Anda di halaman 1dari 3

TES IVA Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan salah satu cara melakukan tes kanker leher

rahim. Kelebihan tes ini adalah kesederhanaan teknik dan kemampuan untuk memberikan hasil yang segera pada pasien.(buku skrining). Sensitivitasbpemeriksaan berkisar antara 47-62 %, tetapi sensitivitas tersebut sangat dipengaruhi keterampilan pemeriksa.(buku pink) Menjalani tes kanker atau pra kanker dianjurkan bagi semua perempuan berusia 30 sampai 50 tahun. Tes dapat dilakukan kapan saja dalam siklus menstruasi, termasuk saat menstruasi Tes dapat dilakukan pada masa kehamilan Saat asuhan nifas Pasca keguguran Perempuan yang dicurigai atau diketahui menderita infeksi menular seksual atau HIV/AIDS Untuk melakukan IVA, pemeriksa mangoleskan larutan asam asetat pada serviks. Larutan tersebut menunjukkan perubahan pada sel-sel yang menutupi serviks (sel-sel epitel) dengan menghasilkan reaksi acetowhite. Pertama- tama pasang speculum lalu serviks dibersihkan untuk menghilangkan discharge, kemudian cairan asam asetat dioleskan merata pada serviks, setelah minimal 1 menit serviks diperiksa untuk melihat apakah terjadi perubahan acetowhite.(buku skrining) Klasifikasi hasil tes IVA sesuai temuan klinis (buku skrining) Klasifikasi IVA Hasil tes positif Temuan Klinis Plak putih yang tebal atau epitel acetowhite, biasanya dekat SCJ Hasil tes negatif Permukaan polos dan halus, berwarna merah jambu, ektropion, polip, servisitis, inflamasi, kista. Kanker Massa mirip kembang kola tau ulkus

TES PAP/PAP SMEAR Pap smear adalah suatu tindakan medis yang mana mengambil sampel sel dari serviks seorang wanita kemudian dioleskan pada slide dan diperiksa dibawah mikroskop untuk mencari abnormalitas dari serviks. Pemeriksaan ini spesifisitas dan sensitivitasnya tidak terlalu tinggi, sehingga ada beberapa wanita berkembang menjadi karsinoma serviks meskipun secara teratur melakukan tes Pap. (buku pink buku skrining) Seorang wanita perlu dilakukan pap smear ketika ditemukan gejala-gejala sebagai berikut: (buku skrining) Perdarahan diantara siklus haid Perdarahan sesudah menopause Perdarahan sesudah intercourse/hubungan senggama Bercak kecoklatan atau darah beku yang berasal dari vagina

Pap smear sebaiknya dilakukan pada saat: Dilakukan secara rutin pada seorang wanita 3 tahun sesudah intercourse pertama kali atau tidak melebihi umur 21 tahun. Dilakukan pemeriksaan berkala setiap tahun atau setiap 2 tahun sampai umur 30 tahun Bila pada 2-3 kali pemeriksaan pap smear hasilnya normal, mka pemeriksaan pap-smear selanjutnya dianjurkan setiap 2-3 tahun setelah usia 30 tahun sampai 65 tahun. . Tidak diajurkan pada usia diatas 65 tahun, (buku pink) Dianjurkan dilakukan pada hari 10-20 siklus haid atau tidak saat siklus haid.(buku pink) Pada wanita berisiko tinggi terinfeksi HPV dan penyaki8t menular seksual. Dua hari sebelum tes hindari; pembilasan vagina, penggunaan tampon, spermisida foam, krim, jelly atau obat-obatan pervaginam. Tidak boleh melakukan hubungan seksual paling sedikit 24 jam sebelum dilakukan pap smear.

Bila hasil normal, pemeriksaan ulang pap smear dapat dilakukan secara rutin sesuai dengan prosedur standar (sesuai program 5 tahun kemudian). Jika didapatkan abnormalitas sedang, mungkin dapat dilakuakan pemeriksaan lanjutan seperti kolposkopi atau dianjurkan pap smear ulang 6 bulan kemudia untuk memastikan lesi yang abnormal tersebut.