Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KUNJUNGAN RUMAH (HOME VISITE)

I. LATAR BELAKANG Untuk memajukan dan meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan jiwa pada masyarakat, maka perlu adanya kerjasama antara petugas kesehatan dan anggota keluarga pasien yang sedang menjalani pengobatan, untuk itu perlu diikutsertakan dalam program perawatan pasien baik di rumah maupun dirumah sakit. Hal ini sangat penting, bahwa pasien mengalami gangguan mental tidak selamanya dirawat di rumah sakit jiwa. Dalam hal ini peran aktif keluarga dituntun guna mengoktimalkan pasien untuk mandiri, meningkatkan pemenuhan kehidupan sehari-hari. Pemberian informasi dan edukasi kepada keluarga serta memperdayakan keluarga dalam merawat pasien di rumah merupakan tujuan dalam pelaksanaan kunjungan rumah (home visite). II. PELAKSANAAN III. IDENTITAS KLIEN Nama Jenis kelamin Usia : Tn. D : Laki-laki : 20 tahun Waktu pelaksanaan Penanggungjawab : Jumat, 5 Juli 2013 pukul 17.00 WIB : Pak H Daru (ayah pasien) Alamat : Kp. Cipeuteuy Rt 03/06 Desa Cikeas Kec Sukaraja-Kab Bogor

Tempat, tanggal lahir : 21 Agustus 1993 Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Status pernikahan : Islam : Sunda : SMA (tidak tamat) : tidak bekerja : Belum menikah

Diantar oleh

Alamat : Kp. Cipeuteuy Rt 03/06 Desa Cikeas Kec Sukaraja-Kab : keluarga Bogor

Masuk IGD Psikiatri : 14 Juni 2013 Ruangan : Ruang Gatot kaca Diagnosis : Gangguan Skizofrenia Paranoid

IV. TUJUAN KUNJUNGAN RUMAH KLIEN 1. Untuk mengetahui keadaan pasien di rumah sehingga dapat diperoleh data dari keluarga dan menemukan faktor-faktor pencetus 2. Untuk melengkapi dan mengenai perjalanan gangguan jiwa yang dialami pasien. 3. Memberi konseling tentang kesehatan jiwa pada pasien pada keluarga pasien dan penduduk yang diwakili bapak RT.

V. GENOGRAM

Keterangan : : Pria : Wanita

: Meninggal dunia : Bercerai

: Pasien : 1 rumah

VI. INTERVENSI Memberikan penyuluhan kesehatan keluarga tentang perawatan pasien selama di rumah : 1. Menjelaskan tetang penyakit pasien dan menganjurkan agar keluarga mendukung penuh program pengobatan yang akan dijalani pasien. 2. Menganjurkan melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuan pasien. 3. Menganjurkan menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan pasien. 4. Menganjurkan melibatkan pasien dalam setiap kegiatan di keluarga dan lingkungan. 5. Memberikan edukasi mengenai pentingnya minum obat secara teratur dan kontrol ke dokter, serta kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi bila pasien putus obat.

VI. EVALUASI Penerimaan keluarga: rumah. Hasil penyuluhan kesehatan kesehatan keluarga : Keluarga dapat menerima dan memahami mengenai pentingnya berobat jalan serta minum obat secara teratur. Keluarga kooperatif dalam memperjelaskan riwayat

perjalanan gangguan pasien dan keluarga sangat menerima petugas kunjungan

VII. LAMPIRAN KUNJUNGAN RUMAH

A. Form ADL terlampir B. Surat tugas terlampir