Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas ilmu kedokteran.

Ini terutama karena masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan dilihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan mental sering kali tidak terdeteksi , sekalipun oleh keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka hidup bersama sehingga tingkah laku-tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental, dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan. Khusus untuk masyarakat Indonesia masalah kesehatan mental saat ini belum terperhatikan dengan serius. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang terpikirkan. Orang masih fokus pada masalah kuratif, bukan bertindak preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan tentang perilkau manusia turut membawa damapak kurang kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mendapatkan pertolongan di bidang kesehatan mental. Faktor budaya pun seringkali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam tentang kesehatan mental. Tahun 1600 dan sebelumnya dukun asli Amerika (indian) orang yang mengalami gangguan mental dengan cara memanggil kekuatan supranatural dan menjalani ritual penebusan dan penyucian. Pandangan masyarakat saat itu menganggap bahwa gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh rohroh yang ada disekitarnya. Pada tahun 1690 John Locke dalam tulisannya yang berjudul An Essay Concerning Understanding, menyatakan bahwa terdapat derajad kegilaan dalam diri seseorang yang disebabkan oleh emosi yang memaksa orang untuk memunculkan ide-ide salah dan tidak masuk akal secara terus-menerus. Kegilaan

Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya

adalah ketidakmampuan akal untuk mengeluarkan gagasan yang berhubungan dengan pengalaman secara tepat. Pandangan Locke ini bertahan dieropa sampai abad ke-18 Tahun 1724 Pendeta Cotton Mather mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan mamajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri. Pada saat ini benih-benih pendekatan secara medis mulai dikenalkan, yaitu dengan memberikan penjelasan masalah kejiwaan gangguan yang terjadi pada tubuh. Pada tahun 1961 Thomas Szasz membuat tulisan yabg berjudul The Myth of Mental, yang mengemukakan dasar teori yang menyatakan bahwa sakit mental sebenarnya tidaklah betul-betul sakit, tetapi merupakan tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus bereaksi terhadap lingkungan. Berdasarkan beberapa contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa ternyata pandangan masyarakat terhadap apa yang disebut sebagai sakit mental/sakit jiwa/gangguan mental ternyata berbeda-beda dan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Makna gangguan mental yang berbeda-beda tersebut membawa implikasi yang berbeda juga dalam menangani individu yang terkena gangguan mental. Gangguan mental bisa dipahami sebagai kerasukan setan atau akibat sihir. Biasanya ini karena pengaruh agama monoteis yang dianut oleh masyarakat setempat. Akibatnya perlakuan terhadap individu yang mengalami gangguan mental menjadi berbeda. Ritual masih diadakan, tapi perlakuan masyarakat terhadap si penderita menjadi negatif. Penderita biasanya ditolak dan diasingkan, karena sedikit banyak dianggap berbahaya atau membawa akibat negatif bagi sekitarnya. Namun bisa saja pada beberapa kasus, penderitanya malah dianggap sebagai nabi/wakil Tuhan sehingga justru menarik banyak pengikut meskipun ajarannya secara logika tidak mengacu pada akal sehat. Dunia Medis memberika pandangan tersendiri terhadap pemahaman mengenai gangguan mental. Dunia medis memandang penderita gangguan mental

Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya

sebagai betul-betul mengalami sakit. Dunia medis melihat sakit mental sebagai berakar dari sakit kebutuhan, terutama diotak, sehingga penanganan penderita gangguan mental menjadi mirip penderita sakit fisik, yaitu melalui medikasi, hospitalisasi bahkan operasi/pembedahan. Pandangan medis ini sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran dan sampai sekarang ini masih menjasi arus utama yang mempengaruhi pemahaman orang mengenai kesehatan mental. Ilmu perilaku yang semakin berkembang juga memberikan pemahaman tersendiri mengenai gangguan mental. Berdasarkan pandangan ini, penderita gangguan mental dimaknai sebagai ketidakmampuan mereka untuk melakukan penyesuain diri yang sesuai dengan realitanya. Individu terganggu karena mamiliki perilaku-perilaku yang tidak adaptif, sehingga penanganannya adalah dengan mendidik inividu yang bersangkutan untuk menghilangkan perilaku yang tidak adaptif dan menggantinya dengan perilaku yang adapatif. Menurut pandangan ini, gangguan mental dihubungkan denngan lingkungan individu sehingga pemulihan individu yang bersangkutan selalu dikaitkan dengan lingkungannya. Inilah yang menandai penanganan individu yang bergangguan tidak lagi dirumah sakit, tetapi ditengah lingkungan keluarganya.

I.2 RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana ciri-ciri penyesuain diri yang efektif ? 2. Bagaimana mengatasi stress ? 3. Bagaimana terbentuknya perilaku seseorang ?

Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya

I.3 RINGKASAN Buku kesehatan mental, konsep, cakupan dan perkembangannya berisi konsep, cakupan dan perkembangan mengenai mental yang sehat. Disamping bagi para mahasiswa psikologi, buku ini ditujukan bagi mereka yang tertarik pada kesehatan mental. Buku ini disusun sedemikian rupa agar pembaca mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai kesehatan mental sekaligus termotivasi untuk lebih memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan kesehatan mental.

I.4 TUJUAN untuk memberikan informasi dan gambaran tentang konsep, cakupan dan perkembangan kesehatan mental yang sehat dan menyeluruh sekaligus memberi motivasi untuk lebih memahami aspek-aspek yang berkaitan dengan kesehatan mental, dan selain itu karya tulis ini dibuat untuk memenuhi syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional dan Ujian Akhir Sekolah. 1.5 MANFAAT Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat para pembaca. Adapun harapan itu adalah agar karya tulis ini dapat ditunjukkan bagi semua orang untuk memahami konsep, cakupan dan perkembangan kesehatan mental yang sehat. 1.6 METODE PENELITIAN Adapun dalam penulisan karya tulis ini penulis menggunakan metode perpustakaan yaitu metode yang memberikan dari berbagai referensi yaitu bukubuku yand dibaca, dipahami dan dianalisis oleh penulis.

Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya

1.7 SISTEMATIKA PENULISAN Halaman Judul Lembar Pengesahan Motto dan Persembahan Kata Pengantar Daftar Isi 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Ringkasa

Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangannya