Anda di halaman 1dari 2

Karakteristik Bernigna dan Maligna Diferensiasi dan Anaplasia Diferansiasi dan anaplasia hanya mengacu pada sel parenkim

pembentuk elemen neoplasma yang mengalami transformasi. Diferensiasi sel parenkim mengacu pada seberapa jauh sel tersebut secara morfologis dan fungsional masih mirip dengan sel asal. Stroma yang mengandung pembuluh darah yang sangat penting bagi pertumbuhan tumor, tetapi tidak membantu untuk memisahkan tumor jinak dari tumor ganas. Di mana tumor jinak mampu berdiferensiasi dengan baik, sehingga struktur dan fungsinya bagian selnya hampir mirip dengan jaringan asalnya, sedangkan tumor ganas tidak mampu berdiferensiasi atau anaplasia, sehingga struktur dan fungsinya berbeda jauh dengan jaringan asalnya. Laju Pertumbuhan Sebagian besar tumor jinak tumbuh perlahan, dan sebagian besar kanker tumbuh jauh lebih cepat, akhirnya menyebar ke sekitar dan ke tempat jauh serta menyebabkan kematian. Namun, banyak pengecualian terhadap generalisasi ini, dan sebagian tumor jinak tumbuh lebih cepat daripada sebagian kanker. Sebagai, contoh laju pertumbuhan leiomioma (tumor otot polos jinak) pada uterus dipengaruhi oleh kadar esterogen dalam darah. Tumor dapat cepat membesar selama kehamilan dan berhenti tumbuh atau menciut dan umumnya mengalami fibrokalsifikasi setelah manopause. Pengaruh lain, seperti cukup tidaknya pasokan darah dan mungkin pembatasan oleh tekanan, jga dapat mempengaruhi laju pertumbuhan tumor jinak. Laju pertumbuhan tumor ganas secara umum berkaitan dengan tingkat diferensiasinya. Laju pertumbuhan ini sangat bervariasi. Sebagian tumbuh secara perlahan selama bertahuntahun, kemudian masuk ke fase tumbuh pesat, yang mengisyaratkan munculnya subklona sel kanker yang agresif. Invasi Lokal Suatu tumor jinak tetap berada di tempatnya berasal. Tumor ini tidak memiliki kemampuan unutk menginfiltrasi, menginvasi, atau menyebar ke tempat yang jauh, karena fibroma dan adenoma berkembang secara lambat, maka sebagian besar dari tumor ini membentuk kapsul fibrosa yang memisahkannya dari jaringan penjamu. Kapsul ini mungkin berasal dari stroma jaringan asli karena sel parenkim mengalami atrofi akibat dari tekanan tumor yang membesar. Stroma tumor itu sendiri juga mungkin ikut membentuk kapsul. Namun, perlu ditekankan bahwa tidak semua neoplasma jinak memiliki kapsul. Sebagai contoh, leiomioma uterus dipisahkan secara jelas dari otot polos di sekitarnya oleh suatu zona yang terdiri atas miometrium normal yang menggepeng dan tipis, tetapi tidak terdapat kapsul sempurna. Beberapa tumor jinak tidak berkapsul dan tidak memiliki batas yang jelas, hal ini terutama ditemukan pada beberapa neoplasma jinak vaskular di dermis.

Kanker tumbuh dengan cara infiltrasi, invasi, destruksi, dan penetrasi progra=esif ke jaringan sekitar. Kanker tidak membentuk kapsul yang jelas. Terdapat tumor ganas yang tumbuh secara lambat tampak seolah-olah terbungkus oleh stroma jaringan asal yang mengelilinginya, tetapi pada pemeriksaan mikroskopik biasanya tampak tonjolan-tonjolan kecil mirip kepiting yang menembus tepi tumor dan menginfiltrasi struktur di sekitar. Cara pertumbuhan yang bersifat infiltratif ini menyebabkan perlunya dilakukan pengangkatan jaringan normal di sekitar secara luas apabila suatu tumor ganas akan diangkat secara bedah. Metastasis Metastasis adalah terbentuknya implan sekunder yang terpisah dari tumor primer, mungkin di jaringan yang jauh. Dibandingkan dengan ciri-ciri neoplastik lainnya, kemampuan melakukan invasi dan, terlebih lagi, metastasis, menunjukkan secara pasti bahwa suatu neoplasma bersifat ganas. Namun, tidak semua kanker memiliki kemampuan bermetastasis yang setara. Di salah satu ekstrem adalah karsinoma sel basal kulit dan sebagian beasr tumor primer sistem saraf pusat yang sangat invasif di tempat asalnya, tetapi jarang bermetastasis. Neoplasma ganas dapat menyebar melalui salah satu dari tiga jalur; 1. Penyebaran di dalam rongga tubuh Terjadi apabila neoplasma menginvasi suatu rongga alami tubuh. Contoh, karsinoma kolon dapat menembus dinding usus dan mengalami reimplantasi di tempat jauh di rongga peritoneum. 2. Penyebaran limfatik Penyebaran yang lebih khas untuk karsinoma. Penyebaran terjadi apabila pola keterlibatan kelenjar getah bening terutama bergantung pada letak neoplasma primer dan jalur drainase limfe alami dari letak tersebut. Contoh, karsinoma paru yang timbul di saluran pernapasan pertama kali menyebar ke kelenjar getah bening bronkialis regional, kemudian ke kelenjar getah bening trakeobronkus danhilus. Karsinoma payudara biasanya timbul di kuadran luar atas dan pertama kali akan menyebar ke kelenjar aksila. 3. Penyebaran hematogen Jalur ini disukai oleh sarkoma, tetapi kadang-kadang karsinoma juga memanfaatkannya. Contoh, setelah vena mengalami invasi, sel kanker yang masuk ke dalam darah akan mengikuti aliran vena yang mendrainase tempat tersebut. Hati dan paru merupakan tempat sekunder yang paling sering terkena pada penyebaran hematogen ini. Karsinoma tertentu memiliki kecenderungan menginvasi vena. Karsinoma sel ginjal sering menginvasi vena ranalis untuk tumbuh seperti ular sampai ke vena kava inferior, kadang-kadang hingga ke sisi kanan jantung.

Anda mungkin juga menyukai