Anda di halaman 1dari 36

TUGAS MATA KULIAH PENGETAHUAN LINGKUNGAN

DOSEN PEMBIMBING HADI PURWANTO,S.Pd

LAPORAN HASIL OBSERVASI HUTAN DATARAN RENDAH EKO WISATA BULUHCINA

DISUSUN OLEH KELOMPOK III 1. 2. 3. 4. 5. CHAIRANI SULASTRI EVA JULIANDITA DENI WIDYA NINGSIH FAHRIZAL HUMAIDI TRISNAWATI 6. INDRA NOVITA 7. KASMAWATI 8. NANI KARMILA 9. NURUL AFWAN 10. HANDRO FIRMANSYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU 2013 KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan laporan hasil observasi dalam bentuk jurnal tentang hutan dataran rendah ekowisata Bulucina. Kami menyadari bahwa jurnal ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal kami ini. Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan jurnal ini dari awal hingga akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.

Pekanbaru , Juni 2013

Kelompok 3

HUTAN DATARAN RENDAH EKOWISATA BULUH CINA


Abstrack Ecosystem is a system formed by the ecological interrelationships between living things integral to the environment. One of the ecosystem is Forest, especially lowland forest. Forest is the life form that spread throughout the world. We can find the forest in tropics or cold climates, in the lowlands and in the mountains, on a small island or in a large continent. Lowland forest is a forest that grows in low-lying areas with an altitude of 0-1200 m, and that forest is very rich types of flora and fauna. Keyword: Ecosystem, Forest and Lowland Forest

PENDAHULUAN
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup Ekosistem dengan bisa lingkungannya.

mati/abiotik) maupun komponen non fisik berupa hubungan manfaat suatu benda terhadap benda lainnya (trofik). Di dalam lingkungan juga terjadi suatu fenomena dinamika yang menyangkut hubungan interaksi antar kelompok fisik, atau dapat dikatakan bahwa di dalam lingkungan. Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi terdapat dengan lebat semacam berfungsi oleh ini pepohonan dan tumbuhan lainnya. Kawasan-kawasan di dunia dan terdapat di wilayah-wilayah yang luas sebagai

dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Di dalam lingkungan komponen-komponen, baik komponen fisik (benda hidup/biotik dan benda

penampung karbon dioksida (carbon dioxide modulator sink), arus habitat hidrologika, hewan, serta

penyedia air bagi kehidupan hutan merupakan salah satu kawasan yang sangat penting, hal ini dikarenakan hutan adalah tempat bertumbuhnya berjuta tanaman. Hutan dataran rendah merupakan hutan yang tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 - 1200 m. Hutan hujan tropis yang ada wilayah Dangkalan Sunda seperti di Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan termasuk hutan dataran rendah. Hutan dataran rendah Sumatera memiliki keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia. Sebanyak 425 jenis atau 2/3 dari 626 jenis burung yang ada di Sumatera hidup di hutan dataran rendah bersama dengan harimau Sumatera, gajah, tapir, beruang madu dan satwa lainnya. Selain itu, di hutan dataran rendah Sumatera juga ditemukan bunga tertinggi di dunia (Amorphophallus tittanum) dan bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi).

pelestari tanah, dan merupakan salah satu aspek biosfer Bumi yang paling penting. Hutan adalah bentuk kehidupan yang tersebar di seluruh dunia. Kita dapat menemukan hutan baik di daerah tropis maupun daerah beriklim dingin, di dataran rendah maupun di pegunungan, di pulau kecil maupun di benua besar. Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan tumbuhan berkayu dan lain, juga yang tanaman, terutama pepohonan atau menempati daerah yang cukup luas. Sebagai fungsi ekosistem hutan sangat berperan dalam berbagai hal seperti penyedia sumber air, penghasil oksigen, tempat hidup berjuta flora dan fauna, dan peran penyeimbang lingkungan, serta mencegah timbulnya pemanasan global. Sebagai fungsi

BAB I HUTAN DATARAN RENDAH


1.1 Konsep Ekosistem penggabungan dari Ekosistem Hutan merupakan setiap unit

kehidupan". Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya. Hutan dataran rendah merupakan hutan yang tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 - 1200 m. Hutan hujan tropis yang ada wilayah Dangkalan Sunda seperti di Pulau Sumatera, dan Pulau Kalimantan termasuk hutan dataran rendah. Hutan dataran rendah Sumatera memiliki keanekaragaman hayati yang terkaya di dunia. Sebanyak 425 jenis atau 2/3 dari 626 jenis burung yang ada di Sumatera hidup di hutan dataran rendah bersama dengan harimau Sumatera, gajah, tapir, beruang madu dan satwa lainnya. Selain itu, di hutan dataran rendah Sumatera juga ditemukan bunga tertinggi di dunia (Amorphophallus tittanum) dan bunga terbesar di dunia (Rafflesia arnoldi). Berbagai jenis burung dan mamalia besar hidup di hutan dataran rendah Sumatera. Untuk jenis burung saja pada hutan dataran rendah Sumatera terdapat 425 dari 626 jenis burung

Dataran Rendah

biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada. Dalam dalam ekosistem, komunitas organisme berkembang

bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya keperluan "organisme, mikroorganisme, organisme hidup. Pengertian juga ini memengaruhi lingkungan fisik untuk didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: khususnya bersama-sama

dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk

yang hidup di hutan hujan Sumatera. Jenis-jenis burung tersebut antara lain adalah rangkong papan (Buceros Sumatera srigunting (Lonchura bucornis), (Lophura Bondol sempidan inornata), tunggir-putih

maupun ilegal), pembukaan lahan hutan dan peralihan fungsi kawasan hutan untuk penggunaan lain. Dengan laju penyusutan hutan yang tinggi ini, World Bank pada tahun 2000 memperkirakan bahwa hutan dataran rendah Sumatera akan habis dalam waktu yang sangat dekat jika tidak ada tindakan segera untuk menyelamatkannya. Sebagian besar spesies tumbuhan endemis Sumatera ditemukan di hutanhutan dataran rendah yang berada di bawah 500 meter, meskipun sampai saat ini baru sekitar 15% dari keseluruhannya yang telah tercatat.

Sumatera (Dicrurus sumatranus), dan striata). Selain itu Sumatera juga merupakan habitat bagi jenis-jenis mamalia besar yang tidak dijumpai di wilayah lain seperti harimau Sumatra (Panthera maximus), madu tigris), gajah (Elephas Sumatera dan yang badak

(Dicerorhinus sumatrensis), beruang (Helarctos malayanus) hayati Tapir (Tapirus indicus). Keanekaragaman tinggi yang dimiliki oleh hutan dataran rendah Sumatera, menempatkan hutan Sumatera menjadi salah satu ekosistem terpenting di dunia. Namun hutan dataran rendah Sumatera mengalami penyusutan yang sangat drastis. Saat ini, hutan dataran rendah yang tersisa hanya seluas 500.000 hektar dari 16.000.000 hektar di tahun 1900. Kondisi ini utamanya disebabkan oleh semakin meningkatnya aktivitas penebangan kayu (baik yang legal

Hutan primer Sumatera yang masih tersisa hanyalah kurang dari 40%. Tingkat penebangan hutan saat ini rata-rata sebesar 2,5% per tahun, dan yang terparah terjadi di daerah dataran rendah dan hutan-hutan perbukitan yang kaya akan spesies. Para ilmuwan memprediksikan bahwa semua hutan tropis dataran rendah Sumatera akan lenyap di tahun 2005.

1.2 Faktor Edaphis dan Klimatologis Ekosistem Hutan Dataran Rendah Klimatologi tentang meteorologi, proses di tapi merupakan Mirip berbeda ilmu dengan dalam atmosfer.

Edaphis merupakan

(Penyeimbang pembentukan

Alam) tempat-

tempat hidup alami bagi satwa yang hidup di sekitarnya. Manfaat Edaphis adalah manfaat dalam kaitan dengan tempat hidup binatang. Di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung. Ketinggian tempat merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kondisi iklim, baik dari segi suhu, kelembaban udara maupun curah hujan, yang selanjutnya mempengaruhi vegetasi yang ada. Masing-masing

kajiannya, meteorologi lebih mengkaji atmosfer sedangkan klimatologi pada hasil akhir dari proses-proses atmosfer.

Klimatologi

adalah

ilmu

yang

zona

ketinggian

tempat

memiliki

mencari gambaran dan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda , dan bagaimana kaitan antara iklim dan dengan aktivitas manusia. Karena klimatologi memerlukan interpretasi dari data-data yang banyak dehingga memerlukan mengatakan statistik klimatologi dalam sebagai pengerjaannya, orang2 sering juga meteorologi statistik (Tjasyono, 2004).

karakteristik yang berbeda-beda, baik dari segi floristik, komposisi maupun struktur. Faktorfaktor pendukung Klimatologis dan Edaphis Ekosistem Rawa Air tawar antara lain : 1) Iklim dengan unsur-unsurnya, seperti suhu udara, tekanan udara, angin kelambapan dan curah udara, hujan

merupakan faktor utama yang mempengaruhi perseberan

tumbuhan (flora) di permukaan bumi. Curah Hujan Hutan ini, banyak dipengaruhi oleh curah hujan yang sedang atau berkisar antara 2000 3000 mm / tahun, karena pohon yang ditemui pada umumnya tidak terlalu tinggi dan besar. Hal ini berbeda dengan hutan hujan tropis. Suhu Pada Hutan dataran rendah, kadar oksigen rata-rata tiap bulannya mencapai (0 kurang dari 800 m dpl.). Suhu ini juga mempengaruhi keanekaragaman fauna Udara Selain juga berperan berperan biji dalam sebagai tumbuhan menentukan kelembaban, angin penyebaran yang didalamnya. dan jenis terdapat

daerah panas dan dingin pada atmosfir. Kecepatan angin selalu diukur pada ketinggian tempat ternak berada. Hal ini penting karena transfer panas melalui konveksi dan evaporasi di antara ternak dan lingkungannya dipengaruhi

oleh kecepatan angin. Udara di atmosfer tersusun atas nitrogen (N2, 78 %), oksigen (O2, 21 %), karbon dioksida (CO2,0,03 %), dan gas lainnya. Jadi gas nitrogen merupakan penyusun udara terbesar di atmosfer bumi (Wirakusuma, 2003). Sinar / Cahaya Matahari Sinar matahari mempengaruhi sistem secara global, karena sinar suhu. matahari Sinar menentukan juga matahari oleh produsen

merupakan unsur vital yang dibutuhkan sebagai 2002). Angin dan kelembaban tumbuhan untuk

berfotosintesis (Chantalakhana,

tertentu. angin diturunkan oleh pola tekanan yang luas dalam atmosfir yang berhubungan atau dengan sumber panas

Angin

berperan

membantu tumbuhan,

diekspresikan Humidity = RH)

sebagai dalam

penyerbukan

kelembaban relatif (Relative persentase yaitu ratio dari mol persen fraksi uap air dalam volume udara terhadap mol persen fraksi kejenuhan udara pada temperatur dan tekanan yang sama (Yousef, 1984). Pada saat kelembaban tinggi, evaporasi terjadi secara lambat, kehilangan panas terbatas dan dengan mempengaruhi termal ternak. Air Air berpengaruh karena terhadap air untuk ekosistem dibutuhkan demikian keseimbangan

menyebarkan spora dan biji tumbuhan. Beberapa serangga hama tempat organisme kehilangan penguapan. tumbuhan lain yang agar air dapat jauh. tidak karena Beberapa diterbangkan oleh angin ke Kelembaban berperan menjaga

mikroorganisme seperti jamur dan bakteri hidup di tempattempat yang lembab. Mikroorganisme tersebut tidak dapat hidup ditempat-tempat kering. Kelembaban udara adalah penting, panas jumlah uap air dalam udara. Kelembaban karena kecepatan mempengaruhi kehilangan

kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air bagi minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik

dari ternak. Kelembaban dapat menjadi kontrol dari evaporasi kehilangan panas melalui kulit dan saluran pernafasan Chantalakhana, menyatakan biasanya (Chantalakhana, 2002). Selanjutnya 2002 Kelembaban

lain, pelarut

misalnya dan

tanah

dan

Hutan dataran rendah memiliki ketinggian 2 100 mdpl. Hutan dataran rendah ini didominasi oleh pepohonan besar yang membentuk tajuk berlapis-lapis (layering), sekurang-kurangnya tinggi tajuk teratas rata-rata adalah 45 m (paling tinggi dibandingkan rata-rata hutan lainnya), sepanjang a. Lapisan rapat, tahun. dan Ada hijau tiga yang

batuan, air diperlukan sebagai pelapuk (Chantalakhana, 2002). 2) Faktor-faktor Edhapis Topografi Topografi artinya keadaan naik turunnya permukaan bumi di suatu daerah. Topografi berkaitan dengan kelembaban, cahaya, suhu, serta keadaan tanah disuatu daerah. Interaksi berbagai faktor itu membentuk lingkungan yang khas. Sebagai contoh keanekaragaman hayati di daerah perbukitan berbeda dengan daerah juga penyebaran Kawasan topografi berbukit. Keadaan tanah di daerah yang berbukit datar. di berbeda Organisme hidup

lapisan tajuk atas di hutan ini: pohon-pohon lebih tinggi, muncul di sanasini dan menonjol di atas atap tajuk (kanopi hutan) sehingga dikenal sebagai sembulan kadang(emergent). Sembulan ini bisa sendiri-sendiri tak banyak. ini atau kadang menggerombol, namun Pohon-pohon bisa memiliki tertinggi

dengan daerah datar. Topografi mempengaruhi mahkluk ini landai hidup. hingga memiliki

batang bebas cabang lebih dari 30 m, dan dengan lingkar batang hingga 4,5 m. b. Lapisan kanopi hutan rata-rata, yang tingginya antara 2436 m.
c. Lapisan

tajuk bawah, yang selalu menyambung.

tidak

Lapisan pohon jenis

ini

tersusun muda,

oleh pohon-

yang toleran terhadap naungan yang bertahan hidup di sini; di samping jenis-jenis pemanjat (liana) yang melilit batang atau mengait cabang untuk mencapai atap tajuk. Akan tetapi kehidupan yang tidak begitu dan memerlukan organisme cahaya, pengurai seperti halnya aneka kapang (dekomposer) lainnya tumbuh berlimpah ruah. Dedaunan, kayu yang buah-buahan, rebah, segera ranting, dan bahkan batang menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Pemakan semut raksasa juga hidup di sini. Pada saat-saat tertentu ketika (pohon tajuk tersibak atau terbuka karena sesuatu sebab yang tumbang, misalnya), lantai hutan yang kini kaya sinar matahari segera diinvasi oleh berbagai jenis terna, pohon; semak dan anakan sejenis membentuk

pohon-pohon

yang pohon yang

tertekan tahan

pertumbuhannya, atau jenisnaungan.Kanopi hutan banyak mendukung kehidupan lainnya, semisal berbagai jenis epifit (termasuk anggrek), bromeliad, lumut, serta lumut kerak, yang hidup melekat di cabang dan rerantingan. Tajuk atas demikian padat dan ini rapat,

membawa konsekuensi bagi kehidupan di lapis bawahnya. Tetumbuhan di lapis bawah umumnya keberadaannya kurangnya yang bisa oleh cahaya terbatas sebab matahari lantai

mencapai

hutan, sehingga orang dan hewan cukup leluasa berjalan di dasar hutan. Ada dua lapisan tajuk lagi di aras lantai hutan, yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. Lantai hutan sangat kurang cahaya, sehingga hanya jenis-jenis tumbuhan

rimba yang rapat.

Flora dan Fauna Pengaruh lingkungan dan faktor-faktor kisarannya

respirasi

makhluk

hidup.

Gerakan udara sebagai angin mempunyai peranan ekologis dapat menguntungkan maupun merugikan, misalnya terhadap penyebaran serbuk sari, spora atau biji-bijian. Sebaliknya jika kecepatan angin terlalu besar dapat menyebabkan penurunan berbagai proses metabolisme, tumbuhan menjadi layu atau mati (Kartasapoetra). Flora maupun fauna pada hutan ini terpengaruh iklim, namun kaya akan keanekaragaman yang jenis baik flora maupun fauna, memiliki yang strata tajuk tinggi lengkap serta memiliki variasi berdasarkan perbedaan tempat tumbu.

untuk suatu tumbuh-tumbuhan berbeda-beda, karena satu jenis tumbuhan mempunyai kisaran toleransi yang berbeda-beda menurut habitat dan waktu yang berlainan. Tetapi pada dasarnya kehidupannya unsur faktor secara dibatasi alami oleh:

jumlah dan variabilitas unsurlingkungan tertentu (seperti nutrien dan faktor fisik, misalnya suhu udara) sebagai kebutuhan minimum, dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah tersebut. Hubungan tumbuh-tumbuhan dengan udara atmosfir pada umumnya berkaitan dengan gas CO2, O2, dan angin. Tumbuhtumbuhan berperanan penting dalam siklus karbon CO2 dan yang dengan O2 berhubungan ketersediaan faktor lingkungan

1.3 Jaring-Jaring Makanan Rantai makanan merupakan gambar peristiwa makan dan dimakan yang sederhana. Kenyataannya dalam satu ekosistem tidak hanya terdapat satu rantai makanan, karena satu produsen tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu jenis herbivora,

dalam proses fotosintesis dan

sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu memakan satu jenis produsen. Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai makanan yang saling berhubungan membentuk suatu jaringjaring makanan. Dengan kata lain, proses rantai makanan yang saling menjalin dan kompleks tersebut dinamakan jaring makanan. Sehingga rantai makanan dari produsen konsumen primer konsumen sekunder dan seterusnya, sebenarnya hanyalah penyederhanaan dari beberapa permutasi yang dapat dimiliki oleh interaksi makan dan dimakan. ekosistem. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup, sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda mati. Seluruh komponen biotik dalam suatu ekosistem membentuk komunitas. ekosistem lingkungan Dengan dapat diartikan abiotiknya demikian, sebagai (Nana Contoh jaring-jaring makanan yang terjadi pada suatu

1) Komponen Biotik Menurut gumilar (2010), bahwa salah satu komponen biotik. ekosistem ini ditinjau dari aspek komponen adalah komponen terlibat tumbuhan pengurai. Komponen terdiri dari seluruh mahluk hidup yang dalam Jika ekosistem, dilihat dari seperti dan segi hijau, binatang

penyusunannya, komponen biotik ini dapat dibedakan sebagai berikut: a) Produsen Produsen merupakan organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri (autotrof) melalui fotosintesis. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah tumbuhan hijau atau tumbuhan yang ini oleh yang mempunyai kemudian organismetidak bisa klorofil. organisme Produsen

dimanfaatkan

menghasilkan makanan (heterotrof) yang berperan sebagai konsumen. b) Konsumen Yang organisme berarti yang pemakai, tidak yaitu dapat

kesatuan antara komunitas dengan Kanzawa, 2009).

menghasilkan zat makanan sendiri tetapi menggunakan zat makanan yang

dibuat oleh organisme lain. Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora. Oleh karena itu, herbivora sering pertama. mendapatkann memangsa disebut konsumen Karnivora makanan herbivora tingkat yang dengan disebut

proses rantai makanan yang terjadi sehingga kumpulan makanan. c) Dekomposer atau pengurai. Dekomposer adalah jasad renik yang berperan menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Dengan adanya organisme pengurai, organisme akan terurai dan meresap ke dalam tanah menjadi unsur oleh itu hara yang kemudian (produsen). diserap Selain tumbuhan aktivitas membentuk dari jaring-jaring rantai makanan (food web) yang merupakan beberapa

konsumen tingkat kedua. Karnivora yang memangsa konsumen tingkat kedua disebut konsumen tingkat ketiga dan seterusnya. Proses makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk Perhatikan rantai contoh makanan. sebuah rantai

makanan ini: daun berwarna hijau (Produsen) > ulat (Konsumen I) > ayam (Konsumen II) > musang (Konsumen III) > macan (Konsumen IV/Puncak). Dalam ekosistem, banyak

pengurai juga akan menghasilkan gas karbon dioksida yang akan dipakai dalam proses fotositesis.

Gambar jaring-jaring makanan

Gambar rantai makanan

BAB II

EKOSISTEM HUTAN DATARAN RENDAH DESA BULUH CINA KABUPATEN KAMPAR


2.1 Gambaran Umum Lokasi

dengan

menggunakan

kendaraan

pribadi ataupun melalui transportasi angkutan umum, dari Kota Pekanbaru kita dapat menggunakan Bus Sarana Angkutan Umum (SAUM) atau yg lebih dikenal dengan Trans Metro Pekanbaru, Trans dengan Kita menggunakan mengakhiri Metro

Penelitian Ekosistem Hutan Dataran Rendah Desa Buluh Cina Kabupaten Kampar Desa Wisata Buluh cina adalah sebuah Desa yang berada di Kabupaten kampar, Desa ini berjarak sekitar 20 km dari Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau. Perjalanan ke Desa Buluhcina dapat dilakukan melalaui transportasi darat,

perjalanan di Perumahan PANDAU , kemudian di Perumahan PANDAU kita melanjutkan perjalanan menggunakan mikrolet atau yang biasa disebut dengan oplet menuju Taman Desa Wisata Buluhcina,dan Rp.10.000. biaya perjalanan menggunakan oplet ini

PETA EKO WISATA RIMBO TUJUH DANAU BULUHCINA Warga Desa Buluhcina memiliki kebudayaan kearifan lokal untuk tidak merusak lingkungan dan hutan. Di Desa Buluhcina terdapat Hutan Wisata Buluhcina. Hutan Wisata Buluhcina ini luasnya 1.000 hektare. Hutan ini sangat asri dan sangat alami dan sudah terpelihara semenjak ratusan tahun

yang lalu, di hutan ini dapat kita jumpai flora dan fauna, seperti rotan, anggrek, yang monyet, besar burung,kupudan tinggi, kupu,harimau dan juga pepohonan sangat dikawasan hutan ini terdapat tujuh danau yaitu : Danau Pinang Luar,

Danau Pinang Dalam, Danau Tanjung Putus, Danau Baru, Danau Tanjung Putus, Danau Lubuk Siam, Danau Atehutan, dan Danau danau Tatangah, memiliki masing-masing keunikan tersendiri

Salah Satu Pohon Besar Yang Ada Di Hutan Wisata Buluhcina Hutan wisata Buluhcina awalnya berasal dari tanah dan lahan warga Desa Buluhcina yang mereka ikhlaskan untuk dijadikan kawasan hutan wisata alam tanpa diganti-rugi. Maret 2004 lalu, ninik mamak, pemerintahan desa dan ketua Lembaga Musyawarah Besar ( LMB ) Buluh Cina menyerahkan lahan ulayat seluas 1.000 ha kepada Gubernur Riau. 1500 penduduk mereka bantuan miliki berupa Desa tanpa Buluhcina kompensasi dan memberikan dengan ikhlas lahan yang materi, mereka cuma mengharapkan perbaikan dan peningkatan pengembangan infrastruktur, peningkatan

ekonomi desa seperti pemberdayaan

pemuda mereka

dan

masyarakat belum

sekitar, dapat

Awal mula keterlibatan WWF dalam mendukung upaya yang dilakukan oleh masyarakat dimulai di desa tahun Buluh Cina sekitar 2004-2005,

namun sampai saat ini apa yang harapkan terwujud. Hutan Wisata Buluhcina ini dikelola oleh masyarakat dan adat secara bersama di bawah koordinasi ninik mamak Desa Buluhcina. dan LMB (Lembaga Musyawarah Besar) yang diketuai oleh Bapak Makmur Hendrik. Harapan ini pun disambut oleh pemerintah provinsi Riau dengan menjadikan kawasan tersebut menjadi taman wisata alam. Hutan Buluh Cina merupakan Hutan Produksi Terbatas yang sebagian kawasan hutan ini telah diubah dan ditunjuk menjadi Kawasan Taman Wisata Alam dengan Keputusan Gubernur Riau Nomor 468/IX/2006 tanggal 6 September 2006 tentang penunjukan kelompok hutan Buluh Cina di Kabupaten Kampar Provinsi Riau seluas 1.000 Ha sebagai kawasan taman wisata alam. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang konservasi, maka WWF Indonesia sangat mendukung langkahlangkah yang telah dilakukan oleh Lembaga Musyawarah Besar tersebut.

ketika bpk. Makmur Hendrik (Ketua Lembaga Musyawarah Adat Nuluh Cina) bertemu dengan manajemen yayasan WWF Indonesia. niatnya hutan Dalam meminta ulayat kesempatan itu, bp Makmur Hendrik mengutarakan upaya dukungan lembaga konservasi dalam pelestarian masyarakat. Langkah in kemudian dilanjutkan oleh WWF Program Riau pada September 2006 dengan melakukan pertemuan dengan ketua dan para pemuka adat Buluh Cina Kenegerian Enam Tanjung beserta masyarakat di desa Buluh Cina. Guna diperlukan menunjang pengelolaan dan kawsan taman wisata alam tersebut pengamanan pembangunan sarana dan prasarana. Pengelolaan kawasan yang efektif dilakukan bertujuan untuk menjamin dan memelihara keutuhan keberadaan kawasan dan ekosistemnya, potensi dan nilai-nilai keanekaragaman komunitas, tumbuhan, satwa,

ekosistem lestari dan

penyusun bijaksana kegiatan

kawasan, untuk penelitian, kesejahteraan

kawasan hutan tersebut. selain itu, WWF dan pihak masyarakat Buluh Cina bersepakat untuk membentuk gugus tugas pengamanan kawasan hutan ulayat di kawasan hutan wisata tersebut sesuai tugas pokok dan fungsi lembaga yang terlibat. Satuan tugas akan melibatkan kaum masyarakat pemuda desa terutama dibawah

pemanfaatan kawasan secara optimal, kepentingan peningkatan masyarakat. Kerjasama yang bergulir kemudian antara WWF dan masyarakat Buluh Cina adalah berupa upaya bantuan operasional dan infrasrtuktur yang mendukung perlindungan

pendidikan dan pariwisata alam bagi

bimbingan lembaga adatnya.

RUMAH PENDUDUK DI SEKITAR HUTAN WISATA BULUHCINA

utama, kawasan desa Buluhcina ini Desa wisata Buluhcina memiliki potensi wisata yang luar biasa, selain hutan wisata yang menjadi andalan juga dapat menjadi pilihan yang terbaik untuk memancing dan menjala

ikan, pemandangan yang indah dan alami di hutan buluhcina juga dapat dijadikan sebagai tempat hiking, kemah atau kemping. terhadap meyambut siapapun, Masyarakat akan

yang khas menjadi kuliner andalan dan juga ada embut rotan beserta belacan ala buluhcina. Selain itu juga di Desa Wisata Buluhcina juga sering diadakan lomba pacu sampan dan biasanya dilakukan pada saat menjelang Bulan Ramdahan dan pada saat setelah lebaran idhul fitri, dulunya tiap tahun ada agenda di Pacu Desa Sampan Piala Presiden Buluhcina,kini

ataupun pemuda disini sangat welcome mereka kedatangan siapapun

dengan ramah, mereka membantu pengunjung sebagai pemandu wisata dan jika kita ingin menikmati kuliner mereka bersedia untuk memasakkan ikan baung yang segar yang langsung diambil dari sungai, asam pedas baung

agenda pacu sampan Piala Presiden sudah tidak pernah diadakan lagi.

SAMPAN MILIK NELAYAN DESA BULUHCINA

TRANSPORTASI PENYEBERANGAN WARGA DESA BULUHCINA KE HUTAN WISATA BULUHCINA

PENGUKURAN IKLIM PERIODE APRIL-DESEMBER 2013 JANUARI MARET 2013


(Berdasarkan rekapitulasi data klimatologis sekunder dari stasiun Mini Meteorologi Balai Penelitian Tanaman Serat Departemen Kehutanan untuk data Iklim seputar hutan dataran rendah Kampar) A. Rata-rata intensitas radiasi matahari (Watt/m2)

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Bulan April Mei Juni Juli Agust us Septe mber Okto ber Nove mber Dese mber Janua

Radiasi harian ( Watt/m2/menit ) 9.00 103,9 522 142,0 522 188,0 558 88,88 51 102,9 660 102,2 252 102,2 662 102,6 666 102,9 660 102,2 10.00 103,39 15 11.00 103,352 2 12.00 102,03 16 102,22 92 155,55 61 155,64 58 102,10 52 100,53 91 102,62 25 103,92 10 102,10 52 100,52 13.00 103,6935 142,2322 158,8465 154,6656 103,3105 103,2222 102,9920 103,6623 103,3105 103,2222 14.00 103,02 90 142,02 20 156,85 51 155,66 55 103,02 22 102,66 22 103,66 92 103,96 35 15.00 103,029 0 142,022 0 156,855 1 155,665 5 103,022 2 102,662 2 103,669 2 103,963 5

142,62 142,229 22 6 185,06 185,164 65 1 115,88 51 103,99 22 102,23 22 102,99 21 102,22 51 103,99 22 102,23 155,655 1 103,662 3 103,662 3 103,022 2 103,669 2 103,015 0 103,662

103,02 103,022 22 2 102,66 102,662

ri 11. Febru ari

252 102,2 662 102,6 666

22 102,99 21 102,22 51

3 103,022 2 103,669 2

91 102,62 25 103,92 10 102,9920 103,6623

22

103,66 103,669 92 2 103,96 103,963 35 5

12. Maret

B. Rata-rata suhu udara (C)

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Bulan April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari maret

Suhu udara harian (C) 9.00 26,1 28,1 26,1 26,4 26,5 28,1 28,4 28,1 26,5 28,1 28,4 28,1 10.00 26,0 26,1 26,4 26,2 29,1 26,1 26,1 26,1 26,1 26,1 26,1 26,1 11.00 26,0 26,5 29,0 29,2 26,2 26,1 26,1 26,4 26,2 26,1 26,1 26,4 12.00 26,5 29,1 28,0 28,5 28,0 28,4 28,1 29,0 28,0 28,4 28,1 29,0 13.00 26,2 29,1 28,1 28,4 28,1 29,2 29,1 29,1 28,1 29,2 29,1 29,1 14.00 26,1 26,2 29,1 28,1 29,1 29,1 29,1 26,5 29,1 29,1 29,1 26,5 15.00 26,1 26,2 29,1 29,1 29,1 26,1 26,0 26,2 26,1 26,0 26,1 26,2

C. Rata-rata kelembaban udara (%)

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Bulan April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Januari Februari maret

Suhu udara harian (C) 9.00 66 65 69 62 66 63 64 65 62 66 63 64 10.00 64 61 66 64 64 62 62 64 64 64 62 65 11.00 64 64 65 65 63 65 65 62 65 63 65 65 12.00 64 63 64 61 65 65 64 69 61 65 65 64 13.00 66 64 64 61 66 65 64 66 61 66 65 64 14.00 65 64 65 64 64 66 66 66 64 64 66 66 15.00 65 64 64 64 65 64 69 69 64 65 64 69

Kriteria Penilaian Tanah Menururt Pusat Penelitian Tanah ( Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimakt, 1993) Ciri-ciri Tanah Sangat Rendah C-Organik (%) N-total (%) a. Mineral b. Gambut <0,10 0,10-0,20 < 0,80 0,21-0,50 0,80-2,50 0,51-0,75 >2,50 >0,75 < 1,00 Rendah Tingkatan Sedang Tinggi Sangat Tinggi >5,00

1,00-2,00

2,01-3,00

3,01-5,00

Rasio C/N P2O5 Bray 1 (ppm) K (me/100 g) Na (me/100 g) Mg (me/100 g) Ca (me/100 g) KTK (me/100 g) Kejenuhan Basa (%) Kadar Abu (%)

<5 <5 < 0,10 < 0,10 < 0,40 <2 <5 < 20

5-10 10-15 0,10 0,30 0,40 0,30 0,40 1,00 25 5 16 20 35 <5

11-15 16-25 0,30 0,50 0,40 0,70 1,00 2,00 6 10 17 24 36 - 50 5 10 Agak Masam 5,6 6,5

16-25 26-35 0,60 1,00 0,80 1,00 2,10 8,00 11 20 25 40 51 70 >10 Netral Agak Alkalis

>25 >35 >1,00 >1,00 >8,0 >20 >40 >70

Sangat Masam pH (H2O) a. Minera l pH (H2O) b. gambu t <4,0 < 4,5

Masam

4,5 5,5

6,6 7,5

7,6 8,5

Al kal is >8, 5

Sangat Asam

Sedang

Tinggi

4-5

>5

Kisaran nilai dan tingkat penilaian analisis agregat kimia tanah hutan dataran rendah desa Buluh Cina Kabupaten Kampar

sifat kimia tanah

kedalaman lapisan contoh (cm) 0 - 30 30 60

Ph (H2O) C-organik (%) N-total (%) P2O5 Bray 1 (ppm) Ca (me/100 g) Mg (me/100 g) K (me/100 g ) Na (me/ 100 g ) Total Basa (me/100 g) KTK (me/100 g) Kejenuhan Basa (%) Kadar Abu (%) Kadar Air Lapang (%) Kadar Air Tanah (%) Keterangan : SM = Sangat Masam ST = Sangat Tinggi

Nilai 6,4 - 6,8 5,62 - 5,77 12,78 13,45 18,2 - 20,8 6,01 - 6,41 1,12 - 1,24 0,39 - 0,41 0,38 - 0,41 9,12 - 9,18 21,6 - 22,6 37,8 - 41,8 8,06 - 8,81 78,6 - 79,6 79,6 - 81,9

Peringkat Nilai S 6,4 - 6,9 S 5,58 - 5,89 S S S S S S S 12,47 - 13,84 20,0 - 22,7 6,37 - 6,69 1,31 - 1,41 0,37 - 0,45 0,37 - 0,45 9,03 - 9,24 23,6 - 24,7 43,9 - 47,7 8,66 - 8,77 77,6 - 67,7 75,7 - 88,7

Peringkat S S S S S S S S S

T = Tinggi S = Sedang

R = Rendah SR = Sangat Rendah

2.2 Keanekaragaman Hayati Ekosistem Hutan Dataran Rendah Desa Buluh Cina Kabupaten Kampar Ekosistem merupakan dua dan hal lingkungan yang tidak

terpisahkan. akan menjadi

Dalam objek

pembahasan pembahasan.

mengenai ekosistem, lingkungan juga Secara fisik, lingkungan berarti wadah atau tempat berlangsungnya suatu sistem kehidupan organisme atau suatu

komunitas. Kondisi lingkungan akan berubah jika terjadi perubahan di dalam ekosistem atau sebaliknya; masing masing saling mempengaruhi

dalam

suatu

keseimbangan

yang

dinamis dan merupakan satu kesatuan fungsional (Pratiwi, 2006).

Nama Fauna yang ditemukan di hutan dataran rendah


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Nama Lokal Elang Hitam Elang Ular Bido Puyuh Hitam Ayam Hutan Hijau Gemak Loreng Kareo Padi Perkutut Jawa Punai Kecil Tekukur Biasa Betet Ekor Panjang Serindit Melayu Nuri Tanau Bubut Alang Alang Bubut Besar Kadalan Birah Kadalan Saweh Beluk Ketupa Punggok Cokelat Cabak Maling Taktarau Besar Cakakak Belukar Raja Udang

Nama Ilmiah Ictinaetus Malaenus Spilornis Cheela Melanoperdix Nigra Gallus Varius Turnix Suscitator Amaurornis Geopeliastriata Treron Olax Streptopelia Chinensis Psittacula Longicauda Loriculus Galgulus Psittinuscyanurus Centropus Bengalensis Centropus Sinensis Phaenichophaeus Curvirostris Phaenichophaeus Sumatranus Ketupa Ketupa Ninox Scutulata Caprimulgus Macrurus Eurostopodus Macrotis Halcyon Smirnensis Alcedo Meninting

Suku Accipitidae Accipitidae Phasianidae Phasianidae Turnicidae Rallidae Columbidae Columbidae Columbidae Psittacidae Psittacidae Psittacidae Cuculidae Cuculidae Cuculidae Cuculidae Strigidae

STATUS Dld/Apd II Dild./Apd II

Apd II Apd II Apd II

Apd II

Strigidae Apd II Caprimulgidae Caprimulgidae Alcedinidae Alcedinidae Dld

23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

Meninting Rangkok Badak Julang Emas Julang Jambul Hitam Takur UngkutUngkut Takur Tenggeret Pelatuk Kuduk Kuning Pelatuk Sayap Merah Pelatuk Raffles Layang Layang Batu Cipoh Pacat Cipoh Gantung Merebah Curukcuk Merebah Corok Corok Cucak Kuricang Cucak Kutilang Tungging Merebah Belukar Srigunting Batu Srigunting Keladi Kacembang Gadung Gagak Hutan Gagak Kampung Kucica Kampung Berkecet Biru Tua

Buceros Rhinoceros Aceros Undulatus Aceros Corrugatus Megalaima Hemachepala Megalaima Australis Picus Flavinucha Picus Puniceus Dinopium Rafflesii Hirundo Tahitica Aegithina Tiphia Aegithina Viridissima Pycnonotus Goiavier Pycnonotus Simplex Pycnonotus Atriceps Pycnonotus Aurigaster Pycnonotus Aetilotus Pycnonotus Plumosus Dicrurus Paradiseus Dicrurus Aeneus Irena Puella Corvus Enca Corvus Macrorhyncos Copsychus Saularis Cinclidium Diana

Bucerotidae Bucerotidae Bucerotidae Capitonidae Capitonidae Picidae Picidae Picidae Hirundinidae Chloropseidae Chloropseidae Pycnonotidae Pycnonotidae Pycnonotidae Pycnonotidae Pycnonotidae Pycnonotidae Dicruridae Dicruridae Oriolidae Corvidae Corvidae Turdidae Turdidae

Dld/Apd II Dld/Apd II Dld/Apd II

Nama Flora yang ditemukan pada hutan dataran rendah

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Nama Lokal Amabcang Arang - Arang Bintangur Durian Tiung Geronggang Jangkang Kelat Kempas Medang Meranti Bunga Meranti Rawa Meranti Burung Mersawa Paya Mersawa Kuning Medang Nyatoh Pulai Perapat Punak Pungai Ramin Balau Hitam Rengas Resak Suntai Terentang Manuk Terantang Trembasah

Nama ilmiah Mangifera foetida Laur Diospyros puncticulosa Bakh Calophyllum inophylide King Durio carinatus Mast Cratoxylon arborescens Bl Xylopia malayana Hk.f.et.Th Eugenia Sp. Koompassia malaccensis Maing Actinodaphne glabra Bl Shorea teysmannia Dyer Shorea parvipolia Dyer Shorea acuminta Dyer Anisoptera margarita Korth Anisoptera curtisii Dyer Litsea Sp Palaquium sumatranum Burk Alstonia pneumatophora Buck Combretocarpus rotundatus Dans Tetrameristra glabra Miq Coelostegia griffithii Benth Gonystilus bancanus Kurz Shorea atrinervosa Symington Gluta renghas L Vatica wallichii Dyer Palaqium burkii H.J.L Comnosperma auriculata Hook.f Comnosperma macrophyla Hook.f Fragraec fragrans Roxb

Famili Anacardiaceae Ebenaciae Guttiferae Bombaciae Guttiferae Annonaceae Myrtaceae Caesalpinaceae Lauraceae Dipterocarpaceae Dipterocarpaceae Dipterocarpaceae Dipterocarpaceae Dipterocarpaceae Lauraceae Sapotaceae Apocynaceae Bombaciae Theaceae Bombaciae Thymelaceae Dipterocarpaceae Anacardiaceae Dipterocarpaceae Sapotaceae Anacardiaceae Anacardiaceae Loganiaceae

2.3 Jaring jaring makanan ekosistem hutan dataran rendah desa buluh cina kabupaten Kampar Kebergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik

atau antara komponen biotik dan abiotik. Kebergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui: 1) Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai

makanan disebut tingkat trofi atau taraf zat trofi. makanan Karena adalah organisme tumbuhan hijau atau pertama yang mampu menghasilkan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki produsen. tumbuhan Tingkat selanjutnya

ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. 2) Jaring - jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling ber-hubungan sedemikian membentuk Jaring-jaring satu rupa seperi makanan sama lain sehingga jaring-jaring. terjadi

adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi

karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.

Gambar rantai makanan

2.4 Interaksi Antar Tumbuhan pada Ekosistem Hutan Dataran Rendah Desa Buluh Cina Kabupaten Kampar Menurut Supriadi (2004), pola interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk yang hidup yang berlainan Makhluk jenis hidup disebut simbiosis. melakukan

simbiosis

antara

jenis

jamur

tertentu dan jenis alga tertentu membentuk likenes, antara bunga dengan kupu-kupu. 2. Simbiosis parasitisme adalah Interaksi dua individu/populasi di mana salah satu individu untung, sedang simbion pasangannya rugi. Contohnya, benalu yang tumbuh pada ranting pohon mangga, cacing perut dan cacing tambang yang hidup di dalam usus manusia. adalah 3. Simbiosis komensalisme adalah Interaksi antara individu/populasi yang satu untung sedangkan

simbiosis disebut simbion. Simbiosis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya : 1. Simbiosis Interaksi ataupun mutualisme antara populasi dua yang individu saling Misalnya,

menguntungkan.

individu/populasi

lainnya

tidak

untung dan juga tidak rugi.

LAMPIRAN
DESA WISATA BULUH CINA

Hutan Wisata Desa Buluhcina

FAUNA

LEBAH

ELANG HITAM

SIPUT

KATAK

FLORA

KELOMPOK 3

Daftar pustaka

Soerianegara, I dan A. Indrawan. 1983. Ekologi Hutan Indonesia.

Bogor: Departemen KehutananIPB. http://www.anakkendari.co.cc/2009/01 /hutan-jenis-dan-manfaatannya/ Sugiharyoanto. 2007. Geografi dan Sosiologi Jakarta: 1 SMP Kelas VII. YudhistiraMackinnon,

-dan-pemanfaatannya-geografismp.html http://bimaindonesia.blogspot.com/200 8/08/hutan-pegununganbaturaden.html

Kathy.1986. Alam Asli Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia

Farb, Peter.1982. HUTAN. Jakarta: Tri Pustaka http://www.e-dukasi.net/ http://e-ducationcenter.blogspot.com/2009/06/hutan