Anda di halaman 1dari 3

INDOMETASIN Efek samping obat indometasin pada dosis terapi meliputi gangguan saluran cerna berupa nyeri abdomen,

diare ulser, pendarahan lambung dan pankreatitis. Juga menyebabkan pusing, depresi, rasa binggung, halusinasi, agranulositosis, anemia aplastik dan

trombositopenia. Karena toksisitasnya, indometasin tidak dianjurkan diberikan pada anak-anak, wanita hamil, penderita gangguan psikiatri dan penderita penyakit lambung (Wilmana, 1995; Singh dkk., 1996). Pada dosis yang lebih tinggi, paling sedikit sepertiga dari pasien bereaksi terhadap obat indometasin dan memerlukan penghentian pengobatan. Efek-efek samping gastrointestinal bisa meliputi nyeri perut, diare, pendarahan gastrointestinal dan pankreatitis. Sakit kepala dialami oleh 15-25% pasien dan bisa dikaitkan dengan pusing, kebingungan dan depresi. Pemakaian obat indometasin harus dihindari pada pasien dengan polip hidung atau angioedema, pada pasien- pasien ini asma bisa terpicu (Katzung, 2002). Dosis lazim indometasin yaitu 2-4 kali 25 mg sehari, untuk mengurangi reumatik di malam hari 50-100 mg sebelum tidur.

PEROKSISAM Piroksikam adalah anagesik antipiretik dan anti inflamasi golongan Non Steroid (AINS)yang merupakan derivat asam enolat dari kelas oksikam. Memiliki mekanisme kerjamenghambat enzim COX-1 dan COX-2 (non selektif) dalam biosintesa prostaglandin.

Efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan piroksikam adalah sebagai berikut: Pada sistem gastrointestinal menyebabkan kurang nafsu makan, nyeri abdomen, sembelit, diare,d i s p e p s i a , k e m b u n g , r a s a t e r b a k a r , m u a l , t u k a k l a m b u n g , m u n t a h , m u l u t k e r i n g h i n g g a pendarahan lambung. (2,9)Selain itu, dalam sistem hematologi obat ini juga dapat menyebabkan anemia yang disebabkan bila terdapat perdarahan saluran cerna masif, memperpanjang waktu pendarahan, eusinopili,epistaxis, leucopenia, thrombocytopenia. Trombositopenia ini diakibatkan oleh mekanismekerja obat yang menghambat biosintesa prostaglandin akibatnya agregasi platelet terganggu. (9)Pada ginjal dapat menyebabkan abnormalitas fungsi ginjal, disuria, hematouria, hiperkalemia,cystitis, nephrotic sindrom, oligouria/poliuria, proteinuria sampai gagal ginjal. (9)Efek pada sistem syaraf yaitu pusing, sakit kepala, ketakutan, bingung, depresi, bermimpi, sulittidur, cemas, gemetaran, berputar, halusinasi.(9)Pada hepar dapat terjadi peningkatan hasil test fungsi, hati (SGOTSGPT) sekitar >3 kali nilainormal. Hepatitis, jaundice, hingga kerusakan hati. (9) Reaksi hipersensitivitas dapat terjadi dengan gejala seperti bentol bentol, gatal, kemerahan, eritema, foto-sensitif, berkeringat, sampai syok anafilaktik dan Stevens-Johnson sindrome. (9)E f e k terkadang muncul di penglihatan dan samping juga

pendengaran

s e p e r t i t i n i t u s , penglihatan kabur, gangguan pendengaran, sembab mata. (9)Efek samping lain namun jarang muncul seperti: bengkak, CHF, hipertensi, takikardi, aritmia,hypotensi, miocardial infark, demam, infeksi, sepsis, perubahan berat badan, asma, sindrom seperti flu, hipergikemi, hipoglikemi, pneumonia, dan depresi pernafasan. (2,9) Dosis pemberian piroksikam 10-20 mg dalam sehari. Diberikan dalam dosis tunggaldimaksudkan untuk mengurangi efek samping yang mungkin terjadi selain waktu paruhobat yang panjang hingga 50 jam.