Anda di halaman 1dari 7

DIGDYO NITI SANTOSO

Sahabat Merah SPAIN (Satuan Perang Arek Instrument) Motto : 4S (SANTAI SERIUS SELESAI SENANG) Seorang Mahasiswa ITS jurusan D3 Teknik Instrumentasi Angkatan 2010 Kepala Divisi Kerohanian Workshop Instrumentasi

Rabu, 06 Februari 2013


KALIBRASI D/P TRANSMITTER SEBAGAI FLOW TRANSMITTER
KALIBRASI D/P TRANSMITTER SEBAGAI FLOW TRANSMITTER Differensial Pressure Transmitter merupakan Transmitter yang prinsip perjanya menggunakan perbandingan tekanan. Yaitu perbandingan tekanan rendah dan tekanan yang tinggi. Perbandingan tekanan inilah yang akan diubah menjadi arus 4-20 mA agar sinyal pembacaan dapat terbaca oleh kontroller. Differensial Pressure Transmitter dapat digunakan sebagai Flow Transmitter, Pressure Transmitter dan Level Transmitter.

Gambar 3.3 Skema Differensial Pressure Transmitter Agar Differensial Pressure Transmitter dapat digunakan sebagai Flow Transmitter maka perlu dikalibrasi. Apabila Differensial Pressure Transmitter dijadikan sebagai Pressure Transmitter atau Level Transmitter maka perbandingan nilai input dan output jika digambarkan pada grafik akan linear. Tetapi bila dijadikan Flow transmitter maka perbandingan nilai input dan output bila digambarkan pada grafik akan squeroot. Seperti gambar dibawah ini.

Gambar 3.4 Perbandingan input dan output flow transmitter Differensial Preesure Transmitter bekerja langsung di lapangan/ Field. Transmitter ini kontak langsung dengan Fluida yanng diukur. Karena tempat kerjanya di critical area maka instrument ini terbuat dari bahan yang sangat kuat dan tidak mudah bocor. Gambar Differensial Pressure Transmitter di lapangan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 3.5 DP Transmitter di Field 3.3.1 Prinsip Kerja Elektrik Transmitter Transmitter elektronik juga mempunyai mekanisme umpan balik pada sistem keseimbangan gaya untuk mendapatkan ketelitian dan stabilitas yang tinggi. Sistem ini menjaga tetap suatu keseimbangan gaya antara input dan output. Input sinyal atau variable proses dirubah kedalam suatu gaya melalui input transfer element, output sinyal listrik juga suatu gaya akibat dari feedback transfer element. Output akan berubah, yang disebabkan berubahnya beban, akibatnya keseimbangan dari mekanisme transmitter akan berubah. Jika hal ini terjadi, maka system akan menjadi seimbang kembali melalui mekanisme umpan balik sebagaimana elemen detektor mendeteksi terjadinya kesalahan. Setiap transfer element mempunyai karakteristik yang linear dan oleh karena itu output juga linear dan seimbang dengan sinyal input.

Gambar 3.6 Blok diagram transmitter Differensial Presure transmitter apabila digunakan untuk mengukur laju aliran maka menggunakan sensor orifice plate atau venturi tubes. Tergantung range tekanan yang akan diukur dan ketelitian pengukuran. Apabila menggunakan venturi tube maka pengukuran akan lebih teliti. Karena head loss yang muncul pada sensor venturi tube relatif lebih kecil. Sama seperti orifice plate, apabila menggunakan tabung venturi maka harus mengambil 2 tapping point. Yaitu pada tekanan tinggi (high) dan tekanan rendah (low). Untuk gambar tapping point venturi tube seperti gambar dibawah ini.

Gambar 3.7 Tapping Point Venturi Tubes 3.3.2 Prosedur Kalibrasi DP Transmitter 1. Siapkan peralatan kalibrasi yang diperlukan antara lain: a. b. c. d. e. f. g. h. DP Transmitter Pressure Module tipe gauge Hand Pump Multimeter Power Supply 24 V DC Tubing T Hart Communicator (Kalibrator) Documenting 2. Rangkai Peralatan kalibrasi seperti gambar berikut ini:

Gambar 3.8 Skema rangkaian Kalibrasi 3. Pastikan bahwa power supply benar-benar memiliki output 24VDC dengan cara ukur menggunakan multimeter 4. Wiring kabel dari power supply pada transmitter 5. Wiring kabel documenting pada DP Transmitter. Documenting disini berfungsi untuk menyimpan data dari nilai DP Transmitter sebelum dan setelah dikalibrasi. 6. Setelah semua peralatan kalibrasi terpasang pastikan tubing antara handpump, pressure module, dan DP transmitter terpasang dengan benar dan tidak ada kebocoran, agar pressure yang masuk diantara pressure module dan instrument yang akan dikalibrasi bernilai sama. 7. Pastikan tidak ada pressure dengan membuka venting pada handpump dan pilihan zero adjusted pada documenting 8. Inject pressure untuk simulasi menggunakan Hand Pump 9. Tentukan besarnya nilai input pressure untuk keperluan kalibrasi mulai 0% - 100% 10. Tentukan besarnya toleransi atau max. error 11. Setting Flow Transmitter pada Hart Communicator yang menunjukkan DP Transmitter ini dijadikan sebagai Flow Transmitter. 12. Catat output pengukuran dari multimeter. 13. Apabila Output melebihi toleransi maka perlu di adjusting. 14. Langkahnya sama tinggal setting adjusting pada Hart Communicator. 15. Setelah itu catat output pengukuran dari multimeter.

3.3.3 Data Kalibrasi Tabel 3.1 Range Input dan Output Input 0 20 Output 4- 20 Max Error (Toleransi) = 0,5 Tabel 3.2 Data Kalibrasi Sebelum di Adjusting Input Output Pengukuran Pengukuran mbar % Reading Standard Standard (mA) (%) (mA) 0,00 0 4,9300 0,00 4,0000 5,00 25 12,8620 50,00 12,0000 10,00 50 15,9939 70,71 15,3136 15,00 75 17,5296 86,60 17,8560 Mbar mA

Output Error (mA) 0,9300 0,8620 0,6803 -0,3264

20,00

100 19,8590 100,00 20,0000 Rata-rata error output pengukuran

-0,1410 0,58794

Gambar 3.9 Grafik hasil kalibrasi DP Transmitter sebelum di Adjusting Tabel 3.3 Data Kalibrasi Setelah di Adjusting Input Output Pengukuran Pengukuran mbar % Reading Standard Standard (mA) (%) (mA) 0,00 0 4,0100 0,00 4,0000 5,00 25 12,0100 50,00 12,0000 10,00 50 15,3199 70,71 15,3136 15,00 75 17,8496 86,60 17,8560 20,00 100 20,0000 100,00 20,0000 Rata-rata error output pengukuran Output Error (mA) 0,0100 0,0100 0,0063 -0,0064 0,0000 0,00654

Gambar 3.10 Grafik hasil kalibrasi DP Transmitter setelah di Adjusting 3.3.4 Analisa Data Air Flow Control pada Pulverizer menggunakan DP Transmitter sebagai Flow Transmitter. Yang mempunyai range kerja tekanan antara 0 20 mbar. DP Transmitter perlu dikalibrasi karena DP Transmitter perlu menyesuaikan kebutuhan yang ada di lapangan. Oleh

karena itu diperlukan adanya tindakan kalibrasi serta adjusting apabila nilai error melebihi toleransi. Perbandingan antara nilai input dan nilai output dari D/P Transmitter yang digunakan sebagai Flow Transmitter apabila digambarkan dalam grafik maka gambarnya akan squeroot. Berbeda dengan D/P Transmitter yang digunakan sebagai Pressure Transmitter atau Level Transmitter. Kalibrasi dilakukan dengan 5 kali pengambilan data dengan persentase tekanan 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dari range kerja dp transmitter yaitu 0 mbar sampai 20 mbar. Dari data yang diperoleh saat melakukan kalibrasi sebelum dilakukan adjusting dapat dilihat bahwa output yang dihasilkan dari DP transmitter tidak sesuai dengan standard output pengukuran yang ditentukan oleh perusahaan. Didapatkan rata-rata error pengukuran sebesar 0,00654. Dari hasil kalibrasi DP Transmitter menunjukkan bahwa nilai output DP Transmitter sudah melebihi toleransi error pengukuran yaitu sebesar 0,5. Untuk itu perlu dilakukan adjusting pada DP Transmitter tersebut, agar DP Transmitter dapat digunakan kembali sesuai dengan keperluan yang dibutuhkan di lapangan. Adjusting pada DP transmitter dilakukan dengan cara menentukan nilai zero dan span sesuai dengan kebutuhan proses yaitu nilai zero di set sebesar 0 mbar, dan untuk span di set sebesar 20 mbar dengan menggunakan Hart Communicator. Pada saat melakukan seting zero dan span output keluaran harus benar-benar disesuaikan yaitu 4 mA untuk zero dan 20 mA untuk span, dan input yang diberikan harus sesuai antara 0 mbar 20 mbar. Untuk menyeting zero, Handpump dan pressure module dalam keadaan zero pressure maka DP Transmitter harus mengeluarkan output arus sebesar 4 mA atau setidaknya harus kurang dari 0,5 dari nilai toleransi error pengukuran, begitu juga seting untuk span, ketika diberi tekanan 20 mbar harus mengeluarkan arus 20 mA atau setidaknya batas maksimal error 0,5 dari 20 mA. Setelah dilakukan adjusting maka DP transmitter dikalibrasi kembali . Output dari DP Transmitter menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh terhadap nilai standardnya. Didapatkan rata-rata error pengukuran sebesar 0,00654. Error yang dihasilkan kurang dari toleransi error pengukuran yaitu sebesar 0,5. DP Transmitter yang telah dikalibrasi dan di adjusting sudah siap untuk digunakan kembali.

Diposkan oleh DIGDYO NITI SANTOSO di 18.57 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook 1 komentar:

1. Refibubut22 April 2013 17.32 Sangar.....sangar....salam terhangat untuk keluarga Spain Balas Muat yang lain... Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Pengikut Arsip Blog

Mengenai Saya

DIGDYO NITI SANTOSO Lihat profil lengkapku


2013 (11) o April (1) o Maret (1) o Februari (9) Entropi dan Hukum II Termodinamika Analog Signal Conditioning Sistem Pengukuran KALIBRASI D/P TRANSMITTER SEBAGAI FLOW TRANSMITTER... AIR FLOW CONTROL PADA PULVERIZER Proses Dasar Produksi Listrik Hukum Archimedes Hukum Paskal Sistem Hidrolik 2012 (21) 2011 (1)

Template Simple. Gambar template oleh centauria. Diberdayakan oleh Blogger.