Anda di halaman 1dari 26

PEMBIMBING : dr. Ratna, Sp.

OG PENYUSUN : Naskaya Suriadinata Spica Adhara

Pengeluaran hasil konsepsi, pada kehamilan aterm ( 37 - 42 minggu ), melalui jalan lahir, dalam waktu < 24 jam, dengan presentasi belakang kepala, BBL > 2500 gr, dengan kekuatan ibu, tanpa disertai alat dan komplikasi

Gravida

: Jumlah kehamilan Para : Pernah melahirkan bayi viable Primigravida : Kehamilan pertama Multigravida : Kehamilan ke 2, dst Nullipara : Belum pernah hamil sampai janin viable Multipara : Pernah melahirkan 2 atau lebih janin viable Partus : Proses pengeluaran hasil konsepsi yang viable In partu : Sedang dalam proses persalinan

Penurunan fungsi plasenta, kadar progesteron dan estrogen turun mendadak , nutrisi janin dari plasenta berkurang Tekanan pada ganglion servikale dari fleksus franken hauser menjadi stimulasi bagi kontraksi otot polos uterus Iskemia otot uterus karena pengaruh hormonal, merangsang terjadinya kontraksi Peningkatan beban pada maternal maupun fetal mengakibatkan penigkatan aktifitas kortison, prostaglandin dan oksitosin mencetus rangsangan proses persalinan

Power

: His, kekuatan mengedan Passage : Jalan lahir (bagian keras : tulang panggul, lunak : otot dasar panggul, cerviks, vagina, perineum) Passenger : Letak, presentasi, posisi

Braxton

Hicks : Kontraksi uterus yang tidak menyebabkan perubahan cerviks His : Kontraksi uterus yang menyebabkan dilatasi dan efficement cerviks

Hodge I Hodge II Hodge III Hodge IV

: bidang PAP, tepi atas simpisis, linea terminalis, promontorium : sejajar HI, setinggi tepi bawah simpisis : sejajar H I, II setinggi spina ischiadika : sejajar H I, II, III setinggi os coccigeus (pintu bawah panggul)

Letak : Bagaimana sumbu janin berada terhadap sumbu ibu - Letak memanjang (pada presentasi kepala, presentasi bokong) - Letak lintang - Letak oblik Presentasi : Bagian janin yang ada di bagian bawah uterus - Presentasi kepala (belakang kepala, muka, dahi) - Presentasi bokong (bokong, kaki) - Presentasi bahu Posisi : Apakah bagian janin yang ada di bagian bawah uterus berada di sebelah kiri, kanan, belakang, depan terhadap ibu - UUK kiri depan Sikap : Hubungan bagian janin terhadap sumbunya atau tulang belakang janin

Partus dibagi menjadi 4 kala : Kala I : Kala pembukaan serviks Kala II : Kala pengeluaran konsepsi Kala III : Kala pelepasan plasenta Kala IV : 1 jam setelah plasenta lepas

Kala

pembukaan : pembukaan 1-10 cm Dibagi 2 fase :

Fase laten : pembukaan 1-3 cm, 8 jam, his 1-2x/10/15-

30 Fase aktif : pembukaan 4-10 cm, 6 jam, his 3-4x/10/4060


Ketuban

pecah sendiri saat pembukaan hampir lengkap / lengkap Bila ketuban pecah sebelum pembukaan 4 : ketuban pecah dini. Kala I : primipara : 13 jam; multipara : 7 jam

Kala

pengeluaran : pembukaan lengkapbayi lahir His 5x/10/40-60 Primipara : 2 jam; multipara : 0,5 jam Partus kala II lama : primipara > 2 jam; multipara > 1 jam

Engagement : diameter transversal terbesar dari kepala janin telah melewati pintu atas panggul Flexion : fleksi kepala janin akibat adanya resistensi dari dasar panggul, dinding pelvis atau serviks Descent : penurunan kepala ke dasar panggul Internal rotation : perputaran kepala, oksiput ke arah anterior (normal) atau posterior Extension : ekstensi kepala yang mengakibatkan oksiput sebagai hipomoklion. Dipengaruhi oleh bentuk pintu bawah panggul (upward dan forward) External rotation : perputaran kepala mengikuti sumbu badan Expulsion : kelahiran anterior dan posterior bahu

Suatu

keadaan dimana diameter biparietal sudah melewati pintu atas panggul

Gerakan

fleksi terjadi akibat adanya tahanan servik, dinding panggul dan otot dasar panggul Fleksi kepala diperlukan agar dapat terjadi engagemen dan desensus Bila terdapat kesempitan panggul, dapat terjadi ekstensi kepala sehingga terjadi letak defleksi (presentasi dahi, presentasi muka)

Nulipara

: engagemen terjadi sebelum inpartu dan berlanjut sampai awal kala II Multipara : desensus dan engagemen berlangsung bersamaan dengan dilatasi servik

Bersama

dengan gerakan desensus, bagian terendah janin mengalami putar paksi dalam pada level setinggi spina ischiadica (bidang tengah panggul) Kepala berputar dari posisi tranversal menjadi posisi anterior (kadang-kadang kearah posterior) Putar paksi dalam berakhir setelah kepala mencapai dasar panggul

Aksis

jalan lahir mengarah kedepan atas, maka agar kepala dapat melewati pintu bawah panggul harus terjadi gerakan ekstensi kepala janin lebih dulu

Setelah kepala lahir, terjadi putar paksi luar (restitusi) yang menyebabkan posisi kepala kembali pada posisi saat engagemen terjadi dalam jalan lahir, gerakan ini mengikuti masuknya bahu kedalam panggul

Setelah persalinan kepala dan bahu, persalinan selanjutnya berlangsung pada sisa bagian tubuh janin dengan melakukan traksi pada bahu janin. Setelah kelahiran janin, terjadi pengaliran darah plasenta pada neonatus bila tubuh anak diletakkan dibawah introitus vagina. Sebaiknya neonatus diletakkan diatas perut ibu dan pemasangan dua buah klem tali pusat dilakukan dalam waktu sekitar 15 20 detik setelah bayi lahir dan kemudian baru dilakukan pemotongan tali pusat diantara kedua klem

Bayi

lahir - plasenta lahir Waktu 30 menit

Oksitosin

10 IU I.M dalam 2 menit setelah

bayi lahir Melakukan penarikan tali pusat terkendali Masase fundus uteri segera setelah plasenta lahir Jika plasenta belum lahir dalam 15menit diberikan oksitosin 10 IU IM dosis kedua,ulangi penarikan tali pusat terkendali

Jika

kandung kemih teraba penuh lakukan kateterisasi Jika dalam menit ke-30 belum lahir ulang okstosin 10 IU IM, penarikan tali pusat terkendali dan siapan rujukan Setelah 30menit plasenta belum lahir dan tidak ada perdarahan segera rujuk

Plasenta

lahir -1 jam Observasi perdarahan

Lakukan masase fundus uteri Evaluasi tinggi fundus Periksa plasenta dan selaputnya pastikan keduanya utuh Perkiraan kehilangan darah secara keseluruhan Periksa perineum dan perdarahan aktif Evaluasi kondisi umum ibu