Anda di halaman 1dari 21

Colic abdomen

Meidy Weror 06700206

colic abdomen merupakan keadaan klinis dimana terjadi perubahan kondisi akut pada organ-organ intraabdomen, yang biasanya berhubungan dengan inflamasi atau infeksi, yang membutuhkan penegakan diagnosis yang cepat dan tepat.

Keluhan

yang menonjol pada colic abdomen adalah nyeri perut. Nyeri perut dapat berupa nyeri visceral maupun nyeri somatik dan dapat berasal dari berbagai proses pada berbagai organ di rongga perut atau diluar rongga perut misalnya rongga dada

I. a. b. c. d. e. f.

Anamnesa : kapan mulai timbulnya nyeri?mendadak atau berangsur ? Apakah nyerinya menetap,pindah atau berangsur? Apakah nyerinya seperti ditusuk,tekanan,terbakar,irisa? Berapa kecepatan kendaraan? Apa penyebab kecelakaan? Apakah pasien ingat kejadiannya?

II.

Pemeriksaan Fisik :
a. Primary Survey Airway, bebaskan jalan nafas dengan triple manuver, suction, intubasi. Breathing, nilai pernafasan dengan gerakan dada pasien dan udara pernafasannya. Circulation, nilai sirkulasinya dengan hitung denyut nadi, tek. Darah, tanda-tanda syok dan hipovolemi, kekuatan dan irama pulsasi nadi, bunyi jantung, JVP Dissability, hitung GCS pasien, periksa ukuran, kesimetrisan dan reaktivitas pupil. Eksposure, evaluasi adanya tanda-tanda trauma dan perdarahan.

b. Secondary Survey Inspeksi kepala : laserasi, hematoma, nyeri tekan, krepitasi, cedera mata, ruptur membran timpani. leher : edema, hematoma dada : pergerakan dinding dada, simetri bunyi nafas ekstremitas : tandatanda tauma, hematoma Palpasi kepala : nyeri tekan leher : laring (krepitus, nyeri tekan dan stabilitas) abdomen : distended, nyeri tekan ekstremitas : deformitas, pulsasi, Perkusi perkusi dinding dada Auskultasi abdomen : bising usus

I.

Pre-OP
Analgetik b. Long arm cast
a.

II.

Post-OP
a.

Open Reduction Internal Fixation

Nama Umur Kelamin Alamat Agama Pekerjaan MRS

:Tn. K : 45 th : Laki - laki :Pasuruan : Islam : swasta : 12 September 2012

Primary Survey

A
B

Patent
Spontan, simetris, RR 20x/mnt

C
D

T : 140/80, N: 80 x/mnt
GCS 456, Pupil isokor, Reflek cahaya +/+

COS
Secondary Survey

pasien saat ini mengeluh nyeri pada kepala,mulut dan mata serta pasien mengeluh keluar cairan darah dari dari telinga dan hidung setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengaku tidak begitu ingat kronologi kejadian,pingsan(-),pusing (+), Muntah (+).
COS

Pdx: Ro antebrachii (D) AP/Lat, wrist position

Keluhan

Utama :

Post KLL motor vs motor

Nyeri lengan kanan post KLL. Mu/mun : -/Pingsan : (-) Bengkak : (-) Pasien masih bisa mengingat kejadian post KLL Post KLL pasien dibawa ke Puskesmas Pandaan dengan luka terbuka di lengan kanan. Kemudian dirawat luka, di pasang bidai, dan dirujuk ke RSUD Bangil.

Riwayat

alergi (-)

STATUS GENERALIS
Keadaan

Umum Cukup Kesadaran Compos Mentis, GCS 456 Vital Sign dalam batas normal. Kepala : a/i/c/d : -/-/-/Leher : Pembesaran KGB (-) JVP meningkat (-) Thorax : simetris C : S1 S2 tunggal P : ves/ves Rh -|Wh -|M(-) G(-) Abdomen : supel, flat, BU (+) Normal HIL tidak teraba

Genital : dbn Ekstremitas : inspeksi : tanda-tanda radang (-) palpasi : derik tulang (+) Vulnus appertum antebrachii (D) 1/3 distal Edema antebrachii (+) Deformitas (+) Diagnosa Sementara : Open Fraktur Radius (D) 1/3 Distal Terapi : Infus RL 14 lpm Injeksi Teracef 2x1 gr iv Injeksi Gentamycin 2x1 amp iv Injeksi Noracess 3x1 amp iv ATS 1500 iu im

Foto antebrachii+Wrist Joint S 12/09/12

Dilakukan tanggal 13 september 2012 pukul 13.00-13.30 WIB di ruang OK RSUD Bangil. Nama dokter bedah : dr.Baskoro, Sp.OT Nama dokter anasthesi : dr. Prawito, Sp.An Diagnosa post operatif : Open Fraktur Galeazzi D Tindakan yang dilakukan : Debridement, platting radius +pinning. Rencana pengobatan :Open Reduction Internal Fiksation, scru+pinning.

Post OP foto antebrachii 14/09/2012