Anda di halaman 1dari 3

PERJANJIAN PERDAMAIAN

Pada hari ini tanggal 20 Juli 2013 di Balai RW1, Kelurahan Bumijo, Yogyakarta terjadi perdamaian antara : 1. Nama Alamat : : Satrio Wicaksono Jln. Karimun 5A GKB, RT.003/RW.003, Gresik, Jawa Timur, 61151 Tempat dan Tanggal Lahir : Surabaya, 30 Mei 1990

Yang selanjutnya disebut dengan PIHAK PERTAMA 2. Nama Alamat : : Asiyah Atdwiyani Jln. Tentara Rakyat Mataram, RT 50, RW 11, JT. 1/562, 55231 Tempat dan Tanggal Lahir : Klaten, 7 Juni 1990

Yang selanjutnya disebut dengan PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama sama, disebut PARA PIHAK

PARA PIHAK terlebih dahulu menerangkan, sebagai berikut : 1. Bahwa telah terjadi perselisihan antara PARA PIHAK di rumah makan soto Pak Marto, Kelurahan Bumijo, Yogyakarta, terkait memasukkan makanan PIHAK PERTAMA ke makanan PIHAK PERTAMA 2. Bahwa telah terjadi perselisihan antara PARA PIHAK di Balai RW 9, dimana PIHAK PERTAMA meluapkan emosi kepada PIHAK KEDUA karena PIHAK PERTAMA mengetahui PIHAK KEDUA memiliki riwayat Tubercolusis dan pernah memasukkan makanan ke PIHAK KEDUA `` 3. Bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat menagadakan perdamaian terkait Perselihan yang termuat pada Nomor 1 dan 2 Premis dalam Perjanjian Perdamaian ini

PARA PIHAK menyepakati perdamaian dengan ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1 Perjanjian ini dibuat dimaksudkan untuk menghilangkan hak penuntutan atas perselisihan untuk memenuhi kaidah hukum pada Pasal 82 Kitab Undang Undang Hukum Pidana.

Pasal 2 1. PIHAK PERTAMA dengan ditandatangani perjanjian ini melepaskan hak melapornya kepada kepolisian atas tindakan tidak menyenangkan berupa dimasukannya makanan PIHAK KEDUA ke makanan PIHAK PERTAMA 2. PIHAK KEDUA dengan ditandatangani perjanjian ini bersedia memaafkan PIHAK PERTAMA atas emosi yang dilupakan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA di Balai RW9, Kelurahan Bumijo, Yogyakarta

Pasal 3 Dengan diselenggarakan perdamaian (dading) yang dibuat dengan perjanjian perdamian ini PARA PIHAK mengakhiri semua perselisihan dan perkara seperti yang diuraikan pada Premis Nomor 1 dan 2 Perjanjian Perdamaian ini maka segala pelaporan dan penuntutan melalui pengadilan (litigasi) yang dilakukan PARA PIHAK berkenaan dengan perselisihan seperti yang diuraikan pada Premis Nomor 1 dan 2 Perjanjian Perdamaian ini menjadi batal demi hukum (null and void) atau setidak tidaknya dapat dibatalkan

Pasal 4 Dalam hal terjadi perselisihan dalam pelaksanaan dan penfsiran perjanjian perdamian ini, PARA PIHAK akan menyelesaikan secara musyawarah dengan penuh itikad baik.

Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada hari dan tanggal tersebut di atas, dan masing masing pihak mendapatakan 1 eksemplar yang sama kekuatan hukumnya

PIHAK PERTAMA

PIHAK KEDUA

Satrio Wicaksono

Asiyah Atdwiyani

Saksi I

Saksi II

Nova Witjaksana

Dhea Indira

Anda mungkin juga menyukai