Anda di halaman 1dari 3

SAMBUTAN LAMARAN (KHITBAH) ANANDA ____________ PUTRA BAPAK ___________ & IBU ___________

Assalamualaikum Wr. Wb. Segala puja dan puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah menghantarkan kita sekalian sehingga dapat berkumpul bersilaturrahim pada hari ini, dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam bagi junjunan kita Nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh kaum muslimin wal muslimat hingga akhir zaman. Bapak (ayah pihak wanita) beserta ibu (ibu pihak wanita) dan segenap keluarga dan kerabatnya yang sangat kami hormati. Pertama-tama, kami menghaturkan salam silaturrahim diiringi ucapan terimakasih atas penerimaan kami sekeluarga yang telah disambut dan langsung dipersilahkan untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami di hari yang penuh kebahagiaan ini. Bapak dan Ibu (ayah pihak wanita) yang budiman, lebih dahulu perkenankanlah kami untuk menyampaikan tuturkata mewakili saudara kami Bapak (ayah pihak pria) beserta isteri (ibu pihak pria) untuk secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan yang tulus yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Bapak dan Ibu (ayah pihak wanita) yang kami hormati, Hadirin wal hadiraat yang berbahagia, pada hari ini kami hadir di tengahtengah keluarga dan kerabat Bapak Ibu (ayah pihak wanita) tiada lain dalam rangka menghantar ananda (pihak pria) putra pertama dari ketiga putra-putri saudara kami Bapak dan Ibu (ayah pihak pria), yang konon anak kami yang satu ini telah lama berkenalan dengan putri Bapak dan Ibu yang bernama ananda (pihak wanita) yang panggilan sehari-harinya (nama panggilan pihak wanita). Entah kapan dan dimana anak-anak kita tersebut berjumpa, yang pasti takdir Illahi; menetapkan (pihak pria) telah jatuh hati kepada (pihak wanita), semata wayang, seperti bunyi pantun melayu: darimana

datangnya lintah, dari darat turun ke kali. Darimana datangnya cinta, dari mata turun ke hati. Cerita singkatnya, ananda (pihak pria) telah menyampaikan niat yang tulus kepada orangtuanya untuk dihantar meminang buah hatinya (pihak wanita). Untuk itulah maksud dan tujuan kedatangan kami pada hari ini yakni menyampaikan lamaran / pinangan atau dalam bahasa agama disebut dengan khitbah. Bapak dan Ibu (ayah pihak wanita) yang kami hormati, dengan penuh was-was kami menyampaikan niat suci anak kami (pihak pria) dan Ibu Bapaknya untuk menyampaikan sekapur sirih berupa pinangan kepada putri permata hati Ibu Bapak ananda (pihak wanita). Mudahmudahan Ibu dan Bapak berkenan untuk meridhoi niat anak kami dengan menerima lamarannya. Keberanian (pihak pria) hanyalah berbekal amanah Allah SWT sesuai dengan Firman-Nya : Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Dia (Allah) menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS. 30 Ar-Rum : 21). Itulah yang dapat kami utarakan kepada Bapak dan Ibu (ayah pihak wanita) dihadapan sanak keluarga dan kerabatnya, dalam rangka khitbah ini. Sambil menanti Gayung Bersambut apakah lamaran kami bakal di tampi atau di tampik, tidak lupa kami sekeluarga Bapak Ibu (ayah pihak pria) mohon maaf apabila dalam menyampaikan maksud dan tujuan ini ada tutur kata yang kurang berkenan di hati. Begitu pula hantaran lainnya kecuali pinang dan sirih sekedar lambang pinangan sebagai pengikat pertunangan yang juga disebut dengan peningset. Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurota ayunin waj alna lil muttaqina immama. Billahittaufik wal hidayah wal innayah, wal irradah.

Wassalamuallaikum Wr. Wb. Bandung, (tanggal tahun)