Anda di halaman 1dari 14

TUGAS

PLANKTONOLOGI
Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti UTS

DIVISI CHRYSOPHYTA

AUFA FADHLI PRATOMO


230210080018

JURUSAN ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2009
DIVISI CHRYSOPHYTA

1. Pengenalan Chrysophyta

Chrysophyta (kri-SO-fa-ta) adalah berasal dari akar Yunani yang berarti dua emas
(chryso - χρυσό), dan tanaman (nabati φυτό). Warna yang berasal dari yang dominasi
warna emas dari kedua Pigmen.

chrysophytes adalah, seperti namanya, yang artinya algae keemasan. Warna keemasan
dari kloroplast chrysophyta (kromoplast) merupakan akibat dari dominasi kedua Pigmen,
khususnya β-carotene, fucoxanthin dan lainnya xanthophylls. Pigmen utama fotosintesis
adalah klorofil a dan c 1 serta c 2..Sel chrysophyta sebagian besar tersusun atas silikat.

Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu
warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak
sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen mempunyai banyak
inti dan disebut Coenocytic. Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya
terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan
oogonium membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru. Reproduksi secara
vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan
jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.
Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel
satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura. Diatom banyak
ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit. Tanah yang
mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan koloni.
Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca).
Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri.
Divisi chrysophyta memiliki 3 kelas yang didasarkan pada persediaan
karbohidrat,struktur kloroplast,dan heterokontous flagella. Dalam Chrysophyta, prinsip
fotosintesis pigmen biasanya terdiri dari klorofil a dan c 1 serta c 2. dan karotenoid
fukosantin. Pengelompokan chrysophyta menunnjukkan perbedaan struktur kloroplas dan
sering kali terdapat tiga thylakoids disekitar periphery kloroplas (girdle lamena).
Kloroplas terdiri dari dua membrane (CER), jarak dua periplastida antara dua kloroplas
dan reticulum endoplasma sempit dan kurang adanya perbedaan struktur. Ribosom
terdapat pada permukaan luar CER. Tingkat flagenta yang paling tinggi yaitu
heterokontous. Sel heterokontous mempunyai dua flagel, yaitu flagel licin dan flagel
dengan bulu kaku seperti pipa atau mastigonema dalam dua baris.

Chrysophytes yang dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu : chrysomonads dan
silicomonads. Chrysomonads hampir seluruhnya berada di air tawar, sedangkan
silicomonads adalah di laut.

Ciri Talus

1. Bentuk dapat berupa batang, telapak tangan , dan bentuk – bentuk campuran.
2. Pada ganggang keemasan yang bersel satu ada yang memiliki dua flagella
heterodinamik yaitu sebagai berikut :
• Satu flagella memiliki tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema,
flagella sepertiinidisebutpleuronematik.
• Satu flagella lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut
akronematik, mengarahkeposterior.
• Pada kloroplas pada ganggang jenis tertentu ditemukan pirenoid yang
merupakan tempat persediaan makanan.

KLASIFIKASI

Chrysophyta (Alga Emas)

Domain : Eukaryota

Kingdom : Chloromaiveolata

Divisi : Heterokontophyta

Class : Chrysophyta

Tabel 1.1 karakteristik pengelompokan divisi chrysophyta


Kelompok Mayor Persediaan Dinding sel flagella
photo karbohidrat
(nama umum) synthetic
pigmen

Chrysophyceae Klorofil A, Chrysolaminarin Skala, loriceae heterokontous


(alga coklat C1 dan C2 (lukasin)
keemasan)
fukosantin

Tribophyceae/ Klorofil A, Chrysolaminarin Pektin/dinding heterokontous


C1 dan C2 (lukasin) selulosa
xantophycea (alga
hijau kekuningan)

Bacillariophyceae Klorofil A, Chrysolaminarin Silica frustula Gamet jantan


C1 dan C2 (lukasin) dengan satu
(diatomophyceae) flagel dan
fukosantin mastigonema

2. Karakteristik Chrysophyta

1. Bentuk tubuh

Chrysophyta kebanyakan bersel satu (uniseluler) dan bersel banyak (multiseluler)


dan tubuhnya biasanya berbentuk seperti benang. Bentuk sel chrysophyta adalah
Coccoid, amoeboid, berserabut, kolonial, atau thalloid, biasanya flagellated.

Pigmen, Chrysophyta berwarna keemasan, warna keemasan pada Chrysophyta


disebabkan oleh karoten dan xantofil. Disamping itu Chrysophyta mempunyai pigmen
fotosintesis termasuk klorofil dan karotenoid seperti fukoxantin dan diadinoxantin.

Chrysophyta memiliki klorofil A dan C dan klorofil tersebut tersimpan didalam


kloroplas yang berbentuk cakram atau lembaran.

2. Cadangan makanan

Cadangan makanan pada Chrysophyta berupa tepung krisolaminarin. Dan bahan


simpanan utamanya adalah minyak dan krisolaminarin (leukosin) beberapa phagotrophic
dan kanjinya tidak menimbun.
3. Struktur sel

• Dinding sel

Chrysophyta umumnya tidak berdinding sel. Bila ada dinding selnya maka terdiri
dari lorika (ex.Dinobryon dan kephryon). Atau tersusun dari lempengan silicon (ex.
Sinura dan mallomonas) atau tersusun dari cakram kalsium karbonat (ex.
Syracospoera). Struktur selnya tidak mempunyai dinding selulosa dan membrannya
menunjukkan kewujudan silica.

• Isi Sel

Pada Chrysophyta isi selnya (berinti tunggal memiliki plastida yang terdiri dari 1 atau

• Kloroplas

Kloroplas pada Chrysophyta berwarna coklat keemasan. Chrysophyta


menunjukkan perbedaan struktur kloroplas dan sering kali terdapat tiga thylakoids
disekitar periphery kloroplas (girdle lamina). Kloroplas terdiri dari dua membrane
(CER), jarak periplastida antara dua kloroplas dan retikulumendoplasma sempit dan
kurang adanya perbedaan struktur.

• Ribosom

Ribosom pada Chrysophyta terdapat pada permukaan luar CER.

• Vakuola Kontraktil

Terdapat satu atau dua fakuola kontraktil dalam sel (tergantung pada spesies)
yang terletak dekat dasar dari flagel. Masing-masing fakuola kontrakil terdiri atas
vesikel kecil yang berdenyut dengan interfal yang teratur, mengeluarkan isinya dari
sel. Fakuola kontraktil yang terdapat pada alga yang berflagel fungsi utamanya adalah
osmoregulator.

• Badan Golgi

Badan golgi terletak di antara inti dan kontraltil fakuola. Badan golgi adalah
organela yang terdapat pada sel eukariotik, baik hewan maupun tumbuhan yang
strukturnya terdiri dari tumpukan fesikel bentuk cakram atau kantung.

• Nukleus
Nukleus dan kloroplas dihubungkan oleh membran kloroplas ER yang mana
berhubungan dengan pembungkus inti.

4. Alat gerak

Chrysophyta memiliki alat gerak yang terdiri dari flagel dan jumlahnya tidak
sama tiap marga (struktur dasar flagel pada alga mirip dengan flagel pada mahluk
hidup lain. Susunan benang flagel menunjukkan pola 9+2 dengan tipe akronematik
(whiplash) dan pantonematik (tinsei).

Kedudukan dan keadaan flagelumnya berbeda, selnya boleh menjadi uniflagerum


atau biflagerum. Jika biflagelat, flagelumnya mungkin sama panjang atau tidak.
Tingkat flagenta yang paling tinggi yaitu heterokontois. Susunan tubuhnya ada yang
berbentuk sel tunggal dan berbentuk koloni.

Sel heterokontous mempunyai 2 flagel yaitu flagel licin dengan bulu kaku seperti
pipa atau mastigonema dalam dua baris.

5. Habitat

Habitatnya di air tawar atau air laut, tempat – tempat yang basah, dan merupakan
anggota penyusun plankton.

6. Cara hidup

Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis


makanan sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis.

7. Reproduksi

Perkembangbiakan pada Chrysophyta terjadi secara generatif dan vegetatif.


Dengan membelah secara longitudinal dan fragmentasi terjadi menjadi 2 macam yaitu:

1). Koloni memisah menjadi 2 atau lebih (sel tunggal melepaskan diri dari koloni
kemudian membentuk koloni yang baru).

2). Sporik dengan membentuk 2 oospora (untuk sel yang tidak berflogel) dan
statospora (tipe spora yang unik yang ditemukan pada Chrysophyta, dengan
bentuk speris dan bulat, dinding spora bersilla, tersusun atas 2 bagian yang saling
tumpang tindih, mempunyai lubang atau pore ditutupi oleh sumbat yang
mengandung gelatin).

3. Peranan ganggang keemasan dalam kehidupan


Berguna sebagai bahan penggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat dinamit,
membuat saringan, bahan alat penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis, dan piringan
hitam. Chrysophyta merupakan bagian yang terdiri dari fitoplankton. Navicula
merupakan fitoplankton dilaut sehingga dikenal sebagai grass of the sea. Beberapa hewan
laut kecil seperti udang-udangan dan larva ikan memperoleh karbohidrat, lemak, dan
protein dari diatomae. Sisa diaromae yang telah mati berbentuk deposit yang disebut
tanah diatoni. Tanah diaromae sering dimanfaatkan sebagai penyerap trinitrogliserin
(TNT) pada bahan peledak, campuran semen, sebagai bahan penggosok, bahan
penyaring, solasi penyuling gasoline dan glukosa serta digunakan sebagai bahan untuk
pembuat jalan.

Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada
yang hidup di air laut. Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak. Alga ini
digolongkan ke dalam 3 kelas, yaitu :

a. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)


b. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
c. Kelas Diatom (Bacillariophyceae)

Uraian kelas-kelas chrysophyta :

a. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)


Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu
warnanya hijau kekuning-kuningan. Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas
banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat. Filamen
mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic.
Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan
spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium
membentuk zigot. Zigot tumbuh menjadi filamen baru.
Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari
induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru

Gambar
Vaucheria sessilis menunjukkan struktur reproduktif (antheridium di antara dua oogonia)

Ciri-ciri kelas xantophyceae, yaitu :

1. Uniseluler dan koloni dengan dinding silikat


2. Susunan tubuh :

• Berbentuk sel tunggal, contoh: botrydiopsis


• Berbentuk filament, contoh: tribonema
• Berbentuk tubular, contoh: vaucheria

2. Susunan sel:

Umumnya tidak memiliki dinding sel, bila mempunyai dinding sel, terdiri dari
pectin dan silikon (SiO3). Terdiri dari dua bagian yang saling menutupi, seperti
pada tribonema sp.

3. Alat gerak :

berupa dua buah flagel

4. Isi sel :

Terdapat inti sel berbentuk tunggal dan banyak inti, terdapat plastid berbentuk
cakram tanpa pirenoi.

5. Habitat :

Umumnya dalam semua situasi air, tetapi terutama dalam air dingin.

6. cadangan makanan :

Chrysolaminarin (dimodifikasi laminarin) dan minyak.

7. perkembangbiakan :

Secara vegetatif, dengan cara pembelahan sel dan fragmentasi. Secara sporik,
dengan pembentukan zoospore, contoh: botrydiopsis, tribonema. Dengan
pembentukan aplanospora, contoh: botrydium. Secara gametik, dengan oogamet
(oogami), contoh: vaucheria. Dengan isogamete (isogami), contoh: botrydium.

b. Kelas Alga Coklat-Keemasan (Chrysophyceae)


Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil. Tubuh ada yang bersel
satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.

Ochromonas sp.

Synura sp.

Ciri-ciri kelas chrysophyceae, yaitu :

1. Chrysophytes dengan kloroplas emas-coklat, berisi chlorophylls a dan c, dan


mayoritas carotenes dan xanthophylls, termasuk fucoxanthin.

2. Susunan tubuh :

Berbentuk sel tunggal dan berbenruk koloni

3. Susunan sel :

umumnya tidak mempunyai dinding sel, terdiri dari: lorika, contoh: sinura dan
mallomonas atau bisa juga tersusun dari cakram kalsiumkarbonat, contoh:
spyracospaera.

4. Alat gerak :

terdiri dari flagel dan jumlahnya tidak sama tiap marga, contoh: synura, dan
syracosphaera, mempunyai dua flagel yang sama panjangnya. Dinobryon dan
ocromonas, mempunyai dua flagel yang tidak sama panjangnya. Chrysamoeba,
memiliki satu flagel.
5. Isi sel :
berinti tunggal, plastida terdiri dari satu atau dua, pigmen berupa klorofil a, b,
dan c. Beta karotin, xantofil, berupa lutein, diadinixantin, fukoxantin, dan
dinoxantin.

6. Habitat : terutama pada air tawr yang dingin

7. Cadangan makanan :

Cadangan makanan termasuk chrysolaminarin, yang dimodifikasi laminarin


(leucosin) dan minyak.

8. Perkembangbiakan dilakukan secara :

Vegetatif dengan membelah secara longitudinal dan fragmentasi. Fragmentasi


ada 2 macam, yaitu:

1. Koloni memisah menjadi dua bagian atau lebih.

Sel tunggal melepaskan diri dari koloni kemudian membentuk koloni yang baru.

2. Sporik, dengan membentuk zoospore (untuk sel-sel yang tidak memiliki


flagel) dan statospora

Statospora yaitu tipe spora paling unik yang diketemukan pada chrysophyta,
khususnya pada kelas-kelas chrysophyceae dengan bentuk sporis dan bulat.
Dinding spora bersilia, tersusun oleh dua bagian yang saling tumpang tindih,
mempunyai lubang atau pora yang ditutupi oleh sumbat yang mengandung
gelatin.

Beberapa spesies bentuk statosporanya bermacam-macam, yaitu: Ada yang


berdinding halus, Berornamen dan Berdiri, ketiga bentuk tersebut dapat
diketemukan pada genus yang nonmotil, contoh: chysomonadales.

Pada genus yang motil statospora yang diketemukan berada pada fase
istirahat, yaitu flagel tertarik kedalam dan membentuk bagian yang sporik atau
bulat, selanjutnya flagel mengalami deferensiasi internal dari protoplasma yang
sporik. Yang terpisah hanya bagian membrane plasma dari bagian poroferi
protoplasma asli. Kemudian sekresi dari dinding antara dua membrane plasma
yang baru terbentuk, kecuali daerah sirkuler, nantinya akan membentuk lubang
atau pori.

c. Kelas Diatom (Bacillariophyceae)


Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah. Tanah yang
mengandung diatom berwarna kuning keemasan. Tubuh ada yang uniseluler dan
koloni. Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup
(epiteca). Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri.
Contohnya: Navicula, Pannularia dan Cyclotella.

Navicula sp.

Pinnularia sp.

Cyclotella sp.

Gambar . Bermacam-macam bentuk kerangka Diatom


Ciri-ciri kelas bacillariophyceae, yaitu :

1. Unisellular atau kolonial dengan dengan dinding sel tersusun oleh silikat
2. Susunan tubuh :

berbentuk sel tunggal, berbentuk koloni dengan membentuk tubuh simetri


bilateral (pennales) dan simetri radial (centrales).

3. Susunan sel :

• Terdapat dinding sel yang disebut frustula tersusun dari bagian dasar yang
dinamakan hipoteka dan bagian tutup (epiteka) dan sabuk (singulum). Frustula
ini tersusun oleh zat pectin yang dilapisi silicon. Epiteka dan hipoteka
tersusun oleh valve atas dan valve bawah.
• Valve tersusun dari: rafe, stria, nodulus pusat dan nodulus kutub. Pennales,
pina berarti sirip, strianya tersusun menyirip, banyak ditemukan diair tawar.
Centrales, strianya tersusun memusat, banyak ditemukan di air laut.
4. Alat gerak :

flagel yang terdapat pada sperma

5. Isi sel :

berinti tunggal dan berinti diploid, pigmen klorofil a dan c, beta karotin serta
xantofil (fukosantin)

6. Habitat :

umumnya dalam semua situasi air, tetapi terutama dalam air dingin.

7. Cadangan makanan :

chrysolaminarin (dimodifikasi laminarin) dan minyak,

8. Perkembangbiakan

Perkembangbiakan pada Chrysophyta terjadi secara generatif dan vegetatif.


Dengan membelah secara longitudinal dan fragmentasi terjadi menjadi 2 macam
yaitu:

1). Koloni memisah menjadi 2 atau lebih (sel tunggal melepaskan diri dari
koloni kemudian membentuk koloni yang baru).

2). Sporik dengan membentuk 2 oospora (untuk sel yang tidak berflogel) dan
statospora (tipe spora yang unik yang ditemukan pada Chrysophyta, dengan
bentuk speris dan bulat, dinding spora bersilla, tersusun atas 2 bagian yang saling
tumpang tindih, mempunyai lubang atau pore ditutupi oleh sumbat yang
mengandung gelatin). secara gametik dengan membentuk auxospora, dengan cara:
parthenogenesis, pedogami, konjugasi isogami, konjugasi anisogami, autogami
dan oogami.

9. TANAH DIATOM

Terjadinya tanah diatom

A sample of diatomaceous earth


Diatom sebagai plankton di laut maupun di danau-danau jika mati atau
dikeluarkan sebagai faeces berasal dari segala macam konsumen, mengendap sampai
di dasar laut atas dasar danau-danau, dan mengendap di dasar-dasar itu sampai jutaan
tahun tanpa membusuk atau berubah struktru dindingnya, karena dindingnya terdiri
dari 100%silikat dan tidak dapat hancur atau membusuk.Menurut literature, jutaan
km2 dasar laut dekat kutub utara dan di daerah sub-tropik, diliputi oleh lapisan tebal
dari endapan dinding diatom.
Oleh macam-macam proses geologi seringkali dasar laut yang diliputi oleh tanah
diatom, yang tebalnya dari bebrapa meter sampai puluhan meter terangkat sampai
diatas permukaan laut, menjadi pulau-pulau atau dataran-dataran tinggi di benua-
benua. Misalnya di pegunungan Alpen atau Himalaya terdapat sisa-sisa atau lapisan
tanah diatom dari laut. Inilah suatu peristiwa yang kebenarannya tidak dapat
disangkal lagi. Jadi, adanya tanah diatom yang berasal dari laut di Alpen atau
Himalaya membuktikan bahwa dimana sekarang Himalaya dan Alpen berada ialah
lautan, malahan umur dan terjadinya Himalaya dan Alpen dapat ditentukan dengan
pasti dengan mencari sisa-sisa radio-isotop berasal dari Uranium atau Tharium.
Begitu pula terjadi tanah diatom yang berasal dari dasar-dasar danau, seperi halnya
tanah diatom yang ada di pulau samosir, atau di pantai sekitar danau toba bagian barat
yang merupakan pegunungan-pegunungan kecil di pulau Jawa terdapat tanah-tanah
diatom yang bersal dari laut maupun dari danau,
Di Cicurug (selatan Bogor) dan di waduk Darma dekat kuningan, terdapat tanah
diatom dari danau-danau yang terdiri dari genera-genera yang hampir sama. Diantara
semarang dan solo, terdapat tanah diatom yang berasal dari laut, begitu pula di
pegunungan kapur di Rembang dan Surabaya terdapat lapisan-lapisan diatom yang
berasal dari laut.
Tambang diatom

Jika kita berbicara tentang tambang diatom, ini berarti bahwa tanah diatom
berguna bagi industri.
Memang begitulah, di California dekat pantai ada gunung diatom yang tingginya
berpuluh-puluh meter.

Gunanya tanah-tanah diatom ialah untuk pembuatan :


1. bahan-bahan bangunan seperti bata dan genteng.
2. guna untuk keperluan sebagai isolator karena tahan terhapa panas, dipakai
dalam industri listrik dan sebagainya.
3. sebagai absorbent untuk dinamit dan dengan proses ini bahan dinamit
yang seperti minyak kelapa dapat disimpan berupa “batang-batangan”.
4. sebagai bahan kimia ; Kiesal-gur” yang terdiri dari silikat murni.
5. untuk mengetest lensa-lensa mikroskop dengan melihat “garis-garis” yang
sejajr pada dinding sel diatom atau untuk bahan campuran tapal gigi dan
sebagainya.

Diatom sebagai sumber utama vitamin A dan D

Kita semua mengetahui bahwa levertraan mengandung vitamin A dan D serta


minyak yang dibuat dalam hati (hepar) ikan hiu atau ikan kabeljauw (di Eropa), tetapi
tidak semua mengetahui bahwa vitamin A dan D ini berasal dari diatom.
Diatom sebagai sebagai produsen primer di lautan yang terpenting karena
mengandung β Carotine dan cadangan lemak berupa minyak yang merupakan
makanan bagi zooplankton kemudian dimakan lagi oleh ikan-ikan kecil kemudian
dimakanoleh ikan-ikan buas sehingga terjadilah rantai makanan.