Anda di halaman 1dari 31

MAKALAH

Teknologi tepat guna


Oleh : Khoirul Huda S.pd

OLEH : MOH.RISQI AINUN NAIM HERRY SUBEKTI WAHYU NUR SHOLIKHAH VENY PUTRI PRATIWI

SMK NEGERI 1 KALITENGAH


TAHUN PELAJARAN 2012/2013
JL.MAHKOTA No.280 DIBEE, KALITENGAH, LAMONGAN TELP./FAX (0322) 3382240 Email : smkn.kalitengah@yahoo.com
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul TEKNOLOGI TEPAT GUNA. Penulisan makalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata Kewirausahaan di SMK N 1 KALITENGAH. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan tugas ini, khususnya kepada : 1. KHOIRUL HUDA S.pd . selaku guru pembimbing mata pelajaran Produktif TKJ yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pkiran dalam pelaksanaan bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini 2. Rekan-rekan semua di kelas Sepuluh Teknik Komputer Jaringan (X TKJ ). 3. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis. 4. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal Alamiin. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Teknologi Tepat Guna dari Barang Bekas : Kompor Energi Surya


Kompor Energi Surya dari Payung Bekas
Kebutuhan energi masyarakat kian meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Semakin menipisnya persediaan minyak dunia mendorong berbagai lembaga mengembangkan energy alternatif. Berbagai macam jenis energy alternatif yang dikembangkan mulai dari bio-fuel (biodiesel, bioethanol, biogas dll), energi berbasis angina, panas bumi, tenaga surya dll. Namun biaya yang harus dikeluarkan untuk penggunaan alternatif energy tersebut juga lumayan besar. Sebut saja solar cell (panel surya), untuk ukuran kecil saja yang digunakan untuk memanaskan air untuk mandi harganya bisa mencapai 2 juta s/d 5 juta. Biodiesel dan bioethanol juga relative sangat mahal, harga dari bahan bakar pengganti solar dan bensin ini mencapai Rp. 10.000,- sampai Rp. 13.000,- per liternya, harga yang cukup jauh dari harga solar dan bensin bersubsidi yang hanya Rp 4.500,-. Inilah salah satu sebab industri biodiesel dan bioethanol tidak dapat berkembang di Indonesia. Saat ini saya akan memaparkan teknologi tepat guna dari barang bekas, yaitu kompor payung tenaga surya. Taukah Anda bawa payung bekas yang Anda punya di rumah dapat digunakan sebagai reflektor radiasi matahari untuk digunakan sebagai kompor tenaga surya?berikut ini akan saya jelaskan secara detail prinsip kerja dan cara pembuatannya.

Kompor tenaga surya dari payung bekas Prinsip kerja & Dasar Teori Kompor Payung Tenaga Surya

model perpindahan energi panas dari panas matahari ke kompor listrik U(T T0). Diasumsikan bahwa suhu bahan yang akan dipanaskan (dalam hal ini saya mengambil contoh air) adalah sama dengan suhu lingkungan. Maka turunan persamaan matematika untuk

pemanasan, setelah diintegralkan dari waktu awal pemanasan (t0) ke waktu pemanasan tp (waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu Tp) adalah sebagai berikut :

Rumus waktu yang dibutuhkan untuk memasak pada kompor surya dimana Cp adalah panas spesifik bahan yang dipanaskan (dalam hal ini air), adalah parameter tidak berdimensi, Rasio panas yang hilang pada temperature Tp ketika dibagi oleh energy surya Qs, adalah mengikuti persamaan sebagai berikut :

Rasio panas yang hilang pada kompor energi surya Untuk meminimalisasi panas yang hilang (agar panas yang hilang mendekati nol), (U=0), maka nilai haruslah -1 sehingga waktu pemanasan untuk mencapai suhu tertentu (Tp) sama dengan persamaan sebagai berikut :

persamaan akhir waktu pemasakan pada kompor energi surya Sehingga untuk mengefektifkan kompor energy surya (meminimumkan waktu pemasakan) dari persamaan diatas, dapat dilakukan empat cara yaitu : Meningkatkan inpun energy surya (Qs) dengan mengoperasikan kompor energy surya pada saat terjadi panas terik matahari (menjelang tengah hari) atau menggunakan reflector untuk meningkatkan konsentrasi panas. Mengungi bobot bahan yang akan dimasak (dalam hal ini air) Meningkatkan suhu awal bahan yang akan dimasak (dengan menghangatkan terkebih dahulu) Menurunkan koefisien panas yang hilang (U) atau mengurangi rasio panas yang hilang () bisa menggunakan isolator panas pada panic tempat memasak, memberikan perhatian lebih untuk panas radiasi panas pada peralatan, dan memilih tempat memasak yang anginya tidak kencang. Bahan-Bahan yang Dibutukan dan Cara Membuat Kompor Payung Tenaga Surya Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kompor payung tenaga surya adalah sebagai berikut : Payung bekas dengan diameter 120-150 cm, pilihlah payung dengan diameter yang lumayan besar dengan warna bagian dalam payung yang dapat meneruskan sinar matahari (warna perak).

Jika Anda tidak mempunyai wayung dengan warna perak, maka dapa digunakan aluminium foil yang ditempelkan pada bagian belakang payung Penahan bahan yang dimasak, dapat berupa kayu atau pipa besi Tali, gunting, doble tip, dan lem secukupnya Cara Membuat Kompor Payung Tenaga Surya Susunlah payung dengan reflector menyerupai parabola, jika Anda tidak mempunyai payung dengan warna silver, Anda dapat menggunakan payung biasa dengan melapisi aluminium foil pada bagian dalam payung. Guntinglah aluminium foil dan temperlkandalh ke bagian dalam payung sehingga keseluruhan bagian dalam payung dapat tertutupi oleh aluminium foil. Hadapkan payung yang telah dilengkapi reflector ke arah sinar matahari, kemudian susunlah penopang bahan yang akan dimasak (dalam hal ini air) sehingga panci yang akan digunakan tepat berada pada titik fokus parabola (Anda dapat mengetaui fokus parabola dengan merasakan panas di depan payung, pilihlah titik terpanas untuk menempatkan panci Ikatlah penyangga dengan kuat, tunggulah beberapa saat hingga air dalam panci naik suhunya. Lakukan hal ini pada lokasi yang tidak berhembus angina kencang Demikian, selamat mencoba

Kompor payung tenaga surya Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk Pengelolaan Sampah Pengomposan Limbah Padat Perkotaan Sebagai salah Satu Alternatif Teknologi Tepat Guna untuk pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

teknologi tepat guna pengelolaan sampah Pengelolaan sampah merupakan masalah klasik yang sering terjadi pada daerah perkotaan. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi selalu berbanding lurus dengan tingkat konsumsi dan aktivitas masyarakat, menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan juga semakin tinggi. Pengelolaan sampah kota yang saat ini banyak diterapkan di beberapa kota di Indonesia masih terbatas pada sistem 3P (Pengumpulan, Pengangkutan, dan Pembuangan). Sampah dikumpulkan dari sumbernya, kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan akhirnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Semestinya, fungsi TPA bukan hanya merupakan tempat pembuangan akhir saja tetapi dapat menjadi tempat pengelolaan sampah yang dapat mengolah sampah sehingga menghasilkan nilai tambah. Salah satu upaya mengatasi permasalahan sampah kota adalah dengan menerapkan teknologi tepat guna untuk pengelolaan sampah. Pengkomposan merupakan suatu teknologi tepat guna pengelolaan sampah padat yang mengandung bahan organik. Selain menjadi pupuk organik maka kompos juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperbesar kemampuan tanah dalam menyerap air dan menahan air serta zat-zat hara lain. Jenis Sampah Kota Menurut jenis dan asalnya sampah kota dibedakan menjadi sampah kertas, plastik, kaca, karet, dan logam yang biasanya dimanfaat-kan oleh pemulung untuk didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat. Sedangkan sampah organik yang proporsinya jauh lebih besar daripada sampah anorganik biasanya tertimbun tanpa ada yang memanfaatkan. Sampah organik terdiri atas sisa sayuran, tanaman, dan sisa makanan yang mengandung karbon berupa senyawa sederhana maupun kompleks. Selulosa merupakan salah satu senyawa kompleks yang memerlukan proses dekomposisi relatif lama namun dapat dipecah oleh enzim selulosa yang dihasilkan oleh bakteri menjadi senyawa monosakarida, alkohol, CO2, dan asam-asam organik lain Ditinjau dari ketersediaan dan jenis bahan bakunya, ketiga bentuk sampah organik (sisa tanaman, kotoran hewan, dan sampah kota) ini berpotensi besar untuk didaur ulang melalui proses pengomposan menjadi pupuk organik. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang hasilnya (berupa pupuk organik) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas lahan-lahan pertanian di Indonesia.

Teknologi Tepat Guna Pengomposan


Metode Indore Bahan dasar yang digunakan adalah campuran antara sisa/residu tanaman, kotoran ternak, urine ternak, abu bakaran kayu, dan air. Bahan yang keras seperti ranting kayu tidak boleh melebihi 10% total berat bahan dasar. Semua bahan yang tersedia kemudian disusun menurut lapisan-lapisan dengan ketebalan masing-masing 15 cm, dengan total ketebalan timbunan 1,0-1,5 m. Lokasi pembuatan kompos dipilih yang agak tinggi dekat kandang ternak agar terbebas dari masalah penggenangan air. Lubang galian dibuat dengan kedalaman 1 m dan lebar 1,5-2,0 m dengan panjang lubang ter-gantung ketersediaan lahan. Selanjutnya, kotoran ternak yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam lubang setebal 10-15 cm secara merata kemudian ditaburi dengan urine ternak yang dicampur tanah. Kelembapan tumpukan bahan dijaga pada kelembapan sekitar 90%. Selama proses pengomposan dilakukan pembalikan tiga kali pada 15, 30, dan 60 hari setelah kompos mulai dibuat. Metode Heap Pengomposan dilakukan di permukaan tanah berukuran dasar 2 m, tinggi 1,5 m dan panjang 2 m. Bagian tepi dipadatkan dan di sekitar timbunan diberi peneduh atau pelindung. Sebagai lapisan dasar pertama adalah bahan yang kaya karbon setebal 15 cm (dedaunan, jerami, serbuk gergaji, dan batang jagung) kemudian lapisan berikutnya adalah bahan yang kaya nitrogen setebal 10-15 cm (residu sisa tanaman, rumput segar, kotoran ternak, dan sampah organik). Demikian seterusnya disusun bertumpuk hingga ketinggian 1,5 m, bahan dasar harus bervariasi agar proses dekomposisi berjalan dengan baik dan bila perlu dicacah agar lebih halus. Kelembapan dijaga dengan menambahkan air secukupnya dan proses pembalikan dilakukan setelah 6 dan 12 minggu proses pengomposan berlangsung. Metode Bangalore Metode ini direkomendasikan apabila bahan dasar pembuat kompos yang digunakan adalah tinja dan sampah kota di daerah yang mempunyai curah hujan rendah. Metode ini mempunyai banyak kelemahan, dimana selama proses pengomposan bahan-bahan selalu berada di dalam lubang atau bak pengomposan. Selama proses pengomposan sekitar 3 bulan, tidak dilakukan proses penyiraman atau pembalikan. Permukaan kompos yang ditutup dengan lumpur menyebabkan kehilangan kelembapan dapat ditekan sehingga laju dekomposisi bahan-bahan berjalan sangat lambat dan dapat berlangsung hingga 6-8 bulan sampai kompos matan. Dalam proses ini tidak terjadi kehilangan karbon dan nitrogen sehingga kualitas kompos sangat tergantung pada bahan dasar yang digunakan. Metode yang dikembangkan di Bangalore, India ini kurang populer karena kesulitan dalam pengelolaan, waktu lama dan menimbulkan bau busuk dan lalat yang banyak. Metode Berkeley Metode pengomposan ini relatif cepat hanya sekitar 2 minggu dengan menggunakan bahan dasar campuran dua bagian bahan organik kaya selulosa dan satu bagian bahan organik yang kaya nitrogen dengan nilai rasio C/N sekitar 30:1. Bahan disusun berlapis-lapis 2,4 x 2,2 x 1,5 m dan dikomposkan dalam waktu 2 minggu. Selama 2-3 hari proses pengomposan berjalan terbentuk suhu tinggi

sehingga secara berkala kompos harus dibalik dan diaduk. Setelah hari ke-10, suhu mulai menurun dan bahan berubah menjadi remah dan berwarna coklat gelap. Vermikompos Prinsip dari metode ini adalah memanfaatkan cacing sebagai perombak bahan organik. Cacing tanah dapat memakan semua jenis bahan organik dengan kemampuan makan setara dengan berat badannya per hari. Kotoran cacing yang disebut kascing ini kaya nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium bentuk tersedia bagi tanaman, mengandung vitamin, enzim, dan mikroorganisme. Tapiador (1981) memprediksi dari sekitar 1.000 ton bahan organik lembap dapat diubah menjadi 300 ton vermikompos. Vermikompos dapat dibuat dalam skala kecil (sederhana) maupun skala besar (industri). Pada pembuatan skala kecil digunakan kotak dari papan kayu atau kotak plastik yang sudah tidak terpakai. Stirofoam atau logam tidak dianjurkan untuk membuat kotak vermikompos karena mengeluarkan racun ke dalam lingkungan hidup cacing, sedangkan logam menyerap panas, mudah berkarat dan mengeluarkan logam berat ke dalam vermikompos. Terdapat tiga cara pembuatan yaitu: (1) kotak tidak bersekat dimana cacing dan bahan organik ditempatkan di atas alas pada bagian dasar. Tipe ini sering digunakan namun mempunyai kesulitan saat memanen kompos karena cacing dan material kompos menyatu; (2) kotak bersekat vertikal berupa nampan-nampan yang disusun secara vertikal berisi bahan organik. Diharapkan,sebagian cacing akan bermigrasi ke lapisan nampan diatasnya. Apabila cacing yang bermigrasi sudah cukup, kompos di bawah bisa dipanen; dan (3) kotak bersekat horizontal dimana nampan diletakkan berdampingan untuk memberi kesempatan cacing tanah bermigrasi mencari sumber makanan pada kotak disampingnya. Ketika migrasi cacing ke kotak sebelahnya telah dianggap cukup, kompos yang sudah matang beserta cacing yang masih tertinggal bisa dipanen. Pembuatan vermikompos berskala besar menggunakan tempat terbuka, terdiri atas hamparan bahan organik lalu cacing melakukan pengomposan dengan memakan bahan organik tersebut. Cacing pada umumnya tetap tinggal dan tidak meloloskan diri dari hamparan karena melimpahnya bahan makanan. Permukaan hamparan bahan organic sering diperkeras dengan beton untuk mencegah predators memakan populasi cacing tanah. Proses pembuatan vermikompos dilaksanakan melalui tiga tahap: (1) pengadaan bahan organik; (2) perbanyakan cacing tanah; dan (3) proses pengomposan. Bahan organik berupa campuran limbah dapur dan bahan mengandung karbon (kertas koran, serbuk gergaji, jerami, kardus, gambut, bahanbahan lapuk, dan daun kering) diperlukan sebagai media berstruktur lepas untuk memudahkan cacing bernafas dan sebagai sarana proses dekomposisi aerobik. Aktivitas cacing optimal pada suhu 12-21oC, cacing Pheretima hupiensis, optimal pada suhu media sekitar 28 oC, pada suhu 30oC, kokon menetas, dan pada suhu 32oC anak cacing mati. Teknologi Tepat Guna Sejarah dan Definisi Teknologi Tepat Guna Konsep Teknologi Tepat Guna (TTG) awalnya diusulkan oleh E.F. Schumacher, seorang ekonom berkebangsaan Inggris dan menjadi inspirasi salah satu bukunya yang sangat terkenal berjudul Small is Beautiful. Schumacher adalah Dewan Penasihat Batubara Inggris (British Coal Board Advisor) dan

penasihat pemerintah untuk Burma dan selanjutnya untuk India. Schumacher mendirikan Intermediate Technology Development Group (ITDG) pada tahun 1966. Pendekatannya mendapat perhatian pada tahun 1960-an sebagai gerakan sosial selama krisis energi tahun 1970-an dan sebagai gerakan lingkungan. ITDG masih ada hingga sekarang di bawah organisasi riset aksi yang bertujuan untuk memperlihatkan dan mengadvokasi pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi untuk mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang. Menurut Oxford English Dictionary, definisi gabungan untuk istilah tepatguna dan teknologi adalah penerapan pengatahuan ilmiah untuk tujuan praktis sehingga cocok untuk orang, kondisi, keempatan atau tempat tertentu. Definisi ini berimplikasi bahwa tepat guna dapat bervariasi dan oleh sebab itu istilah teknologi tepat guna tidak dapat tepat didefinisikan. Secara umum, istilah teknologi tepat guna seringkali digunakan dalam konteks teknologi untuk negara berkembang. Pada awalnya, teknologi tepat guna sering digunakan bergantian dengan intermediet teknologi, yang berarti teknologi antara, yaitu teknologi tradisional di negara berkembang dan teknologi maju padat modal dari dunia barat. Istilah teknologi tepat guna dalam konteks yang spesifik dan kadangkadang umum dianggap sebagai suatu teknik untuk pembangunan yang digunakan untuk mengatasi masalah kemiskinan, keadilan sosial, ketenaga kerjaan, dan kebutuhan dasar manusia. Definisi terakhir tentang teknologi tepat guna, bahwa teknologi ini haruslah berskala kecil, padat karya, investasi modal yang rendah per pekerja, hemat energi, ramah lingkungan, dikontrol dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Teknologi Tepat Guna Sederhana Nyamuk siapa sih yang engga kesel, gangguin molo waktu kita tidur ato lagi enak enak ngeblog di ganggu nyamuk, banyak sebenarnya solusi untuk mengatasi masalah nyamuk, namun kita coba dengan TTGS (teknologi tepat guna sederhana) yang aman untuk mengatasi masalah nyamuk ini, Siapkan dulu: Botol plastik bekas ukuran 1,5 liter. 200 ml air 50 gram gula merah 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar) Teknologi Tepat Guna Sederhana - Bagaimana membuat perangkap nyamuk sederhana? Potong botol plastik di tengah. Simpan bagian atas/mulut botol. Campur gula merah dengan air panas. Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol. Tambahkan ragi. Tidak perlu diaduk. Ini akan menghasilkan karbon-dioksida Pasang/masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong.

Bungkus botol dengan sesuatu yang berwarna hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah Anda. Nah dalam dua minggu anda akan laihat nyamuk2 terperangkap ke dalam botol, dan bagaimana penejelasan ilmiah tentang ini? Berikut step by step menerapkan teknologi tepat guna sederhana untuk menangkap nyamuk

Teknologi Tepat Guna Sederhana Perangkap Nyamuk Semoga artikel ringkas tentang Teknologi Tepat Guna Sederhana Perangkap Nyamuk ini bermanfaat

TEKNOLOGI TEPAT GUNA

10

1. Hippo Roller

Di beberapa tempat di Afrika, distribusi air adalah suatu pekerjaan berat yang dilakukan oleh wanita dan anak-anak. Hippo Roller adalah alat sederhana untuk mengangkut air dari sumber air ke desa, dengan kapasitas 90 liter. Bentuknya seperti tong dengan gagang pendorong yang memudahkannya dipindahkan. Dengan alat ini, pekerjaan bisa lebih efisien dan hemat tenaga.

2. Tungku Roket

Alat ini mengkombinasikan jalur udara tungku dengan slot bahan bakar pada ujung bukaan ruang pembakaran, yang bergantian menuju cerobong dan penukar panas. Alat ini sudah kayu. Alat ini memenangkan penghargaan Ashden International Energy Champion pada tahun 2009.

3. Lifestraw

Pada tahun In 2009, terdapat jumlah kematian kira-kira 5000 orang karena meminum air yang tidak aman setiap harinya. Jumlah ini berkurang dari 6000 di tahun 2007, dan Lifestraw dari Vestergaard Frandsen berperan dalam penurunan angka tersebut. Alat ini merupakan alat pemurni air yang murah, dengan batas efisiensi 700 liter, yang setara dengan jumlah air yang diminum seseorang per-tahun. Alat ini mudah digunakan, dan tanpa energi listrik. Alat ini dapat menyaring hingga

11

99,99% jenis bakteri dan 98,7% jenis virus yang ada di air. Sangat banyak penghargaan yang pernah didapat oleh alat ini, termasuk Time Magazine's "Best Invention of 2005", "Europe's Best Innovation" oleh Reader's Digest, dan "Innovation of the Year" oleh Esquire.

4.

Menyulap Sampah Plastik Menjadi BBM Tidak Harus Mahal Tinton Norsujianto Pemanfaatan plastik bagi kehidupan manusia memang tidak terelakkan. Sebagian penduduk dunia menggunakan plastik dalam kehidupan sehari hari. Menurut perhitungan Kementerian Lingkungan Hidup (2008), jumlah sampah plastik penduduk indonesia setiap harinya sebesar 23.600 ton dan saat ini sampah plastik telah menumpuk hingga 6 juta ton atau setara dengan berat 1 juta gajah dewasa. Impor plastik dan barang dari plastik sepanjang Januari-Juli tahun 2011 melonjak 46% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010, karena tingginya permintaan terhadap bahan baku plastik di dalam negeri. Adapun untuk impor barang dari plastik atau barang jadi, menurut dia, terjadi khususnya pada produk terpal plastik impor, mainan anak-anak dari plastik, peralatan dapur (piring plastik). Keistimewaan plastik selain memerlukan energi yang lebih hemat, plastik juga memiliki bobot yang ringan, praktis, dan tidak mudah pecah hingga menyebabkan tidak akan pernah bisa terlepas dari plastik. InSWA atau Indonesia Solid Waste Assosiation, yang berdiri pada tahun 2003 dan sebagai wadah asosiasi yang menangani khusus pengelolaan sampah di Indonesia mengungkapkan perlunya bagi setiap unsur masyarakat untuk mendukung pengelolaan dan penggunaan plastik ramah lingkungan. Persoalan persampahan di Indonesia merupakan sebuah fenomena nasional yang memerlukan perhatian khusus untuk menemukan solusi terbaik menyangkut bagaimana melakukan pengelolaan, pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang. Menurut Ketua Umum InSWA Ir Sri Bebassari, MSi, 100 persen manusia di dunia menghasilkan sampah, tapi hanya 1 persen yang peduli tentang pengelolaan sampah. Tidak seorangpun yang bersedia ketempatan sampah, meskipun hasil buangan dari dirinya sendiri (not in my back yard-NIMBY). UU No 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah pasal 15 berbunyi, produsen wajib mengelola kemasan

12

dan atau barang yang diproduksinya yang tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, laju penggunaan plastik pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan kemasan plastik meningkat 10 hingga 13 persen per tahun. Sebuah penelitian di Amerika juga menemukan fakta bahwa satu keluarga yang terdiri dari empat anggota keluarga, dalam setahun bisa menghabiskan kantong plastik sebanyak 1.460 buah. Menurut kajian peneliti InSWA, setiap hari rata-rata orang Indonesia menghasilkan sampah 0,5 Kg dan 13 persen di antaranya adalah sampah plastik. Dengan teknologi tepat guna tentunya sampah plastik dapat dikelola dengan baik. Salah satunya yang saat ini sedang kami kembangkan adalah mengkonversi sampah plastik menjadi BBM setara solar dan premium. Sistem kerja yang digunakan dengan pirolisis, sampah plastik dipanaskan dengan suhu diatas 300 C sehingga menjadi uap dan didinginkan oleh fluida cair untuk mendapatkan hasil minyaknya. Alat yang dipakai mengadopsi dari sistem yang dikembangkan oleh Bapak Tri Handoko (SMKN 3 Madiun) dengan modifikasi pada tabung reaktor dan tabung kondensor. Modifikasi dilakukan oleh Syamsiro yang sekarang lagi melanjutkan study S3 di negara Sakura, Jepang bersama timnya di Lab. Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin UGM. Tujuannya mencari pengoptimalan reaktor.

Reaktor pengkonversi sampah plastik menjadi BBM

13

Tabung reaktor yang dipakai menggunakan material bekas tabung freon dengan ketebalan -/+ 3 mm. Tabung kondensor nomor 1 didesain untuk menghasilkan BBM setara Solar dan tabung kondensor nomor 2 didesain untuk menghasilkan BBM setara premium. Pemanasan menggunakan pembakaran dari LPG atau dari biomassa (potongan kayu, sekam dll). Pada uji coba pertama dengan menggunakan gas sisa dari reaktor elektrik yang berada di Lab Konversi Energi JTMI UGM. Pada awalnya proses berjalan dengan semestinya, bahkan pada botol mengeluarkan gas dari pemanasan sampah plastik. Temperatur tercatat pada suhu 178 C pada tabung reaktor. Setelah 2 jam pemanasan, gas didalam botol penampung minyak menghilang. Ini menunjukkan bahwa proses pemanasan ada terjadi kesalahan. Pengecekan dilakukan pada reaktor elektrik, dari data tidak ada masalah. Namun sisa gas yang dibakar memang lama kelamaan mengecil. Kesimpulannya ujicoba pertama dengan menggunakan gas sisa pembakaran dari reaktor elektrik gagal dengan asumsi gas sisa yang dibakar menghasilkan panas yang tidak stabil.

Uji coba pertama Uji coba kedua menggunakan kompor minyak tanah bertekanan atau orang sering menyebutnya dengan kompor ngowos dengan menggunakan bahan bakar 20 persen dari minyak pirolis sampah plastik LDPE dan 80 persen solar. Tabung kompor diisi dengan 2 liter bahan bakar minyak. Panas yang dihasilkan stabil

14

sehingga pada proses uji coba kedua bisa dikatakan berhasil. Minyak yang dihasilkan berwarna jernih. Untuk pengujian lab tunggu update selanjutnya.

Minyak yang dihasilkan dari reaktor modifikasi Mahalkah alat untuk mengkonversi sampah plastik menjadi BBM. Munurut Syamsiro alat yang ideal memang mahal bisa mencapai 100 juta rupiah. Untuk skala penelitian dengan ukuran 30x20x40 (PLT) sisa gas pembakaran diposes lagi dengan inverter agar pembuangannya aman bagi manusia. Reaktor modifikasi ini tidak lebih dari 2.500.000,- dengan material sisa. Minyak yang dihasilkan pun juga sangat memuaskan. 5. Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Teknologi tepat guna, mengutip dari wikipedia, merupakan teknologi yang sesuai dengan negara yang berkembang atau daerah yang berada jauh dan terbelakang di negara industri, yang mana kemungkinan kekurangan uang dan kurang dalam kemampuan untuk mengoperasikan dan memelihara teknologi tinggi. Dalam prakteknya adalah sesuatu yang dideskripsikan sebagai teknologi yang sederhana dan kebanyakan sebagai teknologi permulaan yang dapat secara efektif dapat mencapai tujuan yang dimaksud. Karakteristik dari teknologi ini adalah biaya rendah dan membutuhkan sedikit pemeliharaan. Semakin sering pemeliharaan dapat dikatakan tepat guna, bila pemeliharaan dapat diatasi oleh keahlian yang ada secara setempat, peralatan, dan bahan. Hanya disebut tepat guna bila menggunakan teknologi yang dapat diperbaiki secara setempat.

15

Disisi lain teknologi tepat guna dipandang sebagai teknologi yang dapat sesuai dengan lebih dari satu atau lebih penggunaan tertentu, khususnya digunakan secara setempat oleh anggota dari komunitas tertentu. Sebagai contoh adalah penggunaan secara langsung dari energi surya di India. Komunitas Auroville di Pondicherry India, telah memasang Solar Bowl yang besar, digunakan sebagai alat masak energi surya. Digunakan di tempat yang memiliki iklim yang memungkinkan matahari bersinar dengan cerah. Teknologi tepat guna tidak berarti teknologi yang rendah. Penggunaan cahaya dari lampu LED kadang dapat digunakan di daerah yang terpencil dimana kebutuhan energi LED sangat sedikit sehingga dapat menghemat energi. Dengan mengutamakan biaya yang rendah, penggunaan bahan bakar fosil yang sedikit, dan menggunakan sumber daya lokal dapat memberikan keuntungan yaitu keberlanjutan.

6. Pengolahan air Air beserta sumber-sumbernya merupakan salah satu kekayaan alam yang mutlak dibutuhkan oleh mahluk hidup guna menopang kelangsungan hidupnya dan memelihara kesehatannya. Air yang mengisi lebih dari dua pertiga bagian dari seluruh permukaan bumi, memberi tempat hidup yang 300 kali lebih luas dari pada daratan, akan tetapi sebagian besar dari air tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk kepentingan mahluk hidup. Hanya 1% yang merupakan air manfaat yang dapat dipergunakan sebagai air bersih, untuk menjadi air bersih / air minum harus mengalami suatu Teknologi. Teknologi yang diterapkan mulai dari pengambilan air baku, pengolahan air untuk menjadi air bersih yang sangat tergantung kualitas sumber air baku, kemudian melaui system distribusi melalui perpipaan ke area pelayanan. Pengolahan Air dilakukan pada air baku yang pada hakekatnya tidak memenuhi standar kualitas air minum/bersih yang berlaku, sehingga unsur-unsur yang tidak memenuhi standar perlu dihilangkan ataupun dikurangi, agar seluruh air memenuhi standar yang berlaku. Hal ini dilaksanakan dengan pengolahan air. Teknologi untuk pengolahan air yang sangat tergantung dari sumber air baku dengan kualitas air yang bermacam-macam untuk dapat diolah. Pusat-pusat pengolahan air perkotaan atau municipal water treatment dengan skala besar mengolah air dengan cara menambahkan senyawa kimia penggumpal (coagulants) ke dalam air kotor yang akan diolah. Dengan cara tersebut

16

partikel-partikel yang berada di dalam air akan menjadi suatu gumpalan yang lebih besar lalu me- ngendap. Baru kemudian air di bagian atas yang bersih dipisahkan untuk digunakan keperluan sehari-hari. Namun demikian, zat kimia penggumpal yang baik tidak mudah dijumpai di berbagai daerah terpencil. Andaipun ada pasti harganya tidak terjangkau oleh masyarakat setempat. Salah satu alternatif yang tersedia secara lokal adalah penggunaan koagulan alami dari tanaman yang barangkali dapat diperoleh di sekitar kita. Penelitian dari The Environmental Engineering Group di Universitas Leicester, Inggris, telah lama mempelajari potensi penggunaan berbagai koagulan alami dalam proses pengolahan air skala kecil, menengah, dan besar.Penelitian mereka dipusatkan terhadap potensi koagulan dari tepung biji tanaman Moringa oleifera. Tanaman tersebut banyak tumbuh di India bagian utara, tetapi sekarang sudah menyebar ke mana-mana ke seluruh kawasan tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia tanaman tersebut dikenal sebagai tanaman kelor dengan daun yang kecil-kecil. Moringa oleifera Sinonim: Moringa pterygosperma,Gaertn. Nama Lokal : Kelor (Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, Lampung), Kerol (Buru); Marangghi (Madura), Moltong (Flores), Kelo (Gorontalo); Keloro (Bugis), Kawano (Sumba), Ongge (Bima); Hau fo (Timor).

Tanaman tersebut juga dikenal sebagai tanaman drumstick karena bentuk polong buahnya yang memanjang meskipun ada juga yang menyebut sebagai horseradish karena rasa akarnya menyerupai radish.

17

Kelor (moringa oliefera) termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki ketingginan batang 7 -11 meter. Di jawa, Kelor sering dimanfaatkan sebagai tanaman pagar karena berkhasiat untuk obat-obatan. Pohon Kelor tidak terlalu besar. Batang kayunya getas (mudah patah) dan cabangnya jarang tetapi mempunyai akar yang kuat. Batang pokoknya berwarna kelabu. Daunnya berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai. Kelor dapat berkembang biak dengan baik pada daerah yang mempunyai ketinggian tanah 300-500 meter di atas permukaan laut. Bunganya berwarna putih kekuning kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau. Bunga kelor keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak. Buah kelor berbentuk segi tiga memanjang yang disebut klentang (Jawa). Buahnya pula berbentuk kekacang panjang berwarna hijau dan keras serta berukuran 120 cm panjang. Sedang getahnya yang telah berubah warna menjadi coklat disebut blendok (Jawa). Budidaya tanaman Moringa atau kelor memerlukan pemeliharaan yang sangat minimal dan dapat tahan pada musim kering yang panjang. Cepat tumbuh sampai ketinggian 4-10 meter, berbunga, dan menghasilkan buah hanya dalam waktu 1 tahun sejak ditanam. Tanaman tersebut tumbuh cepat baik dari biji maupun dari stek, bahkan bila ia ditanam di lahan yang gersang yang tidak subur. Sehingga baik bila dikembangkan di lahan-lahan kritis yang mengalami musim kekeringan yang panjang.

7. Penjernihan air Biji kelor dibiarkan sampai matang atau tua di pohon dan baru dipanen setelah kering. Sayap bijinya yang ringan serta kulit bijinya mudah dipisahkan sehingga meninggalkan biji yang putih. Bila terlalu kering di pohon, polong biji akan pecah dan bijinya dapat melayang terbang ke mana-mana. Biji tak berkulit tersebut kemudian dihancurkan dan ditumbuk sampai halus sehingga dapat dihasilkan bubuk biji Moringa. Jumlah bubuk biji moringa atau kelor yang diperlukan untuk pembersihan air bagi keperluan rumah tangga sangat tergantung pada seberapa jauh kotoran yang terdapat di dalamnya. Untuk menangani air sebanyak 20 liter (1 jeriken), diperlukan jumlah bubuk biji kelor 2 gram atau kirakira 2 sendok teh (5 ml). Tambahkan sedikit air bersih ke dalam bubuk biji sehingga menjadi pasta. Letakkan pasta tersebut ke dalam botol yang bersih dan tambahkan ke dalamnya satu

18

cup (200 ml) lagi air bersih, lalu kocok selama lima menit hingga campur sempurna. Dengan cara tersebut, terjadilah proses aktivitasi senyawa kimia yang terdapat dalam bubuk biji kelor. Saringlah larutan yang telah tercampur dengan koagulan biji kelor tersebut melalui kain kasa dan filtratnya dimasukkan ke dalam air 20 liter (jeriken) yang telah disiapkan sebelumnya, dan kemudian diaduk secara pelan-pelan selama 10-15 menit. Selama pengadukan, butiran biji yang telah dilarutkan akan mengikat dan menggumpalkan partikel-partikel padatan dalam air beserta mikroba dan kumankuman penyakit yang terdapat di dalamnya sehingga membentuk gumpalan yang lebih besar yang akan mudah tenggelam mengendap ke dasar air. Setelah satu jam, air bersihnya dapat diisap keluar untuk keperluan keluarga.

8. Efisiensi proses Proses pembersihan tersebut menurut hasil penelitian yang telah dilaporkan mampu memproduksi bakteri secara luar biasa, yaitu sebanyak 90-99,9% yang melekat pada partikel- partikel padat, sekaligus menjernihkan air, yang relatif aman (untuk kondisi serba keterbatasan) serta dapat digunakan sebagai air minum masyarakat setempat. Namun demikian, beberapa mikroba patogen masih ada peluang tetap berada di dalam air yang tidak sempat terendapkan, khususnya bila air awalnya telah tercemar secara berat. Idealnya bagi kebutuhan air minum yang pantas, pemurnian lebih lanjut masih perlu dilakukan, baik dengan cara memasak atau dengan penyaringan dengan cara filtrasi pasir yang sederhana. Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.[1] Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju.[1] Bentuk dari "teknologi tepat guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal".

19

Kendati perangkat hemat pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi tepat guna memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan.[2]

9. Teknologi Tepat Guna

20

Teknologi tepat guna, mengutip dari wikipedia, merupakan teknologi yang sesuai dengan negara yang berkembang atau daerah yang berada jauh dan terbelakang di negara industri,yang mana kemungkinan kekurangan uang dan kurang dalam kemampuan untuk mengoperasikan dan memelihara teknologi tinggi. Dalam prakteknya adalah sesuatu yang dideskripsikan sebagai teknologi yang sederhana dan kebanyakan sebagai teknologi permulaan yang dapat secara efektif dapat mencapai tujuan yang dimaksud. Dalam rangka Pengenalan tentang Teknologi tepat Guna dan Pengembangan Produk baru yang berbasis Teknologi Tepat Guna, Maka bertempat di gedung direktorat Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) pada sabtu 17 Nopember 2012 di adakan Pengenalan Teknologi Tepat Guna yang di ikuti 90 orang perwakilan mahasiswa. Dalam sambutan Direktur yang di wakili oleh Wakil Direktur III Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan,Bambang Jati Kusuma mengatakan "Kegiatan ini di lakukan dalam rangka upaya poltekba untuk menciptakan tenaga yang bukan hanya handal di bidang masing masing,Tetapi juga di bidang terapan yang notebene saat ini sangat di butuhkan.Selain itu melalui mahasiswa yang di kenal sebagai agen perubahan, di tuntut dapat membuat dan mengembangkan kreatifitas baru di bidang terapan. Acara ini menghadirkan Nara sumber Bapak Manaek Simamora,Koordinator Program Inkubasi Teknologi Pusat Inovasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dalam pemaparannya,Manaek simamora menjalaskan tentang penilaian ketepatgunaan suatu teknologi atau produk.Termasuk di dalamnya juga di jelaskan tentang kriteria TTG dan latihan identifikasi TTG.Topik pengembangan produk baru mendapatkan banyak pertanyaan dari peserta karena dalam topik ini membahas tentang kajian peluang teknologi atau produk baru.Peserta juga di uji dengan latihan identifikasi peluang teknologi atau produk.Sumber sumber pembiayaan untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna juga di sajikan secara gamblang oleh pemateri,harapannya agar para mahasiswa tidak terkendala biaya untuk

mengembangkan atau menemukan produk baru yang berbasis teknologi tepat guna.

21

Kasubid Teknologi Tepat Guna Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah provinsi Banten menggelar seminar hasil Kajian Terapan Teknologi Energi Baru dan Terbarukan sebagai salah satu bentuk sosialisasi kegiatan kajian yang selama ini dilaksanakan.Pada acara seminar yang dilaksanakan di Hotel Mahadria ini di buka langsung kepala Balitbangda Provinsi Banten Dr.Moh.Ali Fadillah.Dalam sambutannya beliau mengatakan perlunya penguatan kerjasama antara Academic, Business and Government (ABG), Sehingga Knowlwdge Base Economic in Banten Province bisa benar-benar terwujud. Pada acara seminar ini disampaikankan dua materi kajian: a. Kajian Terapan Energi Angin Menjadi Energi Listrik Dr Oo Abdul Rosyid dari B2TE-BPPT sebagai salah satu tim peneliti memaparkan kesimpulan dari hasil kajiannya: Bahwa secara umum potensi energy angin di provinsi Banten terdapat diwilayah pantai selatan, dengan arah angin dominan dari arah selatan dan Tenggara. Wilayah ini antara lain Pulo Panjang di Kabupaten Serang (kec angin rata-rata 4,8 m/S), Muara Binuangeun Kabupaten Lebak (kecepatan angin berkisar 4,6 9 m/S) dan Cikeusik kabupaten Pandeglang (dengan kecepatan angin 5 10,3 m/S). b. Kajian Terapan Terapan Energi Alternatif dari Limbah Tahu Menjadi Biogas Untuk kegiatan Kajian ini Balitbangda Provinsi Banten bekerja sama dengan Balai Teknologi lingkungan BPPT. Dr.Abdul Kholiq,M.Sc selaku salah satu tim peneliti memaparkan bahwa pengolahan biogas dari limbah tahu selain memberikan keuntungan ekonomis (bahan bakar biogas yang dihasilkan dari instalasi pengolah limbah), juga keuntungan ekologis (limbah yang keluar melalui outlet instalasi telah memenuhi baku mutu lingkungan).

22

Yang menarik dalam acara ini adalah testimoni dari pelaku usaha tahu tempe H. Utang (selaku ketua KOPTI kab.Serang) tentang manfaat pilot project instalasi pembuat biogas dari limbah tahu yang ada di wilayahnya. Dimana limbah cair tahu yang sebelumnya di alirkan langsung ke sungai, sekarang sebagian telah diolah dan biogas yang dihasilkannya telah dimanfaatkan untuk menggoreng kripik tempe

10. MEJA MASA DEPAN Pada awal tahun 2011, beredar kabar munculnya teknologi tv hologram. Tapi baru-baru ini, dipenghujung tahun 2011, Microsoft membuat sebuah terobosan dengan teknologi yang diberi nama Microsoft Surface, dimana sebuah kombinasi antara meja, komputer, kamera, serta touch sensivity berukuran sebesar yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi untuk berbagai aktivitas. Pada meja besar yang menggunakan LCD touch screen 40 inci, Microsoft menempatkan sebuah smartphone pada layar, seketika Microsoft Surface akan mengenali perangkat tersebut dan menampilkan informasi mengenai perangkat serta memungkinkan untuk memilih model yang berbeda. Kabarnya, Microsoft telah mengkonfirmasi harga terbaru untuk meja masa depan yang akan mereka rilis pada tahun 2012 nanti di pasar Amerika sebesar $8.900

Seperti halnya Microsoft Surface, teknologi terbaru untuk masa depan lainnya, sebuah meja interaktif, EXOdesk, memungkinkan sobat untuk melakukan semua aktivitas pada virtual space. EXOdesk sebenarnya merupakan sebuah tabletop computer yang menawarkan layar high definition 40 inci, di mana kita bisa memanipulasi virtual

23

object dengan menyentuh dan dragging. EXOdesk akan dirilis pada tahun 2012 mendatang dengan harga $1,299. Pada video dibawah ini bisa sobat saksikan penampakan kecanggihan teknologi terbaru untuk masa depan dengan tampilan virtual keyboard, RSS feed stream, simulasi permainan piano, dan aplikasi untuk permukaan tabletop

11. Keyboard terbaru dan tercanggih 2012

Keyboard Komputer 2012 Terbaru Tercanggih Informasi terbaru untuk Anda penggila teknologi kali ini telah hadir keyboard komputer terbaru dan tercanggih 2012 yang harus Anda miliki karena beberapa fitur kecanggihan teknologinya belum ada pada keyboard biasa. Produsen: Logitech Nama Keyboard Logitech G1, Kelebihan : Software SDK memungkinkan penyesuaian luas fungsi keyboard. Kekurangan : Keyboard game 2011 ini tidak memiliki beberapa tambahan kecil, seperti warna latar kostum.Keputusan: G15 sangat seimbang karena memiliki semua fitur utama yang gamer gunakan.

24

General - Device type keyboard - Form factor eksternal - Localization English : USInput Device - Interface USB - Connectivity Technology Wired - Buttons Qty 6 - Features Palm rest , LCD display - Key/ Button Function multimedia, Programmable - Expansion / Connectivity - Expansion Slot(s) None - Interfaces None - Connection 1 x USB 4 pin USB type A - Miscellaneous - Cables Included 1 x USB cable - Microsoft Certifications Works with Windows Vista - Software / System Requeriments - Software included Drivers and utilities - OS Required Microsoft Windows XP, Microsoft Windows Vista - System Requirements Details Windows XP RAM 256 MB HD 20 MB , Windows - Vista RAM 256 MB HD 20 MB - Manufacturer Warranty - Service and Support 1 year warranty - Service and support details limited waranty 1 year - Cable(s) / Peripheral(s) - Cable(s) included 1 USB cable - Interface(s) Required - Port(s) / Connector(s) required 1 USB 4 pin USB type A - Interface Provided - Port (s) Total (free) None - Warranty - Service / Support details limited warranty 1 year

25

- Expansion Slot(s) - Slot(s) Provided none

12. Quantum Teleporter

Q-Teleportation telah berhasil pada objek yang lebih kecil berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Kami bisa melakukan ekesperimen quantum teleportation untuk pertama kalinya di luar laboratorium universitas, kata Rupert Ursin, peneliti Institute if Experimental Physics, Universitas Vienna, Austria. Pada QTeleportation, quantum pada objek dihancurkan dan dibuat kembali. Oleh karena itu, Q-Teleportation tidak bisa memindahkan benda hidup maupun mati secara keseluruhan fisik. Alat ini menciptakan replika benda sebelumnya pada posisi di tempat lain dan benda sebelumnya akan menghilang selama replikanya diciptakan.

13. 360 3-D Holographic Displays

ZCam merupakan kamera video yang bisa merekam informasi hingga ke dalam bagian objek (yang biasa digunakan untuk membuat model 3D) video dan kemudian diproduksi oleh 3DV Systems. Teknologi ini berbasiskan prinsip Time of Flight. Pada teknik ini, data ukuran 3D didapatkan dengan cara mengirim gelombang

26

infra merah ke dalam scene video dan mendeteksi cahaya yang direfleksikan oleh permukaan objek pada scene video. Dengan menggunakan variabel waktu yang ditempuh oleh gelombang infra merah untuk mencapai objek target dan saat kembali, jarak bisa dihitung dan kemudian digunakan untuk membuat informasi 3D dari semua objek pada scene.

14. Lightsaber (Pedang Laser)

Yang kita ketahui, pedang ini hanyalah hasil karya: pada film -film sains fiksi belaka!! Lightsaber terdiri dari logam dan mata pedang berupa plasma sepanjang 1 meter.Lightsaber ini bisa memotong objek tanpa perlawanan sedikitpun.Bisa meninggalkan luka bakar pada kulit manusia.Tapi pedang ini bisa ditangkis, namun dengan pedang lightsaber pula, bisa juga ditangkis dengan perisai

15. JetPack

Jetpack, juga termasuk alat yang banyak kita temukan di film sains fiksi, yang mana alat ini menggunakan jet yang melepaskan gas (bisa juga air) dan

27

kemudian menerbangkan penggunanya. TAM adalah perusahaan pertama dan satusatunya di dunia yang memproduksi paket lengkap kostum yang didesain oleh Rocket Belt menggunakan mutakhir dan juga material aerospace dengan mesin penyulingan khusus untuk memproduksi bahan bakar Hidrogen Peroksida jet anda.

16. Military exoskeleton prototype

Military exoskeleton merupakan sejenis rangka luar bertenaga hidrolik yang dipasang pada militer dan bisa mengangkat hingga 100 kg benda untuk jangka waktu yang lama dan bisa sambil mengelilingi suatu area pula. Desainnya yang fleksibel memungkinkan pengguna untuk berjongkok, bergerak pelan dan mengangkat ke atas.Tidak ada joystick maupun mekanisme kontrol lainnya. Kontrolnya menggunakan indra manusia.

28

17. Flying Car

Mobil terbang ini disebut The Highway in the Sky.Jika tiap waktu agan terjebak macet, maka dengan menggunakan flying car ini agan bisa berputar dan menukik di angkasa agar bisa sampai di tujuan dengan cepat.

18. Flying Saucer

29

Ini adalah model kendaraan udara tak berawak dengan bentuk cawan (mirip pesawat UFO uy) yang dibuat oleh sebuah perusahaan di Inggris bernama Aesir. 19. Virtual Goggles

Teknologi telah membawa dunia virtual ke dalam komputer kita sejak lama. Tapi, dunia virtual tersbut sekarang bisa disaksikan di rumah kita.Sebuah ekseprimen yang telah dilakukan selama beberapa dekade, sekarang telah menjadi kenyataan.

30

Pada gambar di atas, wanita tsb sedang menggunakan device berteknologi virtual bernama iWear VR920 dari perusahaan Icuiti. Alat tsb bisa berfungsi sebagai output video juga sebagai gaming console.

osts Tagged Teknologi Tepat Guna Dari Barang Bekas

31