PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA

Prosedur Pengolahan Bahan Pustaka
A. PENGADAAN BAHAN PUSTAKA Pengadaan bahan pustaka yaitu bagaimana cara memperoleh atau mengadakan bahan pustaka di perpustakaan. Sebelum pengadaan bahan pustaka, ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1) Usulan kebutuhan pemustaka Contoh Blangko Usulan Pengadaan :
USULAN PENGADAAN BUKU PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET Judul Pengarang Penerbit/ tahun terbit Untuk kepentingan Harga Sumber data Identitas pemesan o Nama o NIM/NIP o Prodi/Status o No. Telp/HP : : : : : : : : : : : Surakarta, …. , ……. , ….. Pemesan

(

)

2) 3) 4) 5) 6)

Jenis lembaga indukya Besarnya anggaran Prioritas pemustaka Jenis bahan pustaka yang dibutuhkan Sarana prasarana yang mendukung

Bahan pustaka diperoleh dengan cara : 1) Pembelian dari penerbit, toko buku, pameran atau agen buku. 2) Tukar-menukar 3) Hadiah/hibah 4) Menerbitkan sendiri Macam-macam Bahan Pustaka : 1) Karya cetak/karya grafis : buku, majalah, surat kabar, disertasi, thesis, TA, skripsi, laporan , makalah, dll. 2) Karya noncetak/karya rekam ; piringan hitam, rekaman audio, kaset dan video. 3) Karya dalam bentuk mikro ; microfilm, mikrofis, dan microopaque. 4) Karya elektronik : disket, pita magnetik dan cakram.

1

B.

MENGECEK DAFTAR KIRIMAN Setelah pengadaan bahan pustaka, langkah selanjutnya mengecek daftar kiriman supaya kita bisa mengetahui bentuk fisiknya, apakah ada kerusakan atau tidak. PENGECAPAN BAHAN PUSTAKA Setiap bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan hendaknya diberi stempel/cap perpustakaan sebagi bukti kepemilikan. Bagian-bagian bahan pustaka yang dicap yaitu: 1) Halaman depan (cover), kalau ada jaket buku. 2) Halaman judul 3) Sebalik halaman judul, yaitu berupa cap kepemilikan, cap asal buku, dan cap nomor inventaris. 4) Halaman tertentu (bersifat rahasia) Adakalanya suatu perpustakaan mengambil tanggal, bulan atau tahun kelahiran maupun ada ketetapan nomor khusus sebagai salah satu nomor halaman yang diberi stempel, misalnya setelah kelipatan 12, 40, 50, 100,dll. 5) Pinggir buku atau pada bagian bawah (kaki). Pengecapan bahan pustaka secara konsisten mempunyai kegunaan sebagai berikut : a. Sebagai identitas buku atau bukti bahwa buku yang dimaksud memang benar-benar milik perpustakaan. b. Sebagai sandi tentang pemilikan atas buku. c. Cap Registrasi, berguna untuk mengenal atau mengetahui keterangan dari buku yang bersangkutan mengenai asal buku, nomor induk, tanggal terima, dll. Contoh Bentuk Stempel Perpustakaan :
MILIK PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

C.

Selain stempel perpustakaan, bahan pustaka perlu diberi stempel inventarisasi. Contohnya :
Perpustakaan Universitas Sebelas Maret Tanggal terima Asal dari No. Inventaris Sandi pustaka : : : :

D.

INVENTARISASI KE DALAM BUKU INDUK Sistem penomoran dalam inventarisasi bahan pustaka ada dua macam, yaitu sebagai berikut : a. Nomor inventaris dimulai dari nomor 1, 2, 3 dst.

2

Kelebihan : bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan dapat dengan mudah diketahui setiap saat, karena nomor urut terakhir menunjukkan jumlah koleksi yang dimiliki. o Kekurangan : sulit mengetahui perkembangan bahan pustaka setiap tahun. Jika ingin mengetahui penambahan bahan pustaka setiap tahun, perlu dihitung selisih nomor inventaris akhir tahun yang bersangkutan dengan nomor inventaris akhir tahun sebelumnya atau sesudahnya. b. Nomor inventaris berganti setiap tahun. o Kelebihan : dapat dengan mudah mengetahui penambahan bahan pustaka setiap tahun. o Kekurangan : sulit mengetahui jumlah keseluruhan bahan pustaka yang dimiliki suatu perpustakaan. Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan penjumlahan dari penambahan bahan pustaka setiap tahunnya. o Kolom-kolom yang perlu dibuat dalam buku inventaris ; 1. Tanggal 2. Nomor urut 3. Jumlah judul 4. Jumlah eksemplar 5. Bahasa (Indonesia, Inggris, lain) 6. Sumber (pembelin, hadiah, tukar-mrnukar) 7. Macam koleksi 8. Golongan ( 000, 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700, 800, 900) 9. Lokasi 10. Keterangan Kolom-kolom yang perlu dibuat dalam buku induk ; 1. Nomor urut 2. Tanggal, tanggal pencatatan atau tanggal penerimaan. 3. Judul 4. Pengarang 5. Impresium (Kota, Penerbit, Tahun) 6. Nomor klasifikasi/ nomor kode, tiga huruf pertama pengarang yang lazimnya dibalik, huruf pertama judul bahan pustaka, nomor jilid, dan nomor kolom-kolom sebelumnya. 7. Harga, terdiri harga satuan dan jumlah, 8. Bahasa (Indonesia, Inggris, lain) 9. Asal (pembelian, hadiah, tukar-menukar) 10. Keterangan, yang berfungsi mencatat hal-hal penting yang belum termuat dalam kolom-kolom sebelumnya. E. VERIFIKASI / CEK DENGAN SELF LIST Kegiatan verifikasi dilakukan untuk perpustakan yang sudah terotomasi dan bisa di cek melalui database. KATALOGISASI 1) Pengertian Katalogisasi o Arti luas, Katalogisasi yaitu proses pengolahan bahan pustaka. o Arti sempit, Katalogisasi yaitu ilmu yang mempelajari tentang pembuatan katalog. 3

F.

o Katalog harus kompak dalam pengertian jika main entri menyebutkan adanya added entri misalnya . o Katalog harus mengandung entri atau “access point” yang mudah dikenali. saat digunakannya komputer di perpustakaan. 2) Tujuan Katalogisasi Tujuan diasediakan katalog di perpustakaan yaitu : o Untuk mengetahui apakah perpustakaan mempunyai koleksi tertentu apabila pengarang. Keuntungan : o Biaya pembuatannya murah o Mudah dicetak o Mudah dikirimkan ke berbagai perpustakaan o Mudah dibawa kemana-mana o Dapat dibuat dalam jumlah eksemplar yang cukup banyak o Tidak memerlukan filling seperti kartu katalog Kelemahan : o Mahal pembuatannya o Tidak fleksibel terhadap perubahan koleksi perpustakaan. jumlah koleksi akan mengalami perubahan. o Untuk mengetahui apakah karya-karya dari seseorang dimiliki oleh perpustakaan. Dengan demikian. 3) Macam-Macam Katalog Perlu diperhatikan tentang ciri-ciri katalog. Ciri-ciri tersebut adalah : o Fleksibel. Namun setelah muncul katalog kartu. katalog selalu mencerminkan keadaan bahan pustaka yang up-to-date. Book Cataloge/Printed Catalogue (katalog buku/katalog cetak) Book Cataloge atau Printed Catalogue adalah bantuk katalog paling tua yang dulunya digunakan di Perpustakaan Amerika.o Arti Katalog : Kata katalog. sebelum menentukan macam dan bentuk katalog. a group of libraries (Hunter andBakewell : 1). pengarang tambahan dan subyek maka katalog pengarang dan subyek tambahan tersebut harus tersedia. o Ekonomis dan mudah dibuat dalam perawatannya. Macam-macam katalog : a. o Perpustakaan harus menyediakan beberapa eksemplar. hal ini bisa karena adanya pengurangan dan penambahan bahan pustaka. subyek atau judul sudah diketahui. b. Sheaf Catalogue (katalog berkas) 4 . o Untuk mengetahui bahan pustaka apa saja dalam subyek tertentu dimiliki oleh perpustakaan. Pada tahun 1960 hingga tahun 1970-an. o Untuk mengetahui edisi ke berapa suatu karya dimiliki oleh perpustakaan. berasal dari kata catalogue yang berarti “ a list of books or other materials but within a different kind of information : it is restieted to stock of library in the case of union catalogue. katalog buku mulai ditinggalkan. katalog cetak dibuat kembali.

Jenis ini kurang berkembang karena tidak fleksibel terhadap perubahan koleksi perpustakaan. karena jenis katalog ini akan dengan mudah diadakan penambahan dan pengurangan/penyusutan atau perubahan terhadap entrinya bisa dilakukan pada kartu itu sendiri. dan katalog kartu masih tetap relevan dengan perkembangan komputer. o Ringkas. sebelum peran komputer menggantikannya.5 cm. o Laci katalog dapat digeser-geser sesuai perkembangan katalog. 3) Mudah dalam pembuatan dan perawatan o Tak ada pembuatan katalog yang tak memerlukan biaya tetapi perpustakaan tetap memerlukan katalog yang uptodate. judul dan call number ke dalam almari katalog. o Dapat dilakukan koreksi pada kartu katalog. Card Catalogue (katalog kartu) Katalog jenis ini yang paling umum di perpustakan seluruh dunia. 5 . kumpulan entri ini kemudian disusun secara sistematis berdasarkan pengarang. subyek. Katalog kartu sangat fleksibel terhadap perubahan koleksi perpustakaan. c.5 X 12. misalnya CDS ISIS dan bibliofile. yaitu hemat dalam tempat. o Banyak software yang mampu memproduksi kartu katalog. o Dapat juga berbentuk “dictionary or devided form” o Mudah ditambah dan dikurangi. Ciri-ciri katalog kartu yaitu antara lain : 1) Fleksibilitas : o Kartu katalog dapat disusun sesuai kebutuhan perpustakaan secara alfabetis (call number). o Akses langsung.Katalog jenis ini terbuat dari kertas karton berukuran 10 X 20 cm. Micoform atu microfice adalah hasil dari COM tersebut yang secara periodik perlu di update. o Mudah dibaca. oleh karena itu sebelum edisi terbaru dibuat COM catalogue tidak fleksibel terhadap koleksi perpustakaan seperti jenis katalog sebelumnya. dn kemudian di-file kembali. yang kemudian dijilid atau dibendel dimana setiap jilid berisi 50 kartu. Pembuatan kartu katalog lebih sederhana jika dibandingkan dengan bentuk katalog yang lain. Microform Catalogue / Computer Output Microform (COM) Jenis ini menjadi populer dengan adanya perkembangan komputer. 2) Mudah digunakan : o Relatif mudah digunakan bagi mereka yang sudah mnegenal aturan file. d. hal ini akan memudahkan bagi pengguna perpustakaan. jenis katalog ini harus dibuat banyak. yaitu dapat digunakan kapan saja oleh pegawai dan beberapa pengguna sekaligus. o Disediakannya guide cross references dan konsisten dalam pembuatannya. o Reproduksi katalog lebih mudah. Setiap entri dituangkan dalam kartu standar berukuran 7.

Sehingga hasilnya akan segera diketahui. o Penelusuran dapat dilakukan dari beberapa tempat tanpa harus mengunjungi perpustakaan. penyusutan atau perubahan terhadap entri bahan pustaka dapat dilakukan setiap saat dan sangat cepat. Inmagic. tahun terbit. tersedianya menu help dan cross reference : dapat diproduksi dalam bentuk katalog lain. Keuntungan : o Fleksibel dan paling modern.000 halaman. misalnya lewat judul. yaitu dengan menggunakan sistem jaringan LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network). Data base dapat diakses baik lokal.5 cm.e. dimana pemustaka bisa akses melalui komputer yang disediakan. Menyiapkan kartu katalog dengan ukuran 12. ada dua hal yang harus dilakukan oleh petugas perpustakaan bagian pengolahan bahan pustaka yaitu : a. o Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan cepat. kemudian di tengah-tengah bagian bawahnya diberi lubang untuk memasukkan tusuk pengaman. Kelemahan : o Lebih sensitif terhadap “speling” karena setiap kesalahan eja akan muncul yang tidak dinginkan. Satu CD-ROM dapat memuat kurang lebih 1500 floppy disks atau 300. penambahan. beberapa perpustakaan mulai membuat katalog pada CD. berakibat pada diterapkannya sistem otomasi perpustakaan. f. seperti CDS/ISIS. Dynix. VTLS. subjek. penerbit. dapat dihubungkan dengan data base lain misalnya CD-ROM. Online Public Catalogue (OPAC) Dalam perkembangan perpustakaan akhir-akhir ini banyak perpustakan memanfaatkan kecanggihan komputer. o Penelusuran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatn sekaligus. yang salah satu kegiatannya adalah pembuatan katalog secara online. regional. pengarang. dsb. Tinlib. o Filling tidak diperlukan lagi o Data base dapat di update secara online atau remote. o Rekaman bibliografi yang dimasukkan ke dalam entri katalog tidak terbatas. dll. atau pengguna akn menjadi bingung dengan munculnya terlalu banyak bibliografi. Katalog CD-ROM (Compact Disk Read Only Memory) Dengan munculnya CD-ROM. Sejak awal tahun 1990-an penggunaan CD-ROM di perpustakaan makin berkembang pesat hingga saat ini. maupun internasional.. yaitu dengan memanftkan penelusuran Boolen Logic. o Penelusuran dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu. 6 . Koleksi perpustakaan terekam dan tersimpan dalam sebuah data base.5 cm X 7. Program aplikasi yang digunakan di perpustakaan. o Perlu adanya training bagi pemustaka. o Tidak akan berfungsi jika listrik padam. 4) Proses Pembuatan Kartu Katalog Sebelum membuat kartu katalog.

subyek.--Cet. dsb). 180-181 ISBN : 978-979-21-1950-3 1. . editor. dan katalog tambahan (penerjemah. 1 ./Wahyu Supriyanto.— Yogyakarta : Kanisius. 182 hlm. Contoh gambar : Gambar 1 Main Catalogue ( katalog utama ) 020 Sup t SUPRIYANTO. pengarang kedua. Judul 7 . Bibliografi : hlm. maka telah siap untuk dibuatkan main entry atau kartu utama. 2008. Ahmad Muhsin. Ahmad II. T-Slip dibuat untuk memudahkan pengetikan kartu katalog.5 cm. judul. ILMU PERPUSTAKAAN I. Wahyu Teknologi informasi perpustakaan: Strategi perpustakaan digital. Contoh T-Slip : Pengarang Judul Edisi Kota Terbit Penerbit Tahun Terbit Fiksi Buku/kolasi Judul seri Nomor ISBN Nomor Panggil Jejakan Tajuk subyek : : : : : : : : : : : : : Dengan berdasar pada T-Slip tersebut. judul seri.25 folio. Membuat Temporary Slip ( T-Slip) yang merupakan catatan atau keterangan-keterangan mengenai bahan pustaka pada selembar kertas yang berukuran kurang lebih 0.b. MUHSIN. Kartu utama bertindak sebagai dasar pembuatan semua katalog. yaitu katalog pengarang. 21.

182 hlm. 182 hlm.5 cm. Bibliografi : hlm.--Cet. 2008.— Yogyakarta : Kanisius. 2008. Ahmad Muhsin./Wahyu Supriyanto. . 180-181 ISBN : 978-979-21-1950-3 Gambar 3 Katalog subyek 020 Sup t ILMU PERPUSTAKAAN SUPRIYANTO.5 cm. 21. 21. Ahmad Muhsin.--Cet. Wahyu Teknologi informasi perpustakaan: Strategi perpustakaan digital. Wahyu Teknologi informasi perpustakaan: Strategi perpustakaan digital. Bibliografi : hlm.Gambar 2 Katalog pengarang 020 Sup t SUPRIYANTO. 1 . 180-181 ISBN : 978-979-21-1950-3 8 . 1 . .— Yogyakarta : Kanisius./Wahyu Supriyanto.

Ahmad Muhsin.Gambar 4 Katalog judul 020 Sup t Teknologi informasi perpustakaan: Strategi perpustakaan….--Cet. 182 hlm. 21. SUPRIYANTO. Bibliografi : hlm./Wahyu Supriyanto. Ahmad Muhsin.5 cm. 1 .5 cm. 182 hlm. 2008. Bibliografi : hlm. Wahyu Teknologi informasi perpustakaan: Strategi perpustakaan digital./Wahyu Supriyanto.--Cet. 180-181 ISBN : 978-979-21-1950-3 9 . 21. Wahyu Teknologi informasi perpustakaan: Strategi perpustakaan digital. 2008.— Yogyakarta : Kanisius.— Yogyakarta : Kanisius. 1 . . . 180-181 ISBN : 978-979-21-1950-3 Gambar 5 Katalog pengarang tambahan 020 Sup t MUHSIN. Ahmad SUPRIYANTO.

Pemakaian Huruf Besar Pada umumnya huruf pertama dari kata pertama yang terdapat pada tiap bidang/bagian/paragraf harus huruf besar. dan selanjutnya ditulis dalam huruf kecil. : sine nomine (penerbit tidak diketahui) o s.n. Deskripsi bibliografi membahas karakteristik bibliografi dan ciri fisik bahan pustaka yang sedang diolah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan deskripsi bibliografis : a. : ilustrasi (gambar) o cm. misalnya : kata pertama dari judul biasa. : tabel a. dan pernyataan penanggung jawab [ ] = : Unsur Judul sebenarnya Keterangan Apabila dikemukakn judul terlalu panjang. seri atau catatan. Salah Cetak Salah cetak harus diprodusir. b.l. Singkatan-singkatan o et. yaitu : N Bagian o 1 Bagian judul . hal ini dapat diikuti dengan “[sic]” atau ‘[!]” atau dapat dikoreksi dalam tanda siku.al. : sine age (tahun terbit tidak diketahui) o ilus. : et alii (and other. maka bagian tengah atau belakang dari judul tersebut dapat dihilangkan dan diganti dengan elepsi ( … ) Pernyataan Misal : Laporan iklim dan cuaca [ oleh jenis bahan Badan Meteorologi dan Geofisika ] umum Judul paralel Anak judul 10 .5) Deskripsi Bibliogrfi Pembuatan deskripsi bibliografi untuk bahan pustaka lazimnya berpedoman pada Anglo American Cataloging Rules dan International Standard Bibliographic Description (ISBD). : centimeter o tab. : sine loco (tempat terbit tidak diketahui) o s. kecuali nama orang atau tempat. dan lain-lain) o s.loser] takes all o Simposium bahasa dan hukum [!] Kerangka deskripsi bibliografi yang terdiri atas daerah dan unsurnya berdasarkan ISBD. dsb. misalnya : o Statistik [sic] impor ekspor Indonesia o Looser [i.a.e.

maka penulisannya dalam bentuk tidak singkatan. dst Jika pernyataan berupa bagian dari judul biasa dalam bentuk singkatan. : Tempat pertama Tempat selanjutnya Nama penerbit Dapat ditulis dalam bentuk singkatan apabila sudah dikenal oleh umum atau namanya sudah ditulis dalam deskripsi.-= Pernyataan pertama Pernyataan selanjutnya Keterangan edisi Keterangan edisi paralel Pernyataan tanggung jawab berkaitan dengan edisi Pernyataan pertama Pernyataan slanjutnya Tempat terbit Menggunakan singkatan yang umum dan angka ditulis dalam angka arab./edited by John Ederson / . by. 2 Nama orang atau badan korporasi yang berhubungan dengan edisi. misalnya oleh. Misalnya : FAO (Food Agriculture Organization) ( ) Keterangan 11 . Bagian Impresium . tempat terbit yang lain dicantumkan bila perlu. misalnya ed.misalnya : [New York?] . tempat terbit yang diperkirakan ditulis dalam kurung siku.ed.Pernyataan penanggung jawab o o Dapat berupa orang atau bdan korporasi dan penyertaan kata atau kata-kata yang menyertai pernyataan bertanggung jawab . misalnya : memperbaharui atau memperbaiki edisi. cet. 2.disusun oleh. penggambar. pemberi kata pengantar penulisannya adalah 4 th. 2 . Bagian edisi . misalnya : London (dsb) : Oxford University Jika tempat terbit meragukan. 3 . edited by.-- o o o Untuk membedakan nama tempat yang sama perlu ditambahkan nama negara atau negara bagian atau profinsi Jika tempat terbit lebih dari satu. annoted by. misalnya LIPI : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia / . maka tempat terbit yang menonjol tempat terbit pertama yang ditulis.

misalnya :1890 [i. Misalnya : hal. A-k o Jika penulisan halaman pada terbitan salah.. 394 hal. misalnya 1429 [2008]. Bagian kolasi . hak cipta dipakai sebagai penggantinya. (568hal.e” misalnya : xxi.1980 Tahun terbit. penulisannya : [ca. mempunyai halaman secara berurutan jumlah halaman dicantumkan dalam kurung biasa setelah jumlah jilid misalnya 6jil.e.1980] Tahun terbit tidak ada. misalnya : c. [198. 545 [i. maka nomor halaman tersebut tetap ditulis dengan diikuti oleh pembetulan dalam kurung siku yang terlebih dahulu didahului singkatan “i.] yang berarti diperkirakan tahun delapan puluhan ( : ..-- Tempat pembuatan Nama pembuat Tahun pembuatan Halaman atau jumlah jilid (jika katalog berbentuk paragraf) Halaman : o Angka romawi maupun angka arab ditulis sesuai dengan yang tercantum dalam terbitan tersebut. [1987/] yang berarti diragukan angka “?”nya. dan tidak diberi nomor secara berurutan. huruf permulaan dan terakhir ditulis sesuai peryataan halaman. Salah cetak dibubuhkan pembetulannya. pernyataan jumlah halaman dari setiap jilid ditulis setelah pernyataan 12 . jumlah jilid ditulis dengan angka arab. yang bukan tahun masehi ditulis seperti tercantum dalam publikasi dengan menambahkan tahun masehi. o Jika terdiri atas beberapa jilid. pencetakan dan hak cipta tidak ada. misalnya : iv. o Jika terdiri atas beberapa jilid.) 4 . Jilid : o Jika suatu terbitan terdiri atas beberap jilid. misalnya 3 jil.). o Jika halaman tidak bernomor. tentang funsi penerbit Tahun terbit o o o o Tahun terbit masehi ditulis angka arab. tetapi berhuruf.e545]hal.1953] yang berarti 1953.

misalnya : 20x30cm. 6 .vi. misal : peta. misalnya : 23.) Boleh didahului dengan tanda spasi Misal: Bibliografi hal.:ilus. 16 potret. penulisannya dapat dirinci setelah pernyataan ilustrasi. misalnya lebar buku lebih panjang daripada tingginya.5 cm menjadi 24 cm.: Keterangan ilustrasi Ukuran . Bagian seri . 3jil.-- Keterangan terlampir Judul seri sebenarnya Judul paralel seri Keterangan judul seri tambahan Pernyataan tanggung jawab berkaitan dengan seri Pernyatan pertama Pernyataan selanjutnya ISSN Nomor seri Judul subseri Judul paralel seri Keterangan judul seri tambahan Pernyataan tanggung jawab berkaitan dengan seri Pernyatan pertama Pernyataan selanjutnya ISSN dari subseri Nomor subseri Segala sesuatu yang dianggap penting yang jumlah jilid seluruhnya.345 Daftar tabel hal3-5 13 . . misalnya .: ilus. potert. + 5 . . o Apabila ukuran suatu publikasi tidak lazim. Misalnya : 256hal.36cm. misalnya : 234 hal.21cm.31.(v. 10 lembar peta berwarna.+atlas.-= : / . maka lebar ditulis setelah tinggi. Bagian catatan . dibulatkan ke atas. . .49hal. (35hal. musi. = : / .32. o Ukuran dihitung tinggi suatu terbitan dan dicatat dalam cm.) Jika terdapat bermacam-macam ilustrasi.iii.

Pengarang lainnya dijadikan sebagai entri tambahan. tajuknya pada nama keluarga yang terletak pada kata/nama bagian depan. Misalnya : Achmad Pura di Redja. kata utama ditetapkan pada bagian nama sebelum unsur sisipan. Di dalam menentukan tajuk. 14 . di. o Nama yang menggunakan unsur sisipan berupa nasab seperti bin.  Pengarang ganda. dalam hal tertentu. ibn. nan. Bagian . Ajip. tajuknya Zur Linde. tajuknya Pura di Redja. Misalnya . Jacky. o Nama Cina. tajuknya menjadi Muhammad Amin bin Wan Muhammad Said. tajuknya Tan. o Nama Indonesia. Wan. dua atau tiga orang. tajuknya ditentukan pada nama yang disebut pertama atau pengarang utama. Namun.. ISBN. tajuk entri utama tidak berupa nama pengarang atau badan korporasi tetapi berupa judul bahan pustaka.  Pengarang ganda lebih dari tiga orang (empat orang atau lebih). baik nama perseorangan maupun nama badankorporasi yang bertanggungjawab terhadap isi sebuah dokumen atau bahan pustaka. Misalnya : ajip Rosidi. dsb. harga. = : ( ) belum Indeks hal. Jenis-jenis badan korporasi adalah perkumpulan .-penomoran. o Nama pengarang Melayu. tajuknya ditentukan pada judul. Achmad. Tajuk entri nama orang Hal-hal yang perlu diperhatikan :  Pengarang tunggal. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut : a. Tan Kim Hong. Misalnya : Otto Zur Linde. o Nama Barat. dan bertindak atau dapat bertindak atas namanya sebagai suatu kesatuan. b.7 . Misalnya Wan Muhammad Amin bin Wan Muhammad Said. Kim Hong. 130-135 dimasukkan Buku fotokopian pada daerah sebelumnya Nomor standar Judul kunci Syarat-syarat dn harga Keterangn tambahan 6) Penentuan Tajuk Entri Utama Tajuk entri utama biasanya berwujud nama pengarang atau penanggungjawab kepengarangan. tajuknya menjadi Rosidi. tajuknya pada nama keluarga. Penentuan bentuk tajuk nama orang yaitu . Tajuk entri Badan Korporasi Badan korporasi adalah suatu organisasi atau kumpulan orang-orang yang dikenal dengan nama tertentu. tajuknya pada pengarang tersebut. Jacky Chan. Otto. tajuknya Chan. tajuk pada nama atau kata terakhir.

tajuknya nama negara.. Misalnya : Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. pertandingan olahraga. Judul 615. komisi. lembaga. ekspedisi.. Kerjaan. dsb. tajuknya menjadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. tajuknya menjadi Universitas Indonesia. Negara. Contoh. Misalnya : Departemen Agama.contoh katalog badan korporasi : 338.Surakarta : UNS Press. insitusi. 1983. o Badan pemerintah. Fakultas Ekonomi.959 827 2 Sol SOLO.D I. Misalnya: Komisi perpustakaan UI. 1. Untuk nama-nama pemerinthan tidak perlu mengikutsertakan istilah-istilah Republik. OBAT TRADISIONAL 15 . o Badan bawahan yng khas atau nondepartemen.: ilus. pemerintahan. perusahaan.: ilus. 882 Ika IKATAN DOKTER INDONESIA s Seminar hasil pengkajian terapi urin sendiri: seminar di UNS tanggal 1 – 15 Januari 2004. 1.perhimpunan. OBAT ALTERNATIF I. asosiasi. 65 hal. konferensitau pertemuan. komisi perpustakaan.. o Lembaga perguruan tinggi. Dinas Pendidikan Nasional r Rangkuman hasil pengkajian bahan penyusunan Kurikulum Pendidikan Dasar : sektor Olah raga . Profinsi. tajuknya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. pameran..Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. tajuknya Indonesia. SURAKARTA – KURIKULUM S. dsb. peristiwa-peristiwa atau pesta-pesta. Misalnya : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Departemen Agama. tajuknya Universitas Diponegoro. 2004. dsb). 29 cm. Mislnya : LIPI. o Badan bawahan departemen yang khas atau tidak ada pada departemen lain. proyek. Kota. 29 cm. 39 hal. Ketentuan-ketentuannya yaitu .. badan-badan sementara (panitia. o Badan bawahan yang tidak dikenal.

Jika suatu publikasi yang pengarangnya tidak diketahui dan tidak ada badan korporasi yng bertanggungjawab. o Karya pertukaran dua orang atau lebih (debat..Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.: ilus. misalnya Al-qur’an. 59 hal. MENTERI APARATUR NEGARA II. 29 cm.. 1. Injil. masing-masing menyumbangkan karangannya. o o o o Tajuk entri judul Penentuan judul sebagai tajuk entri utama apabila : Pengarang suatu publikasi lebih dari tiga orang Jika suatu publikasi merupakan hasil karya kolektif di bawah editorial. dsb. Judul c. GURU – JABATAN FUNGSIONAL I. 1983. Jika suatu publikasi yng merupakan suatu tulisan suci. korespondensi. Peraturan: o Kerjasama dua orang atau lebih o Karya beberapa orang..338. 7) Karya Bersama a. 59 8 Ind INDONESIA.Departemen Pendidikan Nasional r Keputusan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang jabatan fungsional Guru dan angka kreditnya . dsb) 16 .

EU = pembuat karya seni tersebut (artis). maka EU = tajuk untuk kary aslinya. o Teks disertai komentar. tetapi kalau masih meragukan tetapkan EU dibawah karya aslinya. Undang-undang Dasar / Konstitusi b. versi dalam bentuk sastra yang lain (Novelisasi. d. dsb.Dramatisasi) EU = penydur. EU = penulis teks. Piagam U = Negaranya. ET = komentatuor. Tetapi kalau isinya tidk berubah. tetapi jika hanya sebagai komentator maka. yaitu INDONESIA. aransemen musik) b. Jenis peraturan perundangan antara lain : a. ET = penyumbang yang lain. 9) Peraturan-peraturan Khusus Peraturan perundang-undangan yang mempunyai kekuatan hukum. Karya bersama tanpa pengarang utama > 3 orang EU + dibawah judul. saduran. Tanpa teks. EU = penulis teks. Peraturan administratif dari pejabat pemerintah Ketentuan umum : o UUD. c.o Kerjasama dua atau lebih badan korporasi. 8) Karya Campuran Bila beberapa orang atau badan memberikan sumbangan intelektualny masingmasingdengan fungsi yng berbeda ( penulis. o Adaptasi dari teks. o Teks yang diberi gambar. karya tersebut merupakan karya campuran. EU dari penulisan kembali. penyadur. peraturan dari pemerintah pusat ataupun daerah c. Karya bersama dengan pengarng utama (dinyatakan pengarang utamanya) EU = pengarang utama. Suatu karya sebelumnya yang dimodirikasi (saduran. b. tafsiran. Undang-undang. EU = pengarang aslinya ( karya seni tersebut) Pakai teks. terjemahan. Contoh : Penjaga kesehatan oleh Hubert O dibantu oleh Suprana ……. ET = pengarang yang lain. maka EU = pengarang asli dan kalau hanya pembaharuan. Karya campuran ada dua. Peraturan umum : o Bila karya tersebut sudah merupakan modifikasi (sifat dan isinya telah berubah) EU = sesuai dengan yang telah dimodiriksi tersebut. bil ada penyumbang lain untuk menambhi gmbar atau yang sejenisnya maka EU = penulis teks. revisi. o Reproduksi karya seni. yaitu : a. jika penulis teks dinyatkan sebagai pengarang. ringkasan. 17 . Peraturan. ilustrator. dsb). penerjemah. Undang-Undang. Karya bersama tanpa pengarang utama < 4 orang EU = pengarang pertama. Suatu karya baru hasil kerjasama beberapa orang/badan masing-masing dengan sumbangan berbeda.

Contoh : Himpunan SK Menteri Pendidikan Nasional U = DEPARTEMEN. Untuk pengurutannya dapat menggunakan dua metode yaitu : o Huruf demi huruf Misalnya : PUSAKA PUSARA PUSAT GEMPA PUSAT STATISTIK o Kata demi kata. 219 hal. Peraturan. 10) Filling (penyimpanan) Ada 3 cara penyusunan kartu katalog yaitu . misalnya 18 . o Dictionary Catalogue. 598 Ind INDONESIA. yaitu penyusunan katalog yang disusun berdasarkan nomor klasifikasi. o UU..Undang-undang u Undang-undang Republik Indonsia No. 1 tahun 2000 tentang perbendaharaan negara . Misalnya : PUSAT GEMPA PUSAT STATISTIK PUSAKA PUSARA Inisial atu singkatan dianggap sebagai kata yang terpisah.. o Contoh katalog peraturan khusus : 336. Akronim diperlakukan sebagai satu kata. Undangundang. EU = Lembaga yang disebut pertama.UU. yaitu penyusunan katalog yang dikelompokkan menurut jenis katalognya baru kemudian disusun berdasarkan alfabetis. yaitu penyusunan semua katalog dalam satu file yang disusun secara alfabetis. Pjabat Pemerintah EU = dibawah Badan Peabat yang bersangkutan. o Devided Catalogue. 2005. masing-masing terdiri dari satu huruf.. o Peraturan Adm. Peraturan Pempus maupun Pemda EU = INDONESIA. iii. Perturan yang dipubliksikan oleh lebih dari satu badan atau lembaga. 21 cm. Pendidikan Nasional. o Classified Catalogue.Jakarta : Departemen Komunikasi dan Informasi.

Contoh Penyusunan File Kartu Katalog : File Katalog Pengarang.Solo : AtTibyan.65 Mun 297. xii. 110 hal.ed. untuk Mangku Negoro X disetarakan dengan Mangku Negoro 10. penerjemah Abu Umar Abdullah. Muhammad Shalih Taubat : jalan pintas menebus dosa / Muhammad Shalih Munajjid..4. Muhammad MUNAJJID. mislnya 12 disetarakan dengan dua belas. Muhammad MUNIR. Sedangkan untuk angka disetarakan engan abjad.62 Mut 297.64 Mun 297.63 Mun 297. Muhammad MUNAWAROH MUNANDAR.. editor Qosdiy. 23 cm.: ilus. Polda.Kopkamtib. Pangdam. . 2001. 297.61 Mun t MUTTAQIN.. 19 ..

Judul asli: Uriidun an atuuba wa lakin. 20 .: ilus. 23 cm. Bibliografi : hal. 110 hal.. Muhammad Shalih Taubat : jalan pintas menebus dosa / Muhammad Shalih Munajjid.65 Mun 297.Bibliografi : hal. xii. 105 – 110. editor Qosdiy... Muhammad Tobatan nasukha MUNAWAROH Tingkah laku harian yang melanggar …. penerjemah Abu Umar Abdullah. 2001. 105 – 110. MUNANDAR.4.63 Mun 297.62 Mut 297. File Katalog Judul 297.61 Mun t Tuntutan agama dalam … MUTTAQIN. MUNIR..Solo : AtTibyan.. Muhammad Tuduhan-tuduhan pada era orde….ed.64 Mun 297. . Muhammad Taubat : jalan pintas menebus dosa MUNAJJID.

Okt. Sept. dsb. jurnal. Kala terbitnya ada yang mingguan. Contoh kartu majalah : KARTU MAJALAH Judul Penerbit Alamat : …………………… Beli ……………. Nop Des Ket 09 5/1 9/1 21 . dua bulanan. 11) Pengolahan Majalah dan Surat Kabar a. Masing-masing majalah atau satu judul majalah dibuatkan satu kartu majalah. majalah. terbitan seperti itu disebut dengan terbitan berseri atau terbitan berkala yang berbentuk buletin. Oleh karena itu. bulanan. Jan 5/1 Feb 6/1 Mar April 7/1 Mei Juni : ………… : ………… : ………… Nomor Frekuensi Lokasi : : : Th 08 Jil. Majalah Majalah merupakan publikasi (terbitan) berdasarkan waktu atau kala tertentu. dsb. xv xvi xi Juli Agust. dua mingguan. : …………………… Penukaran ……………. : …………………… Hadiah …………….Judul asli: Uriidun an atuuba wa lakin.

22 . 2. tetapi bisa juga menggunakan nomor pertama kali kita berlangganan majalah. o Apabila majalah terbitnya mingguan.bulan. o Lokasi : lokasi ditempatkannya majalah (rak) o Frekuensi : kala terbit (misal : mingguan atau bulanan) o Apabila terbitnya rutin.volume.nomor. Contoh buku inventaris majalah : No 1. Kemudian setelah itu membuat indeks artikel majalah. Majalah jilidan ini proses pengolahannya seperti buku yang harus dicatat pada buku inventaris majalah. Tgl terima 4-10-96 7-10-96 8-10-96 No Inventaris 001/SM/96 002/PM/96 003/Hid/96 Judul. 3. Contohnya : o Katalog Artikel Majalah : Katalog artikel majalah ditulis berdasarkan sumber majalha yang berada di daftar isi. Majalah yang nomor urutnya lengkap sebaiknya dijilid. maka data pasti akan urut. V (3) Juli 1996 PANJI MASYARKAT VII (1) September 1996 HIDAYATULLAH XII (12) Juli 1996 Majalah yang sudah diinventaris dan sudah dijilid dibuatkan katalog atau kartu majalah. maka data ditulis urut ke bawah seperti pada contoh di atas.6/1 7/1 8/1 11/1 Keterangan : o Untuk nomor : bisa menggunakan nomor majalah.tahun ANAK SHOLEH.

29 cm. 2. 2. ilus. 27 November 1997. FOLLICLE STIMULATING HORMONE o F.—Vol. 23 cm Bulanan ISSN 0126-0901. Hal. Bulanan BBA .... 1.EK Fok f Katalog Majalah : FOKUS Manajerial: Jurnal manajemen dan kewirausahaan. 2004.. Keterangan :  (Februari 2004)…. No.Amsterdam : Elsevier.-Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.I. XL No.MIPA BBA b XL MINEGISHI. 1997. : penulisan kalau masih berlangganan  Tahun 2004 : tahun pertama kali kita buat (awal langganan)  Kolasi : tidak diberi jumlah halaman karena jumlah halaman setiap majalah tidak sama.-. .: ilus. (Februari 2004) ………………………………. Takashi Follicle stimulating hormone regulation on its receptor mesenger ribonucleic acid levels in cultured rat granulosa cells / Takasi Minegishi.Molecular Cell Research Vol. 165-173. 23 .

Contoh : Judul harian Alamat : redaksi PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Tahun : Bulan Januari Februari Maret April mei Juni Agustus September November Oktober November Tanggal 1 2 3 4 5 6 7 8 dst. Aakn tetapi. Surat kabar Surat kabar biasanya terbit atau kala terbitnya tiap hari atu harian. Pengolahan surat kabar yang diterima diberi cap perpustakaan dan dicatat pada kartu surat kabar. ada yang terbit pagi hari dan ada jug yang terbit sore hari. 31 : 24 .a.

KLASIFIKASI Klasifikasi yaitu pengelompokkan atau penggolong-golongan bahan pustaka berdasarkan beberapa ciri tertentu secara sistematis. Kemudian. Da sepuluh kelas utama dalam sistem DDC yaitu : • 000 karya umum • 100 filsafat • 200 agama • 300 ilmu sosial • 400 bahasa • 500 ilmu-ilmu murni • 600 ilmu-ilmu terapan (teknologi) • 700 seni dan olahrga • 800 kesusastraan • 900 sejarah dan geografi INPUT DATA/HOLDING KELENGKAPAN BAHAN PUSTAKA Setelah sebuah buku dibuatkan katalog. dan 1 huruf awal judul. dan tahun terbit (ada perpustakaan uyang mencantumkan). kartu buku. Pada label tersebut dicantumkan nomor kalasifikasi. Biasanya banyak perpustakaan yang menggunakan sistem klasifikasi DDC (Dewey Decimal Classification). Contoh label buku : UNIVERSITAS SEBELAS MARET UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET UPT PERPUSTAKAAN H. a. I. Pada label ini dapat ditambahkan copy ke berapa.Desember G. jilid. dan kantong kartu buku. Tujuannya supaya mempermudah dan mempercepat penemuan kembali bahan pustaka yang dibutuhkan. 3 huruf pertama nama pengarang (tajuk). Label Buku Label buku dibuat dari kertas dengan ukuran. label ditempelkan pada punggung buku kira-kira 3cm dari bawah. lembar tanggal kembali (date due slip). pekerjaan berikutnya adalah membuat label (pelabelan). 611 Gra s2 611 Gra s3 b. Lembar Tanggal Kembali 25 .

lalu disimpan pada kotak sesui dengan tanggal pengembaliannya.Terbuat dari kertas kira-kira ¼ folio berisi catatan nomor anggota dan tanggal wajib pengembalian. Gunanya untuk mengingatkan peminjam tanggal pengembalian koleksi yang dipinjam. Kembali No. SEBELAS MARET No. nama pengarang. Apabila buku dipinjam. data peminjam ditulis pada kartu buku itu. judul. dan tanggal peminjaman. : 8375/Pb/2005 Judul : Sekitar anatomi manusia Pengarang : GRAYLOR. nomor anggota/nama peminjam. Invent. Anggota Tgl. Lembar tanggal kembali ini ditempelkan pada akhir halaman atau sampul akhir dari buku. Kartu ini diletakkan pada bagian dalam sampul buku. Kembali II III 26 . Michael 611 Gra s No. kembali c. Kartu Buku Kartu buku berisi nomor inventaris. Contoh kartu buku : UPT PERPUSTAKAAN UNIV. dan sandi pustaka. Anggota Tgl. Anggota I Tgl. Contoh lembar tanggal kembali : No.

27 . Buku : 611 Gra s No. PENGIRIMAN KE BAGIAN SIRKULASI Setelah bahan pustaka selesai dibuatkan katalog serta kelengkapannya. Kantong Kartu Buku Sering disebut kantong buku. Kantong buku berguna untuk tempat kantong buku.d. bahan pustaka tersebut dikirim ke bagian sirkulasi dan kemudian disusun sesuai tempatnya. : 83754/Pb/2005 J. STATISTIK/LAPORAN K. Contoh kantong buku : No. dapat dibentuk segitiga atau segi empat. Invent.

V. 3.ed. 1. 1998. . O – R 297hal. Jil.-.LAMPIRAN CONTOH-CONTOH : Katalog Buku berjilid : Ens e ENSIKLOPEDI Nasional Indonesia: Jilid I . 367 hal. 10 Jil.-. 1998. ALI. Jil.III I – M. N – P 423hal. : ilus. Jil. II B – H. 265 hal.598 II. sama dengan yang atas 28 . Jil.ed. 21 cm..Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 3. IV. I A – C... INDONESIA . ..X / editor Lukman Ali.ENSIKLOPEDI R I. Judul Ens ENSIKLOPEDI Nasional Indonesia: Jilid I -.X / editor e I-X Lukman Ali. Jil. Lukman (ed) 039.. 541 hal.Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. dst.

-. 21 cm. v. ALI.Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 3.R 039. 1998. .ENSIKLOPEDI I. v.ed.ed. 1. 1.. Lukman (ed) II.C/editor eI Lukman Ali. INDONESIA . 265 hal.: ilus.Judul 29 1 . Lukman (ed) II. ALI. 367 hal. R 039. Judul .Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.: ilus..ENSIKLOPEDI I. 3.H / editor e II Lukman Ali. 21 cm. INDONESIA .598 Ens ENSIKLOPEDI Nasional Indonesia: Jilid II B .. 1998.598 Ens ENSIKLOPEDI Nasional Indonesia:Jilid IA . .-.. .

tab. MEKANIKA TEKNIK I.5 Mek m MEKANIKA teknik status tak tentu / Hadi Y. . Muhammad Adnan.Andi (ed) IV.Bandung : Yustadi. 327 hal..Katalog Induk : 624.]. HADI Y II. Indeks : hal. Muhammad III.Bandung : Yustadi.-. 28 cm. vi. Katalog Subyek : vi. editor Andi Yuan. 30 . 28 cm. 2003. editor Andi Yuan. 1. YUAN. 624. 327 hal.: ilus. Judul. 320 – 326.5 MEKANIKA TEKNIK Mek MEKANIKA teknik status tak tentu / Hadi Y... Muhammad m Adnan.. [dkk. Indeks : hal.]. tab. ADNAN. 320 – 326. [dkk. 2003..: ilus.

.5 Mek m . editor Andi Yuan..Bandung : Yustadi. 28 cm.]. 320 – 326.. Muhammad MEKANIKA teknik status tak tentu / Hadi Y. 2003. 31 624. 28 cm. 320 – 326.5 Mek m HADI Y MEKANIKA teknik status tak tentu / Hadi Y. editor Andi Yuan.Bandung : Yustadi. Muhammad Adnan. [dkk. Indeks : hal..: ilus.. 327 hal.: ilus. Katalog Pengarang Kedua : vi. . . 327 hal. [dkk. tab. tab. . vi. 2003. Indeks : hal. Muhammad Adnan.].. ADNAN.Katalog Pengarang Pertama : 624. .

. 624.: ilus.: ilus. .5 Mek m Mekanika teknik status tak tentu MEKANIKA teknik status tak tentu / Hadi Y. Muhammad Adnan.. 2003. [dkk.. 2003. editor Andi Yuan. Indeks : hal.Bandung : Yustadi. 624. . tab..5 Mek m YUAN. 327 hal.Bandung : Yustadi..]. vi.Katalog pengarang tambahan (editor) : . 32 . tab. 28 cm. 320 – 326. 320 – 326. Muhammad Adnan. Andi MEKANIKA teknik status tak tentu / Hadi Y.]. vi. editor Andi Yuan. Katalog Judul : Indeks : hal.. 327 hal. [dkk. . 28 cm.

33 .