Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Batu Ginjal adalah bagian yang solid dari materi yang terbentuk di ginjal ketika zat yang biasanya ditemukan dalam yrin menjadi sangat terkonsentrasi pada ginjal. Sebuah batu mungkin berada di ginjal melalui perjalanan ke saluran kemih. Batu ginjal merupakan salah satu gangguan yang paling umum dari saluran kemih. Di amerika penduduknya membuat lebih dari satu juta kunjungan ke penyediua layanan kesehatan atau Rumah sakit dan lebih dari 300.000 orang pergi ke ruang gawat darurat untuk masalah batu ginjal.

B. Rumusan masalah 1. Apa penelitian terbaru yang berkaitan dengan sistem perkemihan? 2. Apa yang dimaksud dengan batu ginjal? 3. Apa fungsi tanaman obat meniran?

C. Tujuan penulisan Untuk mengetahui hasil penelitian terbaru terkait sistem perkemihan umunya dan pengobatan penyakit batu ginjal khususnya.

D. Metode penulisan Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka, yaitu mengambil referensi melalui jurnal, internet, buku, dll

BAB II PEMBAHASAN

Phyllanthus niruri ( Meniran )

A. Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) : Rosidae : Euphorbiales : Euphorbiaceae : Phyllanthus : Phyllanthus niruri L.

B. Morfologi Meniran (Phyllanthus niruri) adalah tanaman semusim, tumbuh tegak, bercabang-cabang, dan tingginya antara 30cm-50cm. 1. Batang Tanaman meniran (Phyllanthus niruri) ini memiliki batang yang berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50cm, berwarna hijau, diameternya 3 mm. 2. Daun Tanaman ini memiliki daun majemuk, tata letak daunnya berseling ( Deccussate ), bentuk daun bulat telur (ovale), ujung daunnya tumpul, pangkalnya membulat, memiliki tepi daun yang rata ( Entire ), memiliki anak daun 15-24, memiliki panjang 1,5 cm, lebar 7 mm, dan berwarna hijau. Daun meniran ini termasuk pada tipe daun yang tidak lengkap yaitu pada bagian daun bertangkai karena tanaman ini hanya

memiliki tangkai dan beberapa heliaan daun. 3. Bunga Tanaman ini memiliki bunga tunggal yang terdapat pada ketiak daun menghadap ke arah bawah, menggantung dan berwarna putih. Memiliki daun kelopak yang berbentuk bintang, benang sari dan putik tidak terlihat jelas, mahkota bunga kecil dan berwarna putih. 4. Buah Tanaman ini memiliki buah yang berbentuk kotak, bulat pipih dan licin, diameter 2mm dan berwarna hijau. 5. Biji Tanaman ini memiliki biji yang kecil, keras dan berbentuk ginjal serta berwarna coklat. 6. Akar Tanaman ini memiliki akar tunggang yang berwarna putih.

C. Bagian Tanaman Yang Di gunakan Sebagai Obat Bagian tanaman meniran yang bisa dimanfaatkan sebagai obat yaitu pada bagian akar (radix), batang ( , daun (folium), bunga (flos), aerial atau bagian herba.

D. Kandungan Kimia Tanaman Obat Meniran sangat kaya akan berbagai kandungan kimia, antara lain: phyllanthin, hypophyllanthin, niranthin, nirtetrali, nirurin, nirurinetin, norsecurinine, phyllanthenol, phyllnirurin, phylltetrin, quercitrin, quercetin, ricinoleic acid, rutin, salicylic acid methyl ester, garlic acid, ascorbic acid, hinokinin, hydroxy niranthin, isolintetralin, dan isoquercetin. Senyawa lain yang terkandung dalam Meniran adalah beta-d-xylopyranoside dan betasitosteroy. Senyawa lain yang baru ditemukan adalah seco-4-hidroksilintetralin, secoisoarisiresinol trimetil eter, hidroksinirantin, dibenzilbutirolakton, nirfilin, dan neolignan. Akar dan daun Meniran kaya akan senyawa flavonoid, antara lain phyllanthin, hypophyllanthin, qeurcetrin, isoquercetin, astragalin, dan rutin. Minyak bijinya mengandung beberapa asam lemak seperti asam ricinoleat, asam linoleat, dan asam linolenat.

E. Bukti Ilmiah meniran

Hasil penelitian baru menyatakan bahwa ada banyak khasiat yang dapat kita peroleh dari Tanaman Obat Meniran untuk kesehatan kita. Di amerika selatan oramg-oramg menggunakan mmeniran untuk mengobati asam urat dan batu ginjal. Meniran mengandung pelarut asam urat dan batu ginjal. Kandungan flavonoid dan glikosida flavonoid adalah senyawa yang paling sering digunakan dalam pengobatan asam urat dan batu ginjal. Karena itu, Meniran yang kaya akan senyawa flavonid, dapat digunakan untuk mengobati asam urat dan batu ginjal. Di dalam tubuh, flavonoid akan berikatan dengan kalsium dari batu ginjal lalu membentuk senyawa kompleks kelat yang mudah larut. Ion-ion Na dan K dalam Meniran akan berikatan dengan asam urat membentuk senyawa garam yang mudah larut dalam air sehingga asam urat yang telah mengkristal di dalam darah dan ginjal akan terlarut secara perlahan dan kemudian akan dikeluarkan melalui air seni. Meniran juga bersifat diuretik (membantu keluarnya air seni). Dengan cara tersebut, Meniran digunakan untuk mengatasi asam urat dan batu ginjal ataupun penyakit lain yang disebabkan oleh asam urat seperti rematik gout.

F. Efek Samping Pemakaian berlebih dari Phyllanthi Herba dapat menyebabkan impoten, menjelaskan flavonoid yang terkandung dalam meniran memberikan efek menghambat kerja enzim xanthin oksidase sehingga dapat dimanfaatkan dalam pengobatan mengurangi kelebihan asam urat dan batu ginjal

DAFTAR PUSTAKA

www.alfaalfa.co.id (diakses 25 Mei 2013) www.library.upnvj.ac.id (diakses 25 Mei 2013) kiathidupsehat.com (diakses 25 Mei 2013)

TUGAS SISTEM PERKEMIHAN Hasil Penelitian Terbaru Terkait Sistem Perkemihan

Oleh :

Nama NPM

: Khatamanisa Suyuthie : 1080200066

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU T.A 2012-2013

Anda mungkin juga menyukai