Anda di halaman 1dari 11

Laporan Training di PLTG Muara Tawar

LAPORAN PENYERAPAN MATERI TRAINING PERSONIL


PT PJB SERVICES

NAMA / NID : ARDIAN BURHANDONO (7708005T1)


MENTOR/INSTRUKTUR : LINGGO UTOMO
MATERI TRAINING : GAS TURBIN
PERIODE : Laporan II Bulan Juni 2009 (15 s/d 30 Juni 2009)
LOKASI : PLTG MUARA TAWAR
INTRUKSI LAPORAN :

PEMAHAMAN

LUBE OIL dan EMERGENCY OIL SYSTEM

FUNGSI SYSTEM
Kegunaan dari system ini adalah :
1. Menyuplai lube oil untuk pelumasan dan pendingin bearing-bearing pada Gas
Turbin
2. Menyuplai oil ke power oil system
3. Menyuplai oil ke jacking oil system
Lube oil system ini digunakan untuk pelumasan dan pendingin bearing-bearing yang
ada pada shaft, antara lain :
1. Gas Turbin Bearing
2. Generator Bearing
Dan pemberi tekanan awal pada :
1. Power oil system
2. Jacking oil system

KOMPONEN LUBE OIL SYSTEM


1. Tangki Lube oil
2. Pemanas Lube oil
3. Filter ventilasi
4. Fan exhaust oil vapor dengan pemisah kabut
5. Pompa utama Lube oil (AC)
6. Twin Filter
7. Pendingin (coolers)
8. Temperatur control valve
9. Accumulator
10. Pompa emergency (DC)
11. Lube oil distribution system dan oil return system
12. Bearing Gas Turbin, Generator dengan exciter.

DESKRIPSI KOMPONEN
Tangki Lube Oil
Lube oil (oli pelumas) disimpan pada tangki dimana untuk menyuplai oil
keseluruh auxiliary block. Ketika Gas Turbin tidak beroperasi, oil selalu dijaga

1 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

temperaturnya dengan memasang heater yang dikontrol oleh temperature switch agar
temperatur oil sesuai yang diijinkan apabila gas turbin suatu saat diperlukan untuk
operasi. Heater (pemanas) yang digunakan terdiri dari electric resistance coil (heater
elektrik). Level ketinggian oil dilihat dari level gauge (pengukur ketinggian). Apabila
oil membutuhkan perawatan tertentu maka dapat menggunakan Drain Valve untuk
menghubungkan tangki lube oil dan peralatan oil treatment. Semua komponen
peralatan dipasang diatas tangki oil dan didesain untuk memenuhi proses deaerasi
(proses pemisahan gelembung-gelembung udara yang ada pada oil setelah melumasi
bearing) karena diharapkan oil yang ada didalam tangki harus bena-benar 100% oil.

Fan Exhaust Oil Vapor


Fan edxhaust oil vapor dipasang diatas tangki oil. Drain orifice dan valve flap
ventilasi untuk menjaga vacuum pada tangki dan juga untuk mencegah kebocoran oil
di ring penahan bearing pedestal dan pipa-pipa pelumasan saluran kembali. Jika ada
kebocoran oil pada bearing maka vacuum ini mencegah lube oil atau uap oil keluar.
Uap oil yang ada pada tangki dihisap melewati flame arrester dan valve flap ventilasi
menuju fan exhaust oil vapor. Uap oil yang sudah dipisahkan dari udara oleh filter
separator pada extractor mengalir kembali menuju tangki, sedangkan udara mengalir
menuju atmosfer. Drain orifice pada saluran kembali filter separator menjaga agar uap
oil kembali menuju tangki.

Gambar 1 Fan exhaust oil vapor

2 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

Pompa Utama Lube Oil


Terdapat 2 pompa utama lube oil dimana 1 operasi dan 1 standby. Pompa
utama lube oil adalah pompa sentrifugal yang terpasang secara vertical masuk
kedalam tangki oil dan motor penggeraknya adalah motor AC yang dipasang diatas
tangki oil. Dan suction strainer melindungi impeller. Beberapa non return valve
dipasang untuk mencegah terjadinya aliran balik oil melewati pompa yang stand by.
Dipasang juga pembatas orifice untuk memastikan minimum flow saat discharge
pompa terblokir. Selanjutnya rumah impeller pada pompa yang standby terus-menerus
di ventilasi.
Venting udara secara terus-menerus sebagai transport udara kembali ke tangki
oil (bekerja juga sebagai orifice minimum flow).
Sebelum start up gasturboset, operator harus memilih satu diantara dua pompa
utama lube oil untuk operasi. Pompa yang dipilih kemudian menyediakan lube oil,
sedangkan pompa satunya stand by. Ketika tekanan discharge pompa yang beroperasi
turun dibawah level yang ditentukan, maka pompa yang standby dan pompa
emergency secara otomatis beroperasi.

Data spesifikasi pompa :


Tekanan suction : 1,05 bar
Tekanan delivery : 7,05 bar
Differential Pressure : 6 bar
NPSH : 5,5 m
Efisiensi : 72 %
Densitas AT : 852 kg/m3
Total berat : 580 kg
Fluida : lube oil ISO VG46
Tempt normal : 65 C
Tempt maksimum : 80 C
Viskositas : 17 mPas
Aliran normal : 142 m3/h
Aliran head normal : 70,4 m
RPM : 2940 rpm
Konsumsi Power : 35 kv
Densitas : 582 kg/m3

Gambar 2 Pompa Utama Lube Oil

Gambar 3 Diagram alir Pompa Utama Lube Oil

3 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

Pompa Emergency Lube Oil.


Pompa emergensi ini adalah pompa centrifugal dengan menggunakan motor
DC yang dipasang di tangki lube oil. Pompa ini mirip dengan pompa utama lube oil
tapi powernya menggunakan battery atau UPS (Uninterupted Power Supply) dan
dioperasikan hanya untuk keperluan selama start up gas turbin atau pada kondisi
tertentu saat tekanan pompa utama lube oil turun dibawah preset yang diijinkan. Sisi
discharge pompa inidi pasang setelah cooler dan filter dengan alasan :
• Oli dapat kembali ke system jika beberapa komponen terblokir.
• Untuk mengurangi hilangnya tekanan dari beberapa komponen, untuk itu di
desain untuk trekanan discharge rendah dan sedikit memerlukan konsumsi power.
Untuk alasan keamanan, DC motor tidak didesain untuk melawan overload.
Untuk kemanan, kabel DC motor di proteksi oleh pipa besi dan isolasi tahan panas.
Untuk memenuhi kebutuhan pelumasan dan pendinginan, pompa ini akan beroperasi
dengan speed tinggi selama shutdown. Selama waktu pendinginan pompa akan
beroperasi pada speed rendah. Kondisi ini memperpanjang kemampuan battery untuk
menjalankan pompa.

Data spesifikasi pompa :


Manufactur : Allweiler AG/D-7760 Radolfzell
Tipe : NSS 65-250/252 W69
Fluida : Oli ISO VG46
Temp normal : 65 C
Temp max : 80 C
Viscositas : 17 mPas
Flow : 101 m3/h
Head normal : 25,8 m
Speed : 1600/1050 rpm
Power : 8,5/2,4 kW
Densitas : 852 kg/m3
Tek suction : 1,05 bar abs
Tek flow : 2,8 bar abs
Diff Pressure : 1,8 bar
NPSH : 6,0 m
Efisiensi : 68 %
AT densitas : 852 kg/m3
Berat : 580 kg (1280 lb)

Gambar 4 Pompa Emergency lube oil

Lube Oil Pressure Control


Akumulator tekanan di pasang setelah pompa lube oil yang berfungsi menjaga
tekanan saat ke dua pompa utama lube oil change over operasi. Disamping itu untuk
menjaga agar unit tidak trip saat tekanan lube oil turun.

4 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

Gambar 5 Lube oil pressure control

Kontrol Tempereatur pada Lube Oil


Valve thermostatic untuk menjaga temperature oil dengan cara melewatkan
sebagian oil menuju cooler.
• Oil panas dari pompa dan oil dingin dari cooler bercampur dan temperaturnya
disensor oleh valve thermostatic.
• Cartridge yang bisa mengembang karena control dari element thermostatic
menggerakkan kontrol silinder untuk membuka salah satu menyupali oil dingin atau
panas.
• Selama beroperasi semua aliran oil menuju cooler.

Gambar 6 Kontrol temperature lube oil.

5 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

Pendingin Lube Oil (Cooler)


Pendingin Lube oil didesain untuk 100 % kapasitas aliran. Pendingin didesain
dari plat penukar panas untuk aliran oil dan air dengan arah aliran berlawanan.
Masing-masing Gas Turbin di lengkapi dengan 1 pendingin. Pendingin ini
digabungkan dengan system closed cooling water system yang diisi dengan air atau
pencampuran antara air dengan glycol. Masing-masing pendingin dilengkapi oleh
vent dan drain untuk sisi air dan oil.

Gambar 7 Pendingin lube oil (Cooler)

Filter Lube Oil


Untuk memastikan tidak ada masalah pada bearing, lube oil harus mengacu
pada document spesifikasi “Lubricating and Control Oils for Turbines” pada manual
Operation and Maintenance. Untuk itu lube oil dilengkapi dengan filter yang mampu
menangkap partikel sebesar 6 µm yang merupakan tipe duplex atau double dimana
masing-masing sisi dapat menangani aliran penuh. Perbedaan tekanan yang ada pada
filter mengindikasikan tingkat kekotoran filter dimana kontrolnya dilakukan oleh
differential pressure switch dengan indikasi remote atau local. Filter dapat di tukar
saat sedang operasi.

Gambar 8 Filter

6 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

Supervisi Lube Oil


Tekanan lube oil dibuat oleh pompa dan dijaga oleh komponen-komponen
sebagai berikut : accumulator ; orifice distribusi di sistem lube oil distribusi dan
orifice sebelum bearing ; transmister tekanan dan pressure switch setelah pompa dan
dalam sistem distribusi.
Pengamatan kevacuman tanki lube oil dan indikasinya terdapat di lokal.
Demikian juga pengamatan tekananya. Jika satu atau dua pengukur tekanan setelah
pompa yang operasi turun di bawah level setingan, alarm akan muncul di MCR, dan
secara cepat satu pompa yang standby di operasikan. Jika tekanan dari kedua pompa
tersebut masih di bawah tekanan normalnya, sebuah sinyal dari turboset akan muncul
dan menstart pompa oli emergency. Pengukur-pengukur juga digunakan untuk tujuan
tes sebelum gas turbin dioperasikan.
Pengamatan kekotoran twin filter dan indikasinya terdapat di lokal. Ketika
setingan differential pressure (DP) melebihi batasan, pengukur mengirim sinyal alarm
ke MCR. Filter dilengkapi dengan bypass valve untuk batasan DP. Jika filter sangat
kotor, bypass valve akan membuka untuk memastikan suplai oli ke bagian-bagian
yang membutuhkan.

Pelumasan Oil Pada Bearing


Untuk mengatur aliran pada masing-masing bearing digunakan saluran tunggal
untuk menyuplai lube oil ke bearing melalu orifice (dibentuk 2 sistem orifice). Oil
masuk kerumah bearing dan keluar menuju bearing pedestal melalui tempat kecil.
Untuk memastikan adanya aliran maka dilengkapi sight glass pada saluran keluar.
Sedangkan untuk kontrol temperature di pasang indicator temperature pada saluran
kembali untuk. Masing-masing saluran kembali menggabung pada header untuk
menuju ke tangki. Masing-masing bearing mempunyai 2 thermocouple didalam
lapisan metal babbit. Kemudian temperature diawasi dan dimonitor oleh Gas Turbin
Control System.

Gambar 9 Diagram lube oil saat pelumasan bearing

7 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

METODE OPERASI
Ada 2 macam metode operasi :
• Operasi manual dari control room dengan Operator station dan Function
Group Controller.
• Operasi otomatis dengan automatic start-up dan shutdown sequencer.
Secara normal sistem beroperasi menggunakan automatic sequencer, bagaimanapun
selama sistem di periksa atau rutin maintenance, sistem beroperasi secara manual.

Persiapan Sebelum Start-Up


• Tidak ada pekerjaan maintenance pada sistem lube oil.
• Level tangki lube oil normal.
• Temperatur lube oil > preset level minimum temperatur.
• Valve isolating akumulator terbuka, valve drain tertutup.
• AC dan DC breaker untuk lube oil, extractor fan, dan pompa jacking oil
kondisi energize.
• Pengaturan kontrol valve aliran extractor fan.
• Pompa emergency lube oil tidak operasi manual.
• Cooling water telah mengalir ke cooler.
• Valve drain dan venting duplex filter kondisi tertutup.
• Pada screen Operator Station :
o Acknowledge semua trip
o Acknowledge list alarm
o Memeriksa semua gambar yang tampak pak OS turboset.

ALARM yang timbul pada Lube Oil System pada Gas Turbin
FG (Function Group) Lube Oil Automatic tidak ON
Penyebab : FG kehilangan power
FG Off
FG tidak Off maupun ON
Penanganan : Mencari penyebab kesalahan sampai unti pada kondisi normal
kembali

Temperatur LO (Lube Oil) di tangki rendah


Alarm : < 15 C (59 F)
Instrument : Temperatur switch
Penyebab : Viskositas oil salah
Pemanas oil tidak berfungsi
Penamnganan : Mencari penyebab kesalahan sampai unti pada kondisi normal
kembali

Temperatur LO saat distribusi terlalu rendah


Alarm : < 40 C (113 F)
Instrument : Temperatur switch
Penyebab : Viskositas oil salah
Terlalu banyak pendinginan pada LO
Kontrol Temperatur tidak fungsi

8 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

Penanganan : Mencari penyebab kesalahan sampai unti pada kondisi normal


kembali.

Temperatur LO saat distribusi terlalu tinggi


Alarm : > 60 C (149 F)
Instrument : Temperatur switch
Penyebab : Tidak ada air pendingin pada lube oil cooler
Air pendingin terlalu hangat.
Kontrol temperatur fault
Penanganan : Mencari penyebab kesalahan sampai unti pada kondisi normal
kembali.

Tekanan setelah Pompa utama LO rendah


Alarm : < 5,2 bar (75,4 psi), start pompa stand by
Trip : < 5,2 bar (20,3 psi) 2 pompa fault
Instrument : Pressure switch
Penyebab : Pompa tidak fungsi
Level tangki lube oil rendah
Kebocoran pada lube oil.
Penanganan : Mencari penyebab kesalahan sampai unti pada kondisi normal
kembali.

Differential Pressure LO Filter sangat tinggi


Alarm : < 0,8 bar (11,6 psi)
Instrument : Pressure switch
Penyebab : Filter kotor
Filter tidak diganti
Lube oil sangat dingin
Penanganan : Mencari penyebab kesalahan sampai unti pada kondisi normal
kembali.

LO gauge pressure pada sistem distribusi sangat rendah


Alarm : < 1,2 bar (17,4 psi), start pompa stand by
PLST : < 0,7 bar (10,1 psi), pompa emergensi start
Trip : < 0,8 bar (11,6 psi) 2 dari 3 alat ukur rusak
Instrument : Pressure switch
Penyebab : Pressure accumulator fault atau pengaturannya tidak benar
Level tangki LO rendah
Pompa LO rusak
Kebocoran pada sistem pemipaan.
Penanganan : Mencari penyebab kesalahan sampai unti pada kondisi normal
kembali.

Level Tangki LO terlalu rendah


Alarm : < 600 mm (23,6”) dari permukaan tangki paling atas
Instrument : level indicator
Penyebab : Kehilangan lube oil dikarenakan bocor

9 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

Ada rembesan oil


Penanganan : Mencari penyebab kesalahan sampai unti pada kondisi normal
kembali.

SET POINT LUBE OIL GAS TURBIN


Alarm PLS PLST Trip
0
Journal bearing/ C T>115 T>120
Trust bearing/0C T>115 T>125 T>130
Press. Sesudah MLOP/barg <5,2 <5,2
DP filter/barg >0,8
Press. LO distrib./barg 1,2
Press. LO distrib. ke-2/barg 0,8 0,8
0
Temp. tanki LO/ C <15
0
Temp. LO distrib./ C <40
Temp. LO distrib. Ke-2/0C >60
Tanki level oli low/mm dari > 600
atas tanki

10 Oleh Ardian Burhandono


Laporan Training di PLTG Muara Tawar

BLOK DIAGRAM LUBE OIL SYSTEM

11 Oleh Ardian Burhandono