Anda di halaman 1dari 2

Hidup Bersama Risiko Bencana Tsunami Samudera Hindia di tahun 2004 merupakan bencana terbesar yang pernah dialami

Aceh// Meski demikian/ tsunami bukanlah satu-satunya ancaman // Dalam sepuluh tahun terakhir bencana hidrologis / berupa banjir mendominasi catatan bencana Aceh// Laporan Tinjauan Tahunan Bencana Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana / TDMRC UNSYIAH menunjukkan bahwa selama tahun 2011 ada 91 kejadian bencana di Aceh/ yang didominasi oleh bencana hidrologis//Bencana terbesar di tahun 2011 adalah banjir bandang di Tangse/ Pidie/ disusul gempa di Subussalam/ Singkil/ dan Aceh Selatan// Selain gempa bumi dan banjir/ longsor/ letusan gunung api/ angin puting beliung/ gelombang pasang/ kebakaran hutan/ kekeringan/ dan wabah penyakit juga berpotensi melanda Aceh// (Interview ibu Eldina yang menyampaikan jenis-jenis bencana di Aceh) Sementara itu/ di awal tahun 2012 ini Aceh telah mengalami tiga gempa besar/ yaitu gempa berkekuatan 7.2 skala Richter pada tanggal 11 Januari/ dan gempa berkekuatan 8.6 dan 8.1. skala Richter pada tanggal 11 April// Banjir juga telah kembali melanda Tangse/ di Pidie/ dan kabupaten Aceh Timur serta Aceh Utara// (Interview dengan pak Syahnan yang menjelaskan tingginya kerawanan gempa) Mengingat tingginya kerawanan bencana di Aceh / ditambah dengan perubahan iklim global dan degradasi lingkungan/ tren kejadian bencana dan dampaknya dapat terus meningkat bila tidak ada upaya untuk mengurangi risiko bencana// (interview pak Faisal menyatakan bahwa kita hidup berdampingan dengan bencana tapi bukan berarti kita harus pindah dari Aceh) Pengurangan risiko bencana adalah upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi/ menilai/ dan mengurangi risiko bencana secara sistematis // Kunci dari pengurangan risiko bencana adalah membangun budaya keselamatan/ yang meliputi terbangunnya kesiapan dan kesiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana // Hal ini diawali dengan pemahaman tentang lingkungan dan risiko yang ada di sekitar kita/ kemampuan untuk beradaptasi / upaya untuk hidup dengan lebih aman/ dan tertanamnya kebiasaan kebiasaan baik untuk mencegah risiko bencana // Pengurangan risiko bencana dapat dilakukan melalui pendekatan struktural maupun non-struktural// Secara struktural/ sarana dan prasarana seperti saluran air yang layak/ tanggul-tanggul penahan banjir dan longsor/ serta gedung evakuasi sangat diperlukan// Tata ruang wilayah dan pengelolaan lingkungan yang baik juga merupakan kunci berkurangnya risiko bencana// Secara non-struktural/ landasan hukum dan peraturan-peraturan untuk mengurangi risiko bencana/ seperti qanun penanggulangan bencana/ rencana kontijensi banjir/ dan prosedur tetap penanggulangan bencana dan tsunami sangat diperlukan// (bisa memakai cuplikan wawancara dengan Bpk. Abdullah Saleh di acara talk

show tentang qanun penanggulangan bencana di TVRI file ada di Rahmad, atau hasil dokumentasi kita dari Pidie Jaya, saat penyusunan Rencana Aksi Kabupaten) Saat ini Aceh telah memiliki landasan hukum tersebut/ namun sosialisasi dan pelatihan-pelatihan rutin diperlukan agar masyarakat memahaminya// Penelitian tentang bencana tidak kalah pentingnya// Melalui penelitian tersebut telah disusun peta risiko bencana Aceh yang dapat menjadi acuan untuk perencanaan pembangunan Aceh// (Wawancara Ibu Eldina yang menjelaskan tentang latar belakang disusunnya peta risiko bencana) Setelah risiko bencana di Aceh diidentifikasi/ masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan tentang risiko tersebut dan bagaimana cara melindungi diri serta keluarganya// Kesadaran tentang pengurangan risiko bencana sebaiknya dibangun sejak usia dini/ melalui pendidikan di sekolah maupun dayah// (visualisasi: drill gempa di sekolah file sudah Asri transfer ke hard drive pak Irwan) (Wawancara dengan guru file video sudah Asri titipkan kepada Fitri) Kepada masyarakat luas/ kegiatan penyuluhan dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan// Tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat menjadi ujung tombak penyampaian informasi tentang bencana/ dan memotivasi masyarakat untuk melakukan upaya pengurangan risiko bencana// (visualisasi: video dari workshop PRB atau dari video pertunjukan rakyat) Masyarakat juga dapat membentuk kelompok-kelompok pengurangan risiko bencana berbasis komunitas // Bersama-sama/ masyarakat dapat mengamati lingkungannya/ mengenali dan memetakan risiko yang ada/ lalu merencanakan upaya-upaya untuk mengatasi risiko tersebut/ misalnya dengan bergotong-royong memperbaiki kondisi lingkungan/ menentukan lokasi evakuasi/ dan bersama-sama melatih diri untuk menghadapi kondisi darurat// (visualisasi: drill gempa/tsunami) Upaya-upaya pengurangan risiko bencana selama ini telah dirintis di Aceh// Namun untuk memastikan budaya keselamatan benar-benar tertanam/ diperlukan upaya yang terus-menerus dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat// Risiko bencana di Aceh akan selalu ada// Untuk itu/ kita perlu selalu berusaha untuk hidup lebih aman dari bencana// (Dapat ditutup dengan cuplikan wawancara ustadz Syukri dari talk show bencana dalam sudut pandang agama yang menyampaikan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib kaumnya kecuali mereka berusaha) **END**