Anda di halaman 1dari 3

Anggita Puspitasari I Kadek Adit Putra I.

Mochammad Ischak

(XI IPA 2/03) (XI IPA 2/17) (XI IPA 2/ 23)

JARINGAN GABUS
Jaringan gabus adalah jaringan yang tersusun atas sel gabus dan berfungsi supaya jaringan lain yang berada dibawahnya tidak kehilangan air. Jaringan gabus biasanya terdapat pada tanaman dikotil. Jaringan gabus ini dibentuk oleh kambium gabus dan felogen yang letaknya dibawah epidermis. Kambium gabus atau felogen dalam pertumbuhannya akan mengarah pada bagian luar dan bagian dalam. Pertumbuhan ke luar akan membentuk sel mati yang disebut felem sedangkan pertumbuhan ke dalam akan membentuk bagian yang hidup disebut feloderm

A. Struktur
Jaringan gabus mempunyai sifat lebih kuat daripada epidermis, terdapat di bagian tepi alat-alat tumbuhan. Pada tumbuhan yang berumur panjang, bila epidermis telah mati atau tidak aktif, maka jaringan gabus ini menggantikan fungsi epidermis yaitu sebagai pelindung jaringan di bawahnya. Jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus yang disebut felogen. Sel-sel gabus mengandung suberin dan kutin. Letak jaringan gabus rapat antara satu dengan yang lainnya. Ruang antarselnya tidak ada, sehingga sukar ditembus air dan gas. Dengan adanya celah-celah atau pori-pori pada lapisan gabus yang disebut lentisel, maka kesulitan itu dapat ditanggulangi karena air dan gas-gas bisa menerobos dan melaluinya. Jaringan gabus dibedakan menjadi tiga. a. Eksodermis Jaringan gabus terdiri atas tiga bagian, yaitu gabus yang terdapat di bagian dalam dari tumbuhan sehingga berfungsi sebagai pembatas antara jaringan-jaringan di dalam tumbuhan. Jaringan ini terletak di luar dan mengandung suberin pengganti epidermis. b. Endodermis Pada bagian endodermis yang masih muda, dinding selnya terdiri atas selulosa dan bersifat elastis, sedangkan endodermis yang sudah tua atau dewasa pada dinding selnya terjadi penebalan-penebalan berupa titik-titik atau pita dari zat kayu dan mengandung suberin serta kutin yang disebut titik atau pita kaspari. c. Periderm (Kulit Gabus) Periderm dibagi menjadi tiga bagian berikut. 1) Felogen (Kambium Gabus) Felogen merupakan kambium gabus yang merupakan lapisan sel yang meristematis. Felogen dapat terbentuk dari berbagai jaringan hidup, misalnya epidermis, parenkim korteks yang sel-selnya dapat berubah menjadi meristematik. Felogen ke arah luar membentuk gabus (felem) dan ke arah dalam membentuk parenkim (feloderm). Felogen, felem, dan feloderm membentuk jaringan kulit gabus (periderm). Perkembangan felogen (kambium gabus) 2) Felem (Gabus) Felem merupakan lapisan gabus sebagai produk dari felogen yang terbentuk ke arah luar. 3) Feloderm (Parenkim Gabus) Jaringan ini dapat dikatakan hampir homogen dengan parenkim korteks yang terbentuk ke arah

dalam sehingga hanya terdapat di lapisan paling dalam. Dengan adanya jaringan gabus maka bagian dalam tumbuhan hidup terpisah dari udara luar. Untuk itulah diperlukan adanya hubungan antara bagian dalam tumbuhan dengan udara luar untuk menunjang berbagai macam proses kehidupan. Dalam hal ini, pada jaringan gabus batang terdapat lentisel.

B. Fungsi
Fungsi jaringan ini adalah untuk melindungi jaringan lain yang terdapat disebelah dalam agar tidak terlalu banyak kehilangan air. Jaringan ini tampak jelas pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Struktur jaringan ini terdiri dari kambium gabus (felogen) yang akan membentuk gabus (felem) ke arah luar dan feloderma ke arah dalam.

C. Ciri-ciri
Terdapat pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae Fungsi utamanya adalah sebagai pelindung tubuh dari kehilangan air Mempunyai sifat lebih kuat daripada epidermis Terdapat di bagian tepi alat-alat tumbuhan. dibentuk oleh kambium gabus yang disebut felogen Sel-sel gabus mengandung suberin dan kutin. Ruang antarselnya tidak ada, sehingga sukar ditembus air dan gas

D. Gambar