Anda di halaman 1dari 2

Ilmu Sintaksis Sebagai Modal Bertata Krama Anggota: Rakha Jati Prasetyo 1112102000028 Anissa Florensia 1112102000040 Okin

1112102000107 Fakhrun Nisa 1112102000108 Pembahasan: Manusia dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan alat komunikasi untuk berinteraksi dengan sesama. Tujuan dari berkomunikasi sendiri yakni tidak terlepas dari sifat manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kenyataannya, bahasa menjadi aspek penting guna kelancaran manusia bersosial, seperti halnya ada yang mengatakan Dimana ada kehidupan disana ada bahasa. Tujuan penggunaan bahasa sendiri sebenarnya tidak hanya untuk memudahkan berkomunikasi, tetapi juga sebagai aspek suatu negara untuk lebih teratur, berpendidikan serta bermoral. Penggunaan bahasa telah diatur secara sistematis, sehingga dikenal istilah sintaksis dalam Bahasa Indonesia. Sintaksis adalah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, frasa dan kata. Teori: Kata adalah kumpulan beberapa huruf yang memiliki makna tertentu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan suatu perasaan dan pikiran yang dapat dipakai dalam berbahasa. Contoh: makan, minum, dan lain-lain. Frase merupakan gabungan dari dua kata atau lebih yang tidak terikat oleh subjek dan predikat atau bersifat nonpredikatif. Contoh: di sekolah, rumah sakit, dan lain-lain. Klausa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang terikat oleh subjek dan predikat baik disertai objek ataupun keterangan, serta memiliki potensi untuk menjadi kalimat. Contoh: dia makan S P Kalimat merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan makna minimal terdiri dari subjek dan predikat dan diakhiri oleh tanda baca. Contoh: Adik bermain di taman. S P K Jenis-jenis kata berdasarkan bentuknya (kata dasar, kata turunan/ berimbuhan, kata ulang dan kata majemuk). Jenis-jenis kata berdasarkan kelasnya (kata benda, kata kerja, kata sifat, kata ganti, kata keterangan, kata bilangan, kata sambung, kata depan, kata sandang dan kata seru). Jenis jenis kalimat (kalimat tidak efektif, kalimat efektif, kalimat mayor dan minor, kalimat inti, luas dan transformasi, kalimat majemuk dan kalimat tunggal).

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa kata adalah satuan bahasan yang memiliki satu makna. Frase merupakan gabungan dari dua kata atau lebih yang tidak terikat oleh subjek dan predikat. Klausa merupakan gabungan dua kata atau lebih yang terikat oleh subjek dan predikat. Sedangkan kalimat merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan makna minimal terdiri dari subjek dan predikat dan diakhiri oleh tanda baca. Analisis: Teori tentang kata, frase, klausa dan kalimat memang sudah sering dipelajari di lingkungan sekolah, secara umum banyak yang telah paham dengan teori tersebut. Dalam kehidupan seharihari, pemakaian susunan kalimat yang mengandung unsur kata, frase, klausa dan kalimat juga sudah banyak dilakukan. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sejatinya telah mengaplikasikan teori yang telah dipelajari tersebut. Dikarenakan pemahaman tentang ilmu sintaksis ini masih minim, bisa dikatakan sebatas mengerti saja. Simpulan: Dapat kita simpulkan dari analisis di atas yakni pemahaman antara teori dan aplikasi dari teori masih belum menemukan titik temunya. Hal tersebut ditandai dari kurang sadarnya pembicara dengan apa yang diucapkan telah mengandung unsur kata, frase, klausa maupun kalimat. Meskipun ketika pembicara ditanya tentang teori dari unsur-unsur tersebut dapat menjawab, tetapi saat berbicara pembicara tidak menyadari telah menerapkan teori unsur-unsur tersebut. Jadi, teori hanya sebatas teori tanpa menyadari bahwa sebenarnya aplikasi teori ini telah diterapkan sejak dahulu. Jadi, ilmu sintaksis sangatlah penting baik dalam lingkup pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Dengan ilmu sintaksis, seseorang dapat menyusun kalimat yang lebih baik dengan memperhatikan aturan EYD yang berlaku. Dalam hal berbicara, seseorang juga dapat memperhatikan kata-kata yang baik dan sopan agar terbiasa bertata krama. Semua itu juga tidak terlepas dengan peran pendidik di lingkungan pendidikan ataupun sekolah. Mengingat tujuan pendidikan sendiri yakni keberhasilan pendidikan karakter yang meresap ke dalam jiwa sehingga teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk pribadi yang lebih baik dan bermartabat. Daftar Bacaan: http://mulianirahmahpbsi.blogspot.com/2012/09/sintaksis-bahasa-indonesia.html http://hairun-nisya.blogspot.com/2013/02/pengertian-kata-dan-gagasan_14.html http://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Kata http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/11/jenis-jenis-kata-dalam-bahasa-indonesia.html http://irwansipetualang.blogspot.com/2011/10/frase-klausa-dan-kalimat.html