Anda di halaman 1dari 11

OS.

TEMPORALE Blok THT

OLEH TEDDY SEPTIANTO G0006024

LABORATORIUM ANATOMI & EMBRIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNS SURAKARTA 2009

OS TEMPORALE
Teddys document 2009 Page 1

Tulang temporal (Pelipis) merupakan bagian dari tulang penyusun calvaria cranii yang berjumlah sepasang dan terletak di bagian lateral. Di dalam tulang ini terdapat organ auditus dan equilibrium yang berfungsi sebagai alat indera pendengaran dan keseimbangan pada manusia. Beberapa hal yang menyebabkan kedudukan tulang temporal menjadi sangat penting adalah : 1. Di dalamnya terdapat organon auditus dan equilibrium seperti yang telah dijelaskan diatas. 2. Tempat masuknya beberapa serabut syaraf dan pembuluh darah Diantaranya N.VII, N.VIII, N IX, A. Carotis interna, Cabang-cabang arteri meningia media, Cabang- cabang arteri Carotis eksterna dll. 3. Os. Mandibulare bersendi pada bagian Os. Temporal, yaitu pada bagian fossa mandibularis ossis temporal. 4. Beberapa otot dan ligamentum juga melekat pada tulang ini diantaranya M. Stylohyoideus & Lig.Sytlomandibulare yang melekat pada proc.Styloideus serta M. Digastricus venter posterior yang melekat pada Incisura Mastoidea. Tulang Temporale Terdiri dari 4 Bagian yaitu : 1. Pars Squamosa a. Facies Cerebralis
Teddys document 2009 Page 2

b. Facies Temporalis 2. Pars Petrosa a. Pars pyramidalis 1. Facies Anterior 2. Facies Posterior 3. Facies Inferior 4. Angulus Anterior b. Pars Mastoidea 3. Pars Tympanica 4. Pars Hyoidea Penjelasan mengenai keempat bagian tulang tersebut dan bangunan apa saja yang ada disana akan dibahas sebagai berikut :

1.

PARS SQUAMOSA

Bagian ini berbentuk setengah lingkaran yang pipih dan berbatasan dengan Os. Parietal pada bagian superiornya membentuk sutura squamosa. Dibagian ventral akan berhubungan dengan Ala magna Ossis sphenoidale.
a.

Facies Cerebralis,

sisi yang menghadap Ke Gyrus Cerebri, Bangunan penting yang ada pada facies ini diantaranya :

Teddys document 2009

Page 3

- Sulcus arteriae meningea mediae (A) hasil pendesakan oleh arteriae meningea mediae. - Impressiones gyrorus (B) merupakan hasil pendesakan dari gyrus temporalis cerebri.
b.

Facies Temporalis,

sisi yang menghadap ke luar, berbentuk cembung dan licin. Bangunan penting yang terdapat pada facies ini adalah : - Processus Zygomaticus (C), Merupakan penonjolan tulang yang berbentuk batang dan memanjang kedepan. Bagian ujung depan bersatu dengan procsessus temporalis ossis zygomaticus membentuk Arcus Zygomaticus. Perbatasan kedua Procsessus tersebut adalah Sutura temporozygomaticus. - Tuberculum articulare (D), tonjolan yang membulat dan terletak pada tepi bawah dari processus zygomaticus. - Porus acusticus externus (E), merupakan lubang tempat menuju ke sebuah pipa saluran yang disebut Meatus Acusticus Eksternus. - Fossa Mandibularis (F) yang akan bersendi dengan Caput mandibulae membentuk Articulatio Temporomandibulae dengan Tipe Elipsoidea yang berperan dalam proses pengunyahan.

Teddys document 2009

Page 4

- Fissura Petrotympanica gasseri (G), merupakan celah yang membagi dua fossa mandibularis, dan celah ini dilalui Chorda Tympani N.VII dan R. Tympanicus A. Maxillaris.

2. PARS PETROSA
A. Pars Pyramidalis
Bagian yang berbentuk pyramid ini mempunyai dua bagian utama yaitu Apex Partis Petrosa (H) dan Basis yang akan melanjutkan diri sebagai Pars Mastoidea. Pars Pyramidalis mempunyai tiga buah sisi yaitu fasies Anterior, Posterior dan Inferior.

1.Fasies Anterior : Terdapat beberapa bangunan


pada facies ini diantaranya adalah ; - Impressio Trigeminalis (I), yang merupakan cekungan dangkal yang terletak sebelah dorsal dari apex, terbentuk akibat pendesakan Ganglion Semilunare gasseri. - Eminentia arcuata (J), Merupakan hasil pendesakan Canalis Semisirkularis Superior. - Tegmen Tympani (K), Merupakan atap dari cavum tympani dan terletak di bagian ventrolateral dari Eminentia Arcuata. - Hiatus Canalis Facialis (L), Terletak di dekat Eminentia arcuata, agak ke ventrolateral dan Celah ini akan :
Teddys document 2009 Page 5

@ Akan melanjutkan diri kearah sebagai Sulcus Nervi petrosi mayoris.

depan

@ Akan melanjutkan diri ke Inferior sebagai Canalis Facialis dan berakhir sebagai Foramen Stylomastoideum. @ Akan dilalui oleh N. Petrosus Mayor (N. VII) dan R. Petrosus A. Meningia Media. @ Akan Ditempati oleh Ganglion Geniculatum N VII. - Apertura Superior Canaliculi Tympanici (M), Terletak sebelah lateral dari hiatus canalis facialis, Celah ini : @ Akan Melanjutkan diri sebagai Sulcus Nervi Petrosi Minoris. @ Akan dilalui oleh N. Petrosus Minor (N IX) dan A Tympanica Superior. @ Akan menuju kearah inferior dan berakhir sebagai Apertura Inferior Canaliculi Tumpanici. - Foramen Caroticum Internum merupakan muara dari Canalis caroticus. - Sulcus sinus petrosus superior (N),

2.Facies Posterior : terdapat beberapa bangunan


diantaranya adalah ;

Teddys document 2009

Page 6

- Porus acusticus internus (O), pintu masuk menuju pipa bagian dalam yang disebut meatus acusticus internus. - Fossa sub Arcuata (P), dataran yang terletak dibawah eminentia Arcuata. - Sulcus Sinus Petrosus Inferior. - Apertura Canaliculi Vestibuli (Q) , Sebuah celah sempit yang Ditempati oleh saccus endolymphe dan dimuarai oleh Ductus Endolymphe serta dilalui oleh A/V Aquaductus vestibuli. - Incisura Jugularis Foramen Jugularis. yang akan membentuk

3.Facies Inferior
- Apex partis Petrosae yang dilekati M. Tensor Veli Palatinae. - Foramen Caroticum Eksternum(R), Yang akan melanjutkan diri sebagai Canalis Caroticus. Antara canalis Caroticus dan Cavum Tympani dihubungkan Oleh sebuah saluran yang disebut Canalis Carotycotympanicum. Saluran ini dilalui oleh A/N Caroticitympanica cabang A. Carotis Interna yang pertama. - Fossa Jugularis(S), ditempati oleh (bulbus Superius Vena Jugularis Internae) BSVJI

Teddys document 2009

Page 7

- Fossula petrosa(T), merupakan jembatan pemisah antara Foramen jugulare dan Foramen Caroticum Eksternum. Pada Fossula ini dibagian tengahnya terdapat Apertura Inferior canaliculi Tympanici sedangkan dibagian ujung medialnya terdapat Apertura Canaliculi Cochlea. - Apertura Canaliculi Cochlea (U), celah tempat keluarnya/ muara dari saluran Canaliculi Cochlearis dan dilalui oleh ductus perilymphaticus dan V. Canaliculi Cochlea. - Apertura Inferior Canaliculi Tympanici (V) . Terlerak ditengah fossula petrosa dan Dilalui oleh A. Tympanica Inferior dan R. Tympanicus N. IX.

4.Angulus anterior, terletak antara facies anterior


dan facies inferior. - Canalis Musculotubarius(W), terdapat dua bagian yaitu superior dan inferior yang dipisahkan oleh septum musculotubarius. Bagian atas (Superior) membentuk Semicanalis musculi tensor tympani. Sedangkan bagian inferiornya membentuk Semicanalis tuba auditiva yang akan berhubungan dengan Pharynx. - Canalis Caroticus(X).

B.

Pars Mastoidea
Page 8

Teddys document 2009

Bangunan yang tampak diantaranya adalah : - Processus Mastoideus(Y), berupa penonjolan yang membulat, ruangan yang ada didalamnya disebut Anthrum Mastoideum, Dihubungkan dengan Cavum Tympani oleh Aditus ad anthrum. - Sulcus Arteri Occipitalis (Z), akan dilalui oleh A. Occipitalis cabang A. carotis Externa. - Incisura mastoidea(AA), terletak disebelah medial dari processus dan akan dilekati oleh M. Digastricus Venter Posterior. - Foramen Mastoideum(BB), akan dilalui oleh V. Emissaria Mastoidea. Lubang ini terletak pada bagian dorsal dari Processus Mastoideus.

3. PARS TYMPANICA
Bangunan yang terdapat pada bagian ini adalah : - Meatus Acusticus Externus(CC), merupakan sebuah pipa yang mempunyai lubang yang disebut Porus Acusticus Eksternus. - Spina suprameatica(DD), merupakan tonjolan diatas meatus. - Foveola Suprameatica(EE), merupakan cekungan diatas meatus, tepat disebelah superior dari spina suprameatica.

Teddys document 2009

Page 9

4. PARS HYOIDEA
Merupakan bagian yang akan berhubungan dengan os hyiodeum melalui M. Stylohyoideus. Bangunan bangunan yang ada diantaranya adalah : - Proc.Styloideus(FF), merupakan penonjolan yang runcing terletak disebelah ventral dari processus mastoideus. Dilekati oleh ligamentum stylomandibulare dan M. Stylohyoideus. - Foramen stylomastoideum(GG), terletak diantara Processus styloideus dan Proc. Mastoideus, dilalui oleh : Masuk : A. Stylomastoidea Cabang dari A. Auricularis posterior Cabang A. Carotis Eksterna dan Keluar : N. stylomastoideus.(N.VII).

Sebelum keluar N.Facialis melengkung membentuk genu eksternum N.VII sedangkan genu internum terdapat pada Dinding dorsal pons dan bersama dengan nuclei nervi abducent menonjol membentuk Colliculus facialis.

RANGKUMAN : Os Temporale merupakan sebuah bagian dari tulang cranium yang didalam nya terdapat
Teddys document 2009 Page 10

berbagai bangunan yang penting bagi fungsi pendengaran dan keseimbangan pada manusia. Seperti kita ketahui bahwa Organ pendengaran kita bedasarkan letaknya pada tulang temporal terbagi menjadi 3 bagian yaitu Auris Externa, Auris Media (Cavum Tympani) dan Auris Interna. Cavum Tympani sebuah ruangan yang merupakan bagian dari Auris media adalah sebuah ruang kompleks yang akan berhubungan dengan ruangan-ruangan lainnya, yaitu : 1. Kearah dalam calvaria dihubungkan oleh : cranii, cavum tympani

Hiatus canalis Facialis, Apertura Superior Canaliculi tympanici, Apertura Canaliculi vestibule, Porus Acusticus Internus. 2. Kearah bagian luar calvaria cranii, oleh ; Fissura petrotympanica, Canalis musculotubarius, Canalis caroticotympanica, Apertura inferior canaliculi tympanica, Apertura canaliculi cochlea, Meatus Acusticus Externus.

.The End..

Teddys document 2009

Page 11