P. 1
ANTI KEKERASAN, MERANGKUL KEMITRAAN, profil Lapas Merauke

ANTI KEKERASAN, MERANGKUL KEMITRAAN, profil Lapas Merauke

4.5

|Views: 248|Likes:

More info:

Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2010

pdf

text

original

MERAUKE CORRECTIONAL FACILITY PAPUA - INDONESIA Lembaga Pemasyarakatan Klas II Merauke, Papua Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Merauke, Papua

- Indonesia

Anti Kekerasan, Merangkul Kemitraan

Anti Violence, Embrance Partnership

GERBANG DAYA - NAPI
Gerakan Pengembangan dan Pemberdayaan Narapidana

Development and Empowerment M ov e m e n t s o f P r i s o n e r s

MERAUKE CORRECTIONAL FACILITY PAPUA - INDONESIA

Anti Kekerasan, Merangkul Kemitraan

Anti Violence, Embrance Partnership

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

3 4 5 6 7 8 9

Sekapur Sirih Kantor dan Letak Geografi Aplikasi Sistim Pemasyarakatan Pembinaan Kepegawaian Pembinaan Kepribadian Narapidana Pembinaan Kemandirian Narapidana Hubungan dengan Pihak Luar - Kemitraan

Lampiran : Pelaksanaan Program Kerja Periode 2008 - 2009

3 4 5 6 7 8 9

Foreword Office and Sitemap Correctional Application System Staff Development Personality Development of Prisoners Independency Development of Prisoners Relationship with outsiders / Partnership

Attachment : Implementation of Work Programs, Period 2008 - 2009

SEKAPUR SIRIH
Kekurangan bahkan ketiadaan bukanlah sebuah batasan untuk mewujudkan sebuah keinginan. Namun menjadi sebuah tantangan untuk memacu kreatifitas dan semangat melakukan aksi walaupun kecil namun konsisten dan bernilai untuk menarik dunia luar memahami keseriusan kita dalam mewujudkan sebuah keinginan. Namun juga yang lebih penting adalah mengapresiasikan keinginan kita juga akan menjadikan keinginan pihak lain untuk ingin mewujudkannya karena pihak lain tersebut juga merasa berkepentingan dengan terwujudnya keinginan tersebut. Bersikap terbuka dengan dunia luar adalah jembatan terlayak untuk mewujudkan keinginan sehingga sebuah partisipasi bukan saja sebagai konsep namun menjadi perilaku kita untuk mengatasi sebuah kekurangan atau bahkan ketiadaan.
EDA

K

I AM

ME

N MA

GB

Kalapas Merauke LILIK SUJANDI, Bc.IP S.IP M.Si, , .

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

FOREWORD
Shortages and even nothingness is not a restriction to realize a wish. But becomes a challenge to push creativities and spirits to act upon it., although small but consistent and has value to attract outside world to understand our seriousness in achieving a wish

But more important is that expressing our wishes will also make other people to also have the desire to achieve these wishes as well because these other people also feels that they have vested interest with these achievements. Be open with outside world is the most appropriate way to achieve a wish so that a participation is not only becoming a concept but has become our attitude to overcome a shortage or even nothingness.

Merauke Correctional Facility Head LILIK SUJANDI, Bc.IP S.IP M.Si, , .
http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Merauke Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Ham Papua Jl. Ermasu No 18, Merauke - Papua – Indonesia Telp : +62 971-321178 Email : Lpmerauke@gmail.com Website : http://www.lapas2bmerauke.co.cc

KANTOR

Satu Hati, Satu Tujuan, Satu Karya dalam Pengabdian

Merauke Correctional Facility Regional Office – Law and Human Rights Department Papua Jl. Ermasu No 18, Merauke - Papua – Indonesia Phone : +62 971-321178 Email : Lpmerauke@gmail.com Website : http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Sitemap Latitude : 8°29'13.33"S Longitude : 140°23'35.08"E

OFFICE

One Heart, One Goal, One Work in Dedication

Aplikasi Sistim Pemasyarakatan

S
AS I
AP L IK

IS

E IM P MAS T

YA

Pembinaan Kepegawaian

Hubungan d e n g a n pihak luar/ kemitraan

Pembinaan Kepribadian Narapidana

Pembinaan Kemandirian Narapidana

R

AK
AN AT

KA

MI

ME

N MA

GB

EDA

Correctional Application System

IO

N

A AL

PPLIC AT I

O

N

RE CT

ST SY

COR

S t a f f Development

Relationship with Outsiders / Partnership

Independency Personality Development Development of Prisoners of Prisoners

EM

Staff Development

Pembinaan Kepegawaian
SADAR HATI, SADAR PIKIR, SADAR TINDAKAN bahwa tugas utama kami adalah pelayanan publik, yang dalam hal ini melakukan pembinaan bagi narapidana. Dimana Narapidana adalah tetap manusia, yang hilang hanyalah kebebasannya, tetapi hak dan kewajiban tetap harus dilindungi. KNOW BY HEART, BY THOUGHT, BY ACTION that our main duty is public service, in this case carrying out the development of prisoners. Whereby prisoners are still human, the only right that is taken away from them is their freedom; however, their other rights and duties should be honored. Therefore, we start from staff development so that our officers will first understand for themselves human rights and duties and then applying them in carrying-out their duties later. Marching drill, self-defense, outbound to improve teamwork and social works are physical and mental training for the officers so that they will have self-discipline and use conscience in developing the prisoners but without ignoring written regulations.

Untuk itulah kami memulai pertama kali dari pembinaan kepegawaian agar para petugas memahami terlebih dahulu hak dan kewajiban manusia pada dirinya didalam aplikasi melaksanakan tugas nantinya. Latihan baris berbaris, bela diri, outbond kerjasama kelompok, kerja bhakti adalah pelatihan fisik & mental agar petugas mempunyai disiplin diri dan menggunakan hati nurani didalam melakukan pembinaan bagi narapidana, tanpa melupakan aturanaturan yang tertulis

Personality Development of Prisoners

Pembinaan Kepribadian Narapidana
FISIK SEHAT, didalam melakukan pembinaan kami mengutamakan olahraga, karena lewat olahraga diharapkan tubuh menjadi sehat, sehingga para narapidana dapat mengikuti semua program pembinaan kepribadian PIKIR SEHAT, dengan tubuh yang sehat itulah maka para narapidana dapat mempunyai pikiran yang sehat, sehingga semua aktifitas dapat dikuti, seperti: Pendidikan Rohani pada tempat ibadah sesuai agama masing-masing Outbond kerjasama kelompok antar narapidana Olahraga dan briefing mental rutin per bulan Penyuluhan Hukum HEALTHY BODY, in developing personality we put emphasis on sports because through sport we can expect our body becomes healthier, so that all prisoners can follow all personality development programs HEALTHY MIND, with healthy body resulted from the above programs those prisoners will have healthy mind, so that they can partake all activities, such as: Religious education at worship places according to their respective religion Outbond for teamwork among prisoners group Sport and routine mental briefing every month Legal consultation

Independency Development of Prisoners

Pembinaan Kemandirian Narapidana
M A N D I R I , K R E AT I F, T R A M P I L & PRODUKTIF, dalam program pembinaan ini, para narapidana diberikan ketrampilan disesuaikan dengan bakat, hobby dan kemampuannya, sehingga nantinya para narapidana lebih percaya diri, karena mempunyai ketrampilan dan kesibukan yang lebih produktif dan juga dapat mengurangi rasa stres selama menjalani masa pidananya. Ketrampilan ini dapat ditingkatkan pada produk-2 yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang akhirnya dapat tercipta produk2 inovatif yang profit oriented. Dan berdampak pula kepada kemandirian, kreatifitas dan nilai juang para narapidana untuk tidak mudah putus asa dikemudian hari. INDEPENDENT, CREATIVE, SKILLFUL & PRODUCTIVE, in these development programs prisoners are trained for skills according to their talents, hobbies and capabilities, so later those prisoners will have more self-confident because now they are skillful and have a more productive activity and at the same time may reduce stress while serving their sentences.

These skills can be improved for products that have high economic values so that at the end profit-oriented products can be established.

These will have positive impact on independency, creativity and survival spirit of those prisoners not to give up easily in the future.

Relationship with Outsiders / Partnership

Hubungan Dengan Pihak Luar / Kemitraan
Perspektif restorative justice menuntut diadakannya pembentukan ataupun perubahan menyangkut lembaga-lembaga lain di luar lembaga pemasyarakatan guna bersama-sarna lembaga pemasyarakatan merestorasi perilaku jahat atau menyimpang dari narapidana. Maka sangatlah tidak mungkin setelah narapidana direhabilitasi di lembaga pemasyarakatan dan disiapkan untuk reintregasi dengan masyarakat luar atau pihak ketiga, tetapi masyarakat diluar masih tetap mempunyai stigma negatip tentang narapidana. Untuk itulah pihak Lembaga Pemasyarakatan perlu mensosialiasikan secara intens dan faktual re-integrasi narapidana kepada pihak ketiga/masyarakat, melalui program Asimilasi, Pembebasan bersyarat, Cuti menjelang Bebas. Sehingga stigma negatip sebagai penjahat akan hilang, dengan kesadaran diri para narapidana pada saat melakukan re-integrasi, yang dimana masyarakat / pihak ketigapun dapat memberikan kesempatan itu secara dua arah. Perspective restorative justice demands a formation or a change in regards to other institutions outside the correctional institution so together with the correctional institution can rehabilitate evil means or deviance means of prisoners. So it is very impossible that after the prisoners have been rehabilitated in correctional institution and have been prepared for reintegration with society or third parties, but the society still have negative stigma on them.

For that reasons the Correctional Institution should intensely and factually socialize the re-integration of prisoners back to the society/third parties through Assimilation and Parole programs so that the negative stigma on them as criminals will disappear at the time they are doing re-integration, whereby the society / third parties can give that opportunity in two-way.

End Result of Correctional System

www.lapas2bmerauke.co.cc

Hasil Akhir Sistim Pemasyarakatan

Membentuk warga binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab. Menyiapkan warga binaan pemasyarakatan agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas, bertanggung jawab dan mempunyai kesadaran hukum yang lebih baik

Nurture the prisoners to become a complete man, realize their wrongdoing, transform themselves and not to repeat their criminal acts again, so that they will be able to go back to their neighborhood, be able to participate actively in development and be able to live a normal life as a good and responsible citizen. Prepare the prisoners so that they will be able to integrate healthily with society, and can have a role back as free members of society, responsible and have better awareness of law

Kebebasanku adalah awal untuk menjadi manusia seutuhnya yang berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara My freedom is the beginning to become a complete and useful man for my family, community, nation and country

Pelaksanaan Program Kerja Periode 2008 -2009 IMPLEMENTATION OF WORK PROGRAMS, PERIOD 2008-2009

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia

Friendly with Human Rights

Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke, Papua-Indonesia

Merauke Correctional Facility, Papua-Indonesia

Friendly with Human Rights
A. Disiplin dalam Kebersamaan, Membangun Sensitifitas Dan Penerapan oleh Petugas

A. Discipline in Togetherness, Develop Sensitivity of Respect and Implementation of Human Rights by Officers

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Semua lapas merupakan bagian dari suatu organisasi yang lebih besar. Organisasi ini harus memiliki peraturan dan kebijakan serta prosedur yang jelas yang mengatur kerja petugas. Lapas harus memiliki pemimpin yang membuat kebijakan dan prosedur lokal untuk mengarahkan petugas All correctional institutions are part of a larger organization. This organization must have rules, policies and clear procedures that regulate the work of officers. Each correctional institution must have a leader who makes local policies and procedures to direct all officers

Keselamatan di Lembaga Pemasyarakatan sangat bergantung pada sistem hubungan antar manusia, baik antara petugas maupun narapidana

Safety in the correction system is very dependent on the relationship among humans, between both officers and prisoners

B. Dinamika Kelompok, Cara Effektif Menyatukan Persepsi dan Langkah dalam Tugas B. Group Dinamic is an Effective Way to Unifi Perceptions and Moves in Duty

Friendly with Human Rights
C. Gladi Posko, Memupuk Semangat dan Pengabdian dalam Tugas

C. Command Rehearsal, Nourish Spirit and Dedication in Service

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Sistem pendisiplinan untuk petugas harus mampu menumbuhkan kepemimpinan yang menghormati Hak Asasi Petugas yang pada akhirnya akan menguatkan penghormatan Hak Asasi pada Narapidana Discipline system for officers must be able to grow leadership that honor the Human Rights of officer which in turn will ultimately strengthen the Human Rights of prisoners

Penegakan dan penghormatan HAM dimulai dengan menciptakan lingkungan kerja yang saling menghormati, menghindari intimidasi dan menerima kehadiran orang lain seperti keinginan diri kita ingin diterima

Enforcement and reverence of human rights are started by creating a work environment that respects each other, avoids intimidation and accepts the presence of others as we would like ourselves to be accepted by others

D. Keharmonisan Antar Petugas dan Keluarga Sangat Mendukung Keberhasilan dalam Tugas D. Harmonious Relationship between Officers and Their Family will very much Support Their Success in Work

Friendly with Human Rights
E. Keberanian Membuka Diri untuk Menerima Saran dan Pengaduan dari Narapidana

E. Courage to Open Ourselves to Advice and Complaint from Prisoners

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Sistem pengaduan yang efektif akan membangun interaksi antara narapidana dengan petugas, sebagai pendukung terjaminnya keselamatan lembaga pemasyarakatan An effective complaint system will build an interaction between prisoners and officers, as assurance to the safety of correctional institution

Selain membuka diri dengan program pembinaan, maka website, dialog interaktif di radio dan pemberitaan di media menjadikan sarana yang effektif untuk mendekatkan masyarakat dengan lapas. Masyarakat bebas mengajukan saran dan pengaduan lewat sarana-sarana yang ada.

Besides open oneself to the development programs, web-sites, interactive dialogues on the radio and news on the media are effective ways to bring people closer with the correctional facility. Community freely submit suggestions and complaints through all the means available.

F. Keberanian Membuka Diri untuk Menerima Saran dan Pengaduan dari Masyarakat di luar Lapas F. Courage to Open Ourselves to Advice and Complaint from Community Outside the Correctional Facility

Friendly with Human Rights
G. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Lapas, Meniadakan Diskriminasi Pendidikan bagi Narapidana G. Community Learning Activity Center (CLAC) in Correctional Institution, Negate Discrimination Against Prisoners to Get Education

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Lembaga pendidikan lokal di luar lembaga pemasyarakatan harus memberikan program pendidikan yang terlembaga. Lembaga pemasyarakatan tentunya harus mampu membangun kerjasama dengan pihak luar dalam penyelenggaraan pendidikan didalam lapas. Local educational institutions outside the correctional institution should provide education programs that are institutionalized. The correctional institutions certainly should be able to build good cooperation with external parties in carrying out the education programs in the correctional institutions

Program didalam lembaga pemasyarakatan harus sama dengan yang ada di luar lembaga. Oleh karena itu, apabila narapidana telah bebas sebelum ia menyelesaikan pendidikannya, ia dapat melanjutkannya diluar lembaga.

Program within the correctional facility must be the same as existing outside the institution. Therefore, when the prisoners were free to complete before he/she graduated, he/she can continue outside the institution.

F.

F.

H. Pelatihan Komputer adalah Pemenuhan Hak Mendapatkan Pendidikan, juga sebagai sarana Pembekalan Ketrampilan sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat Modern H. Computer Training, besides fulfilling the right to Access Education also serves as means to improve skills according to the needs of modern society

Friendly with Human Rights
I. Pemberian Informasi tentang Tata Tertib Lapas kepada Tahanan Baru sebagai Sarana Pemenuhan Hak Asasi Rasa Aman I. Briefing to New Detainees Regarding Regulation of Correctional Institution as means to Fulfill Human Rights of Security

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
In the orientation period, all the detainees / prisoners will be informed regarding their rights and obligations, so their human rights of security will be met during the development periods in the correctional facility

Masa Pengenalan Lingkungan (MAPENALING), dimana para tahanan / narapidana baru mendapatkan penjelasan tentang hak dan kewajibannya, sehingga akan terpenuhi Hak Asasi Rasa Aman bagi tahanan / narapidana selama menjalani pembinaan di lapas

Lapas harus memiliki program kerja bagi narapidana yang didesain dengan baik. Ini akan memberi efek menciptakan situasi yang sama di dalam lapas dengan yang dianggap normal di luar lembaga pemasyarakatan.

Correctional institutions must have working programs for prisoners which are well designed. This will give effect to create the same situation inside the correctional institutions with what is considered normal outside correctional institutions

F.

J. Pelatihan dan Produksi adalah Sarana Hak Asasi Pengembangan Diri bagi Narapidana

F.

J. Training and Production is Facilitate Human Rights on Self Development for Prisoners

Friendly with Human Rights
K. Pelatihan dan Produksi Perkebunan Jagung adalah Sarana Hak Asasi Pengembangan Diri Ketrampilan Khusus K. Training and Production of Corn Farming is a Mean to Facilitate Human Rights on Self-Development on Special Skill

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Pelatihan dan Produksi Perkebunan Jagung ini merupakan program khusus lapas yang memperhatikan asal narapidana, musim dan geografi lokal. Semua tanah perkebunan/pertanian adalah dikelola dalam dua musim, dimana pada musim kemarau ditanami jagung dan pada musim hujan ditanami padi. Training and Production of corn farming is a special program of the correctional facilities that considers prisoners’ origin, season and local geography. All land plantation / agriculture is managed in two seasons, whereas in the dry season is planted with corn and in the wet season is planted with rice.

Dimana banyaknya areal tanah kosong yang nantinya akan dikelola sebagai areal pertanian untuk ditanami padi, dan juga menyesuaikan dengan program pemeritah lokal di bidang pertanian dan kebutuhan tenaga kerja trampil.

Because there are many empty land areas that should be managed as an agricultural area for rice, and also customized to the programs of local goverment in the field of agriculture and the need for skilled labor.

L. Pelatihan dan Produksi Pertanian Padi adalah Sarana Hak Asasi Pengembangan Diri Ketrampilan Khusus L. Training and Production of Rice Farming is a Mean to Facilitate Human Rights on Self- Development on Special Skill

Friendly with Human Rights
M. Pelatihan dan Ketrampilan Peternakan Sapi adalah Sarana Hak Asasi Pengembangan Diri Hubungan dengan Pihak Luar M. Cattle Farming Training is a Mean to Facilitate Human Rights on SelfDevelopment Related to Outsiders

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Pelatihan dan Produksi Perternakan Sapi ini merupakan program kerjasama Lapas dengan Dinas Peternakan Kabupaten Merauke. Dan merupakan bentuk hubungan kemitraan yang dilakukan secara institusionil, dan bermanfaat secara langsung bagi narapidana sehubungan dengan re-integrasi kembali pada masyarakat, keluarga dan bangsa. Training and Production of cattle farming is a cooperation program between the Correctional Facilities with the Livestock Agency of Merauke District. This is a form of institutional cooperation relationship which brings direct benefit to the prisoners in regards to reintegration back to the society, family and country

Pelatihan dan Produksi Keripik Buah juga merupakan kerjasama lapas dengan pihak ketiga/swasta dengan metode “vacuum fryer”, dan pelatihan ini diberikan khusus bagi narapidana wanita, karena ketrampilan ini dapat dilakukan nantinya oleh wanita setelah selesai menjalani pidananya.

Training and Production of Fruit Crackers is also a cooperation program between the Correctional Facilities with third parties / private sectors using vacuum fryer method, and this training is specifically given to female prisoners because this skill can be utilized by them after they have served their sentences
N.Pelatihan dan Produksi Keripik Buah adalah Sarana Hak Asasi Pengembangan Diri bagi Narapidana Wanita N.Training and Production of Fruit Crackers is a Mean to Facilitate Human Rights on Self- Development for Female Prisoners

Friendly with Human Rights
O. Promo Edukatif dan Pemeriksaan Kesehatan, Langkah Nyata Pemenuhan Pelayanan Kesehatan untuk Narapidana O. Education Promotion and Medical Examination, Concrete Steps in Fulfilling Human Rights on Health Services

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Lapas memiliki kewajiban untuk melayani narapidana, yang termasuk sebagai pemenuhan hak atas standar hidup yang memadai untuk kesehatan narapidana. The correctional institution has the obligation to serve the prisoners, including fulfillment of right to an adequate standard of living for prisoners’ health.

Senam bersama, briefing mental dan outbond kerjasama kelompok, adalah suatu bentuk pengamanan dinamis, dimana petugas dapat lebih peka memonitor situasi dan kondisi para narapidana, dengan demikian narapidana lebih merasa diperlakukan sebagai manusia.

Exercises together, mental briefing and outbond to create team-work, is a form of dynamic security, so that staff will be more sensitive to monitor the situation and condition of the prisoners so that the prisoners feel treated as more humans.

P. Interaksi antara Petugas dan Narapidana, merupakan Unsur Pemenuhan Rasa Aman.

P. Interaction between Officers and Prisoners, Fulfillment Element on Sense of Security

Friendly with Human Rights
Q. Pembinaan Minat dan Bakat terhadap Seni bagi Narapidana

Q. Development of Interest and Art Talent for Prisoners

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Dengan adanya sarana pembinaan minat dan bakat terhadap seni, akan membuat diri narapidana lebih merasa berguna sebagai manusia. Dan untuk itulah lapas merasa bertanggung jawab. With the facility to develop interest and art talent, will make the prisoners feel more useful as human. That’s why the Correctional Institution should be responsible.

Kunjungan keluarga khusus pada hari-hari besar yang diselenggarakan lapas dan kunjungan pihak luar merupakan interaksi langsung, yang membuat narapidana mempunyai rasa aman dan rasa dibutuhkan sebagai manusia. Ini merupakan dasar bagi narapidana untuk siap merubah sikap dan perilakunya.

Special family visits on special festive-days held by correctional facility and visit by the outsider is a direct interaction, that will make the prisoners have a sense of security and needed as a human. This becomes a basis for prisoners to change their attitudes and behavior.

R. Interaksi antara Keluarga, Masyarakat dan Narapidana, merupakan Unsur Pemenuhan Rasa Aman dan Dibutuhkan R. Interaction among Family, Community and Prisoners, is a Mean to Fulfill Element on Sense of Security and Needed as a Human

Friendly with Human Rights
S. Pelatihan

Pengembangan Potensi diri dibidang Olahraga Tinju
S. Training on Selfdevelopment in Boxing

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Pelatihan pengembangan potensi diri dalam bidang olahraga, khususnya olahraga tinju adalah program lapas yang mengutamakan pertimbangan potensi diri dari narapidana, seperti halnya : Narapidana sebelumnya adalah atlit dari salah satu cabang olahraga tertentu. Ketertarikan secara khusus dari narapidana tersebut terhadap salah satu cabang olahraga. Asal daerah narapidana yang secara spesifik dan alamiah memang mempunyai kekuatan phisik yang dapat dikembangkan menjadi atlit. Dukungan dari Pemerintah Daerah terhadap pembinaan olahraga tersebut. Training on self-develoopment in sports especially in boxing is a program from the Correctional Institution which considers the prisoners” potential such as:

The prisoner was an athlete before from certain sport activities. The prisoner has a specific interest on certain sport activities. The prisoner is originated from region which is naturally and specifically has the physical strength which can be developed to become an athlete. Support from the local government towards the sport development.

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Friendly with Human Rights

T. P e m b i n a a n

Kerohanian

T. R e l i g i u s Development

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Lembaga harus menyediakan layanan spriritual untuk semua kepercayaan yang ada di lapas. Apabila tidak, maka ini merupakan tindak diskriminatif. Layanan spriritual tidak hanya mencakup layanan ritual, tetapi juga arahan spiritual tersedia bagi narapidana yang menginginkannya. Layanan spritual dapat menjadi faktor penting perubahan sikap narapidana. Pada saat bersamaan, penting untuk diperhatikan bahwa fundamentalis radikal dalam bentuk apapun harus dicegah, dari kepercayaan manapun. Correctional institution must provide spiritual service to all religions in the institution. If not, then this is a discriminatory act. Spiritual service only includes the ritual service, but also spiritual guidance made available to prisoners who want it.

Spiritual service can become an important change factor on criminal behavior. At the same time, it is important to note that radical fundamentalist in any form must be prevented, from any religion or belief.

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Friendly with Human Rights
U. Assimilasi sebagai

Program Re-Integrasi Narapidana untuk Kembali pada Masyarakat
U. Assimilation is a ReIntegration program of Prisoners to Return to the Community

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Program Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat adalah bentuk-bentuk program penghargaan kepada narapidana yang telah menjalani seluruh proses pembinaan dan juga yang telah merubah sikap dan perilakunya. Dimulai dari Asimilasi, karena narapidana harus menjalani ½ masa pidananya, maka lapas sudah harus menyiapkan secara sistematis program-program yang terkait dengan integrasi kembali pada masyarakat, seperti : Asimilasi Halaman Kantor, Asimilasi Pertanian Luar, Asimilasi Kebersihan Kota, Asimilasi Ibadah diluar Lapas, Asimilasi Olahraga diluar lapas Assimilation program, parole, leave before release, and conditional leave are forms of rewards to prisoners who have gone though the whole process of development and also have changed their attitude and behavior.

Starting from Assimilation program, as the prisoners have served half of their sentence, the correctional facility should have prepared systematic programs associated with the reintegration to society, such as: Assimilation in front of the office, Outside Agricultural Assimilation, participate in the city’s cleanliness Assimilation, Outside Religious Services Assimilation, Outside Sports Assimilation

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Friendly with Human Rights
V. Pawai, Sarana

Integrasi melalui Interaksi Langsung dengan Masyarakat

V. Parade, is a Mean to

Facilitate Integration through direct Interaction with the Community

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
Pawai dan keikutan sertaan pada Pameran Pembangunan adalah bukti sikap dan perilaku yang telah berubah dari Narapidana. Untuk itulah maka lembaga pemasyarakatan juga mengharapkan masyarakat merubah stigma negatip yang melekat pada Narapidana. Lapas hanyalah laboratorium kehidupan sementara, sedangkan keluarga dan masyarakat adalah kehidupan yang sebenarnya dari manusia, termasuk narapidana. Maka dengan interaksi langsung ini, terjadilah komunikasi dua arah antara narapidana dan masyarakat yang sangat diharapkan oleh lapas dalam melakukan pembinaan bagi narapidana. Parade and participation in the development exhibition is a proof that the attitude and behavior of prisoners have changed. Therefore, the correctional facility expects the community to also change the negative stigma attached to the prisoners. Correctional facility is just a temporary life laboratory, while the family and community are the true life of human beings, including prisoners.

So though this direct interaction, there are twoway communication between the prisoners and the community which are very much expected by the correctional facility in carrying out development of the prisoners.

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Friendly with Human Rights
W. ELPAMA Gallery,

adalah Showroom tempat memamerkan dan menjual hasil karya narapidana

W. ELPAMA Gallery is

the showroom to exhibit and sell the works of prisoners

Bersahabat dengan Hak Asasi Manusia
ELPAMA Gallery adalah tempat memamerkan dan menjual hasil karya narapidana, yang terletak didepan Kantor Lapas. Sehingga masyarakat luar dapat mengetahui dan membeli hasil karya narapidana yang mereka minati. Hal ini juga untuk menunjukkan pembinaan yang dilakukan oleh lapas berjalan dengan effektif. Dan bagi narapidana akan menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi, karena hasil karyanya mempunyai nilai ekonomis dan dihargai oleh masyarakat. ELPAMA Gallery is the showroom to exhibit and sell the works of prisoners which is located in front of the Correctional Institution’s office. This will give outside community the opportunity to know and to buy the products they are interested. This is also to show that the development carried-out by the Correctional Facility progressing effectively. And for the prisoners this will increase their self-confidence, because their works have economic value and praised by the community.

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Merauke Class IIB Correctional Facility is The Best in Indonesia, 2009
Lapas Klas II B Merauke, Papua - Indonesia sebagai L e m b a g a Pemasyar ak atan Klas IIB Terbaik di Indonesia’ 2009

Konsekwensi logis dari rencana aksi yang dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Lapas Klas II Merauke secara bersama-sama baik oleh para petugas maupun para narapidana, maka pada Hari Bhakti Pemasyarakatan yang merupakan Peringatan Ulang Tahun Pemasyarakatan ke 45 di Nusakambangan, Jawa Tengah, tanggal 27 April 2009, Kami mendapatkan anugerah sebagai “ Lapas Klas II B terbaik di Indonesia “. Kebahagiaan ini juga merupakan pemacu semangat bagi kami semua, untuk tetap dapat mengemban amanah, agar dapat menjalankan aplikasi sistim pemasyarakatan secara berdaya guna, tepat guna dan berhasil guna.

As a logical consequence of the action plan which is carried out continuously by Merauke correctional facility together with officers and prisoners, so at the Correctional Day which commemorate the 45th Anniversary of Correctional Insitution in Nusakambangan, Central Java, on April 27, 2009, we get the honor as “The Best Class II B Correctional Facility in Indonesia. "

This joyfulness has boosted up our spirit, to continue serving our duty, so that we are able to carry out the correctional system in efficient, effective and successful ways.

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Merupakan komitmen Lapas Klas II B Merauke untuk mempersembahkan yang terbaik dalam hal kinerja dan layanan bagi publik, sebagai kesungguhan usaha kami untuk menjadi Organisasi yang Profesional dan Transparan. Sudah menjadi tekad Lapas Klas II B Merauke untuk melaksanakan sistim pemasyarakatan secara tepat guna, berdaya guna dan berhasil guna sehingga menjadi landasan yang kuat untuk memperteguh semangat pengabdian kami bagi bangsa dan negara
KAMI MEM ANG

It has been the commitment of Merauke Correctional Facility to present excellent performance and service to the public, as seriousness of our efforts to become a professional and transparent organization. It has been the determination of Merauke Correctional Facility to implement the correctional system in effective, efficient and successful ways, in order to become a strong foundation to strengthen our dedication spirit to our nation and country

BEDA

Pengabdian untuk Melayani Dedication to Serve

WE

D ARE

IFF

ERE

NT

Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Merauke, Papua - Indonesia

W

RE EA

DI

RE FFE

NT

MERAUKE CORRECTIONAL FACILITY PA P UA - I N D O N E S I A

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->