Anda di halaman 1dari 25

Syaziliasnur Quadrat AjengTrilaksono Rahmat Firdaus Dwi Utama Dian Kristiani

Hal ini terjadi karena peningkatan permukaan kulit oleh edema yang disebabkan oleh akumulasi darah dibawah kulit disekitar area fraktur, dan dapat dicegah dengan balutan perban yang kuat kemudian luka harus ditutup dengan kassa kering yang steril.

Luka akibat penekanan terjadi bila kulit menekan langsung pada tulang. Keadaan ini harus dicegah dengan memberikan bantalan pada tonjolan tonjolan tulang dan mengatur bentuk gips sehingga tekanan didistribusikan ke jaringan lunak di sekitar tonjolan tonjolan tulang Bila luka akibat penekanan timbul, pasien akan merasakan nyeri seperti terbakar yang bersifat lokal

Penanganan :
Gips harus segera dipotong untuk membuat jendela, apabila tidak segera dipotong akan timbul nekrosis pada kulit

Definisi:
Suatu proses pembentukan kesatuan dan konsolidasi yang terlambat.

Etiologi :
Biologi Biomekanikal Faktor dari pasien

Tidak adekuatnya suplai darah


Kerusakan jaringan lunak yang fatal :
Fraktur menyebabkan penurunan efektivitas otot Menyebabkan kerusakan pembuluh darah lokal Berkulangnya stimulus osteogenik pada tulang Periosteal stripping

Pembebatan yang tidak sempurna Fiksasi yang terlalu keras Infeksi

immense Immoderate Immovable Immposible

Gejala klinis :
Rasa nyeri yang bersifat akut Gambaran x-ray : o Pada garis fraktur tampak garis formasi kallus kecil, reaksi periosteum, tulang tidak mengalami scelrosis atau atrofi, gambaran di atas menunjukan fraktur pada tulang belum menyatu tetapi masih ada kemungkinan untuk menyatu

Konservatif :
Konservatif (2 prinsip penting pada tindakan konservatif): 1. Mengelimanasi penyebab yang memungkinkan terjadinya delay union 2. untuk membantu penyembuhan dengan mendukung lingkungan biologis nya

Operatif :
Jika union delay hingga 6 bulan dan tidak ada tanda formasi kallus, indikasi untuk melakukan fiksasi internal dan bone grafting, operasi harus dijadwalkan secepatnya untuk menimalkan kerusakan dari jaringan lunak yang mungkin terjadi

Definisi : Fraktur yang tidak sembuh antara 6-8 bulan dan tidak didapatkan konsolidasi sehingga terbentuk pseudoartosis (sendi palsu). Pseudoartrosis dapat terjadi tanpa infeksi, tetapi dapat juga terjadi bersama sama infeksi.

Etiologi :
Cedera Faktor tulang Penanganan yang buruk Faktor dari pasien

Gejala klinis : Gerakan dapat ditemukan di tempat fraktur dan gerakan ini tidak menimbulkan rasa nyeri,

Gambaran x-ray : Fraktur dapat terlihat dan tulang pada tiap sisinya mungkin mengalami skelerosis. Dapat dibedakan 2 macam non union : 1.) bersifat Hipertrofik : dengan ujung ujung tulang yang membesar, menunjukan aktifitas osteogenik. 2.) bersifat Atrofik : tidak ada perkapuran di sekitar ujung tulang

Konservatif :
Non union kadang tidak menimbulkan gejala, tidak perlu melakukan terapi atau lakukan bebat yang dapat dilepas. Sekalipun terdapay gejala , pembedahan bukanlah satu satunya penatalaksanaan yang dapat dilakukan, pada non union dengan hipertrofik, bracing fungsional kemungkinan cukup untuk menginduksi penyatuan, tetapi perlu melakukan terapi yang lama.

Pembedahan :
Pada non-union hipertrofik dan bila tak ada deormitas, fiksasi internal/eksternal dapat menghasilkan penyatuan. Pada non-union atrofik, fiksasi saja tidak cukup dan cangkokan tulang harus ditambahkan kemudian lakukan eksisi setiap jaringan jaringan yang berserat yang berada diantara ujung ujung tulang, dan setiap deformitas juga perlu di lkakukan koreksi

Definisi :
Kondisi fraktur yang mengalami penyembuhan tetapi disertai dengan deformitas atau penurunan fungsional

Etiologi :
Tidak tereduksinya fraktur secara cukup Kegagalan mempertahankan reduksi ketika terjadi penyembuhan Kolaps yang berangsur angsur paada tulang yang osteoporotik atau kominutif

Gejala klinis :
Ditemukan deformitas yang jelas, tetapi kadang tingkat mal-union yang sebenarnya hanya tampak pada x-ray

Gambaran x-ray :
Diperlukan untuk mencek posisi fraktur ketika sedang terjadi penyatuan. Ini terutama diperlukan selama 3 minggu pertama ketika keadaan dapat berunbah tanpa tanda tanda sebelumnya

Malunion mungkin memerlukan terapi bahkan sebelum fraktur benar benar menyatu, keputusan untuk melakukan remanipulasi atau koreksi mungkin sangat sulit. Ada beberapa petunujuk :

1. Pada anak anak, deformitas sudut dekat ujung tulang biasanya akan berubah bentuknya sejalan dengan waktu, sedangkan deformitas rotasional tidak.

2. Pada orang dewasa, fraktur harus direduksi

sedekat mungkin dengan posisi anatomis. Tetapi, aposisi kurang begitu penting dibandinkan penjajaran (alignment) dan rotasi. Angulasi lebih dari 15 derajat pada tulang panjang, atau deformitas rotasional yang nyata mungkin membutuhkan koreksi dengan manipulasi ulang atau membutuhukan osteotomi dan fiksasi internal

3. Pada tungkai bawah, pemendekan lebih dari 2,5 cm


jarang dapat diterima oleh pasien dan prosedur pemanjangan tungkai dapat indikasikan

4. Efek efek jangka panjang dari deformitas sudut yang kecil terhadap fungsi sendi sangat sedikit diketahui. Tetapi malposisi lebih dari 15 derajat pada setiap bidang dapat menyebabkan pembebanan asimetris pada sendi diatasnya atau dibawahnya dan menyebabkan muncunya osteoartritis sekunder dikemudidan hari, ini terjadi pada sendi sendi penopang tubuh