Anda di halaman 1dari 7

ANODONTIA Defenisi Anodontia adalah suatu keadaan di mana semua benih gigi tidak terbentuk sama sekali dan

sangat jarang terjadi. Anodontia dapat terjadi hanya pada periode gigi tetap/permanen, walaupun semua gigi sulung terbentuk dalam jumlah yang lengkap. Penyebab Anodontia kadang ditemukan sebagai bagian dari suatu sindroma, yaitu kelainan yang disertai dengan berbagai gejala yang timbul secara bersamaan, misalnya pada sindroma Ectodermal dysplasia. Gejala Anodontia ditandai dengan tidak terbentuknya semua gigi, dan lebih sering mengenai gigigigi tetap dibandingkan gigi-gigi sulung. Laki-laki lebih sering daripada perempuan. Rahang tidak berkembang. Anodonsia mempunyai dampak terhadap perkembangan psikologis karena adanya penyimpangan estetis yang ditimbulkannya dan menyebabkan gangguan pada fungsi pengunyahan dan bicara. Macam Ada 2 macam : 1. Anodonsia sebagian - Hipodonsia - Oligodonsia 2. Anodonsia total Jenis : 1. fals anodonsia (mis. Karena impaksi) 2. true anodonsia : benar-benar tidak ada benih (agenesis) Etiologi : True : heriditer (keabnormalan dalam pewarisan gen resesif terpaut

kromosom x) Fals : gangguan erupsi, infeksi, pencabutan

Radiografi Pem.radiografi : - mutlak diperlukan - tidak ada benih gigi (agenesis)

MICRODONTIA Definisi Yaitu gigi dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran normal, atau diluar dari batas ukuran variasi gigi.

Etiologi 1. Microdontia yang mengenai seluruh gigi jarang terjadi dan bisa ditemukan pada kelainan yang diturunkan dari orangtua (congenital hypopituitarism). Radiasi atau perawatan kemoterapi saat pembentukan gigi 2. 3. Adanya mutasi pada gen tertentu pada microdontia lokal Bagian dari sindroma tertentu (penyakit yang terdiri dari beberapa gejala yang timbul bersama-sama), seperti sindroma trisomy 21 atau sindroma ectodermal dysplasia. Selain itu microdontia juga sering ditemui pada kelainan cleft lip and palate (bibir sumbing dan celah pada langit-langit rongga mulut). Macam Ada 3 tipe : 1. True generalized mirodontia - ukuran rahang normal - semua gigi kecil, crown pendek, bentuk seperti palu (insisal lebih kecil dari bagian servikal) - diastema 2. Relatif generalized microdontia - ukuran gigi normal/sedikit lebih kecil, ukuran rahang lebih besar terdapat diastema 3. Single microdontia - hanya pada satu gigi, sering pada gigi I-2 dan M-3 Gejala Jelas (mahkota gigi >kecil dari normal), dapat berbentuk kerucut atau peg shaped Radiografi
pada semua gigi premolar kedua rahang bawah

Akar gigi umumnya lebih kecil dan relatif lebih pendek dari gigi yang normal

MACRODONGTIA Definisi kondisi dimana ukuran gigi lebih besar dari ukuran normal Etiologi Pada kelainan pituitary gigantism, yaitu suatu kelainan yang disebabkan oleh adanya gangguan keseimbangan hormonal dapa menyebabkan macrodontia yang mengenai seluruh gigi. Pada kelainan unilateral facial hyperplasia yang menyebabkan perkembangan benih gigi yang berlebihan dapat menyebabkan macrodontia yang hanya mengenai gigi tertentu saja (macrodontia lokal). Macrodontia juga dapat berhubungan dengan beberapa penyakit yang diturunkan.

Macam 1. True generalized macrodontia - semua gigi lebih besar dari normal - rahang normal berjejal - macrognathic tidak berjejal 2. Relatif generalized microdontia - ukuran gigi normal/sedikit lebih besar - ukuran rahang lebih kecil - terdapat gigi berjejal 3. Single macrodontia - hanya pada satu gigi - hasil dari fusi

Gejala jelas (mahkota gigi >besar dari normal) Radiografi Akar gigi umumnya lebih besar
Peningkatan ukuran gigi baik yang erupsi maupn tidak erupsi

MESIODENS

Definisi Gigi berlebih ini juga dapat terbentuk pada daerah gigi insisif depan atas

Gejala Bentuknya menyerupai gigi asli yang lebih sering terjadi pada gigi tetap dibandingkan gigi susu. Elementnya sering berbentuk kerucut dan terletak diantara dua incisive lateral

Radiografi Pada daerah gigi insisif depan atas terdapat gigi berlebih

LATERODENS Definisi Kelainan kelebihan jumlah gigi yang ada di daerah interproksimal atau bukal dari gigi-gigi selain insisivus sentralis.

DISTODENS

Definisi Kelainan jumlah gigi yang berlebih yang lokasinya di sebelah distal gigi molar tiga.

Radiografi

Keterangan 1. mesiodens : gigi yang terdapat diantara gigi insisivus sentralis atas 2. Distomolar : gigi yang terdapat di distal molar 3 atas atau molar 3 bawah 3. Paramolar : kelebihan gigi di mesio bukal m2 & m3 atas bawah

DAFTAR PUSTAKA

Neville BW, Damm D, Allen C, Bouquot J. Oral & Maxillofacial Pathology, 2nd ed. 2002. Page 20. ISBN0-7216-9003-3 Prijatmoko, dkk. 2002. Pertumbuhan dan Perkembangan Kompleks Kranio-Fasial. Jember: Fakultas Kedokteran Gigi Press Universitas Jember. Shafer, William G. 1983. A Textbook of Oral Pathology. Toronto : W.B. Saunders Company Sperber, G.H. 1991. Embriologi Kraniofasial. Jakarta : Hipokrates Sudiono, Janti. 2008. Gangguan Tumbuh Kembang Dentokraniofasial. Jakarta : EGC

Jurnal Asri Arumsari, Alwin kasim, bagian bedah mulut fakultas Kedokteran Gigi UNPAD