Anda di halaman 1dari 9

SOAL SOAL KASUS PARU.

1. Seorang penderita laki laki umur 33 th di rujuk ke Interna karena akan dilakukan operasi KOLESISTEKTOMI. Penderita riwayat non independent diabetes mellitus, lima tahun lalu dirawat karena fraktur kosta karena kecelakaan motor. Penderita perokok , kadang-kadang batuk nonproduktif . Pada pemeriksaan fisik dalam batas-batas normal. Pemeriksaan radiologi tampak nodul soliter di lobus bawah paru kanan diameter 1,5 Cm. Langkah langkah pemeriksaan yang pertama dilakukan pada penderita ini adalah: A. B. C. D. E. Pemeriksaan sputum sitologi. Reseksi elektif dari nodul Mengevaluasi kembali foto toraks sebelumnya Melakukan bronkoskopi serat optic CT scan toraks

2. Seorang pengusaha laki-laki umur 35 tahun dating ke Poliklinik Paru, dengan keluhan batuk produktif , sputum putih kental kurang lebih 6 bulan terahir . Bukan perokok, tidak ada riwayat asma, tidak ada kontak TB, tidak sesak napas, dan tdak sakit dada. Tidur terganggu karena hidung tersumbat terutama waktu malam. Sakit kepala sehingga hampir tiap hari minum parasetamol, langganannya makin lama makin berkurang karena keluhan ini. Pada pemeriksaan fisik tidak ada kelainan , Foto toraks normal. Penybab batuk-batuk kronik yang dipikirkan pada penderita ini adalah : a).. b). c).. d)..

Dalam menangani kasus ini langkah langkah pertama yang dilakukan adalah : A. B. C. D. E. Monitoring pH gaster dlm 24 jam Melakukan bronkoskopi Pemeriksaan sputum Foto sinus dan evaluasi factor allergi Pemeriksaan fungsi paru.

3. Seorang laki-laki umur 43 th, bukan perokok, dengan keluhan batuk,sesak napas dan mengik , riwayat asma sejak 20 tahun. Sejak 5 tahun terahir ini asmanya tambah berat dan kadang kadang menggunakan albuterol dan beclometazon 3puff tiap 6 jam, theophyllin 300 mg 2 kali sehari. Sudah sering kali masuk rumah sakit, malah pernah sekali masuk ICU dan dipasang ventilasi mekanik. Penderita alergi terhadap debu, bulu kucing dan anjing tapi tidak dipelihara dirumah lagi. Pada pemeriksaan fisik penderita juga mengeluh hidung sering tersumbat, sakit kepala, sering sering perut gembung. Lutut sebelah kiri juga sering sakit sehingga sering menggunakan Aspirin atau ibuprofen dan tidur sering terganggu. Pada periksaan fisis toraks emfisematous, nyeri tekan daerah maxilla , mukosa hidung hiperemis, mukosa farings kasar. Pada pemeriksaan toraks didapatkan whizing inspirasi dan ekspirasi yang difus. Problema apakah yang terdapat pada penderita ini ? a b c d.... Yang manakah tindakan tindakan berikut yang paling baik dilakukan pada penderita ini? A .Monitoring pH gaster. B. Pemberian topical nasal, kortilosteroid, antihistamindan dekongestan,antibiotic C . Stop penggunaan aspirin dan Ibuprofen deng an acetaminophen. D. Menggunakan Salmeterol 2 puff sebelum tidur.

E. Menggunakan sistemik kortikosteroid. F. Semua yang disebutkan diatas benar. 4. Seorang laki laki umur 60 tahun , perokok berat, batuk batuk non produktif, mengeluh sakit lengan kanan dan merasa lemah. Penderita adalah pemain piano yang kenamaan. Penderita sering mengkomsumsi nifedipin karena hipertensi ringan. Pada pemeriksaan fisis kepala dan leher normal, toraks asimetris kaki ,perkusi agak pekak kanan atas 1auskultasi suara napas melemah paru kanan atas dan sedikit ronki kering.. Ekstremitas kekuatan lengan kanan melemah dan sedikit atropi. Pemeriksaan radiology gambaran mass di apeks kanan.. Pemeriksaan laboratorium batas batas normal, Pemeriksaan faal paru. FVC 85% pred. FEV1/FVC 75 % pred, FEV1 70% pred . CT scan toraks tampak mass diameter 5 Cm menekan sedikit kosta 1 kanan, dan menekan pleksus brokhialis , tidak ada penyebaran ke hilus, mediastinum atau metastasis jauh. Pemeriksaan bronkoskopi tidak ditemukan sel-sel ganas. Untuk memastikan diagnosis penderita ini sebaiknya kita lakukan A.. B. Diagnasis. C. Stadium Pengobatan yang diberikan penderita pada stadim ini adalah: A. Radio terapi. Khemoterapi. D. Khemoterapi diikuti radioterapi. simptomatis. 5. Seorang penderita laki-laki , umur 50 tahun di rujuk ke Bag Paru dengan keluhan batuk- batuk lama ,produktif , sputum kadang kadang purulent, disertai sedikit darah, suhu 37 C , tidak sesak napas, kadang kdang nyeri dada kanan . Penderita bekerja di Pabrik Nikel kurang lebih 15 tahun. Pada pemeriksaan fisis , keadaan umum baik, toraks simetris, perkusi redup apeks kanan, auskultasi ronki basah E. Tidak ada terapi kecuali B. Radioterqapi dikuti operasi. C.

halus apeks paru kanan. Toraks foto kavitas dinding tebal , diameter 7 Cm. Pemeriksaan laboratorium LED 40/60 mm. Pertanyaan : Diferensial diagnosisi penderita ini adalah . a) .. b) Anjuran pemeriksaan a). b) Jika hasih pemeriksaan Bronkoskopi BTA+ dan kultur BTA + pengobatan yang diberikan adalah : a).atau b)..atau c).. Jika hasil ditemukan jenis adenokarsinoma, disertai pembesaran kelenjar supraklavikularis kanan , maka peng0batan yang diberikan adalah a) Radioterapi b) kemoterapi + operasi c) radioterapi + k emoterapi d) tidak ada pengobatan.. maka

A. si pleura. B. Sitologi cairan pleura. C. Biakan cairan pleura. D. Menghitung jumlah dan jenis sel. E. Semua yang disebutkan diatas benar.*

KASUS 9. Penderita wanita umur 45 tahun, turis dari Afrika, tidak merokok. Batukbatuk produktif kurang lebih 6 bulan, dahak warna putih. Sesak waktu bergiat,kadangkadang mengik dan rasa lemah. Berat badan turun kurang lebih 5 kg dalam waktu 6 bulan. Pemeriksaan fisis. Penderita tampak tenang, nadi 90x/menit, tensi 135/85, suhu 36C Pada auskultsi kadang kadang terdengar wheezing ekspirasi pada waktu bergiat, dalam keadaan istirahat normal. Pemeriksaan laboratorium : leukosit 9000/mm, Hb 14 gr%, urine normal. EKG normal, foto toraks pembesaran kelenjar hilus bilateral disertai infiltrate paru kiri atas. Soal 1. Diferensial diagnosis yang paling mungkin penderita ini :(coret yang salah) a. Tuberkulosis. b. Karsinoma bronkus. c. Sarkoidosis. d. Limfoma maligna. e. Semuanya benar. Soal 2. Tindakan yang paling baik dilakukan untuk diagnosis penderita ini adalah : A. Biopsi transtorakal. B. CT Scann toraks. C. Mediastonoskopi. D. Bronkoskopi bilasan dan sikatan. E. Bronkoskopi + biopsi transbronkial.* Soal 3. Bila hasil pemeriksaan PA didapatkan granuloma noduler tanpa perkejuan, tidak ada tanda-tanda keganasan , maka diagnosis penderita ini adalah : ... Kasus 10. Penderita laki-laki umur 45 tahun , tidak merokok masuk RS dengan akut exarebasi asma. Penderita mempunjai riwayat penyakit ulkus peptic, gout, dan obat obat yang dikomsusi adalah kortikosteroid inhaler, albuterol, theophylline, allopurinol, cimetidin. Pemeriksaan fisis : takipnea dan respirasi distress ringan. Frekwensi jantung 110x/menit, Tensi 130/85 mmHg, Pernapsaan 25 x/ menit, suhu 37,8C . Pemeriksaan

toraks sedikit empisematous disertai penggunaan otot-otot bantu pernapasan. Auskultasi bising difus pada aekspirasi dan inspirasi kedua paru. Foto toraks infiltrate pada bagian bawah paru kanan. Pewmeriksaan laboratorium : leukosit 14000 /mm, analisa gas darah pH 7.42, PCO2 29 mmHg, PO2 70mmHg. Pengobatan yang diberikan di ruangan adalah : Kortikosteroid IV, nebulezer albuterol dan ipatropium, aminophylline IV, erythromycin, allopurinol . Pada hari ke 3 penderita pernapasannya bertambah baik tapi muntah-muntah, mual dan aritmia jantung. Pertanyaan . 1. Problema yang didapatkan pada penderita ini adalah : a. .. b. 2. Apakah yang menyebabkan penderita ini muntah,mual dan aritmia ? a. Gangguan keseimbangan elektrolit. b. Perdarahan subarachinoid. c. Hipoksia. d. Toksis aminofilin.* 3. Untuk memastikan ini perlu dilakukan pemeriksaan: . 4. Timbulnya gejala-gejala yang disebut pada soal 2 dipermudah oleh pemberian obat-obat a. . b c. .. e. 5. Bila penderita tersebut diatas tidak ada kemajuan dan bertambah jelek bila ditemukan tanda-tanda berikut : ( coret yang tidak sesuai ) a. denyut nadi > 120x/menit. b. wheezing inspirasi dan expirasi difus. c. pulsus paradoksus > 12 mmHg. d. penggunaan otot-otot bantu napas e. semua yang disebut diatas benar 6. Pada keadaan soal no.5 perlu dilakukan tindakan : ..

KASUS KASUS ONGKOLOGI PARU. 1.Seorang laki-laki umur 50 tahun perokok , pemeriksaan sputum sitologi didapatkan gambaran metaplasia. Pemeriksaan X-ray normal. Tindakan yang paling baik dilakukan pada penderita ini adalah : A. Melakukan bronkoskopi. B. CT. Scan torak. C. Folow up sputum sitologi dan chest X-ray tiap 6 bulan. D. Semua yang disebutkan diatas salah. E. Semua yang disebutkan diatas benar. Seorang penderita laki-laki umur 58 tahun , perokok berat, berat badan menurun kurang lebih 4 kg dalam 4 bulan terakhir. Bekerja di pabrik Nikel . Kadang kadang batuk dengan dahak becampur darah. Pada pemeriksaan chest X-ray didapatkan nodul soliter di apeks paru kanan diameter 2 cm. Pemeriksaan fisis dan laboratorium dalam batas-batas normal. Soal 2. Diferensial diagnosis yang paling mungkin pendrita tersebut adalah : 1. Tumor paru maligna. 2. Pneumokoniosis. 3. TB Paru. 4. Sarkoidosis. Soal 3. Pemeriksan yang paling perlu dilakukan untuk penderita ini adalah : 1. Sputum sitologi direk. 2. Bronmoskopi sikatan dan bilasan 3. CT- Scan toraks 4. Transbronkial biopsi.

Soal 4. Bila hasil pemeriksaan diatas hasilnya semuanya negatif , maka tindakan yang saudara lakukan adalah : 1. Folow up sputum dan radiologi tiap bulan. 2. CT Scan ulangan. 3. Dilakukan operasi. 4. Transtorakal biopsi dengan tuntunan CT Scan toraks/USG

Soal 5. Jika ternyata hasil pemeriksaan PA penderita didapatkan adenokarsinoma, maka pengobatan yang dilakukan adalah : 1. Antibiotik 2. Chemoterapi 3. Radioterapi. 4. Operasi. Seorang penderita laki-laki umur 60 tahun , masuk ruhah sakit dengan keluhan lengan kanan membengkak, mata kanan agak mengecil dibanding dengan kiri. Nyeri dada sebelah kanan . Kemungkinan penderita ini adalah : Soal 6 . A. Atelektasis paru kanan. B. Dekompensasi kordis kanan. C. Pancoast tomor. D. Emfisema kulit. E. Efusi pleura. Tindakan yang paling baik dilakukan untuk mengurangi nyeri pendrita tsb diatas adalah : Soal 7. A. Pemberian analgetik. B. Radioterapi. C. Chemoterapi D. Pemberian diuretik. E. Operasi

Seorang penderita laki-laki umur 49 tahun , masuk rumah sakit dengan keluhan sesak napas, batuk-batuk kadang kadang bercampur darah