Anda di halaman 1dari 7

PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS URIN

A. Dasar Teori . Pemeriksaan mikroskopis urine adalah berupa pemeriksaan sedimen urine. Sebaiknya dipakai urine pagi karena kepekatannya tinggi. Hasil yang ditemukan dapat berupa unsureunsur organik dan anorganik. Unsur yang bermakna (eritrosit, leukosit, silinder) dilaporkan secara semikuantitatif, yaitu rata-rata per-lapangan pandang kecil/LPK (10x10) untuk silinder dan rata-rata perlapangan pandang besar/LPB (10x40) untuk eritrosit dan leukosit.Unsurunsur lain seperti epitel dan kristal dilaporkan dengan ada (+), banyak (++), dan banyak sekali (+++) pada lapangan pandang kecil. Unsur-unsur organik (bentuk dan karakteristik (FK Universitas Andalas, 2012): 1. Sel epitel gepeng, bulat, dan transisional Sel epitel adalah sel berinti satu dengan ukuran lebih besar dari leukosit. Bentuknya berbeda menurut tempat asalnya sehingga dapat menggambarkan lokasi kelainan. Sel epitel gepeng berasal dari vulva dan uretra bagian distal, sel epitel transisional berasal dari kandung kemih, dan sel epitel bulat dari pelvis/tubuli ginjal (FK Universitas Andalas, 2012). 2. Leukosit Nilai rujukan < 5/LPB. Jumlah leukosit 6-10/LPB = (+), >10-20/LPB = (++), dan >20/LPB = (+++). Sebaiknya disebutkan jumlah rerata leukosit per-LPB, misal: 2528/LPB. Jumlah leukosit meningkat pada infeksi saluran kemih. Leukosit lebih jelas terlihat kalau sedimen urine diberikan setetes larutan asam acetat 10% (FK Universitas Andalas, 2012). 3. Eritrosit Nilai rujukan 0-1/LPB. Hematuri mikroskopis menunjukkan adanya perdarahan pada saluran kemih (FK Universitas Andalas, 2012). 4. Silinder Silinder terbentuk pada tubulus ginjal dengan matriks glikoprotein yang berasal dari sel epitel ginjal. Silinder pada urine menunjukkan keadaan abnormal pada parenkim ginjal yang biasanya berhubungan dengan proteinuria, anuria/oliguria/aliran urin yang lambat, dan pH asam. Macam-macam silinder yang dapat ditemukan adalah: silinder hialin,

silinder sel (eritrosit, leukosit, epitel), silinder granular (berbutir), silinder lemak, dan silinder lilin (FK Universitas Andalas, 2012). 5. Oval fat bodies Adalah sel epitel tubulus berbentuk bulat yang mengalami degenerasi lemak, dapat ditemukan pada sindrom nefrotik (FK Universitas Andalas, 2012). 6. Spermatozoa 7. Mikroorganisma (bakteri, sel yeast dan kandida, parasit) Unsur-unsur anorganik bentuk dan karakteristik (FK Universitas Andalas, 2012): 1. Bahan amorf, yaitu urat-urat dalam urin asam dan fosfat dalam urin alkali 2. Kristal-kristal Pada urine normal dapat ditemukan kristal asam urat, tripel fosfat, kalsium oksalat, kalsium fosfat, kalsium karbonat, kalsium sulfat. Dalam keadaan abnormal dapat ditemukan kristal sistin, leusin, tirosin, dan kolesterol. Dapat juga ditemukan kristal sulfonamid yang berasal dari obat. 3. Zat lemak Pada lipiduria dapat ditemukan butir-butir lemak bebas yang terlihat dengan pewarnaan Sudan III.

Unsur-Unsur Anorganik Dalam Sedimen Urin


Ca Oxalat Uric Acid Amorphous urates

Cystine

Leucine

Tyrosine

Bilirubin

Kolesterol

Amonium biurates

Hemosiderin

Calcium Carbonates

Calcium Phosphates

Calcium Sulfates

Squamous Cells

Unsur-Unsur Organik Dalam Sedimen Urin


Eritrosit Leukosit Granular cast

Hyalin cast

Waxy cast

Fatty cast

Oval fat bodies

Erythrocytic cast

Bacteria

(FK Universitas Andalas, 2012)

B. Alat dan Bahan 1. Urin segar 5 ml dan urin patologis 5 ml 2. Tabung reaksi 3. Object Glass 4. Api bunsen 5. Pipet tetes 6. Sentrifugator 7. Mikroskop

C. Cara Kerja Pada pemeriksaan mikroskopis urin kali ini menggunakan Metode Natif dimana tidak menggunakan pengecatan. Adapun cara kerjanya sebagai berikut ini : 1. Pusingkan 10 ml urin yang dicampur dengan baik dengan kecepatan 1500 2000 rpm selama 5 10 menit.

2. Buang bagian atas hingga tersisa filtrate sebanyak 0,5 ml, selanjutnya kocok dengan hati hati supaya sedimen larut dan tercampur rata. 3. Teteskan pada kaca objek lalu tutup dengan kaca penutup secara hati hati dan jangan ada gelembung udaranya. 4. Periksa di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 x untuk melihat unsure sedimen dan pembesaran 400 x untuk identifikasi unsur unsur yang ada.

D. Hasil Pada praktikum kali ini diperoleh unsur unsur organik maupun anorganik pada setiap lapang pandang. Adapun unsur organik yang diperoleh dalam satu lapang pandang yaitu sel epitel, leukosit (>15 sel), dan eritrosit (>3 sel). Untuk unsur anorganik diperoleh Kristal urin basa yaitu fosfat amorf. Dari hasil pemeriksaan tersebut, maka bias dikatakan bahwa urin berada dalam kondisi patologis.

E. Pembahasan Pada praktikum kali ini diperoleh gambaran sel darah merah dan leukosit. Hal ini menandakan bahwa telah terjadi infeksi pada saluran kemihdigambarkan dengan leukositosis sebagai mekanisme pertahanan tubuh dari bakteri. Gambaran sel darah merah juga menunjukka bahwa infeksi telah merusak dinding jaringan dan pembuluh darah hingga terjadi pendarahan pada saluran kemih maupun organ perkemihan Infeksi terjadi pada ginjal. Hal ini ditunjukkan dengan adanya epitel yang terdapat pada mikroskop. Epitel merupakan tanda khas bilamana terjadi kerusakan pada ginjal sebagai alat perkemihan

F. Aplikasi Klinis (Pielonefritis Akut) Pielonefritis adalah inflamasi pada pelvis ginjal dan parenkim ginjal yang disebabkan karena adanya infeksi oleh bakteri. Infeksi bakteri pada jaringan ginjal yang di mulai dari saluran kemih bagian bawah terus naik ke ginjal. Infeksi ini dapat mengenai parenchym maupun renal pelvis (pyelum= piala ginjal). Pielonefritis merupakan infeksi bakteri pada piala ginjal, tunulus, dan jaringan interstinal dari salah satu atau kedua gunjal (Brunner et al.,2002).

Pielonefritis Akut adalah suatu reaksi inflamasi yang terjadi karena infeksi pada pielum dan parenkim ginjal. Biasanya kuman berasal dari saluran kemih bagian bawah naik ke ginjal melalui ureter. Kuman - kuman itu antara lain adalah E Colli, Proteus, Klebsiella, Strep faecalis dan enterokokus. Kuman Stafilokokus aureus dapat

menyebabkan pielonefritis melalui penularan secara hematogen, meskipun sekarang jarang dijumpai (Tessy et al, 2009)

Bakteri naik ke ginjal dan pelvis ginjal melalui saluran kandung kemih dan uretra. Flora normal fekal seperti Eschericia coli, Streptococus fecalis, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphilococus aureus adalah bakteri paling umum yang menyebabkan pielonefritis akut. E. coli menyebabkan sekitar 85% infeksi (Tessy et al, 2009) Pyelonefritis akut biasanya singkat dan sering terjadi infeksi berulang karena tetapi tidak sempurna atau infeksi baru. 20 % dari infeksi yang berulang terjadi setelah dua minggu setelah terapi selesai. Infeksi bakteri dari saluran kemih bagian bawah ke arah ginjal, hal ini akan mempengaruhi fungsi ginjal. Infeksi saluran urinarius atau dikaitkan dengan selimut.abses dapat di jumpai pada kapsul ginjal dan pada taut kortikomedularis. Pada akhirnya, atrofi dan kerusakan tubulus serta glomerulus terjadi (Tessy et al, 2009)

Sumber : FK Universitas Amdalas. 2012. Makroskopis dan Mikroskopis Urin


http://fk.unand.ac.id/images/SKILLS_LAB_blok_1.5_2012.pdf
-

Smeltzer, Suzanne C.(2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddart. Alih Bhasa: Agung Waluyo. Edisi: 8. Jakarta: EGC. Tessy Agus, Ardaya, Suwanto. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi Saluran Kemih. Jakarta: Interna Publishing

Anda mungkin juga menyukai