Anda di halaman 1dari 24

BAKAT Devinisi Bakat Ada beberapa devinisi bakat yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah: 1.

Menurut Bingham (1986) menjelaskan bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik atau kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memeungkinkannya mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan ketrmpilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bermain music dan lain-lain. 2. Menurut Crow & Crow dalam bukunya General Psychology sebagaimana dikutup oleh Nurkancana (1993 : 191), mengatakan bahwa : Bakat adalah suatu kualitas yang Nampak pada tingkah laku manusia pada suat lapangan keahlian tertentu seperti music, seni mengarang, kecakapan dalam matematika, keahlian dalam bidang mesin, atau keahlian-keahlian lainnya. 3. Menurut Stamboel Muanandir dan Munandar (1987:2) Mendefinisikan, bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau ketrampilan, yang relative bisa bersifat umum.Munandir ((2001:15-16) mengatakan, bahwa bakat sering dikatakan merupakan kemampuan yang dibawa sejak lahir, dengan kata lain bersifat keturunan. Pandangan ini sering kita dengar secara umum sebagaimana para ahli dan orang awam. 4. Menurut Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik tentang bakat. Ia beranggapan kata sejak lahir digunakan secra ceroboh didalam pernyataan sejak lahir ketika kita mengatakan anak mempunyai bakat sejak lahir sebenarnya telah berusia lima atau enam tahun. Ketika kita melihat bayi yang baru lahir tentu kita tidak akan pernah bisa memastikan apakah bayi tersebut nantinya jadi pemain bola yang baik, pemain music ataukah menjadi seorang sasatrawan. 5. Menurut M. Ngalim Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan disebutkan bahwa kata bakat lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan pembawaan, yaitu yang mengenai kesanggupan-kesanggupan (potensi-potensi) yang tertentu. 6. William B. Michael memberi definisi mengenai bakat sebagai berikut : An aptitude may be defined as a persons capacity, or hypothetical potential, for acquisition of a certain more or less weeldefined pattern of behavior involved in the performance of a task respect to which the individual has had little or no previous training (Michael, 1960: 59). Jadi Michael meninjau bakat itu terutama dari segi kemampuan individu untuk melakukan sesuatu tugas, yang sedikit sekali tergantung kepada latihan mengenai hal tersebut. 7. Woodworth dan Marquis memberikan definisi demikian: aptitude is predictable achievement and can be measured by specially devised test (Woodworth dan Marquis, 1957: 58). Bakat (aptitude), oleh Woodworth dan Marquis dimasukkan dalam kemampuan (ability). Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulakan bahwa bakat adalah kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan khusus atau Bakat merupakan suatu kemampuan spesifik yang memberikan individu suatu kondisi untuk memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan atau keterampilan tertentu setelah melalui latihan .

Tes Bakat Tes bakat dilakukan dengan tujuan sebagai berikut, yaitu:

Diagnosis. Tujuannya adalah untuk mengetahui bakat seseorang sehingga akan lebih mudah memahami potensi yang ada. Dengan demikian, dapat membantu untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi testi di masa kini secara lebih cermat. Prediksi. Pada dasarnya, prediksi adalah mempertemukan potensi seseorang dengan persyaratan yang dituntut oleh lembaga sehingga dapat diperkirakan atau diprediksikan kemungkinan kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam bidang tertentu di masa depan. Prediksi meliputi seleksi, penempatan dan klasifikasi

Beberapa Metode Pengukuran/Analisa Tes Bakat Pengamatan Sederhana. Cara sederhana ini bisa dilakukan orangtua ini untuk mengetahui karakter, kecenderungan bakat/ potensi kecerdasan anak. Langkah ini memerlukan waktu yang sangat lama. 1. Analisa Psikometric. Metode berikutnya adalah dengan menganalisa data respon seseorang yang terkumpul melalui beberapa pertanyaan yang diberikan, kemudian disimpulkan untuk menentukan tipe kepribadian, karakter, bakat, dll. Contoh: tes IQ, Psikotes, dll. 2. Analisa Psikobiometric. Metode ini bertujuan Untuk mengukur dan mengetahui karakter dasar serta potensi bakat dalam diri seseorang melalui analisa sidik jari menggunakan system komputerisasi. 3. Analisa Psikometric bertujuan untuk mengetahui Bakat Utama, mengukur potensi Kecerdasan yang dimiliki seseorang melaui sebuah proses stimulasi yang dijalani (sekolah, training, pengalaman, dll). Contoh Analisa Psikometric: Psikotes, Tes IQ, dll Bagi seseorang yang tidak pernah mendapat stimulasi pengembangan potensi diri, hasil analisa yang diperoleh tidak mampu sepenuhnya menjelaskan bakat & potensi diri yang dimilikinya. Hasil Analisa Psikometric cenderung berubah dari waktu ke waktu tergantung dari tingkat pemahaman seseorang tersebut tentang "materi" yang disajikan dalam tes Psikometric. Analisa Psikobiometric dilakukan untuk mengetahui bakat dan potensi utama yang dibawa seseorang sejak ia dalam kandungan hingga ajal menjelang. Hasil analisa Psikobiometric tidak akan pernah mengalami perubahan, meski dilakukan berulangulang pada waktu berlainan. Sangat objective, tidak ada trik2 atau kiat2 tertentu agar seseorang bisa 'mulus' dalam menjalaninya.

Macam macam Test Bakat Test bakat dibedakan dengan 2 kelompok yaitu : 1. Kelompok Single Test. Tes bakat yang terdiri dari satu jenis tes dan pada umumnya mengungkap kemampuan khusus yang dimiliki seseorang, antara lain: tes sensori, tes artistik, tes klerikal, tes kreativitas, tes Kraepelin dan tes Pauli. 2. Kelompok Baterai Tes. Tes bakat yang terdiri dari rangkaian bermacam-macam tes yang masingmasing tes dapat berdiri sendiri, artinya tidak harus digunakan secara keseluruhan. Misalnya: FACT, DAT dan GATB. Dengan munculnya teknis analisis faktor dalam berbagai penelitian yang berdasarkan teori kecemasan, terutama teori kecerdasan, terutama teori kelompok faktor dan struktur intelek, hasilnya mempunyai pengaruh besar dalam penyusunan tes bakat, termasuk tes multiple bakat. Tes Seri Multiple Bakat adalah sejumlah tes yang dipakai untuk mengukur berbagai macam bakat. Jenis tes ini tidak hanya mengukur satu macam bakat saja, tetapi dapat menjaring berbagai macam bakat pada banyak subjek. Ada bermacam macam tes seri multiple bakat, diantaranya : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Differential Aptitudes Test (DAT) General Aptitude Test Battery (GATB) Falanagan Aptitude Clasification Test (FACT) Academic Promise Test (APT) Flanagan Industri Test (FIT) Guilford Zimmerman Aptitude Survey Nonreading Aptitude Test Batteray (NATB), 1969 Edition.

1. Differential Aptitude Tests ( DAT ) Tes ini disusun oleh : George K. Bennet, Harlold G. Seashore, dan Alexandra G. Wesman. Tes ini dibuat dengan maksud agar dapat mengukur kemampuan mental dari beberapa faktor bukan hanya satu faktor saja sehingga skor yang dihasilkan tidak pula hanya satu akan tetapi ada beberapa sesuai dengan kemampuan yang diukur. Karena itulah tes ini dibuat agar mendapatkan prosedur penilaian yang ilmiah, terintegrasi, dan standard bagi murid-murid sekolah pada grade 8-12, Karena IQ bukanlah merupakan standar yang memadai lagi. DAT berisi 7 materi tes, mengungkap 7 aspek bakat berhitung, penalaran, ruang bidang, tes mekanik, cepat teliti, verbal reasoning & language tes. DAT merupakan salah satu dari bateri motif bakat yang sering digunakan. Pertama kali dipublikasikan pada tahun 1947, DAT telah direvisi secara berkala. Baterai itu dirancang terutama digunakan dalam bimbingan karir siswa kelas 8 12. DAT edisi ke - 5 tersedia dalam 2 level : level 1, dirancang terutama untuk siswa di kelas 7 9 dan orang dewasa yang sudah bersekolah lebih dari 9 tahun tetapi yang mungkin belum tamat sekolah menengah.DAT memiliki 9 tes, yaitu : 1. Verbal reasoning 2. Numerical ability 3. Abstract reasoning 4. Space relation 5. Mechanical reasoning 6. Clerical speed and acurary 7. Language usage -Part I : Spelling 8. Language usage -Part II : Sentence Tes ini dapat diberikan satu seri atau hanya sebagian saja, sesuai dengan tujuan dan aspek apa yang akan diukur. Tes ini dapat digunakan untuk pendidikan atau untuk pemilihan pekerjaan. Pada saat ini baru 5 tes dari 7 tes yang baru digunakan setelah melalui poses menerjemahkan petunjuk/instruksinya ke dalam bahasa Indonesia, yaitu :

1. 2. 3. 4. 5.

Numerical Ability - Tes Berhitung Abstract Reasoning - Tes Penalaran Space Relation Tes Pola Mechanical Reasoning Tes Pengertian Mekanik Clerical Speed and Accuracy Tes Cepat Teliti Dan bisa dirinci sebagai berikut : 1. TES BERHITUNG a. Nama Nama Asli : Numerical Ability Form A / Nama Indonesia : Tes Berhitung b. Bentuk Yang Tersedia Berupa buku cetakan, berukuran setengah folio. Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakannya. Jumlah soal = 40 butir, lembar jawaban terpisah. c. Aspek yang diukur Tes ini mengukur kemampuan berfikir dengan angka, penguasaan hubungan numerik, misalnya penjumlahan yang sederhana, sehingga tes ini disebut arithmetic compulation bukan arithmetic reasoning. Walaupun tes ini mengukur aspek yang sederhana, bersama sama dengan verbal reasoning dari DAT dapat mengukur kemampuan belajar secara umum (general learning ability). Tes berhitung ini bersama sama dengan abstrack reasoning atau Penalaran (A3) dan Verbal Reasoining akan mengukur intelegensi umum (Bennett, 1952, p. 6-7.) d. Sajian Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal e. Waktu Penyajian Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini ialah 30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 10 menit. f. Tujuan Tes ini digunakan untuk melakukan prediksi dalam bidang pendidikan dan pekerjaan (Bennett, 1952, p. 1), Bidang pendidikan meliputi matematika, fisika, kimia, teknik, ilmu sosial, bahasa Inggris (untuk bahasa Inggris harus bersama sama dengan verbal reasoning, sentence, dan spelling.Di samping itu dapat digunakan pula untuk bidang yang lain yang kurikulumnya mengutamakan berfikir secara kuantitatif. Sedangkan mengenai bidang pekerjaan diantaranya meliputi : asisten laboratorium, tata buku, statistik. ( Bennet, 1952, p. 6) g. Validitas dan Reliabilitas Dalam manual validasi dilakuakan dengan menggunakan prestasi sekolah sebagai kriterium, diantaranya Bahasa Inggris, Matematika, Science, Ilmu Sosial, dan Sejarah, Bahasa selain Bahasa Inggris (Perancis, Jerman, Latin, Modern, Spanyol). Dalam validasi ini jenis kelamin dipisahkan dan tingkat pendidikan kelas II SMP sampai kelas III SMA (grade 8 12).Reliabilitas tes ini dicari dengan menggunakan metodesplit half. Untuk pria diperoleh koefisien reliabilita yang bergerak sekitar 85 93 dan untuk wanita sekitar 82 88. (Binnet, 1952, p. 66). h. Cara Pemberian Skor Untuk memberikan nilai diperhatikan jumlah jawaban yang benar dan jumlah jawaban yang salah. Yang benar diberi nilai 1 (satu) sedang yang salah diberi nilai 0 (nol). i. Norma Norma yang ada ialah menggunakan presentil. Terdapat dalam manual DAT. Dalam norma ini dibedakan antar pria dan wanita serta dibuat grade 8 12. Telah dibuat pula norma berdasarkan sampel yang datang di Biro Konsultasi Fakultas Psikologi UGM, dengan sampel wanita 215 orang dan sampel pria 310 orang dengan tingkat pendidikan kelas III SMA. (Retno Suhapti & Wisnu Martani, 1981). j. Catatan Berdasarkan hasil penelitian yang dikutip oleh Super dan Krites (1965, p. 346) terbukti bahwa verbal reasoningdan tes berhitung digabungkan mempunyai korelasi dengan tes WAIS sebesar 0,76 (subjeknya anak anak berumur 16 tahun ), dan sebesar 0,74 (subjeknya

remaja berumur 17 tahun). Mengenai penelitian yang lain di Indonesia tes berhitung ini telah diselidiki validitasnya dengan menggunakan kriterium prestasi belajar pada siswa SMA kelas II IPA dan IPS (N=153) di daerah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan koefisien validitas 0,51 (sangat signifkan). Ada penelitian lain mengeni tes berhitung ini tentang reliabilitasnya. Metode yang dipakai adalah tes-te tes. Sampel yang digunakan adalah murid SMP Negeri 1 Yogyakarta, jumlahnya 84 orang, pendidikan kelas II dan menunjukkan hasil yang sangat signifikan dengan koefisien sebesar 0,709. (Toto Kowato et. al., 1981).

2. TES PENALARAN a. Nama Nama Asli : Abstract Reasoning / Nama Indonesia : Tes Penalaran b. Bentuk Yang Tersedia Berupa buku cetakan. Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakannya. Soal berjumlah = 50 butir dan lembar jawaban terpisah. c. Aspek yang diukur Tes ini mengukur kemampuan penalaran individu yang bersifat non verbal, yaitu meliputi kemampuan individu untuk dapat memahami adanya hubungan yang logis dari figur figur abstrak atau prinsip prinsip non verbal designs. Abstrak Reasoning bersama sama denganVerbal Reasoning dan Numerical mengukur General Intelligence. d. Sajian Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal e. Waktu Penyajian Menurut manual aslinya, waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini ialah 25 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 10 menit. f. Tujuan Tes ini digunakan dilingkungan sekolah, perusahaan, dan kegiatan sosial lainnya. Tes ini relevan untuk pelajaran atau pekerjaan/profesi yang memerlukan persepsi hubungan antara benda benda. g. Validitas dan Reliabilitas VALIDITAS : Menurut aslinya (DAT) tes ini mempunyai tingkat validitas yang bervariasi berdasarkan spesifikasi kriteria dan populasinya seperti halnya sub tes dari DAT lainnya. RELIABILITAS : Reliabilitas tes penalaran yang asli dilakukan dengan menggunakan metode belah dua dan koreksi Spearman Brown dengan memperhatikan variabel jenis kelamin dan tingkatan sekolah, menunjuk adanya variasi seperti tedapat pada DAT p. 66 dengan koefisien korelasi berkisar antara 0,85 0,92. Sebagai pembanding, penelitian Dalil Adisubroto di DIY (1975) dan Jatim, Jateng, Jabar (1976) dengan metode ulang, dengan jumlah subyek 970 dan 1085 memperoleh koefisien Reliabilitas 0,783 dan 0,765. h. Cara Pemberian Skor Apabila sesuai dengan kunci jawaban diberi nilai 1 (satu), bila tidak sesuai diberi nilai 0 (nol). Sehingga skor tertinggi = 50. Rumus pemberian skor kasar = R - W ( jumlah yang benar dikurangi kali jumlah yang salah). i. Norma Norma yang ada ialah menggunakan presentil. Terdapat dalam manual DAT. Dalam norma ini dibedakan antara pria dan wanita serta dibuat grade 8 12. Di Biro Konsultasi Fakultas Psikologi UGM, telh dibut norma adaptasi, yang disusun dari hasil tes murid murid SLTA kelas III, dengan stan five dandibedakan antara pria dan wanita. j. Catatan Tes penalaran ini cocok untuk kondisi di Indoneia sebab sifatnya yang Culture Free. Namun diperlukan pembakuan yang memadai untuk kondisi stempat, mislnya membuat norma kelompok. Penelitin di Indonesia pernah dilakukan oleh Dalil Adisubroto :

1. DIY (1975) pada siswa SMP dengan N = 970 (L/P) dengn criteria luar pretasi belajar (r = 0,388; p < 0,01) 2. Jatim, Jateng, Jabar (1976), pada siswa SMP dengan N = 1085 (L/P) dengan criteria luar prestsi belajar ( r = 0,328; p < 0,01).

3. TES POLA a. Nama Nama Asli : Space Realtion / Nama Indonesia : Tes Pola b. Bentuk Yang Tersedia Berupa buku cetakan, berukuran setengah folio. Pada halaman pertama tertulis petunjuk mengerjakannya. Jumlah soal = 40 butir, lembar jawaban terpisah. Disamping itu ada juga edisi tahun 1991. Butir soal berjumlah 60 dengan nama Tes Ruang Bidang c. Aspek yang diukur Tes Pola atau Space Relations dimaksudkan untuk mengungkap atau mengukur kemampuan mengenal barang barang kongkrit melalui proses penglihatan khususnya mengenl barang secara tiga dimensi. Butir butir soal dibuat agar testi dapat mengkonstruksikan barang dengan pola yang tersedia secara tepat. Jadi subjek/testi harus dapat memanipulasi secara mental, mempunyai kreasi terhadap sesuatu Struktur barang tertentu dengan perencanaan yang baik. d. Sajian Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal e. Waktu Penyajian Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes pola edisi tahun 1952 ini ialah 30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 10 menit f. Tujuan Tes ini digunakan untuk khusus untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan seseorang mengenal ruang tiga dimensi, baik untuk bidang studi maupun untuk pekerjaan. Kemampuan ini diperlukan sekali dalam bidang bidang perencanan desain pakaian, arsitektur, seni, dekorasi, atau bidang bidang lain yang membutuhkan pengamatan tiga dimensi. Prediksi paling baik untuk engineering, mechanical design, dan plane geometri. g. Validitas dan Reliabilitas Menurut manual DAT, validitas tes dicari dengan menggunakan kriterium bahasa Inggris, Matematika,Science, Ilmu Sosial dan Sejarah serta bahas selain Inggris (Jerman, Perancis). Dalam validitas ini dibedakan jenis kelamin dan grde yitu 8 12. Reliabilita dicari dengan teknik belah dua. Untuk pria diperoleh koefisien antara 0,92 0,94. Sedangkan untuk wanita antara 0,86 0,92. h. Cara Pemberian Skor Tes Pola diskor dengan cara salah dan benar menurut kunci jawaban yang tersedia. Skor akhir ialah jumlah jawaban yang benar dikurangi jumlah jawaban yang salah. Rumus : R W. Skor maksimal 100. i. Norma Sebagian disebutkan di atas bahwa belum ada penelitian untuk para remaja Indonesia, maka norma yang ada ialah masih asli dari DAT edisi 1952. Belum ada norma hasil adaptasi atau hasil penyusunan khusus untuk hal itu. j. Catatan Tes ini sangat penting untuk mengungkap kemampuan khusus seseorang, maka perlu penelitian penelitian agar lebih mantap penggunaannya. Karena pembukuan di Indonesia belum ada maka perlu membuat norma kelompok jika melakukan tes secara kelompok. Petunjuk cara mengerjakan perlu diberikan lebih dahulu. Perlu diberitahukan bahwa tiap soal ada kemungkinan lebih dari satu jawaban..

4. TES PENGERTIAN MEKANIK a. Nama Nama Asli : Mechanical Reasoning / Nama Indonesia : Tes Pengertian Mekanik b. Bentuk Yang Tersedia Bentuk buku cetakan. Pada halaman depan tertulis petunjuk mengerjaknnya. Soal berjumlah 68 butir dan lembar jawaban terpisah. c. Aspek yang diukur Tes Pengertian Mekanik ini merupakan bentuk baru dariMechanical Comprehensive yang dibuat oleh Bennett. Aspek yang diukur ialah daya penalaran di bidang kerja mekanis dan prinsip fisika, yang merupakan salah satu faktor intelegensi dalam arti luas. d. Sajian Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal e. Waktu Penyajian Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes pola edisi tahun 1952 ini ialah 30 menit. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 10 menit. f. Tujuan Tujuan tes ini untuk mengetahui kemampuan khusus dalam bidang kemampuan mekanik. Dengan mengetahui kemampuan ini maka dapat ditentukan jurusan studi maupun untuk memilih pekerjaan. Bidang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan ini antara lain ialah : Tukang kayu, ahli mesin, pemeliharaan mesin, perakit (assembler). g. Validitas dan Reliabilitas Menurut manual DAT, validitas tes ini dilakukan dengan menggunakan kriterium prestasi belajar dalam pelajaran Matematika, bahasa Inggris, Science, Ilmu Sosial dan Sejarah serta bahasa selain bahasa Inggris (Jerman, Perancis). Dalam validitas ini diperhatikan jenis kelamin dan grade yaitu 8 12. Reliabilitas dicari dengan metodesplit half. Untuk pria diperoleh koefisien reliabilita antara 0,81 0,86. Sedangkan untuk wanita bergerak antara 0,69 0,73. h. Cara Pemberian Skor Apabila sesuai dengan kunci jawaban diberi skor 1 (satu), bila tidak sesuai diberi skor 0 (nol). Sehingga skor tertinggi = 68. Rumus pemberian skor kasar = R W (jumlah benar dikurangi kali jumlah yang salah). i. Norma Norma yang ada ialah menggunakan presentil. Terdapat dalam manual DAT. Dalam norma ini dibedakn antara pria dan wanita serta dibuat untuk grade 8 12. Perlu diperhatikan norma tes Pengertian Mekanik ini untuk pria dan wanita sangt menyolok perbedaan angkanya. Di Biro Konsultasi Fakultas Psikologi UGM, telah dibuat norma adaptasi, yang disusun dari hasil tes murid murid Sekolah Lanjutan Tingkat Atas kelas III dengan menggunakan stan tive dan dibedakan antara pria dan wanita. j. Catatan Tes ini memang banyak gunanya dan banyak menolong konsultan untuk menentukan jurusan studi dan pemilihan pekerjaan, maka perlu dikembangkan lebih lanjut. Dalam penggunaan tes ini, agar lebih dapat dipercaya supaya dibuat norma kelompok setiap melakukan testing.

5. TES CEPAT DAN TELITI a. Nama Nama Asli : Clerical Speed and Accuracy / Nama Indonesia : Tes Cepat dn Teliti b. Bentuk Yang Tersedia Berupa buku cetakan dalam ukuran kuarto. Terdiri dari satu halaman petunjuk pada halaman pertama. Dua halaman soal bagian 1 dan 2 halaman soal bagian II. Masing masing bagian terdiri dari 100 butir soal. Lembar jawaban terpisah terpisah dari buku soal. c. Aspek yang diukur

d. e.

f.

g.

h.

i.

j.

Tes ini mengukur respon subjek terhadap tugas tugas atau pekerjaan yang menyangkut kecepatan persepsi (dari stimulus yang bersifat sederhana), kecepatan respon terhadap kombinasi huruf dan angka, ingatan yang sifatnya tidak lama (momentary relation) Sajian Penyajian tes ini dapat dilakukan secara individual maupun klasikal Waktu Penyajian Waktu yang ditentukan untuk mengerjakan tes ini ialah 5 menit untuk bagian I dan 3 menit untuk bagian II. Sedangkan waktu untuk instruksi sekitar 5 10 menit. Karena tes ini merupakan tes kecepatan maka sebelum testi mengerjakan tes, tester harus yakin bahwa testi telah tahu apa yang harus dikerjakan. Tujuan Tes ini dapat digunakan untuk konseling sekolah (siswa yang mendapatkan skor rendah dalam tes ini kemungkinan mengalami kesulitan dalam kecepatan dan presisi misalnya) atau untuk seleksi para pelamar pekerjan tertentu.Karena tes ini dapat meramalkan produktivitas seseorang dalam mengerjakan pekerjaan pekerjaan rutin yang melibatkan masalah persepsi dan pemberian tanda tanda maka yang terutama tes ini dibutuhkan untuk pekerjan pekerjaan clerical. Misalnya Filing, Coding, Stock Room Work. Validitas dan Reliabilitas Menurut manual DAT validasi tes ini dilakukan dengan menggunakan prestasi belajar sebagai kriterium yaitu Bahasa Inggris, Matematika, Science, Ilmu Sosial, dan Sejarah, Bahasa selain Bahasa Inggris. Dalam validasi ini dipisahkan jenis kelamin dan tingkat pendidikan grade 8 12. Reliabilitas tes ini dicari dengan menggunakan metode belah dua. Untuk pria diperoleh antara 0,77 0,93 dan untuk wanita antara 0,84 0,91. Cara Pemberian Skor Skor hanya diberikan pada bagian II saja, bagian I tidak diskor (dianggap sebagai latihan). Skor total ialah jumlah soal yang dikerjakan dengan benar. Norma Norma dibuat berdasarkan nilai presentil. Di Biro Konsultasi Fakultas Psikologi UGM ada dua macam norma yaitu : norma asli dan norma hasil adaptasi. Norma hasil adaptasi ini khusus untuk siswa kelas III SMA baik laki laki maupun perempuan dan dibuat berdasarkan 5 kategori dari baik sekali sampai dengan kurang sekali. Catatan Kesimpulan dari penelitian yang pernah dilakukan menyebutkn bahwa mereka yang telah berhasil dalam beberapa pekerjaan ternyata tidak memerlukan skor yang tinggi untuk tes ini, asalkan beberpa sub tes lain dari DAT mendapatkan skor tinggi. Misalnya untuk salesman justru skor tes ini yang terendah, sedangkan untuk business administration skor tes ini diminta tinggi. Penelitian di Fakultas Psikologi UGM tentang tes ini tampaknya belum begitu banyak. Satu penelitian yang pernah dilakukan Buntran (972 Skripsi) mencari hubungan antara tes cepat teliti (dan juga beberpa tes lain) dengan prestasi kerja karyawan bagian rajut dan finishing di salah satu perusahaan wig di Yogykarta. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara skor tes cepat teliti dengan prestasi kerja karyawan di dua jenis pekerjaan tersebut.

2. General Aptitude Test Battery (GATB) Tes ini diciptakan oleh Charles E. Odell, yang digunakan pada konseling pekerjaan di States Employment Service Office. Aptitude yang diungkap GATB adalah : a. Aptitude G : Intelegence Merupakan tes kemampuan belajar secara umum, yaitu kemampuan untuk menangkap dan mengerti prinsip-prinsip, menalar dan membuat keputusan. b. Aptitude V : Verbal Aptitude Merupakan tes untuk mengerti arti beberapa kata dan memepergunakannya secara efektif, serta untuk mengerti bahasa secara komprehensif, mengerti hubungan antar kata dan mengerti arti keseluruhan paragraph dan kalimat.

c. Aptitude N : Nuemerical Aptitide Merupakan kemampuan untuk mengoperasikan angka-angka secara cepat dan tepat. d. Aptitude S : Spatial Merupakan kemampuan berpikir secara visual pada bentuk geometris dan untuk menangkap objek 3 dimensi, serta mengingat hubungan dari gerakan objek dalam satu ruang. e. Aptitude P : Form perception Merupakan kemampuan untuk melihat bagian-bagian dari suatu gambar, benda, dan grafik. Membuat perbandingan dan pembedaan secara visual dan melihat perbedaan yang nyata pada bentuk atau bayangan. f. Aptitude Q : Clerical perception Merupakan kemampuan untuk mengungkap obyek-obyek angka dan huruf, serta kemampuan persepsi terhadap komputasi secara sepintas. g. Aptitude K : Motor coordinate Merupakan kemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan-gerakan organ mata, jari-jari secara terampil dan teliti pada gerakan yang cepat dan tepat. h. Aptitude F : Finger dexterity Merupakan kemampuan gerakan jari jemari: memanipulasi obyek-obyek kecil dengan jari jemari secara cepat dan teliti. i. Aptitude M : Manual dexterity Merupakan kemampuan untuk menggerakkan tangan dengan mudah dan terampil. Kemampuan untuk bekerja dengan tangan dalam menempatkan dan memindahkan sesuatu. Adapun Jenis Jenis dari tes GATB, yaitu sebagai berikut : 1. TES RUANG BIDANG a. Nama : Nama Asli : Three dimentional Space / Nama Indonesia : Tes Ruang Bidang Seri GATB b. Bentuk yang tersedia Bentuk tes yang ada adalah sekumpulan soal dalam buku tes. Tersedia lembar jawaban untuk mengerjakan. c. Aspek yang diukur Tes ini mengukur kemampuan berfikir secara visual dari bentuk geometris memahami gambar dari dua dimensi untuk menjadi bentuk tiga dimensi. d. Sajian Tes ini dapat disajikan secara individual maupun secara klasikal e. Waktu penyajian Total waktu sekitar 8 menit. Perincian : 3 menit untuk memberikan penjelasan, dan 5 menit untuk mengerjakan soal. f. Tujuan Tes ini sebagai serangkaian tes untuk mengungkap intelegensi bersama dengan dua sub tes lainnnya, yaitu : 1. Tes Perbendaharaan Kata (Vocabulary) 2. Tes Berhitung Soal (Arithmetic Reasoning) g. Validitas dan Reliabilitas Validitas : Dengan menggunakan kriteria prestasi belajar maka tes ini memperoleh koefisien validitas sebesar 0,369 dengan N = 160, ternyata tes tersebut valid dengan tes 1 % Reliabilitas : Adapun reliabilitas tes ini tidak berdiri sendiri, tetapi bersama tes Perbendaharaan Kata dan menghitung soal dengan sampel yang sama dengan mencari validitas dan dengan cara tes-re-tes diperoleh konsep. h. Cara Pemberian Skor Skor yang diperoleh oleh seorang teste adalah sebagai penjumlahan dari jawaban yang betul.

i.

j.

Norma Norma yang ada sekarang ini adalah norma yang asli dari GATB, sedangkan norma yang disesuaikan belum ada. Adapun norma yang asli dari GATB berupa mengubah skor mentah menjadi skor yang dikonversikan. Jadi berupa skor yang berskala. Catatan Tes ini merupakan adaptasi dari seri tes GATB, maka untuk penggunaannya perlu diadakan penelitian standarisasi. Penelitian yang dimulai dari standarisasi waktu, validitas, reliabilitas administrasi dan norma.

2. TES MEMPERSAMAKAN PERKAKAS a. Nama : Nama Asli : Tool Matching / Nama Indonesia : Tes Mempersamakan Perkakas, Tes ini merupakan satu sub tes dari serangkaian tes GATB b. Bentuk yang tersedia Tes yang ada adalah berupa buku setebal delapan halaman dan lembar jawaban. c. S Aspek yang diukur Tes ini mengukur aspek kemampuan atau kecermatan dalam pengamatan. Testi diminta mengamati gambar soal dan mencari persamaan gambar di antara tiga gambar lain yang bentuknya sama hanya berbeda dalam corak warnanya. d. Sajian Tes ini dapat disajikan secara individual maupun secara klasikal e. Waktu penyajian Total waktu sekitar 9 menit. Perincian : 4 menit untuk memberikan penjelasan, dan 5 menit untuk mengerjakan soal sebanyak 49 butir. f. Tujuan Bersama dengan sub tes yang lain, tes ini hanya bergunan untuk mengenal Profil Bakat Seseorang dan mengenal Pola Bakat Kejujuran. g. Validitas dan Reliabilitas Penelitian mengenai reliabilitas dan validitas tes ini belum pernah dilakukan, sehingga tidak didapatkan informasi mengenai keadaan tes tersebut. h. Cara Pemberian Skor Berdasar pada jawaban yang benar, maka diperoleh nilaii yang bergerak dari 0 49. i. Norma Norma masih berpegang pada buku asli Manual GATB. j. Catatan 1. Mengingat pendeknya waktu untuk mengerjakan soal, maka disarankan bila menggunakan tes ini kepada subjek diberi pengertian sejelas jelasnya sebelum mengerjakan soal. 2. Kemungkinan besar dikemudian hari, bahwa baik lembaran jawaban dan cara skoringnya dilakukan dengan mesin, mungkin sekali terjadi beda waktu yang akan mempengaruhi nilai seseorang subjek. Oleh karena itu, disarankan untuk meneliti lebih lanjut mengenai kemungkinan ini.

3. TES KECEKATAN JEMARI a. Nama : Nama Asli : Finger Dexterity Test / Nama Indonesia : Tes Kecekatan Jemari Tes ini merupakan satu sub tes dari serangkaian tes GATB b. Bentuk yang tersedia Tes ini dibuat berdasarkan gambar yang ada di buku manual GATB. Tes yang asli bahannya dari logam semua, bentuknya segi empat paanjang dengan 100 lubang, 50 baut dan ring pada tiap tiang. Lubang itu dibagi dua bagian atas dan bawah masing masing 50 lubang. Adapun materi tes yang ada di Fakultas Psikologi UGM (dibuat oleh Sumitra) dibuat dari aluminium dan didalamnya ada kayunya. Bentuknya persegi panjang, dengan panjang 35

c.

d.

e.

f.

g.

h.

i.

cm dan tebal 1 cm. Lubang ada dua kelompok yang masing masing 50 lubang, dan jarak antara kelompok lubang bagian atas dan kelompok bawah 15 cm. Jumlah baut sebanyak 50 buah, ring 75 buah dan satu tiang untuk tempat ring yang dapat didirikan pada lubang yang ada di sisi kiri/kanan tengah antara dua kelompok lubang itu. Alat alat lain yang perlu ada untuk tes ini yang digunakan tester adalah alat alat tulis gambar jawaban untuk mencatat dan stop watch untuk mengukur atau menentukan waktunya. Aspek yang diukur Tes Kecakapan Jemari dimaksudkan untuk mengukur kecepatan tangan dan jari jari individu. Yang dimaksud dengan kecekatan adalah meliputi pengertian tentang koordinasi kecepatan dan ketepatan dari gerakan gerakan tangan dan jari jari individu. Dengan demikian tes ini termasuk Tes Psikomotor yang mengukur kemampuan kecekatan jari jari kedua tangan yang meliputi koodinasi, terampil dan cepat untuk memperlakukan benda benda kecil dengan jari jari. Sesuai dengan prinsip individu differences kecekatan jemari individu itu akan berbeda. Sajian Tes ini termasuk tes individu karena pelaksanaannya dilakukan secara individu . Pada tes Kecekatan Jemari ini ada dua bagian yaitu assemble (perakitan) dan disassemble (pembongkaran). Karena itu sajian tes (administrasinya) juga ada dua macam. Sebelum tes dimulai untuk kedua sajian ini kepada teste perlu dibeikan contoh oleh tester. Kelompok testi dapat terdiri dari testi yang tangan kanan atau tangan kiri (kidal). Oleh karenan itu materi tes dapat disajikan untuk kedua macam kelompok tersebut. Waktu penyajian Waktu yang digunakan untuk merakit ring pada baut dan memindahkan (memasukkan) ke lubang papan adalah 120 detik. Sedangkan untuk pembongkaran ring dan bautnya adalah 90 detik. Tujuan Sesuai dengan faktor faktor yang diungkap oleh tes ini maka tujuan penggunaan tes adalah untuk mengukur bakat atau kemampuan khusus kecekatan jemari individu. Validitas dan Reliabilitas Penelitian mengenai validitas dan reliabilitas Tes Kecekatan Jemari ini (di Fakultas Psikologi UGM) dilakukan oleh Wazar Pulungan dan Sumitro Untuk Wazar Pulungan dengan mengambil sampel pada karyawan bagian pengelintingan rokok di Gombong dihasilkan validitas 0,863 dan reliabilitasnya 0,865. Sedangkan Sumitro mengambil sampel karyawan pembungkus kembang gula di Yogyakarta dihasilkan validitas 0,632 dan reliabilitasnya 0,963. Keduanya menggunakan validitas eksternal. Cara Pemberian Skor Cara menyekor tes perakitan (assemble) adalah dengan mencatat jumlah baut baut dan ring yang terpasang oleh testi. Jadi tester akan menghitung jumlah baut dan ring yang dimasukkan ke dalam lubang dibagian bawah papan ditambah dari jumlah baut yang jatuh. Sedangkan pada pembongkaran (disassemble) yang diperlu dicatat adalah jumlah baut yang sudah dibongkar untuk dipasang di papan atas dan jumlah ring yang dimasukkan kembali di tiang. Norma Mengenai norma dalam hal ini dapat disajikan dua macam yaitu (A). Norma asli dan (B) Norma adaptasi.(A) Norma Asli (diambil dari GATB, B-1002, hal 113 114) 1. Assemble (Perakitan) 2. Disassemble (Pembongkaran) (B) Norma Adaptasi (diambil dari penelitian Sumitro) Norma yang dibuat Sumitro menggunakan sampel wanita. Dalam hal ini sub tes perakitan (assemble) dan pembongkaran (disassemble) dijadikan satu dengan alasan kedua sub tes mengukur aspek yang sama (finger dexterity)

j.

Catatan 1. Tes ini sangat coocok untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan psikomotor yaitu koordinasi kecekatan jemari, misalnya : pekerjaan melinting rokok, permen, memasak, merakit komponen komponen dalam bidang mekanik, dan semacamnya 2. Perlu dilakukan penelitian ulang terutama variabel umur perlu dimasukkan sehubungan dengan kemampuan psikomotor tersebut 3. Perlu juga standarisasi dilakukan untuk sampel jenis kelamin laki laki 4. Alat tes ini berguna bagi calon karyawan yang belum terlatih sebab faktor latihan memiliki peranan yang sangat besar 5. Ada kemungkinan tes individual ini dapat dilakukan secara klasikal.

3. Falanagan Aptitude Clasification Test (FACT) Tes ini disusun oleh J.C. Flanagan, seorang profesor psikologi pada universitas Pittsburgh dan direktur American Institute for Reaseach. Tes ini dibuat sebagai usaha unutk mendapatkan suatu system klasifikasi baku dalam penetuan bakat dan kemampuan dasar seseorang pada tugas-tugas tertentu. Tes ini digunakan sebagai alat Bantu untuk memprediksi keberhasilan kerja dan perencanaan program latihan dalam rangka konseling pekerjaan dan sebagai alat seleksi dan penempatan karyawan. Tes ini terbagi menjadi 14 tes, yaitu : 1. Inspection 3. Memory 5. Assembly 7. Coordination 9. Arithmatic 11.Components 13. Mechanics 2. Coding 4. Precisison 6. Scales 8. Judgemen and Comprehension 10. Patterns 12. Tables 14. Expression

1. TES KODE DAN INGATAN (Coding & Memory) a. Nama : Nama Asli : Coding, merupakan sub tes kedua dari FACT / Memory, merupakan sub tes ketiga dari FACT / Nama Indonesia : Kode (Sandi) dan Ingatan. b. Bentuk yang tersedia Kertas dengan bahan tercetak. Tersedia lembar jawaban. c. Aspek yang diukur 1. Kode (atau Sandi) : Kecepatan dan kecermatan menyandi informasi kantor 2. Ingatan : Keberhasilan mempelajari dan mengingat sandi sandi dalam FACT 2 yaitu kemampuan menghafalkan bahan bahan tercetak d. Sajian Dapat secara individual maupun klasikal e. Waktu penyajian 1. Sandi : Petunjuk - 20 menit. Pengerjaan 10 menit. Waktu Total 30 menit. 2. Ingatan : Petunjuk 1 menit. Pengerjaan 4 menit. Waktu Total 5 menit. f. Tujuan Sebagai bagian dari FACT, tes ini bertujuan :

1. Dalam konseling pekerjaan sebagai alat bantu guna memprediksi keberhasilan kerja berdasarkan kemampuan khusus (aptitude) dan sebagai petunjuk dalam peencanaan program pelajaran sekolah yang cocok. 2. Dapat digunakan dalam seleksi dan penempatan karyawan. g. Validitas dan Reliabilitas Belum terdapat informasi yang dapat dijadikan pegangan. h. Cara Pemberian Skor 1. Sandi : Skor jumlah yang benar. Jumlah skor tertinggi yang mungkin 150. 2. Ingatan : Skor jumlah jawaban yang benar. Jumlah skor tertinggi yang mungkin 25 i. Norma Tes Sandi dan Tes Ingatan adalah dua sub tes dari batere FACT. Norma untuk Indonesia sejauh ini belum ditegakkan secara jelas. Norma asli yang ada disusun berdasarkan stamina dari skorperformance siswa senior di Pittsburgh Public High School.Khusus tes menyandi dianggap penting dalam kesuksesan kerja sebagai akuntan dan klerk. Tes Ingatan penting bagi pekerjaan seperti: akuntan, business, klerk professor humanis, ahli hukum, perawat, dokter, sales person, dan waiter. Interpretasi skor harus dilihat dalam kontesnya dengan sub tes lain secara keseluruhan berdasarkan suatu profile. Norma interpretasi ada dalam bentuk asli, namun harus diingat bahwa jenis pekerjaan yang dikemukakan dalam norma tersebut, selain terbatas jumlahnya, juga tidak selalu sesuai dengan deskripsi pekerjaan sejenis yang ada di Indonesia. j. Catatan Tes ini merupakan suatu baterre. Sub Tes Sandi dan Ingatan hendaknya tidak dipakai sebagai tes yang berdiri sendiri. Dalam menginterprestasikan skor tes haruslah diingat bahwa norma yang khusus buat Indonesia belum ada. Kewaspadaan juga perlu diutamakan dalam menginterpretasikan jenis pekerjaan yang cocok yang diungkap oleh tes ini karena kondisi dan persyaratan kerja yang mungkin berbeda di Indonesia dibandingkan pekerjaan pekerjaaan di luar negeri

2. TES MERAKIT OBJEK a. Nama : Nama Asli : Assembly, sub tes ke 5 dari FACT Nama Indonesia : Tes Merakit Objek, dengan kode C1 b. Bentuk yang tersedia Tes yang tersedia berbentuk buku cetakan yang mengandung 20 soal termasuk contoh mengerjakan. Tersedia lembar jawaban untuk mengerjakan c. Aspek yang diukur Tes Merakit Objek mengukur kemampuan untuk mengenal, mengetahui dan membayangkan bentuk suatu objek yang disusun dari bagian bagian tertentu yang terpisah d. Sajian Tes ini dapat disajikan secara individual maupun secara klasikal. Dalam hal testing secara klasikal maka harus diusahakan setiap orang tester menangani maksimal 25 testi. e. Waktu penyajian Total waktu sekitar 18 menit. Perincian : untuk memberi petunjuk : 6 menit, untuk mengerjakan bagian I : 6 menit, untuk mengerjakan bagian II : 6 menit f. Tujuan Bersamaan dengan sub tes yang lain dari FACT maka Tes Merakit Objek ini berguna untuk memprediksi mengenai bakat dan kemampuan seseorang untuk meramalkan keberhasilan kerja pada berbagai bidang tugas. g. Validitas dan Reliabilitas Sejauh ini belum ditemukan penelitian yang mencoba mengungkap validitas dan reliabilitas Tes Merakit Objek.

h. Cara Pemberian Skor Skor didasarkan pada jawaban yang benar. Skor tertinggi yang mungkin dicapai adalah 20. Bilamana terdapat dua tanda silang (tanda pilihan jawaban) maka nomor soal yang bersangkutan dinilai nol. i. Norma Norma yang baku untuk diperlakukan di Indonesia untuk Tes Merakit Objek masih harus dilakukan. j. Catatan Mengingat perkembangan industri di Indonesia sebenarnya tepat sekali bila Tes Merakit Objek ini dikembangkan. Sehingga untuk itu perlu diadakan penelitian yang luas mengenai validitas, reliabilitas, sekaligus pembaakuan norma

3. TES SKALA DAN GRAFIK a. Nama : Nama Asli : Scale, merupkan sub tes dari tes baterre FACT / Nama Indonesia : Tes Skala dan Grafik , tes ini disebut juga dengan kode : C8 b. Bentuk yang tersedia Tes yang tersedia berbentuk buku cetakan, edisi pertama tahun 1973 dan cetakan kedua tahun 1982. Tersedia lembar jawaban untuk mengerjakan c. Aspek yang diukur Tes Skala dan Grafik ini mengukur kecepatan dan ketepatan dalam membaca skala, grafik dan peta. Contoh yang diambil untuk menyusun tes ini berupa bentuk bentuk yang biasa terdapat pada bidang permesinan dan bidang teknik pada umumnya. Menurut Flanagan, Tes Skala dan Grafik ini diperlukan untuk dapat melihat Cretical Fact Elements bagi : 1. Biological Scientist 2. Mathematician 3. Chemist 4. Nurse 5. Clerk 6. Physician 7. Drfatsman 8. Physicist 9. Engineer 10. Pilot Airplane d. Sajian Tes ini biasa disajikan baik secara individual maupun secara klasikal. Untuk dapat menjaga ketertiban penyelenggaraan tes secara klasikal, dibutuhkan seorang pembantu pengawas untuk setiap 25 testi. Pembantu pengawas bertugas mebagikan dan mengumpulkan kembali tes dan jawabannya dan menjaga agar jangan sampai testi mulai lebih dahulu dari yang lain, atau bila ada tes yang lain baik yang sudah atau yang belum diinstruksikan e. Waktu penyajian Waktu yang dibutuhkan untuk penyajian tes Skala dan Grafik yang terdiri dari tiga bagian ini, sebagai berikut : Kadang kadang petunjuk sukar untuk dapat dipastikan batas waktunya karena kemungkinan timbulnya pertanyaan dari testi untuk meminta penjelasan . Sedang batas waktu pengerjaan soal latihan dan pengerjaan soal tes memang harus sesuai dengan apa yang sudah ditentukan f. Tujuan Penggunaan tes ini ditujukan untuk dapat menentukan atau mengukur bakat atau kemampuan membaca skala, grafik dan peta. Pada umumnya tes Skala dan Grafik digunakan sebagai salah satu komponen dari suatu batere tes untuk mendeteksi bakat seseorang. g. Validitas dan Reliabilitas Penyajian validitas dan reliabilitas tes Skala dan Grafik ini belum pernah dilakukan h. Cara Pemberian Skor Skor seseorang untuk tes Skla dan Grafik diperoleh dengan cara mengurangi jawaban betul dengan jawaban salah. Skor maksimal adalah 120. Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan ke dalam nilai stanine. Dari skor skor stanine untuk masing masing komponen tes suatu batere akan diperoleh suatu jawaban skorstanine itu ke dalam skor stanine okuposional. Nilai

i.

j.

inilah yang diinterpretasikan apakah seseorang berbakat dalam bidang keahlian tertentu atau tidak. Jadi sebetulnya nilai atau skor tes Skala dan Grafik ini baru bisa digunakan apabila dikombinasikan dengan tes lain yang akan merupakan suatu batere tes yang cocok untuk melihat bakat dalam bidang keahlian tertentu seperti yang dikemukakan oleh Flanagan. Inipun memerlukan suatu norma untuk dapat menentukan apakah suatu skor final termasuk sangat tinggi, tinggi, sedang, kurang, atau sangat kurang bagi suatu keahlian bagain tertentu Norma Norma yang didapati belum ada. Oleh karena itu, norma yag biasa digunakan sementara ini adalah norma aslinya yang ada pada buku. Interpreting Test Scores yang merupakan salah satu rangkaian FACT. Catatan Mengingat pentingnya arti standarisasi suatu tes apabila mungkin seceptnya perlu dilakukan uji validitas, reliabilitas dan pembakuan norma bagi tes yang telah ada di Fakultas Psikologi UGM, termasuk juga tes Skala dan Grafik ini. Masalah lain yang perlu dikemukakan adalah pengelompokan job dan analisis, elemen elemen job itu yang apabila langsung diterapkan di Indonesia mungkin tidak cocok Flanagan berpendapat bahwa Tes Skala dan Grafik perlu dipasang hanya pada sepuluh job. Ini perlu dikaji dan diuji kecocokannya dengan jenis pekerjaan yang ada di Indonesia

4. TES PEMAHAMAN a. Nama Nama Asli : Judgment and Comprehension, merupakan sub tes ke 8 dari FACT Scale, merupkan sub tes dari tes baterre FACT / Nama Indonesia : Tes Pemahaman, dengan kode lain A1. b. Bentuk yang tersedia a. Cetakan I tahun 1973. Sebuah buku di dalamnya tercetak soal 40 soal yang harus dikerjakan subjek. Pada buku ini soal nomor 1 dan nomor 2 telah ditunjukkan kunci jawabannya. Lembar jawaban yang telah tercetak kunci nomor 1 dan 2. b. Cetakan II tahun 1982. Sebuah buku di dalamnya tercetak 40 soal yang harus diselesaikan. Pada cetakan yang baru ini soal nomor 1 dan 2 tidak ditunjukkan kunci jawabannyat. Tes yang tersedia berbentuk buku cetakan, edisi pertama tahun 1973 dan cetakan kedua tahun 1982. Tersedia lembar jawaban untuk mengerjakan. c. Aspek yang diukur Tes ini mengukur kemampuan membaca dan memahami untuk melihat alasan yang logis serta mengambil keputusan dengan menangkap makna dari suatu situasi yang praktis. d. Sajian Tes ini dapat disajikan secara individual maupun kelompok. e. Waktu penyajian Total waktu 40 menit. Perincian : - waktu untuk pemberian petunjuk 5 menit, waktu untuk mengerjakan soal 35 menit. f. Tujuan Bersama dengan sub tes yang lain maka alat ini berguna untuk memprediksi keberhasilan seseorang di dalam pekerjaannya berdasarkan bakat yang dimilikinya. g. Validitas dan Reliabilitas Sejauh ini belum ditemukakan penelitian yang mengungkap mengenai validitas dan reliabilitas tes Pemahaman ini. h. Cara Pemberian Skor Skor subjek merupakan jumlah dari jawaban yang benar sesuai dengan kunci jawaban. i. Norma Norma masih berpegang pada norma asli.

j.

Catatan Untuk subjek yang pendidikannya dianggap cukup, SLTP ke atas, maka seyogianya diminta untuk mengerjakan sendiri dalam artian membaca dan memilih jawaban yang benar, tester tidak perlu membacakan bagian demi bagian.

5. TES MENGUTIP a. Nama Nama Asli : Patern, batere ke 10 FACT / Nama Indonesia : Tes Mengutip (B4). b. Bentuk yang tersedia Terdiri atas dua bagian, yaitu bagian I dengan 18 macam pola dan bagian II dengan 12 macam pola. Bagian I dan II memuat pola pola yang taraf kesulitannya semakin meningkat sebab semakin banyak aspek aspek mentalitas yang akan diperlukan testi dalam menyelesaikan tugas tersebut. Di samping memuat dua bagian pola yang akan ditiru oleh testi juga pada halaman pertanyaan dijumpai beberapa petunjuk mengerjakannya. c. Aspek yang diukur Tes ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memproduksi outline dari pola pola yang sederhana dengan cara tepat akurat d. Sajian Tes Mengutip ini dapat disajikan secara individual maupun klasikal. Masing masing individu dalam klasikal diberikan sebuah buku tes dan sebelum mengerjakannya terlebih dahulu mendapatkan penjelasan yang secukupnya dari penyelenggara/pelaksana e. Waktu penyajian Total Mengutip ini disediakan waktu mengerjakannya selama 20 menit, yaitu 10 menit untuk mengerjakan bagia I, dan 10 menit untuk mengerjakan bagian II f. Tujuan Tes ini berguna untuk melihat kemampuan seseorang dalam bidang merancang design, arsitek, perancang mode, bidang periklanan, kemudian dalam dunia media massa baik media cetak maupun media elektronik. Disamping itu juga untuk melihat kemampuan seseorang membaca blueprint dan diagram diagram teknik sketsa sketsa g. Validitas dan Reliabilitas Sejauh ini belum ditemukakan penelitian yang mengungkap mengenai validitas dan reliabilitas yang menyangkut jenis tes ini h. Cara Pemberian Skor Nilai dua diberikan untuk tiap tiap pengutipan pola yang dikerjakan secara tepat (benar). Suatu figur adalah benar jika semua garis peniruan yang dilakukan adalah tepat seperti figur dari pola yang tergambar. Nilai satu diberikan kepada pengutipan pola yang ada penyimpangannya sedikit, tetapi tidak lebih dari satu blok dari pola yang benar. Nilai nol diberikan kepada pengutipan pola yang salah, karena tidak ada sedikitpun unsur kemiripannya dengan pola asal yng dijadikan objek peniruan (pengutipan). Skor testi adalah penjumlahan dari masing masing skor yang diselesaikan. i. Norma Dari penelitian yang dilakukan Flanagan bersama asisten asistennya, ternyata FACT mempunyai hasil yang cukup gemilang, terutama dalam kemampun prediktifnya terhadap berbagai klasifikasi pekerjaan yang ada (khususnya di Amerika) j. Catatan Penyajian tes mengutip ini hendaknya sangat memperhatikan waktu penyajiannya, sebab faktor waktu pengerjaan soal merupakan hal yang sangat dipentingkan dalam penilaian (scoring). Disamping itu masalah pemberian penjelasan atau instruksi benar benar jelas sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman testi dalam mengerjakan tes. Karena konsentrasi testi terhadap informasi yang diberikan sangat penting artinya bagi kemampun daya tangkap testi, maka kelas yang terlalu besar atau testi yang terlalu banyak perlu dihindarkan. Penjelasan tentang bagaimana caranya mengerjakan bagian II misalnya harus benar benar dapat dipahami testi secara baik, sehingga tidak terjadi kesalahan mengerjakannya, misal : testi mengrjakan dengan cara yang sama soal soal pada bagian I

6. TES KOMPONEN a. Nama Nama Asli : Component. / Nama Indonesia : Tes Komponen, merupakan tes ke 11 dari batere tes FACT. Juga dikenal dengan kode C2 b. Bentuk yang tersedia Berupa buku cetakan disertai dengan lembar jawaban yang terpisah.. c. Aspek yang diukur Tes Komponen mengukur kemampuan mengidentifikasikan komponen komponen yng penting d. Sajian Tes Komponen dapat disajikan secara individual, dan juga secara klasikal. Dalam hal penyajian secara klasikal disarankan setiap seorang tester menangani maksimal 25 testi e. Waktu penyajian Total waktu 24 menit. Perincian : - membaca petunjuk 4 menit, mengerjakan soal 20 menit f. Tujuan Bersama dengan sub tes yang lainnya dari FACT, maka tes ini berguna untuk keperluan konseling pekerjaan yaitu untuk memprediksi kesuksesan kerja berdasar bakat. Tujuan yang lain ialah seleksi dan penempatan pegawai g. Validitas dan Reliabilitas Sejauh ini belum ditemukakan penelitian yang mengungkap berkenaan dengan validitas dan reliabilitas tes Komponen. h. Cara Pemberian Skor Skor seseorng adalah jawaban yang dikerjakan betul dengan kunci. Skor maksimal yang mungkin 40 buah. i. Norma Sejuh ini norma masih berpegang pada norma asli dari buku Manual FACT. j. Catatan Bila mnggunakan tes Komponn, untuk sesuatu keperluan dan jumlah testi tergolong besar, maka norma dapat diambilkan dari norma kelompok yang bersangkutan. Selanjutnya mengenai validitas dan reliabilits nampaknya perlu diadakan penlitian, bila tes ini akan dikembangkan di Indonesia. 7. TES TABEL a. Nama Nama Asli : Tables. / Nama Indonesia : Tabel table (D3). b. Bentuk yang tersedia Lembaran kertas. Jumlah kertas ada lembar, 4 halaman. Halaman pertama dan ketiga berisi petunjuk dan contoh pengerjaan soal. Halaman kedua dan kempat berisi tabel acuan untuk mengerjakan soal c. Aspek yang diukur Kemampuan membaca tabel. Dalam hal ini ada dua macam tabel, yaitu :1.Tabel yang terdiri angka angka 2.Tabel yang terdiri atas kat adan huruf alfabet d. Sajian Tes ini dapat disajikan secara individual maupun klasikal. e. Waktu penyajian Petunjuk selama 5 menit, waktu testing : untuk bagian I = 5 menit, untuk bagian II = 5 menit f. Tujuan Sebagai informasi atau bahan pertimbangan dalam personnel selection atau vocational guidance terutama untuk beberapa jenis pekerjaan seperti : sekretaris, stenographer, akuntan, typest, dan lain lain. g. Validitas dan Reliabilitas Dari penelitian yang dilakukan Muhammad Thayeb Manrihu (964) diperoleh indeks validasi sebesar 0,69 dan indeks reliabilitas sebesar 0,885, dari sampel sebanyak 180 dan waktu penyajian 5 menit untuk bagian pertama, dan 4 menit untuk bagian kedua.

h. Cara Pemberian Skor Jawaban yang betul dikurangi jawaban yang salah. Maksimum skor 120. i. Norma Dari beberapa data yang diperoleh dari beberapa penelitian didapatkan norma norma sebagai berikut. Jumlah sampel 180 orang 42 orang 96 orang Tingkat pendidikan SLTA KLS1 SLTA LULUS SMK KLS2 KURSUS JUR.ADM/KEU Status pekerjaan PELAJAR PELAJAR Time limit 9 MENIT TIDAK DISEBUT 8 MENIT j. Catatan Dalam tes ini yang perlu mendapat perhatian dari para tester, ialah masalah waktu penyajian tes. Tes harus disajikan sesuai dengan petunjuk yang ada dalam buku manual FACT asli.

8. TES UNGKAPAN a. Nama Nama Asli : Expression, yang merupakan sub tes dari The Flanagan Clssification Test (FACT) / Nama Indonesia : Tes Ungkapan (A6) b. Bentuk yang tersedia Bentuk dari tes ungkapan yang tersedia di Fakultas Psikologi UGM hanya satu. Materi tes ini terdiri dari sebuah buku soal. Ada 19 buah soal, tipe soal terdiri dari 3 pertanyaan yang baik dan satu pertanyaan yang dianggap jelek pada tiap tiap soal. (disediakan lembar jawaban) c. Aspek yang diukur Tes ini mengukur perasaan dan pengetahuan tentang bahasa. Selain itu juga dapat untuk mengungkap kemampuan untuk berkomunikasi melalui tulisan dan kemampuan berkomunikasi secara verbal. d. Sajian Tes Ungkapan merupakan salah satu bagian dari tes FACT yang bisa disajikan secara individual maupun klasikal. e. Waktu penyajian Waktu yang dipergunakan untuk mengerjakan tes Expression menurut buku petunjuk adalah 35 menit dan 5 menit untuk memberikan instruksi (jadi waktu seluruhnya 40 menit). Sedangkan waktu untuk mengerjakan yang digunakan di Fakultas Psikologi UGM adalah 30 menit. f. Tujuan Tes ungkapan ini untuk keperluan : 1. Vocationl Counseling sebagai alat Bantu untuk memprediksi keberhasilan seseorang dalam bekerja sesuai dengan kemampuannya. Dan juga digunakan untuk EducationalGuidance sehingga membantu dalam pengarahan (sebagai tes bakat penjurusan). Tetapi perlu dicatat bahwa tes ini sebenarnya lebih berorientasi kepada Vocational Counseling daripada Educational Guidance. 2. Selain itu tes ini dapat juga digunakan dalam seleksi dan penempatan karyawan. g. Validitas dan Reliabilitas Sejauh ini belum pernah diadakan penelitian yang mengukur validitas dan reliabilitas. Sedangkan di buku petunjuk yang asli juga tidak tercantum. h. Cara Pemberian Skor Dalam tes ini subjek mempunyai jawaban dalam setiap soal (baik dan jelek). Kalau hanya satu yang betul dalam satu soal juga tetap dihitung (jadi tidak harus betul kedua duanya) Kemudian diberi skor 1 untuk masing masing pilihan. Kemudian dijumlahkan serta dikonsultasikan dengan tabel untuk mengetahui klasifikasi subjek. Jumlah nilai tertinggi yang biasa diperoleh = 38. i. Norma Norma yang ada adalah norma dari tes Ungkapan (hasil daptasi). Norma ini hanya biasa dipakai untuk subjek yang sebaya dengan anak anak Kelas III SMA (karena sampel normanya adalah

siswa kelas III SMA). Dan norma ini dibuat untuk anak laki laki sendiri dan anak perempuan sendiri. Tabel Norma Tes A6 Keterangan : Pria 32 38 26 31 20 26 13 19 0 12 Wanita 29 38 24 28 18 23 13 17 0 12 Kategori Baik Sekali Baik Sedang Kurang Kurang Sekali

j.

N Putra : 310 orang N Putri : 215 orang Catatan Tes ini dipandang perlu, mengingat masih langkahnya tes yang mengungkap kemampuan verbal. Hanya bahasa yang digunakan dalam tes ini kelihatan kurang mengikuti perkembangan bahasa Indonesia dewasa ini.

9. TES INPECTION (Inspeksi) Tes ini mengukur kemampuan untuk secara cepat dan akurat melihat kekurangan kekurangan atau titik titik robek pada gambar gambar objek atau serangkaian artikel. Jadi tes inpeksi ini untuk mengetes ketajaman persepsi detail, sehingga tesnya dapat disebut juga tes persepsi detail. Kemampuan ini dibutuhkan dalam memeriksa hasil hasil pabrik yang hampir selesai atau sudah selesai. 10. TES PRECISION (Presisi, Ketepatan) Tes ini mengukur kecepatan dan keakuratan dalam gerakan gerakan jadi secara melingkar dengan satu tangan dan dengan kedua tangan, kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam kecepatan bekerja dengan objek objek kecil. 11. COORDINATION (Koordinasi) Tes ini mengukur kemampuan untuk menkoordinasikan gerakan gerakan lengan dan tangan (hand and arm coordination). 12. ARITHMETIC (Aritmetik, berhitung) Tes ini mengukur profisiensi atau kecakapan dalam 4 hal proses berhitung dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian (+, -, x, :). Kemampuan ini amat penting bagi juru bayar took. 13. MECHANICS (Mekanika) Tes ini mengukur kemampuan pemahaman prinsip prinsip mekanika dan kemampuan menganalisis gerakan gerakan mekanik. 14. INGENUITY ( Kegeniusan) Tes ini mengukur kretivitas atau daya penemuan (inventiveness) dalam peralatan peralatan dengan prosedur prosedur genius, perlengkapan, atau presentasi presentasi. Tes ini bersifat tes penalaran berdasarkan suatu pengamatan masalah atau problem.

15. ALLERTNES (Kesiapan) Tes ini mengukur kemampuan untuk menguasai suatu situasi dan mencatat bahwa ada situasi bahaya yang timbul, atau suatu tindakan spesifik harus dilakukan. Ini suatu tes persepsi detail detail dalam gambar dan interelasi interlasinya.

D. TES KRAEPLIN Bentuk tes ini adalah berupa satu lembar kertas dobel kuarto memanjang bolak-balik terdiri atas 4 halaman, yaitu meliputi : Halaman 1, untuk menuliskan identitas diri subjek dan contoh subjek Halaman 2&3, berisi soal-soal tes Halaman 4, untuk scoring grafik dan interprestasi.

Subjek akan diminta menghitung angka-angka sederhana 1-9 dari bawah keatas untuk dua angka yang berdekatan tanpa ada angka ynag dilewati. Aspek yang diukur adalah Kecepatan kerja ( Panker ) Ketelitian kerja ( Tianker ) Keajegan kerja ( Junker ) Ketahanan kerja ( Hanker ) Tes ini disajikan secara individual ataupun klasikal Waktu : 20 menit - Pengisisan data subjek : 4 menit - Instruksi : 2 menit - Mengerjakan soal. Tes ini dapat digunaka pada saat yang mendesak, karena baik waktu dan materinya sederhana. Watunya singkat dan tidak memerlukan persiapan yang rumit.

E. TES PAULI Tes ini diciptakan oleh Dr. Richard Pauli pada tahun 1938. Tes ini mengukur apa yang diukur oleh tes kraeplin, sisamping juga mengukur emosi, produktifitas kerja, penyesuaian terhadap pekerjaan, dan gaya bekerja. Tes Pauli, berbentuk satu lembar kertas memanjang bolak balik terdiri dari 4 halaman , yaitu : Halaman 1, untuk menuliskan identitas diri subjek dan contoh subjek Halaman 2&3, berisi soal-soal tes Halaman 4, untuk scoring grafik dan interprestasi. Dalam tes ini terdapat angka sederhana 1-9. Subjek akan diminta intuk menjumlahkan angkaangka secara berurutan dari bawah keatas, lalu kesanping kanan untuk dua angka yang berdekatan tanpa ada angak yang dilewati, kemudian ada aba-aba garis. Aspek yang diukur adalah : - ketekunan dan konsentrasi - daya tahan - keuletan - daya penyesuaian - validitas - sikap terhadap tugas - control diri - sikap menghadapi tekanan

Tes dapat disajikan secara individual ataupun kelompok Waktu penyajiannya lebih kurang 1 jam. Setiap deret waktu diberi 3 menit dan setiap 3 menit itulah subjek akan di beri aba-aba untuk membuat garis. Kemudian mengerjkan tugas selanjutnya dan jawaban ditulis disebelah kanan. Tujuan dari tes ini lebih kepada kepentingan industri.Namun juga digunakan untuk mengukur kepribadian dan mendeteksi klinis.

F. EMPLOYEE APTITUDE SURVEY TEST : A. MULTI - APRIRUDE TES BATTEREY (EAS).

Sumber : www. Parinc. Com Tujuan : menilai kemampuan kognitif, perceptual, dan psikomotor. Usia : dewasa Admin : individu atau kelompok Waktu : bervariasi tergantung pada tes yang dipilih Kualifikasi :A Laporan sampel : N/A Produk terkait : Watson Glaser Critical Thinking Appraisal Terdiri dari 10 tes yang mengukur kemampuan kognitif, perseptual dan psikomotor yang dibutuhkan untuk prestasi kerja yang sukses dalam pekerjaan yang bervariasi. Didesain untuk fleksibilitas. Anda dapat memilih dari rangkaian 10 tes terpisah untuk menghimpun tes yang sesuai dengan kebutuhan.Sebuah General Mental Ability (GMA) baterray dan baterray tes lainnya yang diarahkan, dikembangkan untuk grup pekerjaan yang penting telah diidentifikasi untuk memaksimalkan vasiliditas Administrasi individual atau kelompok mudah dan cepat. Kebanyakan tes hanya mengambil waktu 5 menit, tiap tes dibatasi pada sebuah lembaran tunggal dengan instruksi yang jelas yang dicetak di dalam lembar tes. Mudah diberi skor dengan tangan. Stensil disediakan untuk respon benar salah Data normatif yang ekstensif tersedia. Examiners Manual menyediakan norma norma yang paling umum digunakan untuk tes EAS individual dan tes battere. Supplemental Norma Report menyediakan norma persentil untuk > 85 klasifikasi pekerjaan & edukasi berdasarkan lebih dari 210.000 skor tes. Kesejahteraan penelitian mendukung validitas rangkaian tes EAS untuk memprediksi prestasi kerja dan keberhasilan pelatihan (160 kriteria studi validitas tes karl, mencakup >25 koefisien validitas) TES EAS INDIVIDUAL Verbal Comprehension Test, mengukur kemampuan menggunakan kata kata dan komunikasi oral dan tertulis dan dalam perencanaan. Untuk eksekutif, sekretaris, profesional personal, pekerja kantor level tinggi. Waktu 5 menit. Numerical Ability Test, mengukur kemampuan untuk menganalisa hubungan numerik logis dan menemukan prinsip yang mendasar untuk eksekutif, supervisor, insinyur, akuntan, sales, dan clerical workers. Waktu 10 menit. Visual Persuit Test, mengukur kecepatan dan ketepatan dalam jejak sonic visual. Untuk perancang, design engineer, pengawas, teknisi. Waktu 5 menit. Visual Speed Accuracy Test, mengukur kemampuan melihat detail dengan cepat dan akurat. Untuk bookkeeper akuntan, juru tulis kantor umum, stenographes, operator mesin, kebanyakan sales supervisor dan eksekutif, sebenarnya di atas rata rata. Waktu 5 menit. Spare Visualization Test, mengukur kemampuan memvisualisasikan dan memanipulasi objek secara mental. Bernilai untuk pekerjaan yang menginginkan bakat mekanis, seperti perancang, insinyur, teknisi. Waktu 5 m enit. Numerical Reasoning Test, mengukur kemampuan menganalisa generalisasi dan melihat hubungan Untuk teknisi, supervisory, dan posisi, eksekutif. Waktu 5 menit.

Verbal Reasoning Test, mengukur kemampuan untuk menganalisa informasi dan membuat kesimpulan berdasarkan informasi itu. Berharga untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan untuk mengatur, mengevaluasi dan menggunakan informasi, seperti pengambilan keputusan administratif, teknisi, supervitory, sains dan akuntansi. Waktu 5 menit. Word Fluency Test, mengukur fleksibilitas dalam komunikasi dengan mensyaratkan orang yang dites menulis sebanyak mungkin kata yang dimulai dengan huruf tertentu. Untuk ekspresi oral atau tertulis, khususnya diperlukan oleh penjual, jurnalisis, perwakilan, penulis, resepsionis, sekretaris, dan eksekutif. Tidak dibutuhkan kunci penskoran. Waktu 5 menit. Manual Speed and Accuracy Test, mengukur kemampuan membuat gerakan gerakan jari jari repetitif secara cepat dan akurat. Untuk clerical workers, operator mesin, teknisi dan tukang memperbaiki. Tidak diperlukan kunci penskoran. Waktu 5 menit. Symbolic Reasoning Test, mengukur kemampuan untuk memanipulasi simbol abstrak secara mental dan membuat keputusan yang valid. Untuk mengevaluasi pekerja sains & teknologi tingkat tinggi, trouble shooter (tukang), programmer data, akuntasi, insinyur & personil ilmiah. Waktu 5 menit.

G. TES BAKAT KREATIFITAS (NON INTELEKTUAL) Adanya tes bakat PMA maka kemudian berkembanglah tes bakat khusus misalnya GAT, DAT, FACT dan sebagainya. Macam-macam seri tes bakat tersebut dipandang termasuk sebagai tes Intelektual. Maka para ahli memikirkan tes bakat lainnya yang bersifat Non-Intelektual, misalnya Tes Bakat Musik, Tes Bakat Sastra, Tes Bakat Tari dan sebagainya. Macam-macam tes Bakat non-intelektual ini disebut tes bakat kreatif (Creative Talent Test). Munculnya Tes Bakat Kreatif ini diawali dengan adanya Riset dan Pengukuran pada Kreatifitas Manusia. Berikut ini beberapa contoh tes bakat seni yang telah dikembangkan di USA, misalnya: Seashore Measure Of Musical Talent (Tes bakat Musik dari Seashore) Tes ini merupakan tes bakat seni pertama yang disusun. Tes ini diperuntukkan untuk anak tinkatan 4 sampai mahasiswa Perguruan Tinggi. Seashore mengukur 6 (Enam) macam aspek pendengaran dengan rekaman ponograf. Aspek-aspek pendengaran yang dimaksud ialah: Pitch Discrimination (Membedakan Tinggi rendahnya Nada) Intensity or Loudness Discrimination (intensitas atau diskriminasi kerasnya nada) Time Discrimination (Membedakan waktu lamanya bunyi nada) Discrimination of Timbre (Diskriminasi Jenis Bunyi) Judgement of Rhytem (Menentukan Ritme) Tonal Memory (Mengingat Pola Nada)

Jumlah nilai dari keenam aspek pendengaran diatas dipakai untuk membuat atau menggambarkan profil kemampuan bermain musik seseorang. Wing Standardized Test of Musical Intelligence (Tes Standar bakat Musik dari Wing) Tes ini diperuntukkan untuk anak berusia 8 tahun keatas. Tes ini mengukur tujuh macam aspek persepsi musik, yaitu: Chord Anallysis (Analisis Chor) Pitch Chage (Perubahan Tinggi Nada) Memory (ingatan Nada) Rhythmic Accent (Aksen Ritme) Harmony (Harmoni Nada) Intensity (Kerasnya Nada) Prashing (Pengucapan Nada)

Drake Musical Aptitude (Tes bakat musik dari Drake) Tes ini mengukur dua aspek bakat musik yaitu ingatan dan ritme. Tes ini diperuntukkan bagi anak berusia 8 tahun keatas. Aliferis Music Achievement Test (Tes Prestasi Musik dari Aliferis) Tes ini digunakan untuk menyeleksi calon siswa sekolah musik. Unsur-unsur yang di tes adalah pembedaan melodi, harmoni, Ritme dan idiom Musik. Selain tes bakat seni musik adapula tes bakat seni grafis. Misalnya: Graves Design Judgement Test (Tes pilihan design dari Graves) Tes ini diguanakan untuk mengukur kemampuan persepsi dan prinsip-prinsip tatanan seni yang mengenai: 1. Unity (Kesatuan) 2. Dominance (Dominasi) 3. Variety (Variasi) 4. Balance (Keseimbangan) 5. Simetry (Simetris) 6. Proportion (proporsi) 7. Rhythm (Ritme) Meier Art Judgment Test (Tes pilihan seni dari Meier) Alat tes ini merupakan alat lain untuk mengukur Pilihan Estetik secara Global. Menurut Meier bahwa pilihan estetik adalah kunci kemampuan, sebagai pegangan terpercaya dan indeks signifikan dalam bakat seni dan jalan sukses kepada karier seni yang akan datang. Tes ini terdiri atas seratus pasang gambar hitam putih yang di presentasekan kepada testee secara sepasangsepasang. Setiap pasang gambar sepintas terlihat sama. Gambar pertama merupakan Masterpiece sedang gambar kedua mendapat perubahan-perubahan dari gambar pertama. Disinilah testee diminta untuk menunjukkan mana gambar yang asli dengan melihat prefensi estetik dari tiap pasang gambar. Knauber Art Ability Test (Tes Kemampuan Seni dari Knauber) Diperuntukkan untuk anak-anak tingkatan 7 sampai 16. Beberapa Contoh Tugas yang diberiakan dalam tes ini adalah: 1. Menggambar suatu design dari ingatan 2. Menggambarkan ingatan, gambar dari ruang terbatas 3. Menggambar suatu karakter stereotip, misalnya Santa Claus 4. Menyusun suatu komposisi spesifik dalam suatu ruang tertentu 5. Mencipatakan dan menyempurnakan desain-desain dari unsure Horn Aptitude Inventory (inventori Bakat Seni dari Horn) Tes ini digunakan untuk menyeleksi calon siswa Sekolah Seni terutama dalam mengukur kekreatifan individu yang menggunakan fleksibelitas atau suatu kerangka (petunjuk/guide) untuk menggambar. Tes Horn terdiri atas dua bagian, yaitu: 1. Bagian I; Para testee diminta membuat 20 macam sketsa kecil-kecil dari objek-objek yang serupa, misalnya lingkaran, rumah, bukau dan sebagainya dalam waktu singkat. Selain itu testee juga dimainta untuk membuat desain abstrak yang sederhana yang diawali satu set bahan yang telah disediakan misalnya segitiga, persegi dan sebagainya. 2. Bagian II; berisi tugas-tugas yang lebih sulit dan memerlukan tingkat kreatifitas yang lebih kompleks misalnya kemampuan menciptakan fantasi karya seni. Materi tugasnya berupa 12 kartu persegi. Pada setiap kartu berisi beberapa garis sebagai kerangka apa yang dapat digambarkan dari penggambaran desain yang diciptakan atau diimajinasikan oleh Testee. Penilaian terhadap hasil gambar berdasarkan kepada imajinasi kretif dan kualitas tekniknya, misalnya susunannya, kejelasan pemikirannya, pemberian bayangannya dan kualitas garis-garis yang terbentuk.

Keterbatasan Tes Bakat Tes bakat memiliki keterbatasan sebagai berikut, yaitu 1. Tes bakat hanya mengukur sampel perilaku yang ditunjukkan atau sampel butir tes. 2. Standardisasi tes tergantung pada keadaan sampel standardisasi. Dengan demikian perkembangan budaya dan kemajuan teknologi akan mempengaruhi validitas tes. 3. Realibilitas tes jarang mempunyai koefisien reliabilitas sama dengan satu, hal ini berarti testing lebih satu kali pada individu tidak akan menunjukkan hasil yang sama persis. 4. Dengan pengukuran bakat bukan berarti telah memahami kondisi psikologi seseorang secara komprehensif. Untuk tujuan diagnosis dan prediksi, akan lebih akurat jika dilakukan pengukuran aspek untuk secara komprehensif.

PENUTUP KESIMPULAN Adapun jenis jenis dari Tes BAKAT, yaitu : A. DIFFERENTIAL APTITUDE TEST (DAT) 1. Tes Berhitung 2. Tes Penalaran 3. Tes Pola 4. Tes Pengertian Mekanik 5. Tes Cepat dan Teliti B. GENERAL APTITUDE TEST BATTERY (GATB) 1. Tes Ruang Bidang 2. Tes Mempersamakan Perkakas 3. Tes Kecekatan Jemari C. FLANAGAN APTITUDE CLASSIFICATION TEST (FACT) 1. Tes Kode dan Ingatan 2. Tes Merakit Objek 3. Tes Skala dan Grafis 4. Tes Pemahaman 5. Tes Mengutip 6. Tes Komponen 7. Tes Tabel 8. Tes Ungkapan D. TES KREAPLIN E. TES PAULI F. EMPLOYEE APTITUDE SURVEY TEST (EAS) G. TES BAKAT KREATIVITAS

DAFTAR PUSTAKA http : jonosbrothers.wordpress.com Alsa, Asmadi, dkk. 1984. Informasi Tes. Yogyakarta : Fakultas Psikologi UNM Anastasi. A. 2003. Psychological Testing. Jilid I dan II. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta : PT Indek Gramedia Grafindo Eva M.P.D. 2005. Catatan Kuliah Psikodignostik I. UNM. Makassar : Tidak diterbitkan. Suryabrata, S. 1998. Pembimbing ke Psikodiagnostik. Edisi II.Yogyakarta : UGM