Anda di halaman 1dari 15

MENINGITIS TUBERKULOSA

Definisi Etiologi : Reaksi peradangan yang mengenai selaput otakbyang disebabkan oleh kuman mikobakterium tuberkulosa Patogenesis : Kuman mencapai SSP melalui aliran darah dan membentuk tuberkel di selaput otak dan jaringan otak dibawahnya tuberkel pecah bakteri masuk ke ruang subarakhnoid. Patologi : Tuberkel kecil, warna putih tersebar pd dasar otak, permukaan otak serta pada selaput otak. Oksudat kental warna putih terdapat sebagian besar pada r. subarahnoid di dasar otak dan sebagian kecil di permukaan otak serta medula spinalis

Mungkin terjadi penyumbatan foramen. Magendi dan foramen Luscha serta penebaran ventrikel. Terdapat bendungan pembuluh2 darah superfisial radang sumbatan infark otak

Klinis : -Panas subfebris, nyeri kepala, Mual/muntah, rasa lemah, nyeri otot -Kdg2 kelainan jiwa, halusinasi dan waham -Kesadaran menurun -Riwayat penderita TB
Pemeriksaan Fisik : -Kaku kuduk, tanda Lasegue dan Kernig -Kesadaran menurun -Kelumpuhan saraf otak sering dijumpai

Diagnosis Banding :
- Meningoensefalitis karena virus - Meningitis banterial yg pengibatannya tidak sempurna - Meningitis jamur/parasit. - Tekanan selaput yg difus oleh sek ganas, termasuk karsinoma, limfoma, leukimia, glioma,melanoma dan meduloblastoma Pemeriksaan Penunjang :
Pemeriksaan cairan otak

- Tekanan - Warna - Protein - Gula - Klorida - Lekosit

: meningkat : jernih atau santokrom : meningkat ( 100-200%) : Menurun ( < 50%-60% dari GDS ) : manurun : meningkat sampai 500/mm3 dg sel mononuklear yg dominan.

Bila didiamkan beberapa jam akan terbentuk PELIKULA yang berbentuk spt sarang laba-laba. Pada pengecatan Ziehl Neelsen dengan bahan biakan akan ditemukan mikobakterium tuberkulosa.

Darah Radiologi

: Jumlah lekosit meningkat sampai 20.000 : Foto polos paru. CT- Scan tomografi : HIDROSEFALUS. Tes Tuberkulin : sering positif Pemeriksaa sputum BTA (+) IgG anti TB

Pengobatan : Dipakai obat tripel yaitu kombinasi INH denga 2 dan 3 macam tuberkulostatika dibawah ini selama 2 tahun. INH : Dewasa 10-15 mg/kgBB/hari Anak 20 mg/kg BB/hari diberikan sekali sehari per oral harus ditambah piridoksin 50 mg/hari : 20 mg/kg BB/hari ( max 1 g/hari ) diberikan im selama 3 bulan : 25 mg/kg BB/hari per oral selama 2 bln pertama, lalu dilanjutkan dg 15 mg/kgBB/hr : dosis dewasa 600 mg/hari dosis anak 10-20 mg/kg BB/hari diberilan sehari sekali per oral

Streptomisin

Etambutol
Rifampisin

Kortokosteroid. Indikasi : 1. tekanan intrakranial yg meningkat 2. Adanya defisit neurologik 3. Mencegah perlekatan arakhnoid pada jaringan otak Deksamethason : mula-mula diberikan 10 mg iv lalu 4 mg tiap 6 jam. Prednison : 60-8- mg.hari selama 2-3 minggu lalu diturunkan berangsur selama 1 bulan

Komplikasi :
-Hidrosefalus -Kelumpuhan saraf kranial ( N. IIIm IVm VI ) -Iskemik dan infark pada otak dan mielum -Epilepsi -Retardasi Mental -Hemiparesis -Atrofi nervus optikus

MENINGITIS BAKTERIAL
Definisi Etiologi :

Adalah suatu infeksi cairan LCS dengan proses peradangan yang melibatkan piamater, arakhnoid, ruang subarahnoid dan dapat meluas ke permukaan otak dan medula spinalis Etiologi : Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitidis, H. Influenzae, basil gram negatif. Patologi : Pada stadium awal ; bendungan pembuluh-pembuluh darah otak yang superfisial dan pembesaran pleksus koroideus eksudat purulen pd ruang subarakhnoid dan ventrikel pelebaran ventrikel, sembab otak herniasi

Patogenesis :
Kuman dapat mencapai selaput otak dan ruang subarahnoid melalui :
1. Luka terbuka di kepala 2. Penyebaran langsung dari proses infeksi di telinga tengah dan sinus paranasalis. 3. Pembuluh darah pada keadaan sepsis 4. Penyebaran dan abses ekstradural, abses subdural & abses otak 5. Lamina kribosa osis etmoidalis pada keadaan rinorea 6. Penyebaran dari radang paru-paru 7. Penyebaran dari infeksi kulit

Kriteria Diagnosis
Anamnesis : Gejala timbul salam 24 jam setelah onset dapat juga subakut antara 1-7 hari.
Gejala :

Demam tinggi Menggigil Sakit kepala Fotofobia Mialgia Mual/muntah Kejang Perubahan status mental sampai penurunan kesadaran

Pemeriksaan Fisik
- Tanda-tanda

rangsang meningeal - Papil edema, biasanya tampak beberapa jam setelah onset - Gangguan saraf kranialis - Gejala lain : infeksi ekstrakranial : sinusitis, otitis media, Mastoiditis, pneumonia, - ISK - Arthritis. Pemeriksaa Penunjang Laboratorium : - Darah rutin : Lekositosis, LED - Pem kimia darah : GDS,fungsi ginjal, fungsi hati dan elektrolit. - LP : Pemeriksaan LCS : tekanan > 180 mmH2O. PMN , Protein > 150 mg/dL ( >1.000 mg/dL ), Glukosa < 40 % GDS Radiologis : - Foto polos paru - CT Scan kepala CRP

Diagnosis Banding
1. 2. 3. 4. 5. 6. Meningitis tuberkulosa Meningitis karena virus Meningitis karena jamur Perdarahan subarahnoidea Meningismus Abses Otak

Penatalaksanaan : Perawatan Umum Kausal : Lama pemberian 10 14 hari

Usia
50 thn

Bakteri Penyebab Antibiotika


S. Pneumoniae N. Meningitidis L.Monocytogenes Cefotaxim 2 g/6 jam max 12 g/hr Atau Ceftriaxone 2 g/12 jam + Ampicillin 2 g/4 jam/iv(200mg/kgBB/ iv/hari ) Chloramphenicol 1 g/6 jam + Trometoprim/Sulfametoxazole 20 mg /kgBB/hari. Bila prevalensi S. Pneumoniae Resisten Cephalosporine 2% diberikan : Cefotaxime/Ceftriaxone+Vancomycin 1 g/12 jam/iv ( max 3 g/hari ).

Usia
50 thn

Bakteri Penyebab
S. Pneumoniae H. Influenzae Species Listeria Pseudomonas Aeroginosa N. Meningitidis

Antibiotika
Cefotaxim 2 g/6 jam max 12 g/hr Atau Ceftriaxone 2 g/12 jam +Ampicillin 2 g/4 jam/iv (200mg/kg BB/ iv/hari ) Bila prevalensi S. Pneumoniae Resisten Cephalosporine 2% diberikan : Cefotaxime/Ceftriaxone+Vancomycn 1 g/12 jam/iv ( max 3 g/hari ). Ceftadizime 2g/8 jam/iv

Bila bakteri penyebab tidak dpt diketahui, mk Terapi dg Antibiotik empiris sesuai Umur hrs segsra dimulai

Terapi tambahan :
Dianjurkan hanya pada penderita kelompok resiko tinggi, penderita dg status mental yg sangat terganggu, edema otak atau TIK meninggi yaitu dengan deksamethason 0,15 mg/kgBB/6 jam/iv selama 14 hari dan diberikan 20 menit sebemun pemberian AB. Penanganan peningkatan TIK : - Meninggikan letak kepala 300 dari tempat tidur - Cairan hiperosmoler : manitol atau gliserol - Hiperventilasi untuk mempertahankan pCO2 antara 2730 mmHg

Komplikasi :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Gangguan vaskuler Edema otak Hidrosefalus Perdarahan otak Shock sepsis ARDS ( Adult Respiratory Distress Syndrome ) DIC ( Disseminated Intravasculer Coagulation ) Efusi subdural Abses otak. Ensefalitis Epilepsi Arteritis pembuluh darah otak