SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

PROSES PENGELUARAN
Berdasarkan zat yang dibuang, proses pengeluaran pada manusia dibedakan menjadi: Defekasi: pengeluaran zat sisa hasil pencernaan (feses) Ekskresi: pengeluaran zat sisa hasil metabolisme (CO2, keringat dan urine) Sekresi: pengeluaran getah yang masih berguna bagi tubuh (enzim dan hormon)

  

Paru-paru
Kulit Organ ekskresi Ginjal Hati

Anatomi o .

.

 Paru-paru berfungsi sebagai organ pernafasan yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan CO2 + uap air  Uap air dan CO2 berdifusi di dalam alveolus kemudian dikeluarkan .PARU-PARU (PULMO)  Manusia memiliki sepasang paru-paru yang terletak di rongga dada.

Fisiologi
Dalam sistem ekskresi, paru- paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O)

Glukosa+ Oksigen
Oksidasi

Karbondioksida + Air + Energi

C6H12O6+ 6 O2
Reduksi

6 CO2 + 6 H2O + ATP

Dari reaksi oksidasi dan reduksi ini dihasilkan CO2 dan H2O

KULIT (INTEGUMEN)

Merupakan lapisan terluar tubuh manusia dan merupakan pelindung bagian dalam tubuh

SRUKTUR KULIT Granulosum spinosum Germinativum/basal Korneum lusidum Hipodermis .

.

kuman.Mengurangi kehilangan air . penyinaran.Menerima rangsangan dari luar .Melindungi bagian dalam tubuh dari gesekan.Mengatur suhu tubuh . panas dan zat kimia .FUNGSI KULIT Kulit berfungsi sebagai: .Mengeluarkan keringat .

KERINGAT Kelenjar keringat menyerap air dan garam dari darah di pembuluh kapiler.  Keringat dikeluarkan melalui pori-pori (50 mL/jam dalam keadaan normal)  .

Berfungsi menghasilkan minyak untuk mencegah kekeringan pada kulit dan rambut. terletak di dekat akar rambut. Berfungsi sebagai sumber cadangan energi dan membantu mempertahankan suhu tubuh. Lapisan Lemak. terletak tersebar di seluruh permukaan tubuh Kelenjar minyak (glandula sebasea). terletak di bawah dermis.STRUKTUR KULIT Stratum korneum: lapisan tanduk yang terdiri atas sel – sel mati Stratum lusidum: lapisan di bawah stratum korneum yang berwarna bening Epidermis Stratum granulosum: lapisan kulit yang mengandung pigmen Stratum germinativum: lapisan kulit yang selalu tumbuh membentuk sel – sel baru ke arah luar Kulit Akar rambut Pembuluh darah Dermis Kelenjar keringat (glandula sudorifera). .

.

HATI (HEPAR)  Merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia (2 kg) yang terletak di rongga perut sabelah kanan di bawah diafragma .

LETAK HATI .

STRUKTUR HATI .

Menawarkan racun .Mengatur kadar gula darah .FUNGSI HATI  Hati menghasilkan empedu (bilus) yang mengandung zat sisa dari perombakan eritosit di dalam limpa  Hati berfungsi: .Menyimpan gula dalam bentuk glikogen .Membentuk vitamin A dari provitamin A .Tempat pembentukan fibrinogen dan protrombin .Tempat pembentukan urea dari amonia .

hormon dan zat-zat lain 3. Tempat pembentukan urea .Hati sebagai Organ Ekskresi 1. Eksresi obat-obatan. Eksresi Bilirubin dalam empedu 2.

Hb hati Fe Globin Hemin Sumsum tulang Metabolism e protein bilirubin Pembentukan Hb baru urobilin sterkobilin urine USUS feses .PROSES DI DALAM HATI Sel darah merah yang sudah tua (histiosita) dipecah didalam hati.

PEMBENTUKAN UREA proses pembentukan urea: NH3 + ornitin (AA1) + CO2 → sitrulin (AA2) NH3 + sitrulin (AA2) → arginin (AA3) Arginin (AA3) + enzim arginase → AA1 + urea .

GINJAL .

.

asam urat) .FUNGSI GINJAL Ginjal memiliki fungsi: .Membuang zat-zat yang membahayakan tubuh (urea.Menyaring darah sehingga menghasilkan urine .Mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler .Mempertahankan keseimbangan asam dan basa .Membuang zat-zat yang berlebihan dalam tubuh (kadar gula) .

ORGAN SISTEM URINARIA  Ginjal  Ureter  Kantung  Urethra Urin .

LOKASI SISTEM URINARIA  Terletak di bagian dorsal tubuh  Ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri  Bagian atas ginjal terdapat kelenjar adrenal .

STRUKTUR GINJAL  Kapsul ginjal  Korteks Ginjal – daerah luar  Medula Ginjal – daerah dalam  Pelvis Ginjal – saluran pengumpul .A.

STRUKTUR GINJAL glomerulus Pembuluh kapiler korteks Arteri ginjal Medula/ Sumsum ginjal Vena ginjal ureter Saluran pembawa Hasil penyaringan .

Glomerulus merupakan anyaman pembuluh darah kapiler. Glomerulus dibungkus oleh kapsula Bowman Kapsula Bowman glomerulus Pembuluh kapiler korteks .STRUKTUR GINJAL Kulit Ginjal (korteks) Pada Korteks terdapat banyak nefron atau penyaring. Setiap nefron terdiri dari badan malpigi dan tubulus glomerulus.

STRUKTUR GINJAL Sumsum Ginjal (medula) Sumsum ginjal terdiri dari tubulus konturtus Medula/ Sumsum ginjal tubulus konturtus .

Dari tiap rongga keluar ureter. Ureter berfungsi mengeluarkan dan menyalurkan urine ke kantung kemih Arteri ginjal Vena ginjal ureter Saluran pembawa Hasil penyaringan .STRUKTUR GINJAL Rongga Ginjal (pelvis renalis) Pada rongga ginjal bermuara pembuluhpembuluh.

ALIRAN DARAH DI GINJAL .

NEFRON Unit struktural dan fungsional penyusun ginjal  Ginjal manusia disusun oleh 1 juta nefron  Tempat terjadinya pembentukkan urin  Terdiri dari 2 komponen utama :  Glomerolus  Tubulus ginjal  .

BADAN MALPHIGI  Glomerolus Merupakan kapiler yang berbentuk bola berjaring  Berhubungan dengan arteriola (pemeliharaan tekanan darah)  Arteriola afferen lebar  Arteriola efferen sempit  .

 Fungsi : Penyaringan / filtrasi cairan darah .

TUBULUS GINJAL  Terdiri dari :  Bagian tubulus yang mengelilingi glomerolus disebut kapsul Bowman  Tubulus proksimal  Lengkung Henle  Tubulus Distal .

Nefron Kortikal  Terletak di bagian korteks ginjal  Sebagian besar nefron termasuk ke dalam tipe ini.TIPE-TIPE NEFRON  1. .

 2. Nefron Juxtamedular  Terletak di bagian medula ginjal .

Filtrasi 2.PEMBENTUKKAN URIN  Urin terbentuk melalui 3 tahap :  1. amino acids Some drugs Lengkung Henle turun NaCl H2O MEDULA LUAR 3 Lengkung Henle naik NaCl 5 Tubulus Pengumpul Urea NaCl MEDULA DALAM H2O Key Active transport Passive transport . Sekresi/Augmentasi 1 Tubulus Proksimal 4 Tubulus Distal NaCl Nutrients HCO3 H2O K+ H2O NaCl HCO3 H+ NH3 K+ H+ KORTEKS 2 Filtrasi H2O Salts (NaCl and others) HCO3– H+ Urea Glucose. Reabsorpsi 3.

garam.FILTRASI (PENYARINGAN DARAH) Tempat : Glomerulus  Proses penyaringan darah yang kurang selektif. as. Amino. ion dan zat makanan serta zat terlarut di keluarkan dari darah ke tubulus proksimal.  Kandungan urine primer.  Terbentuk urine primer menuju ke tubulus proksimal. vitamin. ion dan mineral  . glukosa.  Sel darah dan beberapa protein tetap berada di dalam darah.  Air. air.

 Penyerapan terjadi di sepanjang Tubulus proksimal.REABSORPSI (PENYERAPAN KEMBALI) Tempat: tubulus kontortus proksimal  Urin primer yang terbentuk di tubulus proksimal terdiri dari :  Sebagian besar air  Glukosa dan Asam Amino  Ion  Kemudian zat tersebut kemudian diserap oleh kapiler peritubuler secara aktif dan pasif.  Hasil : urine skunder  . Lengkung Henle. dan tubulus distal.

amino acids Some drugs Lengkung Henle turun NaCl H2O MEDULA LUAR 3 Lengkung Henle naik NaCl 5 Tubulus Pengumpul Urea NaCl MEDULA DALAM H2O Key Active transport Passive transport .1 Tubulus Proksimal 4 Tubulus Distal NaCl Nutrients HCO3 H2O K+ H2O NaCl HCO3 H+ NH3 K+ H+ KORTEKS 2 Filtrasi H2O Salts (NaCl and others) HCO3– H+ Urea Glucose.

yaitu sampah nitrogen berupa : Urea  Asam Uric  Kreatinin  Beberapa Air   Akhirnya terbentuklah urin sekunder. . Sedangkan zat lainnya.

Ka+ dan ion potassium  Creatinin  Racun dan obat-obatan  Akhirnya urin sekunder dan senyawa diatas bergabung membentuk urin lalu bergerak menuju tubulus pengumpul untuk dikeluarkan.SEKRESI – AUGMENTASI  Terjadi di Tubulus Distal  Beberapa zat keluar dari kapiler peritubuler ke tubulus ginjal. .  H+.

PEMBENTUKKAN URIN 1 Tubulus Proksimal NaCl HCO3 H2O Nutrients K+ 4 Tubulus Distal H2O NaCl HCO3 H+ NH3 K+ H+ KORTEKS 2 Filtrasi H2O Garam (NaCl dll) HCO3– H+ Urea Glucosa. asam amino Obat-obatan Lengkung Henle turun NaCl H2O MEDULA LUAR 3 Lengkung Henle naik NaCl 5 Tubulus Pengumpul Key Transpor aktif Difusi / Osmosis MEDULA DALAM Urea NaCl H2O .

URETER  Saluran antara ginjal dengan kandung kemih  Jumlah sepasang  Fungsi : membawa urin dari ginjal ke kandung kemih .B.

KANDUNG KEMIH Merupakan kantung yang berfungsi untuk menampung urin sementara  Disusun oleh lapisan otot polos  Berhubungan dengan uretra  .C.

D. sedang pada pria selain dilalui urin juga dilalui sel kelamin jantan  . URETRA Saluran yang membawa urin keluar dari tubuh  Pada wanita hanya dilalui urin saja.

PENGATURAN PEMBENTUKKAN URIN Pusat Pengaturan Osmoregulasi Hypothalamus Minum air dalam Jumlah cukup Haus ADH meningkatkan Penyerapan air Hipofisis Posterior Tubulus Ginjal STIMULUS: Penyerapan air Memulihkan kekurangan Cairan tubuh Ketika kadar air pada tubuh berkurangMisalnya pada saat panas hari. atau berolah raga. maka tubuh menstimulus hipotalamus Tubulus Pengumpult Kadar Cairan Tubuh Normal (Homeostasis) .

KELAINAN PADA SISTEM URINARIA 1. Penyebab : sering menaham urin dan kurang minum . Batu Ginjal : adanya batu dari endapan kalsium dan garam pada pelvis ginjal.

Terjadi karena kekurangan hormon ADH. Diabetes Mellitus : Pada urinnya mengandung glukosa. Diabetes Insipidus : Sering buang air kecil yang hebat (sampai 20-30 kali). .2. Hal ini karena adanya kadar gula di dalam darah yang tinggi. 3.

.4. sehingga urine mengandung protein. ALBUMINARIA  Albuminaria merupakan kelainan yang disebabkan kerusakan pada glomerulus.

NEFRITIS  Nefritis merupakan peradangan pada nefron yang disebabkan bakteri Streptococcus yang masuk bersama saluran pernapasan.5. .

 .  Anuria dapat menyebabkan uremia yaitu terbawanya urine ke dalam aliran darah karena adanya kebocoran pada saluran nefron. Sehingga terjadi gangguan penyerapan air oleh darah dan menimbulkan edema pada kaki.6. GAGAL GINJAL DAN UREMIA Kegagalan fungsi ginjal dapat menyebabkan fungsi ginjal terhenti dan tidak terjadinya pembentukan urine yang disebut anuria.

.

dalam hal pembentukkan urinnya Ikan Air Laut Ikan bluefin tuna utara (Thunnus thynnus) Ikan Mas .SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN  Contoh : Ikan   Ikan memiliki mekanisme ekskresi dipengaruhi oleh tempat hidupnya Ikan air tawar memiliki cara ekskresi yang berbeda dengan ikan air laut.

saluran kemih menyatu dengan saluran kelamin yang disebut urogenital.  .  Beberapa ikan lain mempunyai kloaka pada saluran ekskresinya.  CO2 dikeluarkan melalui insang.Pada beberapa ikan.

IKAN AIR LAUT Tubuh ikan laut lebih hipotonis dari air laut sehingga air banyak yang keluar dari tubuh.  Akibatnya ikan laut banyak minum air laut untuk menutupi kehilangan air yang besar  Urin yang dihasilkan sedikit dan pekat  Meperoleh air dan garam mineral dengan Banyak minum air laut Air keluar lewat permukaan tubuh dan lewat insang Kelebihan garam Dibuang lewat insang Ekskresi urin yang pekat dan sedikit .

 Akibatnya ikan air tawar sedikit minum air.  Urin yang dihasilkan banyak dan encer  Air masuk secara osmosis lewat permukaan tubuhnya Mendapatkan air dan garam dari makanan Mineral diikat oleh insang Ekskresi urin banyak dan lebih encer .IKAN AIR TAWAR Tubuh ikan air tawar lebih hipertonis dari lingkungannya sehingga air banyak yang masuk lewat permukaan tubuhnya.

 .KATAK Mempunyai alat ekskresi utama berupa sepasang ginjal (opistonefros).  Saluran ekskresi katak berupa sepasang saluran yang bermuara di kloaka.

 Selain ginjal. reptil mempunyai kelenjar kulit untuk menghasilkan asam urat.  .REPTIL Alat ekskresi reptil berupa ginjal (metanefros).

Burung mengekskresikan asam urat dan garam. Aves Burung mempunyai ginjal (metanefros) yang dikhususkan untuk penghematan air. paruparu dan kulit. .

 .  Cairan tubuh dan zat sisa dikeluarkan melalui suatu lubang yang disebut nefridiofor.CACING PIPIH Saluran ekskresi pada Planaria berupa saluransaluran yang bercabang (protonefridium) dan berujung pada sel-sel api (solenosit).

Setiap nefridium memiliki corong yan terbuka dan bersilia yang disebut nefrostom. .CACING TANAH  Pada setiap segmen terdapat sepasang gunjal (nefridium).

.SERANGGA  Alat ekskresi pada serangga berupa pembuluh malpighi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful