Anda di halaman 1dari 14

OLEH : DESI NOVIA ENCUN YULIANA FADIL ILHAM

Q.S Al-Kahf ayat 18 dan 25

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS 18:25)

Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka

mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu


menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. (QS 18:18)

benarkah kisah Ashabul Kahfi ini bisa terjadi? Sudut pandang ilmu pengetahuan tentang kisah ashabul kahfi ?

Jika

suatu benda, makhluk hidup atau apa saja yang

bergerak dengan kecepatan tertentu (mendekati kecepatan cahaya), maka benda tersebut akan

mengalami dilatasi waktu dan kontraksi panjang.

analisis Q.S Al-Kahf : 25

dalam ayat 18, ada kalimat yang berbunyi...Kami balikbalikkan mereka ke kanan dan ke kiri.... yang berarti mereka di dalam gua bergerak (digerakkan) dengan kecepatan tertentu. Berapa kecepatannya, sehingga dapat hidup melitasi zaman?

Dari Al-Quran diperoleh data bahwa waktu menurut mereka (Ashabul Kahfi yang bergerak)
t0 = 1 hari. Sedangkan waktu yang sebenarnya adalah t = 309 tahun = 109386 hari (tahun qomariah 1 tahun = 354 hari). Dan jika nilai t1 dan t0 dimasukkan kedalam rumus , V = 0,999999C

Dari

penjabaran,

jika

para

Ashabul

Kahfi

bergerak

(digerakkan) mendekati kecepatan cahaya, maka ini membutktikan bahwa peristiwa tersebut sangatlah masuk akal untuk terjadi.

mereka digerakkan ke kakan dan ke kiri , yang berarti mereka


bergerak bolak balik. sesuai dengan teori fisika sebuah benda yang bergerak dengan arah yang berlawanan dengan arah semula, maka benda tersebut akan mengalami berhenti sesaat sebelum berbalik arah. Pada saat berhenti sesaat ini, maka panjangnnya akan kembali seperti semula. Sehingga setiap saat mereka akan berubah dari ukuran semula mengecil menghilang membesar ukuran semula. Begitu seterusnya.

Q.S An-Nuur : 35

Allah

(Pemberi)

cahaya

(kepada)

langit

dan

bumi.

Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Ayat tadi menjelaskan bahwa cahaya itu bertingkat-tingkat. dalam ilmu fisika, cahaya itu memiliki tingkat energi dan terdiri dari beberapa spektrum. Semakin ke arah warna merah, energinya semakin tinggi.

Q.S Al-Hadiid ayat 25

...Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia...

Kata anzalnaa yang berarti kami turunkan mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni secara bendawi diturunkan dari langit

penemuan astronomi modern :

*logam *Besi

besi yang ditemukan di bumi berasal dari bintang-

bintang raksasa di angkasa luar. hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-

bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya


mencapai beberapa ratus juta derajat.

* Ketika

jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam

sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi


menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova".

*Al-Quran banyak membahas tentang fenomena fisika,


contohnya adalah tentang teori relativitas, spektrum cahaya, dan bahasan tentang besi yang berasal dari luar tata surya kita.

*Al-Quran yang menjadi pedoman hidup kita di dunia


merupakan sumber pengetahuan yang memuat ilmu tentang alam semesta.

*Al-Quran adalah kitab yang benar-benar berasal dari Allah


SWT karena bahasan tentang ilmu pengetahuan yang belum ada pada masa diturunkannya Al-Quran banyak termuat dalam AlQuran.