru. Selama periode Kalsik (Abad ke 5 S.M.), Yunani terdiri dari daerah-daerah bagian kecil dan besar dalam bermacam-macam bentuk internasional (sederhana, federasi, federal, konfederasi) dan bentuk-bentuk internal (kekerajaan, tirani, oligarkhi, demokrasi konstitusional, dan lain-lain) yang paling terkenal ialah Athena, diikuti oleh Sparta dan Thebes. Sebuah semangat kebebasan dan kasih yang membara membuat bangsa Yunani dapat mengalahkan bangsa Persia, adikuasa pada saat itu, didalam peperangan yang terkenal dalam sejarah kemanusiaan- Marathon, Termopylae, Salamis dan Plataea. Pada paruh kedua abad ke 4 S.M., banyak daerah-daerah bagian di Yunani membentuk sebuah Aliansi (Cnon of Corinth) yang dipimpin oleh Alexander Agung sebagai Presiden dan Panglima (Kaisar) dari Aliansi, Raja dari Macedonia (Yunani takabara dalam bahasa persia kuno) menyatakan perang dengan Persia, membebaskan saudara-saudara mereka yang terjajah, Ionian, dan menguasai daerah-daerah yang diketahui selanjutnya. Menghasilkan sebuah masyarakat yang berkebudayaan Yunani mulai dari India Utara sampai Laut Tengah barat dan dari Rusia Selatan sampai Sudan. Pada tahun 146 S.M., Aliansi diatas jatuh ke bangsa Romawi. Pada tahun 330, ibukota negara bagian Romawi berdiri didaerah baru, Roma Baru atau Konstantinopel, sebuah bentuk popular, sebuah nama untuk memperingati Kaisar Romawi, pada saat itu, Konstantin Khloros (Konstantin Agung). Para ahli sejarah sejak abad ke 19 lebih memilih, untuk alasan referensi, menamakan periode terakhir sebagai Bizantium dengan tujuan untuk membedakan 2203 tahun wilayah Romawi menjadi dua periode. Selama periode kedua dunia budaya Yunani klasik dari Yunani Kuno berubah menjadi dunia modern masyarakat barat dan kristen. Kata Bizantium diambil dari wilayah yang sudah ada sebelumnya (Bizantium, dengan Megara sebagai Metropolis) dimana ibukota baru berada, Konstantinopel. Setelah ibukota dan wilayah jatuh ketangan Turki pada tahun 1453, bangsa Yunani berada dibawah kekuasaan Ottoman hampir selama 400 tahun. Selama masa ini bahasa mereka, agama mereka dan rasa identitas diri tetap kuat, yang menghasilkan banyak revolusi untuk kemerdekaan meskipun gagal. Pada tanggal 25 Maret 1821, bangsa Yunani memberontak kembali, kali ini berhasil, dan pada tahun 1828, mereka mendapatkan kemerdekaannya. Sebagai sebuah negara baru yang hanya terdiri dari sebagian kecil dari negara modern mereka, perjuangan untuk membebaskan seluruh

daerah yang dihuni oleh bangsa Yunani berlanjut. Pada tahun 1864, kepulauan Ionian disatukan dengan Yunani; tahun 1881 sebagian dari Epirus dan Thessaly. Crete, Kepulauan Aegean Timur dan Macedonian ditambahkan pada tahun 1913 dan Thrace Barat tahun 1919. Setelah Perang Dunia II kepulauan Dodecanese juga dikembalikan ke Yunani.

LETAK GEOGRAFIS DAN GEOLOGIS


PETA WILAYAH, SUKUDAN PERADABAN AGEA SERING DI SEBUT DORIC (DORIK) Kebudayaan Yunani berkembang sebelum mencapai masa puncaknya, dimulai ribuan tahun SM dari Pulau Krete (Crete), sebuah pulau di tengah timur Laut Mediterania. Pulau itu dikelilingi oleh pulau-pulau kecil, disebelah utara pada Laut Agean. Disebelah timur ada Pulau Siprus (Cyprus) dan pantai barat utara dari Semenanjung Arab terdiri dari negara-negara Siria, Libanon dan Israel. Di seberang selatan dari Pulau Krete terdapat wilayah pantai utara dari Benua Afrika, bagian dari Mesir dan Libia. Dari pulau tidak besar ini budaya Yunani yang sering disebut juga budaya Agean menyebar ke Yunani daratan yang ada di sebelah utaranya dan ke wilayah-wilayah hampir semua pantai Laut Mediterania. Wilayah di mana budaya Agean berkembang mengandung bebatuan termasuk marmer di mana sangat berpengaruh dan menentukan perkembangan arsitektur, sebagai bahan bangunan utama. Marmer dan batu-batu terdapat melimpah di pegunungan Hymettus dan Pentilicus dekat Athena di. Yunani daratan. Iklim di wilayah Yunani sejuk, kadang hangat dan pada musim dingin tidak terlalu dingin. Suasana semacam ini membuat budaya masyrakatnya menyenangi kegiatan di luar (tidak di bawah atap) juga pada musim dingin seperti misalnya panggung terbuka yang sangat terkenal dengan amphytheatre-nya dan hampir semua kegiatan seni, berbagai upacara masyarakat, termasuk yang ritual religius.

PEMBAGIAN JAMAN MENURUT DENGAN WAKTUNYA


JAMAN AGEA (AEGEAN), 3000 -1100 SM Periode Helinik (Hellinic) (650 323 SM)

1. Order-Dorik (Doric-Order) 2. Order-Ionik (Ionic Order) 3. Yunanir Orde-Korintien (Corinthian Order)

CIRI-CIRI UMUM BANGUNAN YUNANI

Peninggalan Arsitektur Yunani yang paling banyak adalah kuil. Bahan konstruksi utama batu, dipahat dan dibentuk rnenjadi kolom dan baloki Oleh karena itu bentangannya sangat terbatas sehingga di dalam ruang terdapat banyak kolom. [Bagian depan terdiri dari tangga masuk dan langsung pada deretan melintang,kolom, menyangga ujung terdepan dari atap yang berbentuk segi-tiga disebut pediment. Pediment terdiri dari cornice yaitu semacam bingkai keliling segi tiga dari molding mengikuti bentuknya. Bagian tengah di dalam bingkai tersebut terdapat tympanum, yang biasanya pada bidang di dalamnya dibuat dekorasi, dapat berupa relief maupun patungpatung. Pediment bertumpu di atas sebuah alas berupa balok horisontal disebut entablature yang mempunyai tiga bagian atau lapisan : di atas berupa cornice, di tengah frieze dan di bawah disebut architrave.

SISTEM HUKUM
Secara umum, ada tiga tahap bahwa kemajuan kebanyakan sistem hukum melalui: Pre Legal Society - The only recognizable characteristic of a pre-legal society is that it has no established ways of dealing with disputes that arise in a society. Pra Hukum Masyarakat - karakteristik yang dikenali hanya dari masyarakat pra-hukum adalah bahwa ia tidak memiliki cara untuk menghadapi didirikan dengan sengketa yang timbul dalam suatu masyarakat.A small society may remain in this stage for an extended period of time, but when the population density reaches a certain point there are too many people who don't know each other and a more formal system is needed. Sebuah masyarakat kecil dapat tetap berada dalam tahap ini untuk waktu yang lama, tapi ketika kepadatan populasi mencapai titik tertentu terdapat terlalu banyak orang yang tidak mengenal satu sama lain dan sistem yang lebih formal diperlukan.Proto Legal Society has rules as well as procedures for handling disputes. Proto Hukum Masyarakat memiliki aturan serta prosedur untuk menangani perselisihan. At this stage there is no distinction between rules (social standards, such as it's not nice to point), and laws (linking specific acts to specific consequences). Pada tahap ini tidak ada perbedaan antara aturan (standar sosial, seperti itu tidak baik untuk titik), dan hukum (menghubungkan tindakan-tindakan spesifik untuk konsekuensi tertentu). This is a linking stage between the anarchistic pre-legal stage, and

the more rigid legal stage. Ini adalah tahap menghubungkan antara tahap pra-hukum anarkis, dan tahap hukum yang lebih kaku. Legal Society - is one such as ours, which society has deemed certain acts so undesirable as to warrant a punishment. Hukum Masyarakat - adalah salah satu seperti kita, yang masyarakat telah dianggap tindakan tertentu sehingga tidak diinginkan untuk menjamin hukuman. These societies have not given up their rules, but the rules do not necessarily result in punishment. Masyarakat ini tidak menyerah aturan mereka, tetapi aturan tidak selalu berakibat pada hukuman. Because the laws of a society link acts with punishment, normally a society must have developed a form of writing in order to enter this stage Karena link hukum masyarakat bertindak dengan hukuman, biasanya masyarakat harus telah mengembangkan bentuk tulisan dalam rangka untuk memasuki tahap ini Early Laws Awal Hukum After the Dark Ages - About 1200-900 BC - and beginning at about 900 BC, the Ancient Greeks had no official laws or punishments. Setelah Abad Kegelapan - Tentang 1200-900 SM - dan dimulai pada sekitar 900 SM, Yunani Kuno tidak memiliki hukum resmi atau hukuman. Murders were settled by members of the victim's family, who would then go and kill the murderer. Pembunuhan itu diselesaikan oleh anggota keluarga korban, yang kemudian akan pergi dan membunuh pembunuh. This often began endless blood feuds. Hal ini sering mulai darah permusuhan tak berujung. It was not until the middle of the seventh century BC that the Greeks first began to establish official laws. Bukan sampai pertengahan abad ketujuh SM bahwa Yunani pertama mulai mendirikan hukum resmi. Around 620 BC Draco, the lawgiver, wrote the first known written law of Ancient Greece. Sekitar 620 SM Draco, pemberi hukum, menulis hukum tertulis pertama dikenal Yunani Kuno. This law established exile as the penalty for homicide and was the only one of Draco's laws that Solon kept when he was appointed law giver in about 594 BC. Hukum ini didirikan pengasingan sebagai hukuman untuk pembunuhan dan satu-satunya hukum yang Solon Draco terus ketika ia diangkat pemberi hukum di sekitar 594 SM. Solon created many new laws that fit into the four basic categories of Ancient Greek law. Solon banyak menciptakan hukum baru yang sesuai ke dalam empat kategori dasar hukum Yunani Kuno. Tort Laws Hukum Tort A tort occurs when someone does harm to you or to your property. gugatan terjadi bila seseorang tidak merugikan Anda atau properti Anda. Draco and Solon wrote many of these laws. Draco dan Solon banyak menulis hukum-hukum ini. These laws had specific penalties for specific crimes. Hukum ini telah denda khusus untuk kejahatan tertentu. Most crimes involved monetary (payment) penalties. Kebanyakan kejahatan yang terlibat moneter (pembayaran) penalti. Murder was a tort law, and the punishment was exile as set by Draco. Pembunuhan adalah hukum gugatan, dan hukuman itu pengasingan sebagaimana ditetapkan oleh Draco. Under Solon's laws, fine for rape was 100 drachmas, and the penalty for theft depended on the amount stolen. Berdasarkan undang-undang Solon ini, baik untuk perkosaan adalah 100 dirham, dan hukuman untuk pencurian tergantung pada jumlah dicuri. Other offenses and penalties were things like the offense of a dog bite, the penalty for which was to surrender the dog wearing a three-cubit-long wooden collar. pelanggaran dan denda lain hal-hal seperti pelanggaran gigitan anjing, hukuman

untuk yang menyerahkan anjing mengenakan kerah kayu tiga-hasta-lama. Solon even made laws to serve as guidelines for the spacing and placement of houses, walls, ditches, wells, beehives, and certain types of trees. Solon bahkan membuat undang-undang untuk melayani sebagai pedoman untuk jarak dan penempatan rumah, dinding, parit, sumur, sarang, dan jenis pohon tertentu. Family Laws Hukum Keluarga Solon also created many family laws, which were laws that regulated the behavior of men and women. Solon juga menciptakan banyak hukum keluarga, yang undang-undang yang mengatur perilaku laki-laki dan perempuan. He wrote laws on allowances in marriage and adoption, as well as laws concerning inheritances and supporting roles of parents. Dia menulis undangundang tentang tunjangan perkawinan dan adopsi, serta undang-undang tentang warisan dan mendukung peran orang tua. Penalties for these laws were not set, but were enforced by the head of the particular family. Hukuman atas undang-undang tersebut tidak diatur, namun dipaksakan oleh kepala keluarga tertentu. Linked to family laws were laws concerning women, whose role in Greek law was extremely small. Terkait dengan hukum keluarga adalah hukum tentang perempuan, yang perannya dalam hukum Yunani sangat kecil. This is because they were under constant supervision by their kyrios, or "official guardian." Hal ini karena mereka berada di bawah pengawasan konstan oleh kyrios mereka, atau "wali resmi." Most often this was a girl's father, or if she were married it was her husband. Paling sering ini adalah ayah seorang gadis, atau jika dia menikah itu adalah suaminya. Because of this supervision, women's role in law was limited to rare court appearances, where she was either presenting evidence in a homicide case, or was being displayed along with her family to try to evoke pity from the jury. Karena pengawasan ini, peran perempuan dalam hukum itu terbatas pada penampilan pengadilan langka, di mana ia menyajikan bukti baik dalam kasus pembunuhan, atau sedang ditampilkan bersama dengan keluarganya untuk mencoba membangkitkan kasihan dari juri. Public Laws Hukum Publik Public laws dictated how public services were to be provided and how public functions should be conducted. Solon contributed some of these laws. He wrote laws that required that people who lived a certain distance from public wells needed to dig their own, laws that forbade the export of agricultural goods except olive oil, laws that restricted the amount of land a man could own, laws that allowed venders to charge any kind of interest rate they wanted to, and even laws that prohibited dealing in perfume. Publik hukum didikte bagaimana pelayanan publik itu harus disediakan dan bagaimana fungsi publik harus dilakukan. Solon kontribusi beberapa undangundang. Dia menulis undang-undang yang mengharuskan orang-orang yang tinggal jarak tertentu dari sumur umum yang diperlukan untuk menggali sendiri, undang-undang yang melarang ekspor barang pertanian kecuali minyak zaitun, undang-undang yang membatasi jumlah tanah orang bisa sendiri, undang-undang yang memungkinkan vendor untuk membebankan segala jenis suku bunga mereka ingin, dan bahkan undang-undang yang melarang berurusan dengan parfum. Procedural Laws Hukum Acara

Procedural laws were guidelines that told judges how to use other laws. hukum prosedural adalah pedoman yang mengatakan hakim bagaimana menggunakan undang-undang lainnya. These laws told in step-by-step detail how law should be enforced. Hukum-hukum ini diceritakan dalam detail langkah-demi-langkah bagaimana hukum harus ditegakkan. Procedural laws even included such minute details as how many witnesses must be called forward for someone to be found guilty of homicide. hukum prosedural menit bahkan termasuk rincian seperti berapa banyak saksi harus dipanggil maju bagi seseorang untuk ditemukan bersalah atas pembunuhan.

Law Givers Hukum pemberi


Law giverswere not rulers or kings, but appointed officials whose only job was to write laws. Hukum giverswere tidak penguasa atau raja, tetapi pejabat yang ditunjuk hanya pekerjaan adalah menulis hukum. Most of the lawgivers were middle class members of the aristocracy and many were arkhons before becoming a law giver. The officials in the government wanted to make sure that law givers would not take sides or be a part of just one group, otherwise laws might be unfair. Because of this, law givers were not a part of normal government, and they were considered political outsiders. Sebagian besar lawgivers adalah anggota kelas menengah dan bangsawan banyak arkhons sebelum menjadi pemberi hukum. Para pejabat di pemerintah ingin memastikan bahwa pemberi hukum tidak akan berpihak atau menjadi bagian dari hanya satu kelompok, jika mungkin hukum tidak adil. Karena itu, pemberi hukum itu bukan bagian dari pemerintah normal, dan mereka dianggap luar politik. One of the most famous law givers in Athens was Draco. His homicide law is the first known written law of Ancient Greece. He was appointed law giver in Athens after a failed Cylon attempt to overthrow the government. Draco earned a reputation for being extremely severe with his punishments, and it is even argued that he set death as the penalty for all offenses. He served as law giver until he was succeeded by Solon in about 594 BC Salah satu hukum pemberi paling terkenal di Athena adalah Draco. Pembunuhan-Nya. Hukum tertulis pertama dikenal hukum Yunani Kuno Diangkat pemberi hukum di Athena setelah upaya Cylon gagal untuk menggulingkan pemerintah. Draco mendapatkan reputasi untuk menjadi sangat parah dengan hukuman-Nya, dan bahkan berargumen bahwa ia menetapkan kematian sebagai hukuman bagi semua pelanggaran. Dia menjabat sebagai pemberi hukum sampai ia digantikan oleh Solon pada sekitar 594 SM Solon was appointed law giver in Athens because he did not take any sides. He was known to be a fair man, and so he had full support from all of the various political parties. When he replaced Draco, Solon threw out all of the old laws except for the homicide law, and he created many new laws, especially in the categories of tort and family laws. Solon diangkat pemberi hukum di Athena karena ia tidak mengambil sisi.. Dia dikenal adil seorang pria, dan begitu ia mendapat dukungan penuh dari semua berbagai politik partai-partai Ketika ia menggantikan Draco, Solon membuang semua yang lama hukum kecuali hukum pembunuhan, dan ia menciptakan hukum baru, khususnya dalam kategori melawan hukum dan hukum keluarga. Courts and Judicial System Pengadilan dan Sistem Yudisial

In order to have punishments carried out, the Ancient Greeks needed some sort of system to "try," "convict," and "sentence" guilty persons. To do this, they created a court system. Ancient Greek courts were cheap and run by what people today would call amateurs.Court officials were paid little, if anything, and most trials were completed in the same day, private cases even more quickly. There were no "professional" court officials, no lawyers, and no official judges.A normal case consisted of two "litigants," one who argued that an unlawful act was committed, and the other argued his defense. Untuk mendapatkan hukuman dilaksanakan, Yunani Kuno diperlukan semacam sistem "coba-coba," "narapidana," dan "kalimat" orang-orang bersalah. Untuk melakukan ini, mereka menciptakan sistem pengadilan pengadilan Yunani Kuno. Murah dan dijalankan oleh apa yang orang hari ini akan memanggil para pejabat amateurs.Court dibayar sedikit, jika ada, dan uji coba paling diselesaikan pada hari yang sama, kasus swasta bahkan lebih cepat. Tidak ada "pejabat pengadilan" profesional, tidak ada pengacara, dan tidak ada judges.A resmi kasus normal terdiri dari dua "berperkara," orang yang berpendapat bahwa tindakan melanggar hukum itu dilakukan, dan yang lain berpendapat pembelaannya. The audience, or "jurors," would vote for one side or the other. Penonton, atau "juri," akan memilih satu sisi atau yang lain. The result was either a guilty or not guilty, after which another vote by the jury would decide the punishment. Hasilnya adalah baik bersalah atau tidak bersalah, setelah yang satu suara oleh juri akan memutuskan hukuman. Oratory Rhetoric Pidato Retorika Oratory rhetoric was divided into epideictic, deliberative, and forensic. Retorika pidato dibagi menjadi epideictic, musyawarah, dan forensik. Deliberative was used to address the people in the general Assembly. Permusyawaratan digunakan untuk alamat orang-orang di Majelis umum. Forensic was delivered in the law courts. Forensik disampaikan di pengadilan hukum. These are usually called political oratory because they both deal with government. Ini biasanya disebut pidato politik karena keduanya berhubungan dengan pemerintah. Epideictic or display oratory included all other orations, such as those delivered during festivals, public rites, or moral discourses While under Macedonian rule oratory rhetoric languished and Athens became a provincial town. Epideictic atau menampilkan pidato termasuk semua pidato lainnya, seperti yang disampaikan selama festival, upacara publik, atau wacana moral Sementara di bawah pemerintahan Macedonia retorika pidato merana dan Athena menjadi sebuah kota provinsi. Other cities succeeded Athens, the "School of Greece" as Pericles had called her. Kota-kota lain berhasil Athena, "Sekolah Yunani" sebagai Pericles memanggilnya. However, oratory eventually degenerated into declamation. Namun, pidato akhirnya merosot menjadi deklamasi. The Areiopagos The Areiopagos The Areiopagos is reputed to be the most ancient homicide court in Greece. It first tried cases of homicide, but later began to try other cases as well. The Areiopagos terkenal sebagai pengadilan pembunuhan yang paling kuno di Yunani. Itu pertama kali mencoba kasus pembunuhan, tetapi kemudian mulai mencoba kasus lain juga. It was made up of former arkhons, or magistrates. Itu terdiri dari arkhons mantan, atau hakim. Actual arkhai (plural of arkhon) were court officials who could conduct a preliminary hearing, but who otherwise had no power over the court or its proceedings.Among the arkhai was a board of eleven members called the Eleven. Aktual arkhai (jamak dari arkhon) adalah pejabat pengadilan yang bisa melakukan sidang pendahuluan, tetapi

yang dinyatakan tidak memiliki kekuasaan atas pengadilan atau arkhai proceedings.Among nya itu adalah sebelas anggota dewan disebut Eleven. The Eleven was in charge of prisoners and executions.They had the right to arrest any criminal that had been denounced to them, and could even execute the criminal if he was 'ep autophoro' - caught in the act. Sebelas bertanggung jawab atas tahanan dan executions.They memiliki hak untuk menangkap setiap pidana yang telah dikecam kepada mereka, dan bahkan bisa menjalankan pidana jika ia 'autophoro ep' - yang tertangkap tangan. Around the fifth century BC, the Areiopagos was split into four types of courts, each trying a different type of homicide case. Sekitar abad kelima SM, Areiopagos dipecah menjadi empat jenis pengadilan, masing-masing mencoba berbagai jenis kasus pembunuhan. The Areiopagos remained but now dealt primarily with religious and political cases. The Areiopagos tetap tetapi sekarang ditangani terutama dengan kasus agama dan politik. The four new courts were the Prutaneion, which tried cases of death caused by an animal or inanimate object, the Palladion, which dealt with cases of involuntary homicide and the killing of non citizens, the Delphinion, which tried cases of justifiable homicide, and the Phreatto, which tried those who, while in banishment for involuntary homicide, were charged with murder or intent to harm. Empat pengadilan baru adalah Prutaneion, yang mencoba kasus kematian yang disebabkan oleh binatang atau benda mati, yang Palladion, yang membahas kasus pembunuhan disengaja dan membunuh warga non, yang Delphinion, yang berusaha dibenarkan kasus pembunuhan, dan Phreatto, yang mencoba mereka yang, sementara di pembuangan untuk pembunuhan disengaja, didakwa dengan pembunuhan atau niat untuk menyakiti. These courts were ruled by a group of about fifty-one members, called the ephetai. Pengadilan ini diperintah oleh sekelompok dari sekitar lima puluh satu anggota, yang disebut ephetai tersebut. These members were selected from the Areiopagos and remained in charge of the courts until about 403 or 402 BC, when they were replaced by dikastai, democratically selected jurors. Para anggota dipilih dari Areiopagos dan tetap yang bertanggung jawab atas pengadilan sampai sekitar 403 atau 402 SM, ketika mereka digantikan oleh dikastai, juri yang dipilih secara demokratis. Dikastic Courts Dikastic Pengadilan With the emergence of the ephetai came a new age of dikastic courts. Dengan munculnya ephetai datang era baru dari pengadilan dikastic. Previous courts were replaced with one, which heard every kind of case. Sebelumnya pengadilan telah diganti dengan satu, yang mendengar setiap jenis kasus. Regular public prosecutions were referred to as a graphe, and a dike was a private prosecution. penuntutan umum reguler yang disebut sebagai graphe, dan tanggul itu merupakan tuntutan pribadi. The dikastai had the power to decide the law, to decide the facts, and to pass sentence on the party/parties involved. dikastai itu kekuatan untuk memutuskan hukum, untuk memutuskan fakta, dan untuk menjatuhkan hukuman pada pihak / pihak yang terlibat. To qualify as a member of the dikastai, one needed to meet three requirements. Untuk memenuhi syarat sebagai anggota dikastai, satu yang dibutuhkan untuk memenuhi tiga persyaratan. The potential dikastes needed to have full citizen rights, be at least thirty years old, and he had to be one of the six thousand fully qualified citizens that took the dikastic oath at the start of that year. Potensi dikastes diperlukan untuk memiliki hak warga negara penuh, minimal tiga puluh tahun, dan ia

harus menjadi salah satu dari enam ribu warga yang memenuhi syarat sepenuhnya bahwa mengambil sumpah dikastic pada awal tahun itu. For normal cases the dikastai was made up of about 500 members, and for private cases either 200 or 400, depending on the sum involved. Untuk kasus normal dikastai itu terdiri dari sekitar 500 anggota, dan untuk kasus-kasus pribadi baik 200 atau 400, tergantung pada jumlah yang terlibat. Fulfilling the requirements of the dikastai did not require the individual to then be available to try cases every day. Memenuhi persyaratan dikastai tidak memerlukan individu untuk kemudian akan tersedia untuk mencoba kasus setiap hari. Each panel of dikastai was simply made up of those legitimate dikastai members that showed up that day. Setiap panel dikastai hanya terdiri dari para anggota dikastai sah yang muncul hari itu. Those that joined the dikastai for that day would oversee a typical case consisting of a dispute between two litigants. Mereka yang bergabung dikastai untuk hari yang akan mengawasi kasus khas yang terdiri dari sengketa antara dua berperkara. The verdict in the case was a vote for one or the other. Putusan dalam kasus ini adalah memilih satu atau yang lain. Verdicts in Athenian courts were not subject to appeal, and sometimes the dikastai would vote after the trial to find a penalty as well. Putusan di pengadilan Athena tidak tunduk pada banding, dan kadang-kadang dikastai akan memilih setelah sidang untuk mencari penalti juga. Ancient Greek law is a branch of comparative jurisprudence relating to the laws and legal institutions of Ancient Greece. hukum Yunani Kuno adalah cabang dari perbandingan yurisprudensi yang berkaitan dengan hukum dan lembaga-lembaga hukum Yunani Kuno. Greek Iuris law has been partially compared with Roman law, and has been incidentally illustrated with the aid of the primitive institutions of the Germanic nations. Yunani iuris hukum telah sebagian dibandingkan dengan hukum Romawi, dan telah kebetulan diilustrasikan dengan bantuan lembaga primitif dari negara Jerman. It may now be studied in its earlier stages in the laws of Gortyn; its influence may be traced in legal documents preserved in Egyptian papyri; and it may be recognized as a consistent whole in its ultimate relations to Roman law in the eastern provinces of the Roman empire. Sekarang mungkin akan dipelajari dalam tahap awal dalam hukum Gortyn; pengaruhnya dapat ditelusuri dalam dokumen hukum diawetkan dalam papirus Mesir, dan dapat diakui sebagai keseluruhan yang konsisten dalam hubungan akhir untuk hukum Romawi di propinsi timur kekaisaran Romawi. The existence of certain general principles of law is implied by the custom of settling a difference between two Greek states, or between members of a single state, by resorting to external arbitration. Keberadaan prinsip-prinsip umum hukum tertentu yang disiratkan oleh kebiasaan menyelesaikan perbedaan antara dua negara Yunani, atau antara anggota negara tunggal, dengan beralih ke arbitrase eksternal. The general unity of Greek law is mainly to be seen in the laws of inheritance and adoption, in laws of commerce and contract, and in the publicity uniformly given to legal agreements. Kesatuan umum hukum terutama Yunani harus dilihat dalam hukum waris dan adopsi, dalam hukum perdagangan dan kontrak, dan publisitas secara seragam diberikan kepada perjanjian hukum. The main creaters of the laws in Ancient Greek laws was the assembly. The creaters utama hukum dalam hukum Yunani Kuno sidang. They had to have over 6,000 members present before they held any meetings. Mereka harus memiliki lebih dari 6.000 anggota yang hadir sebelum mereka menyelenggarakan pertemuan. Athens was the source of the first democracy. Athena adalah sumber demokrasi pertama.

No systematic collection of Greek laws has come down to us. Tidak koleksi sistematis hukum Yunani telah turun kepada kita. Our knowledge of some of the earliest notions of the subject is derived from the Homeric poems. Pengetahuan kami tentang beberapa gagasan awal subjek berasal dari puisi-puisi Homer. For the details of Attic law we have to depend on ex parte statements in the speeches of the Attic orators, and we are sometimes able to check those statements by the trustworthy, but often imperfect, aid of inscriptions. Untuk rincian hukum Loteng kita harus bergantung pada laporan ex parte di orator pidato dari Loteng, dan kita kadang-kadang dapat memeriksa laporan keuangan tersebut oleh terpercaya, tetapi sering tidak sempurna, bantuan prasasti. Incidental illustrations of the laws of Athens may be found in the Laws of Plato, who deals with the theory of the subject without exercising any influence on actual practice. ilustrasi insidental hukum Athena dapat ditemukan dalam Hukum Plato, yang berurusan dengan teori subyek tanpa latihan pengaruh pada praktek yang sebenarnya. The Laws of Plato are criticized in the Politics of Aristotle, who, besides discussing laws in their relation to constitutions, reviews the work of certain early Greek lawgivers. Hukum Plato dikritik dalam Politik Aristoteles, yang, selain membahas hukum dalam hubungannya dengan konstitusi, ulasan karya tertentu lawgivers Yunani awal. The treatise on the Constitution of Athens includes an account of the jurisdiction of the various public officials and of the machinery of the law courts, and thus enables us to dispense with the second-hand testimony of grammarians and scholiasts who derived their information from that treatise (see Constitution of Athens). Risalah pada Konstitusi Athena termasuk account dari yurisdiksi berbagai pejabat publik dan mesin pengadilan hukum, dan dengan demikian memungkinkan kita untuk membuang kesaksian kedua tangan dan scholiasts tatabahasawan informasi yang berasal dari risalah yang (lihat Konstitusi Athena). The works of Theophrastus On the Laws, which included a recapitulation of the laws of various barbaric as well as Grecian states, are now represented by only a few fragments (Nos. 97-106, ed. Winner). Karya-karya Theophrastus Pada Hukum, yang termasuk rekapitulasi dari berbagai hukum biadab serta negara-negara Yunani, kini hanya diwakili oleh beberapa fragmen (no 97106, ed. Pemenang).

BAHASA
Bahasa Yunani atau Bahasa Gerika atau dalam bahasa aslinya disebut Ellenika merupakan anak cabang tersendiri dalam rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini telah bertahan selama lebih dari ribuan tahun dan telah dituliskan selama kurang lebih 3500 tahun. Bahasa Yunani juga dianggap sebagai salah satu bahasa tua yang masih bertahan hingga kini dengan jumlah kosakata kurang lebih 600.000 kata. Saat ini bahasa Yunani terutama dipertuturkan oleh bangsa Yunani di Yunani dan Siprus.

AGAMA/KEPERCAYAAN
Konstitusi Yunani menjamin kebebasan mutlak dalam beragama. Yunani juga menyatakan bahwa setiap orang yang tinggal di wilayah Yunani akan menikmati perlindungan penuh akan kepercayaan mereka. Walaupun demikian, tidak ada rumah ibadah non-Kristen yang dapat ditemukan di Athena karena pendirian tempat ibadah agama lain ditentang oleh kalangan Kristen

fundamentalis. Sebagai tambahan, setiap aktivitas yang berhubungan dengan pembangunan rumah ibadah resmi harus disetujui terlebih dahulu oleh Gereja Ortodoks. Nyatanya, agama mayoritas di Yunani adalah Gereja Ortodoks Timur (94%).

PEREKONOMIAN PADA SAAT INI


Yunani memiliki sebuah ekonomi kapitalis campuran dengan sektor publik menyumbang sekitar setengah dari PDB. Pariwisata memiliki peranan penting, menyediakan porsi besar dari GDP dan pendapatan dari pertukaran mata uang asing. Yunani juga merupakan pemimpin dunia dalam perkapalan (pertama dalam kepemilikan kapan dan ketiga dalam registrasi bendera) [1]. Ekspor dari barang produksi, termasuk telekomunikasi, perangkat lunak dan keras, bahan makanan, dan bahan bakar menjadi bagian besar dalam pemasukan Yunani. Negara ini memiliki standar hidup yang tinggi, berada di urutan ke-24 dalam Indeks Pembangunan Manusia 2005 dan ke-22 dalam Indeks Kualitas Hidup Dunia 2005 versi The Economist [2]. Ekonominya terus meningkat dalam tahun-tahun belakangan ini, sejalan dengan pemerintah yang mengetatkan kebijakan fiskal dalam rangka kemasukan Yunani ke dalam Zona Euro pada 1 Januari 2001. Pendapatan per kapita rata-rata pada 2004 diperkirakan AS$22.000 [3]. Yunani juga melakukan impor tenaga kerja (kebanyakan dari Eropa Timur, Timur Tengah, Pakistan, dan Afrika). Orang-orang dari daerah tersebut sekarang ini sekitar 10% dari populasi total. Tantangan utama yang dihadapi oleh negara ini termasuk pengurangan pengangguran, penswastaan dari perusahaan milik negara, reformasi keamanan sosial, mengubah sistem pajak, dan menekan ketidakefisiensian birokratik. Perkiraan pertumbuhan ekonomi sekitar 4-4,5% pada 2004. Pengurangan defisit pemerintah juga tetap masalah utama, karena sekarang ini defisitnya berada dua kali lipat dari target 3% GDP dalam Eurozone. Pemerintahan konservatif yang baru mengungkapkan kepada Eurostat bahwa angka sebelumnya yang diberikan, yang merupakan dasar dari masuknya Yunani ke Eurozone, tidak benar. Di bawah persetujuan negosiasi, UE memberikan Yunani waktu 2 tahun (anggaran tahun 2005 dan 2006) untuk membawa ekonomi sejalan dengan kriteria perjanjian kestabilan Eropa. Bank of Greece, sekarang sebuah anak perusahaan dari European Central Bank, berfungsi sebagai bank sentral negara. Bank ini tidak sama dengan National Bank of Greece, sebuah bank komersial. PERADABAN MENURUT WAKTU

JAMAN AGEA (AEGEAN), 3000 -1100 SM

Sejarah panjang Yunani dapat dibagi dalam beberapa periode. Peradaban tinggi Yunani sudah ada sejak jaman prasejarah sekitar 300(1 -1100 SM pada jaman perunggu disebut jaman Agea (Aegean). Diperkirakan suku bangsa Agea yang berpusat budaya di Pulau Krete (Crete), pulau terbesar di laut Mediterania, berasal dari Asia Minor yang mulai mengadakan migrasi pada Milineum IV SM . Sejak sekitar 1100 suku Dorian menguasai wilayah itu, sehingga kata Dorik

(Doric) sebagai kata sifat sering dipakai untuk menyebut segala sesuatu terkait dengan Agea, termasuk budaya, dialek dan wilayah-nya. Salah satu puncak kejayaan peradaban suku di wilayah tersebut dialami antara 1600 1400 SM. Masa itu sering disebut Jaman Minoan diambil dari nama penguasaanya Raja Minos dari Knosos berpusat pemerintahan di Pulau Krete. Peninggalan jaman itu berupa reruntuhan kerajaan, hancur pada sekitar 1400 SM. Berdasarkan rekonstruksi istana tersebut mempunyai halaman. dalam seluas 51.8 x 27.4 M2, dikelilingi oleh ruang-ruang yang rumit, segi-segi empat (rectangular). Pemerintahan termasyhur berikutnya oleh Mycenae yang juga menjadi sebutan jaman, budaya dan bangsa, yaitu jaman Misena (Mycenean). Pemerintahan oleh Helladic di wilayah Agea juga mengalami kejayaan sehingga jaman, budaya dan bangsa seeing pula mendapat sebutan terkenal yaitu Jaman Helinik (Hellinic). Nama Helinik sangat sering dipakai sebagai istilah atau sama artinya dengan Jaman Yunani Kuno. Peninggalan terkenal dari jaman ini adalah pusat pemerintahan di dalam benteng atau intra-muros. Tata letak semacam ini merupakan ungkapan fisik naluri . suatu masyarakat untuk berlindung dari alam termasuk binatang dan kelompok suku lain Di dalamnya saat ini terdapat reruntuhan istana Tiryne didirikan sekitar 1300 SM.

Denah basil rekonstruksi Istana Raja Minos dari Knosos di Pulau Krete

Legenda: 1. Gerbang masuk utara dengan portico 2. Bastion dan rumah penjaga 3. Ruang tunggu dan ruang tahta 4. Ruang tahta

5. Portico barat 6. Gang panjang dengan tempat penyimpanan 7. Tangga menuju lantai utama 8. Tangga ke apartemen kerajaan 9. Hall dengan deretan kolom 10. Hall dengan pencapaian ganda 11. Kamar ratu 12. Saluran air 13. Propylaeum 14. Tangga besar menuju ruang-ruang kenegaraan 15. Gang untuk prosesi Secara geologis telah disebut di atas, wilayah Agea banyak mengandung batu dan marmer, sehingga bahan alam tersebut men jadi bahan utama dalam konstruksi. Istana Tiryns dan hampir semua peninggalan arsitektur Yunani dibangun menggunakan batu sebagai bahan konstruksi utama. Istana Tiryns berada dalam benteng di puncak sebuah bukit dengan dinding pertahanan setebal 7.3 M. Konstruksi dinding batu pada jaman itu berkembang mulai dari yang diolah sangat sederhana (cyclopean), diolah menjadi segi banyak (polygonal). Kemudian didapatkan konstruksi dinding dengan susunan batu dibentuk menjadi blok-blok berbentuk kubis sehingga konstruksinya disebut rectangular. Salah satu reruntuhan dalam kompleks istana berupa pintu gerbang dengan patung singa kembar, hingga disebut Lion Gate (1300 SM). Selain memperlihatkan bagaimana konstruksi dari batu termasuk ambang atas gerbang, patung singa sangat indah dan proporsionat menunjukkan tingginya selera seni masyarakat pads jaman itu. Lebar gerbang 3.20 M., di atas terdapat balok dari batu panjang 4.90 M, lebar 1.06 M, tinggi di tengah 2.40 M. Konstruksi dindingnya rectangular.

Tata-letak dan lingkungan Istana-Istana Tiryns (kiri) dan tipologi konstruksi pada jaman itu (kanan-atas). Gerbang Singa (The Lion Gate) (1300 SM), dari Istana Tiryns (kanan-bawah).

Periode Helinik (Hellinic) (650 323 SM)

Secara esensial arsitektur Yunani terbentuk oleh elemen utama yaitu : kolom dan balok. Saat itu konstruksi kuda-kuda (segi tiga) belum dikenal, sehingga semua bagian bangunan terbuat dari batu dibentuk menjadi kolom dan balok) Pada jaman ini, dinding juga terbuat dari batu dengan sistem konstruksi rektangular, yaitu batu disusun setelah dibentuk menjadi blok-blok segi empat. Pada jaman itu budaya tinggi Yunani telah mempelajari pengaruh optik terhadap pandangan sebuah bangunan. Karena pengaruh optik pada mata manusia, sudut pandang dan jarak antara yang memandang dengan bangunan atau bagian bangunan yang dipandang terjadi ilusi yaitu perbedaan antara kenyataan dengan yang terlihat. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal semacam itu dibuat koreksi dalam merancang dan membangun. Sebagai contoh kecerniatan para arsitek Yunani masa itu dalam mengatasi masalah tersebut di atas, nienaikkan setinggi 60 mm bagian tengah dari balok atas (architrave) dan lantai bawah (stylobate) dari Kuil Parthenon. Dengan demikian tidak terlihat melengkung ketika dipandang dari bawah karena pengaruh optik.

Kuil Parthenon di Athena, bagian timur Contoh dari kecermatan para seaiman-arsitek Yunani dalam perancangan. Khusunya dalam mengatasi masalah islusi karera pengaruh optik pada lensa mata. A. Pandangan yang dikehendaki. B. Pandangan bila tidak ada koreksi.

C. Koreksi dengan menaikan bagian tengah agar tetap dapat terlihat lurus

Hellinic periode 323 - 30 SM Setelah budaya Yunani berkembang ke wilayah daratan, pusat pemerintahan tidak lagi di Pulau Krete, melainkan pindah ke Athena. Karena kemenangan dan kejayaan Alexander, budaya Yunani berkembang dan menyebar ke wilayah Timur Dekat hingga Asia Minor. Peninggalan arsitektur Yunani, hampir semua berupa bangunan religius, namun kemudian pada 400an tahun SM, berkembang menjadi kota dan permukiman dengan bangunan-bangunan publik lainnya. Sebagai contoh dari perkembangan arsitektur pada masa ini adalah Acropolis di Athena, yang berada di puncak sebuah bukit dengan bangunan-bangunan selain kuil, juga teater (theatre). Dari segi tata-letak, tidak ada arah-arah tertentu dijadikan orientasi, namun semata-mata mendasarkan pada arah di mana pemandangan yang paling indah dan menarik. Teater terbuka sebagai ungkapan kesenangan orang-orang. Yunani untuk melaksanakan kegiatan diluar, nada Acropolis yang artinva kota di ketinggian, terletak di kaki bukit. Keberadaan teater tersebut di kaki bukit, memperlihatkan kecerdikan orang-orang Yunani, memanfaatkan kemiringan lereng bukit menjadi bagian dari tempat penonton yang bertrap,trap semakin ke belakang semakin tinggi. Selain itu, dari segi akustik, konstruksi yang memanfaatkan kemiringan alami dari lereng bukit, sangat baik dapat memantulkan bunyi kesegala arah, karena bentuk denahnya yang setengah lingkaran.

Rekonstruksi Akropolis di Athena. Pandangan dari arah selatan (atas) dan denah.

Bagian-bagian dari Arsitektur Yunani Legenda: e. Entablature f. Pediment g. Kolom

Pediment

Frieze dan bagian-bagiannya. Konstruksi pediment dan entablature disangga oleh kolom, dalam arsitektur Yunani dibagi menjadi tiga yaitu: teratas disebut kepala atau capital, tengah atau badan disebut shaft dan tumpuan terbawah disebut base. Capital mempunyai tiga bagian : paling atas abacus, tengah echinus, paling bawah disebut leher atau neck. Di bawah leher ada astragal bagian yang menghubungkan capital dengan shaft. Bagian bawah kolom atau base terdiri dari tiga bagian, yang paling atas apophyge, tengah torus, bawah disebut plinth.

Kolom Yunani dengan bagian-bagiannya Susunan atau konstruksi kolom entablature atau balok disebut order dalan arsitektur Yunani kemudian berkembanl menjadi tiga aliran yaitu: Order Dorik (Doric), Order Ionik (ionic) dan Korintier (Corinthian) J Kuil-kuil Yunani ketiga Ordei tersebut berdenah segi empat panjang, di man, bagian depannya tedetak pada sisi terpendek I3agian tengah yang merupakan bagian utama dilkelilingi oleh portico atau semacam teras dengan : deretan membujur kolom-kolom Bahan bangunan utama dari batu dipahat dar dibentuk menjadi kolom dan balok. Masing. masing Order mempunyai ciri khas terutam, pada kolom dan dekorasinya, dibahas berikut.

Order-Dorik (Doric-Order) Budaya, seni termasuk arsitektur di kembangkan oleh orang-orang Agean yang sering pula disebut Dorian, dimulai dari Pulau Krete, menyebar ke Yunani daratan sekitai pantai Laut Agean. LArsitekturnya mempunyai ciri yang sangat khas, disebut Order Dorik (Doric Order), aliran arsitektur Yunani tertua. Berdasarkan berbagai teori, Ordei Dorik berkembang dimulai dari bentuk sederhana, terdiri dari kolom dan balok-balok kayu dengan atap datar dari bahan alami juga bagian dari pohon. Kemudian berkembang dengan konstruksi yang sama seperti tersebut di atas, namun menggunakan atap pelana (miring dua sisi). Berdasarkan penelitian dan debat yang panjang para ahli, tidak meragukan bahwa konstruksi bagian atas dari Order, terbuat dari kayu. Kemudian berkembang, terutama pada bangunan-bangunan penting seperti kuill, menggunakan batu sebagai bahan konstruksi termasuk kolom dan balok. Kolom dibentuk oleh tumpukan batu masing=masing berbentuk tambur (silindris tetapi tingginya tidak melebihi diameter). Arsitektur Order Dorik mempunyai kolom yang gemuk (perbandingan diameter dibanding tinggi kolom tidak terlalu besar). Kolom Dorik berdiri tanpa base, langsung di atas crepidoma yang biasanya mempunyai tiga tingkat tanggaj Tinggi kolom termasuk capital dibanding dengan diameter antara 4 : 1 hingga 6 : 1, sehingga kolom-kolom terlihat rapat.

Denah arsitektur Order Yunani. Legenda : 1. Kuil Zeus, Olympius (Dorik). 2. Kuil Olympeon, Athena (Korintien). 3. Kuil Selinus (Dorik).

4. Kuil Parthenon (Dorik). 5. Kuil Apolo, Didyma (lonik).

Evolusi arsitektur order, bentuk mula (kiri atas), bentuk Iebih kemudian (kanan atas). Rekonstruksi entablature dengan bagian dari kayu (bawah). Salah satu peninggalan dari arsitektur Order-Dorik. berupa kuil yaitu Parthenon (447 -432 SM) di Akropolis (Acropolis) (situasi lihat gambar 6). Kuil dibangun pada masa Pericles persembahan kepada Parthenos. Kuil Parthenon dirancang oleh Ictinus dan Callicrates, pematungnya Pheidas. Denahnya segi empat 30. 9 x 69. 5 M2 dengan deretan 17 kolom pada sisi terpanjang, 8 pada sisi terpendek. Bagian utama kuil berdiri di atas crepidoma dengan tiga tangga, masing-masing tingginya 508 mm. Bagian utama kuil dibagi menjadi dua ruang bertolak belakang, oleh dinding melintang. Ruang di sebelah timur luasnya 19.2 x 29.8 M2. Untuk masuk ke dalam Naos di mana terdapat patung Athena Parthenons (salah satu karya terbaik dari Pheidas) di ujung barat, terdapat pintu disebut Hecatompedon. Naos dikelilingi balkon berbentuk U, berkolom Dorik. Plafon dari Naos dahulu terbuat dari kayu. Di sebelah barat bertolak belakang dengan Naos terdapat kamar Parthenon atau kamar perawan (virgins chamber), dari mana nama kuil diambil. Pintu masuk disebut Opistodomus dengan pintu lebar dalam satu sumbu dengan pintu di timur. Baik Naos maupun virgins chamber dikelilingi oleh dinding batu setebal 1.2 M, dan di luar juga keliling terdapat gang terbuka (ambulatory) selebar 2.7 M di sisi, 3.3 M di depan dan belakang.

Kuil Parthenon (447 -432 SM) Acropolis, pandangan depan dan potongan melintang. (kiri), rekonstruksi (denah, potongan membujur, potongan melintang, pandangan depan dan perspektif) (kanan atas) dan reruntuhan. Kuil Theseion di Athena (449-444 SM), juga dalam Order-Dorik, pada jaman Yunani-Byzantine pernah dijadikan gereja. Denahnya seperti kebanyakan kuil pada jamannya segi empat, 40 x 13.8 M2. Ruang utama segi empat panjang, dikelilingi oleh 13 deret kolom, pada sisi terpanjang, 6 pada sisi terpendek. Kolom-kolom berdiri di atas cvepidoma yang hanya terdiri dari dua tangga. Ruarig pemujaan dikeliling oleh semacam gang atau portiko, dalam hal kuil-kuil Yunani disebut ambulatory. Meskipun tidak terlalu besar dibanding kuil-kuil lainnya, namun hampir semua bagian konstruksi terbuat dari marmer. Dekorasi sangat indah antara lain terdapat pada pediment dan pada frize di sebelah barat berupa relief menggambarkan peperangan antara Centaurus dengan Lapithae.

Kuil Theseion di Athena (449-444 SM). Rekonstruksi denah, pandangan depan dan potongan melintang dari portiko (kiri). Perspektif r.ekonstruksi (kanan. atas), relief dan patung pada frize sisi barat (kanan tengah) dan foto saat ini (kanan -bawah)

Kuil Poseidon di Paestum (460 SM), Pulau Krete, salah satu peninggalan arsitektur Yunani Order-Dorik yang hingga kini masih cukup baik keadaannya dibanding peninggalan-peninggalan lainnya. Denah segi empat panjang tidak berbeda dengan kedua kuil dibahas terdahulu, dalam hal ini lebih luas, crepidoma 6126 M2. Diameter kolom 2.0 M tinggi 8.80 M, jadi perbandingannya adalah 1:4.4. Pada sisi terpanjang terdapat 14 deret dan terpendek 6 deret kolom. Ruang utama yang dikelilingi oleh ambulatory denahnya identik dengan Kuil Theseion di Athena, dibagi menjadi tiga yang terbesar di tengah paling luas.

Kuil Poseidon denah (bawah), pandangan depan dan potongan, melintang (tengah) dan potongan membujur (atas).

Kuil Poseidon, , Paestum (460 SM), reruntuhan bagian dalam (bawah) dan pandangan dari luar (atas). Kuil Aphaia di Aegina (490 SM), dibangun di sebuah pulau, sekitar 30 Km dari Athena, sekarang reruntuhannya hanya berupa beberapa deret kolom dan beberapa masih ada frieze-nya. Denahnya segi empat identik dengan kedua kuil dibahas sebelum ini, bagian tengah terdiri dari Naos paling panjang di tengah, Pranaos dan posticuin, di depan dan belakang. Bagian tengah ini

juga dikelilingi ambulatory lateral, depan dan belakang Bedanya ketiga ruang dihubungkan dengan pintu dan yang juga sedikit berbeda, bagian depan mempunyai ramp, seperti tangga namun permukaannya rata. Kuil ini tidak besar dibanding kuil-kuil tersebut di atas, luas crepidoma 29 x 14 M. Kolom-kolom OrderDorik berderet memanjang sebanyak 12 dan lebar 6 buah. Tinggi kolom 5.3 M dan diamater terbesar (bagian bawah) dari kolom I M, jadi perbandingannya 1 : 5.3.

Kuil Aphaia di Aegina (490 SM). Rekonstruksi pediment barat, acroterion atas atau tengah dan acroterion bawah (atas), pandangan depan dan potongan melintang (tengah) dan denah.

Kuil Aphaia di Aegina (490 SM), pandang-an reruntuhan (atas) dan perspektif mata-burung rekonstruksi (bawah). Dibanding dengan beberapa arsitektur Order-Dorik dibahas di atas, Kuil Zeus Olympius, Agrigentum juga dalam OrderDorik (510-409 SM.), sedikit mempunyai perbedaan khususnya pada denah. Kuil Zeus termasuk besar, berdenah segi empat luas 52.7x 110 M2, tidak mempunyai teras luar (portico) keliling, atau istilah dipakai dalam kuil ambulatory. Kolom dan dinding langsung berdiri pada sisi-sisi, depan dan belakang dari crepidoma Kolom-kolom

keliling tersebut sangat besar dan gemuk, berdiameter 4 M dan tinggi 17 M, jadi perbandingannya 1 : 4 . Kuil tidak mempunyai tangga yang pada umumnya mengeliling crepidoma. Berdasarkan rekonstruksi pintu masuk juga berbeda dengan kuil-kuil lainnya, kembar di kirikanan. Naos juga berbeda dengan lainnya, tidak terbagi menjadi dua atau tiga, namun berupa satu ruang panjang, seperti lorong. Kolom dari naos penampangnya segi empat, di atas kolom-kolom ini menumpu atlanlca, yaitu bagian dari kolom berupa patung manusia sedang menyangga.

Kuil Zeus Olympius, Agrigzntum (510-409 SM.). Penampang melintang (atas tengah) dan detail antlanta (atas kiri-kanan), pandangan depan (tengah) dan perbandingan memperlihatkan besarnya kuil ini dengan kuil Parthenon (tengah), denah (bawah).

Kuil Zeus Olympius, Agrigentum (510-409 SM), pandangan depan dari rekonstruksi. Order-Ionik (Ionic Order) Kelompok suku Ionian adalah bagian dari orang-orang Yunani, yang mendiami Kepulauan Ionian di timur dari Laut Agean. Setelah Order Dorik berkembang di seluruh wilayah Yunani termasuk Yunani Daratan, dikembangkan aliran baru dari arsitektur Order Yunani oleh orangorang Ionian. Aliran baru ini disebut Order-lonik sesuai dengan wilayah kepulaan di mana asal dari aliran ini. Order atau susuan konstruksi kolom dan entablature Ionic, mempunyai perbedaan tidak banyak, namun mendasar pada proporsi dan dekorasi kolom.

Dibanding dengan kepala kolom Order-Dorik yang hanya terdiri dari abacus berupa lempengan penumpu dan echinus, sederhana, kepala atau capital Ionik lebih rumit dan lebih indah. Diperkirakan dekorasi capital Ionik adalah turunan atau modofikasi dari lotus Mesir, dibawa oleh orang-orang Asiria dan negara-negara Asia Minor7. Selain penyederhanaan atau abstraksi dari bentuk shell kerang, yang bentuknya melingkarlingkar-spiral. Architrave di mana terdapat balok melintang dari Order-Ionik rata-rata lebih kecil dari yang ada pada Order-Dorik. Bila perbandingan tinggi dan diameter Kolom Dorik antara 4 hingga 6 kali, kolom tinggi Ionik sekitar 9 kali diameter terkecil, jadi lebih langsing.

Pola hiasan, lengkungan-lengkungan spiral (volute) dari kepala atau capital Ionic dan Mesir, mendapat inspirasi dari bagian-bagian tanaman (floral) dan binatang (fauna).

Metode menggambar lengkungan (volute) spiral dalam dekorasi arsitektur Order Ionik, (atas), penggambaran lengkungan spiral metode Goldman (bawah)

Kepala kolom Order-Ionik, Kuil Propylaea, Pirine (kiri) dan Eleusis (kanan) (atas)

Kolom, entablature dan dekorasi Ionic, Erechtheion. Athena (kiri), Kuil Ephesus (tengah) dan Kuil Polais di Preine (kanan) Pada jaman Helinik (Hellenic) entablature hanya terdiri architrave dan cornice, pada Orderlonik, hiasannya lebih rumit antara lain berupa deretan horisontal seperti gigi, sehingga disebut dentils. Kuil Artemis, Ephesus (356 SM) berdiri di atas pelataran (platform) setinggi 2.7 M 30 dengan tangga naik menuju crepidoma yang terdiri dari dua lapis atau dua tangga. Denah segi empat seperti pada kebanyakan kuil telah dikemukakan di atas, namun di sini cukup besar dengan crepidoma seluas 120 x 64 M2. Kolom keliling luar; memanjang berderet tepi . dan dinding naos terdapat deret kolom sebanyak deretan keliling yaitu 20 buah. Pada ambulatory- antara deretan kolom antara deretan kolom sebanyak deretan keliling yaitu 20 buah. Konstruksi, ukuran dan dekorasi semua kolom baik yang keliling atau di dalarn ambulatory sama. Diameter kolom sekitar 1.8 M dan tinggi 17,7 M sehingga kolomnya jauh lebih langsing dari kolom Dorik karena perbandingannya 1 : 9.8 (Dorik sekitar 1 : 5). Kepala kolom ber-bentuk spiral lengkung mernutar khas Order-lonik. Entablature mempunyai cornice dihias dengan dentils, sehingga relatif pendek dan tidak ada .frize-nva. Seluruh kuil mernpunyai 117 kolom, 36 di antaranya dihias dengan relief pada bagian bawah.

Kuil Artemis, Ephesus (356 SM), dekorasi dan bentuk kolom khas Order-lonik, dengan hiasannya (atas kiri-kanan), denah dan sebagian dekorasi (atas- tengah) dan perspektifrekonstruksi (bawah)

Peta Athena dan sekitarnya pada abad V Legenda : A. Acropolis. B. Agora. C. Areopago.

D. Olympieon. 1. Gerbang Beule. 2. Monurnen Agrippa. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kuil Athena Nike. Propilees. Pinacotheque. Pating Athena Promachos. Pemujaan Athena Hygeia. Pemujaan Artemis Brauronia. Dinding arkaik.

10. Ca/cotheque. 11. Parthenon. 12. Kuil arkaik Athena. 13. Pohon zaitun suci (Olivier sacre). 14. Erechtheion. 15. Altar Zeus Polieus. 16. Kuil Romawi Auguste. 17. Pelataran Clepsydre. 18. Clepsydre. 19. Tempat Pemujaan Apollon. 20. Goa Pan. 21. Aglaorion (Kuil Aglauros). 22. Pemujaan Aprodite.

23. Dinding pendukung di bawah odeion Pericles. 24. Monumen Thrasyllos. 25. Monumen seni tari. 26. Theatre Dionysos. 27. Kuil Dionysos baru. 28. Monumen Nicias. 29. Asklepieon. 30. Goa diperkirakan peninggalan jaman prasejarah. 31. Sumber air. 32. Stoa Eurnene. 33. Odeion Herode Atticus. 34. Akuaduk (Jembatan air). Kuil Erichtheion di Athena ( 421-405 SM) terletak di Acropolis, beberapa puluh meter di sebelah utara Kuil Parthenon dibangun oleh. Mnesicle. Sekarang tinggal reruntuhan, dengan beberapa bagian masih berdiri antara lain pintu gerbangnya. Denahnya kompleks, sama sekali berbeda dengan kuil-kuil dikemukakan di depan, yang hanya berupa segi empat sederhana. Kuil ini mempunyai tiga buah porche (semacam gerbang masuk, menempel pada unit utama) di utara, selatan dan timur. Selain itu bagian-bagian kuil mempunyai ketinggian berbeda satu dengan lain, juga merupakan perbedaan yang besar dengan kuil-kuil lain yang pada umumnya datar, lantai semua bagian sama tinggi. Naos yang merupakan bagian utama dari kuil dapat dicapai melalui porche sebelah timur. Bagian timur dari naos berupa tempat suci (shrine) untuk memuja Athena Polias dipercaya sebagai penjaga kota. Ketinggian lantai pada bagian ini sama dengan tinggi ratarata Acropolis. Kolom dari porche pada bagian timur ini berderet melebar sebanyak enam buah, masing-masing tingginya 6.5 M, ber diameter 0.686 M. Dengan demikian kolom terlihat sangat langsing dibanding kolom Order-Dorik karena perbandingannya hanya 1 9.7. Bagian barat naos lantainya sedikit lebih rendah, berupa ruang dibagi menjadi dua, untuk tempat memuja Erectheus. Selain kolom yang langsing, ciri khas Order-Ionik terlihat pada kepala kolom di mana terdapat hiasan lengkung-Iengkung spiral. Pada sisi utara, sebelah kanan terdapat porch yang paling besar dari kuil ini, juga dengan kolom-kolom Ionik, dalam hal ini empat buah. Di dalamnya terdapat pintu masuk besar untuk menuju ke ruang pemujaan. Pada bagian barat porche-nya dalam posisi tinggi, di atas sebuah dinding, merupakan latar belakang dari tempat pemujaan Pandrosus. Kolom-kolom pada bagian ini juga berbentuk Ionik.

Yang paling unik adalah porche di selatan, kolomnya empat buah berupa caryatid; yaitu kolom berbentuk patung manusia, dalam hal ini wanita Yunani. Tinggi kolom berupa patung ini 2.45 M, masingmasing berdiri berderet di atas dinding melintang menjadi tumpuan yang disebut pedestal, setinggi hampir 2 M.

Kuil Erechtheion di Athena (421-405 SM), hasil rekonstruksi , denah, pandangan dan potongan.

Kuil Erechtheion di Athena (421-405 SM), hasil rekonstruksi perspektif pandangan dari. utara-barat (kiri.atas), gambar detail kepala kolom atau capital dari porche (kiri bawah), reruntuhan dipandang dari arah barat (kanan atas), selatan timur (kanan tengah) dan porche dengan caryatid di bagian selatan (kanan bawah).

Yunani Order-Korintien (Corinthian Order)

Suku bangsa Korintin (Corinth), mendiami Yunani daratan sebelah barat, termasuk Athena, berseberangan dengan Kepulauan lonik yang berada di sebelah timur Laut Agean. Di wilayah ini berkembang pula Order yang telah dikemukakan di depan. Sesuaidengan suku bangsa dan tempat di mana suku bermukim, aliran ini disebut Order-Korintien (Corinthian-Order). Aliran sudah ada sejak 1500an tahun SM, namun baru mulai dikembangkan oleh orang-orang Athena pada awal Jaman Romawi sekitar tahun 50an SM9. Dengan demikian, banyak terdapat bangunan Order-Korintien di seluruh wilayah kekuasaan Romawi. Bahkan hiasan kepala Korintien dipakai pada hampir semua bangunan jaman kiasik. Oleh karena itu banyak ahli sejarah yang menggolongkan Order-Korintien dalam bagian dari arsitektur Romawi. Tidak hanya Korintien,

Order lainnya juga dikembangkan oleh orang-orang Romawi antara lain OrderTuscan, DorikRomawi dan Komposit. Qrder adalah susunan arsitektural dari balok (entablature) dan kolom, maka perbedaanperbedaan antara Order yang satu dengan lainnya adalah pada sekitar kedua elemen tersebut. Kolom dan . landasan (base) Korintien identik dengan Ionic yang langsing dibanding kolom Order-Dorik Diameter berbanding tingginya sekitar 1:9, 1:10 sehingga terlihat langsing seperti pada Order-Ionik. Perbedaan prinsip pada kepala ( capital) Order Korintien dengan Order lain, lebih bervariasi rumit dan proporsi dengan kolom di bawahnya lebih tinggi (perbandingan sekitar 1 1/6 x diameter kolom). Konon omamen kepala kolom Korintien mendapat inspirasi dari pengamatan terhadap keranjang bunga pada makam salah seorang dari suku Korintin 10. Kebetulan keranjang dipindah di atas sebuah tanaman acanthus, kemudian tumbuh dan berkembang hingga tinggi. Oleh karena itu Nikolaus Pevsner, John Fleming dan Hugh Honour, A Dictionary of Architecture, Pinguin Books Ltd, London. 1975. Menurut catatan Vitruvius penulis sejarah arsitektur termashur abad XVI hiasan kepala Order Korintien berupa relief floral terbanyak, berupa daun terutama daun acanthus. Entablature Order-Kirintien, tidak berbeda jauh dengan arsitektur lonik Yunani, antara lain dalam dekorasi berupa dentil. Hiasan pada entablature Korintien biasanya i~birr runrit dun lebih indaii dlbarldrng Order lainnya.

Evolusi dan sumber inspirasi dari dekorasi kepala kolom Korintien . Bentuk, proporsi, nama bagian-bagian dan dekorasi Order-Korintien

Evolusi dan sumber inspirasi dari dekorasi kepala kolom Korintien . Bentuk, proporsi, nama bagian-bagian dan dekorasi Order-Korintien

Denah, pandangan depan dan perspektif dari kepala pada sebuah kolom pada Kuil Apollo Epicurius (atas) dan Coragic di Bukit Lysicrates, Athena (bawah)

Denah, pandangan depan dan perspektif kepala pada sebuah kolom dari Tower of the Winds di Athena (Athena) (atas) dan kepala pada kolom dari sebuah portiko di Athena (bawah)

Kepala dan nama bagian-bagian dari kolom model Korintien-Romawi (kiri) dibanding kepala Korintien Yunani Awal (kanan)

Perbandingan kepala. kolom dan entablature Korintien-Yunani (kiri) dan Korintien-Romawi (kanan)

Kolom-kolom Order-Korintien dari Olympieon di Athena (175 SM-131M)

Perbandingan memperlihatkan masing-masing ciri dari ke tiga Order: Dorik (kiri), lonik (tengah) dan Korintien (kanan). Legenda: A. Entablature. B. Kolom. C;` Cornice. D. Frize. E. Architrave. F. Kepala. G. Shaft. H. Base. L Plinth. 1. Gutte. 2. Metope. 3. Trigliph. 4. Abacus. 5. Echinus. 6. Volute. 7. Fluting. 8. Dentil. 9. Facia

Varian atau perkembangan Order dengan ciri masing-masing, Order -Tuscan (kiri), Order DorikRomawi (tengah), Order Komposit (Composit) (kanan)

Teater terbuka (amphytheatre) Yunani Telah disebut di depan, bahwa orangorang Yunani menyenangi kegiatan di luar bangunan, termasuk seni panggung: Dalam hal ini mereka sangat cerdik dalam membangun teater terbuka, yaitu memanfaatkan kemiringan lembah bukit yang bentuknya seperti ceruk. Dengan demikian selain berlatar belakang dan lingkungan alami indah, juga pekerjaan konstruksi tidak terlalu banyak, sesuai dengan teknologi pada masanya. Lembah dibuat menjadi trap-trap tempat duduk berdenah setengah lingkaran di mana kecerdikan para arsitek Yunani kembali terlihat di sini, bentuk dan kemiringannya, sangat baik dari segi akustik, karena dapat memantulkan suara ke segala arah. Pada bagian paling rendah atau ujung bawah dibuat sebuah panggung yang biasanya berdenah lingkaran. dengan latar belakang sebuah unit berupa blok. selain untuk latar belakang juga di dalamnya untuk ruangruang persiapan dan lain-lain fasilitas pendukung pementasan (tari, musikk drama. ritual keagamaan dll). Teater Epidauros (350 SM) dirancang oleh Polycleitos, adalah salah satu yang terbaik dari yang pernah dibangun oleh orang-orang Yunani pada masanya. Ukuran, bentuk dan proporsi bagianbagian sangat teliti diperhitungkan persyaratan dan ukuran manusia termasuk sudut pandang. Kemiringan atau potongan melintang dari tempat duduk -penonton dirancang sedemikian rupa dengan proporsi sudut pandang. Diameter lingkaran panggung pertunjukan 20.4 M dan diameter setengah lingkaran seluruhnya 118 M. Teater Dionysos (330 SM). Dibangun di kaki bukit Akropolis Athena, merupakan teater terbuka dengan konstruksi sama dengan yang dibahas sebelum ini. Teater ini jauh lebih besar dari Teater Epidauros, tempat penonton terdiri dari tiga bagian. dipisahkan oleh dua gang (diazomata) yang denahnya juga bagian dari lingkaran, seluruhnya dapat menampung 18000 penonton, suatu ukuran luar biasa besar pada masa itu,. Kemiringan dari tempat penonton memanfaatkan bagian bawah dari bukit Akropolis yang lerengnya terdiri dari karang. Dahulu dibagian depan terdapat 16 kursi singgasana untuk penonton kehormatan.

Teater Epidauros (350 SM), denah dan potongan melintang (atas) dan pandangan dari atas (bawah). Legenda: 1.Tempat duduk penonton. 2.Panggung. 3.Unit Latar belakang. 4.Gang (diazomata)

Denah Teater Dionisos di Athena (330 SM)

Teater Dionysos die Athena (330 SM), pandangan reruntuhannya dari sisi barat (atas), reruntuhan bagian bawah dekat dengan panggung (bawah) dan tanda rnasuk ke teatert3 (bawah)

BANGUNAN UMUM Di luar Acropolis yang berada di puncak bukit, di Athena, terdapat kompleks lain yang juga penting yaitu Agora, Areopago dan Olympieon. Kompleks Agora terdapat di sebelah utara-barat dari Acropolis, merupakan pusat kegiatan sosial, perdagangan, administrasi dan pemerintahan.. Dalam kompleks, terdapat bangunan umum antara lain gedunggedung perkantoran, pasar, tempat-tempat untuk kegiatan rekreasi, hiburan dan monu men. Selain itu di Agora juga terdapat tempattempat pemujaan.

Peta kota Athena (atas), Agora pada akhir jaman Hellenistik (tengah) dan pada 300 SM (bawah)

Rekonstruksi denah Agora, Athena pada jaman Romawi sekitar 15SM (atas) dan perspektif mata burung ( bawah-kanan) Lingkungan Agora berkembang sejak jaman sebelum 300 SM, jaman Hellenik hingga jaman Romawi yang dimulai abad I SM. Pada peta akhir jaman Hellinik, terdapat beberapa bangunan yang tidak ada sebelumnya antara lain stoa Attele, didirikan di atas 62 sebagian tempat di mana sebelumnya terdapat b3 tribunal. Stoa tengah juga merupakan unit di dalam kompleks Agora dibangun pada masa Hellinik.

Di dalam Agora terdapat cukup banyak stoa, sebagian besar dibangun pada jaman Hellenik berupa unit memanjang dengan kolom-kolom berderet, ada yang pada satu sisi, ada yang keliling. Stoa adalah unit bangunan mempunyai ciri khas berbentuk segi empat memanjang, berfungsi sebagai tempat pemujaan dan dibangun dalam lingkungan publik seperti Agora ini. Salah satu dari stoa si Agora yang namanya di ambil dari letanya yaitu stoa timur untuk memuja Attele (Attalos), mempunyai kolom pada satu sisi yaitu sisi barat, sedangkan sisi lainnya yang di sebelah timur berupa dinding dan deretan kamar-kamar, konstruksinya mirip portiko. Stoa utarabarat di dalam Agora ditujukan untuk memuja dewa Zeus, konstruksinya juga identik dengan portiko, memanjang dengan deretan kolom di tengah dan sisi timur, sedangkan sisi lainnya berupa dinding. Bedanya di sini denahnya berbentuk U. Di bagian selatan Agora, terdapat dua buah stoa, juga diberi nama sesuai dengan letaknya. Satu dengan lain saling sejajar memanjang ke arah timur-barat, membentuk halaman di tengah juga

memanjang timurbarat. Yang di depan atau utara disebut Stoa Tengah, yang di elatan di sebut Stoa Selatan II.

Deretan kolom pada Stoa Selatan untuk memuja Attale (Attalos) sehingga sering di sebut Stoa Attalos II Pada Jaman Romawi sekitar abad I SM hingga I M, menempel pada sisi utara dari Stoa Tengah di dalam Agora, dibangun sebuah odeion, yaitu teater untuk pertunjukan musik, memperlihatkan keahlian para musisi kepada publik. Bentuknya- segi empat dengan pangg ing setengah lingkaran. Ternpat penonton melingkar, bagian dari lingkaran, seperti pada teater terbuka, dibahas di atas. Bedanya dibanding teater terbuka, bagian untuk penonton tidak dibuat memanfaatkan kemiringan sebuah lereng, namun berupa konstruksi yang sengaja dibuat trap-trap makin ke depan makin rendah. Bedanya lagi antara lain, tempat penonton dan panggung dikeliling oleh unit keliling beratap.

Odeion Agripa, Agora, Thena, prerspektif potongan mata burung. Bangunan umum penting lain di jaman Yunani Hellinik adalah Bouleuterion atau Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, tempat para wakil rakyat terpilih secara demokratis bersidang. Salah satu bangunan dalam kategori ini adalah Bouleuterion, Melitus dibangun pada 170 SM. Bangunan utama terletak pada ujung halaman dalam dikeliling portiko yang membentuk sebuah atrium. Gerbang masuk ke dalam atrium berarsitektur Order Korintien. Unit utama berdenah segi empat panjang, melintang atapnya pelana.

Bouleutterion, Melitus (170 SM), perspektif mata-burung hasil re konstruksi Bouleuterion (Gedung Dewan Perwakilan Rakyat) Priene (sekarang Ecclesiasterion), denahnya segi empat hampir bujur sangkar. Berdasarkan rekonstruksi tempat duduk para anggota legislatif berupa trap-trap seperti tempat penonton pada teater, namun dalam hal ini denahnya membentuk huruf U. Tempat duduk tersebut dapat menampung sekitar 600 700 orang. Di tengah terdapat altar. Atapnya pelana, berdasarkan rekonstruksi disangga oleh kuda-kuda dari kayu.

Peta kota Priene, dibangun sekitar 350 SM (kiri), perspektif rekonstruksi ruang dalam (kanan-atas) dan denah (kanan-bawah) Legenda: A. Bouleterion. B. Stadio. C. Ginnasio Inferiore. D. Santuario di Demetra.