Anda di halaman 1dari 5

MATA UJIAN KEPANITERAAN ILMU BEDAH RUMAH SAKIT HUSADA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA TANGGAL

UJIAN : 25 Juni 2013 DOKTER PENGUJI : dr. Irwanto NAMA MAHASISWA : Olivia Novianty Loei NOMOR MAHASISWA : 11-2012-176 Tanda tangan :

IDENTITAS PASIEN Nama : Ny. T Umur : 75 tahun Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Diketahui
2013, Jam 12:30 Jenis kelamin : Perempuan Suku bangsa : WNI Agama : Kristen Tanggal berobat ke Poli Bedah Husada : 18 juni

Anamnesis Diambil dari : autoanamnesis


Tanggal : 18/6/2013 Jam : 13:30 siang

Keluhan utama : Nyeri pada kuku jempol tangan kiri sejak 1 hari sebelum ke poli bedah Rs. husada. Keluhan tambahan : Tidak ada

Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang dengan keluhan nyeri pada kuku jempol tangan kiri sejak 1 hari sebelum ke poli bedah Rs. Husada. Pasien mengaku rasa nyeri pada kuku jempol
tangan kiri sudah sangat mengganggu aktivitas. Pasien mengatakan ujung jempol tangan kiri menonjol sudah sejak 1 minggu sebelum pasien datang ke poli bedah Rs. Husada. Pasien juga mengeluh lekukan kuku menonjol sejak 1 minggu sebelum ke poli bedah Rs. Husada. Pasien mengaku melakukan perkerjaan rumah tangga seperti mencuci. Pasien juga mengatakan cabut kuku jempol kaki kanan sejak 4 hari sebelum ke poli bedah Rs. Husada karena keluhan yang sama. Pasien juga mengatakan sudah sering cabut kuku karena keluhan yang sama. Pasien mengaku memiliki riwayat Hipertensi dan Diabetes Mellitus.

Riwayat keluarga - Riwayat tekanan darah tinggi dan kencing manis pada keluarga pasien. - Riwayat asma pada keluarga disangkal pasien.

2.

Pemeriksaan Fisik Status Generalis

Keadaan umum Kesadaran Tanda-tanda vital Kepala Mata Telinga Hidung Tenggorokan Leher Jantung Paru Abdomen

: Tampak sakit sedang : Compos mentis (GCS 15 E4 V5 M6) : TD:140/90mmHg, Nadi:88 X/menit, RR:18 X/menit, S:36,1 0C : Normocephaly : Conjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/-, reflex cahaya +/+, pupil isokor : Membran timpani utuh, sekret (-), serumen (-) : Darah (-), Sekret (-) : Tonsil T2-T2, faring tidak hiperemis. : Kelenjar getah bening dan tiroid tidak membesar
: bunyi jantung I-II regular, gallop (-), murmur (-) : suara nafas vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/: datar, supel, bunyi usus (+) normal, nyeri tekan (-), hepar & lien tidak teraba.

Colok dubur Alat Kelamin

: Tidak dilakukan : Lihat Status Lokalis _ _ _ _

Ekstremitas (lengan & tungkai): Edema :

Status Lokalis Bedah Regio : Distal Phalang I Manus Sinistra Inspeksi : Tampak lekukan pada kuku, tampak ujung menonjol dan
warna suram dari kuku sekitar.

Palpasi

: Teraba lekukan dan penonjolan pada kuku

Perkusi Auskultasi

: tidak dilakukan : tidak dilakukan

IV. Pemeriksaan Penunjang Tidak dilakukan V. Resume Pasien bernama Ny. T datang dengan permintaan untuk extraksi nagel. Pasien mengaku nyeri pada kuku jempol tangan kiri sejak 1 hari sebelum ke poli bedah Rs. Husada. Pasien mengatakan ujung jempol tangan kiri menonjol dan terdapat lekukan pada jempol tangan kiri sejak 1 minggu sebelum ke poli bedah Rs. Husada Pada pemeriksaan fisik ditemukan TTV TD:140/90mmHg, Nadi:88 X/menit, RR:18 X/menit, S:36,1 0C, pada pemeriksaan status lokalis maupun pus pada kuku jempol tangan kiri. VI. Diagnosa Kerja Onikomikosis VII. Diagnosa Banding Paronikia Kronis VIII. Pemeriksaan Anjuran Preparat jamur KOH 20% IX. pengobatan Ekstraksi nagel Bifonazol cream 10g 2-4 minggu Itrakonazol 200 mg per hari selama 3-4 bulan ditemukan : tidak ditemukan eritema

X. Prognosis Quo Ad Vitam : Dubia ad Bonam Quo Ad Functionam : Dubia ad Bonam Quo Ad Sanationam : Dubia ad Bonam

XI. Laporan Operasi 1. Lakukan tindakan asepsis dan antisepsis pada jari jempol tangan kiri. 2. Pasang doek berlubang 3. Lakukan tindakan anestesi pada pangkal jari di sebelah dorsum lateral kiri dan kanan unuk memblok saraf yang melayani hari tersebut. Bila perlu dilakukan ring block. 4. Masukkan sonde beralur pada 1/3 lateral kuku jari jempol tangan kiri hingga mencapai matriks kuku 5. Gunting kuku di atas sonde 6. Masukkan klem, jepit bagian kuku yang akan dibuang, putar ke arah sisi jari sehingga kuku terlepas dari dasarny, kuku ditarik hingga terlepas. 7. Kemudian keroklah dasar kuku yang telah dibuang dengan kuret 8. Gunting matriks bekas tempat kuku tertanam pada sisi jari 9. Bila perlu kulit penutup matriks dijahit 10. Luka ditutup dengan salep dan betadine, kemudian tutup dengan kasa steril.